AKU SEORANG MAFIA??

AKU SEORANG MAFIA??
Menjebak


__ADS_3

"A...aku bagaimana mungkin mau menusukmu,A..aku mau melindungimu..."Ucap Lovita terkejut.


"Hmm..."Dehem Ayla datar.


Para siswa dan siswi itu pun kembali berjalan dengan santai,Mereka kira akan terjadi hal yang tak terduga.


Ayla kembali menutup pintu lokernya,Lovita menatap Ayla dengan tatapan sedihnya,Padahal ia hampir berhasil tetapi para siswi itu mengapa datang di waktu yang tidak tepat.


"Aku tidak butuh perlindungan."Ucap Ayla datar,Namun terkesan tajam,Lovita pun mengepal tangannya kuat,Ia harus menahan emosinya.


"Eh...Bagaimana bisa gadis lemah seperti mu,Eh...maksudku gadis cantik seperti mu bisa melindungi diri sendiri."Ucap Lovita terbata.


"hmm."Dehem Ayla.


Para siswi dan siswa yang tadi pergi ketoilet pun pergi dari sana,Dan toilet pun semakin sepi,Lovita menyeringai dengan seram.


"Ajalmu sudah dekat gadis bodoh."Batin Lovita menyeringai.Ayla pun memasukan tangannya pada saku roknya,Sambil merapikan rambutnya.


"Sudah sepi,Apakah kau ingin membunuhku ??"Santai Ayla,Lovita pun menatap Ayla dengan terkejut.


"Tidak usah memakai topeng,Disini hanya ada kita berdua."Ucap Ayla datar sambil tersenyum miring.


hhhhhh.....


"Kau sedang bercanda ya."Ucap Lovita tertawa keras.


"Apakah aku terlihat sedang bercanda."Datar Ayla,Lovita pun menghentikan tawanya.


Lovita menatap Ayla tajam,Benarkan Ayla tau bahwa ia ingin membunuhnya,Senyum menyeringai pun terbit diwajah lugunya,Ia tak perlu bersusah payah beracting,Nyatanya Ayla sudah tau tujuannya datang kesana.


Dengan gerakan gesit,Lovita pun melayangkan belati miliknya kearah perut Ayla,Ayla langsung mengeles dengan lihai,Dan langsung menendang perut Lovita.


Lovita kembali melayangkan belatinya,Ayla langsung menendang belati itu hingga terpental,Setelah terpental Ayla kembali memukul wajah Lovita,Hingga terlihat memar.

__ADS_1


Cihhh....


Bukannya merasa kesakitan,Justru Lovita tersenyum senang,Ia merasa tertantang,ia pun mengusap bibirnya kasar dan kembali menyerang Ayla dengan membabi buta,Ayla yang belum cukup siap,Sedikit terkena pukul.


"Hhh....Kau fikir kau bisa mengalahkan ku !! "Teriaknya,Ayla pun terkekeh sinis.


Ia pun memutar tangan Lovita hingga terpelintir,Dan langsung menarik rambutnya.


" Kenapa tidak "Datar Ayla seperti bisikan,Yang justru membuat amarah Lovita meluap,Ia pun menyikut perut Ayla,Dan langsung membantingnya.


Bruukkk....


" Hhhhhhhhh..."Tawa Lovita,Ayla pun tersenyum,Kaki jenjangnya mengunci pergerakan kaki Lovita,Lovita pun langsung terjatuh disebelahnya,Ayla segera bangun dan berada diatasnya.


"Uhukkk...."Lovita terbatuk batuk saat Ayla mencekiknya dengan sangat kencang,Ia memukul tangan Ayla agar melepaskan cekikan itu namun Ayla semakin mengencangkan cekikan itu.


" Bukankah ini menyakitkan ??."Ucap Ayla datar mengencangkan cekikannya.


Lovita berlari mencari senjata untuk membunuh Ayla,Ia tak boleh kalah...


Ayla tersenyum Evil sambil mengambil belati milik Lovita,Lovita berlari dengan ketakutan,Saat sedang berlari ia tak sengaja menabrak tubuh seseorang yang tak lain adalah Rara,Dan Erik.


Lovita terkejut menatap Erik dan Rara,Ia pun memulai actingnya,Dengan wajah polos dan lugu.


"Tolong aku...D..dia ingin membunuhku."Ucap Lovita memeluk Erik sambil menangis,Erik pun langsung mendorongnya.


Lovita pun menatap Erik dengan kaget,tidak ada pria yang bisa menolaknya,Kecuali Andre,dan sekarang ia pun mendapat penolakan dari Erik.


"Murahan."Ucap Erik datar.


Lovita pun menggeram,Ia pastikan Erik akan mati,Tetapi sekarang ia harus pergi memanggil para bawahannya,Karna ia merasa Erik dan Rara adalah sekutu Ayla.


Ia pun berlari dengan kencang dari sana,Pergi menuju belakang sekolah,Erik pun hendak mengejar,Namun Ayla segera mencegahnya,Ia ingin membunuh Lovita dengan perlahan,Karna jika terlalu terburu buru ia tidak menyukainya.

__ADS_1


"Kita lanjutkan pulang sekolah."Datar Ayla,Erik dan Rara pun mengangguk.


.


.


.


Pulang sekolah,Ayla,Rara dan Erik bersandar didekat loker sekolah yang berdekatan dengan gudang, tak lupa Mereka memakai kaca mata dan jaket agar tidak ada yang mengenali mereka,Suasana dia sana sangat sepi,Karna semua murid sudah pulang.


Tak lama sebuah peluru melesat dengan kencang dan hampir mengenai Rara,Tetapi dengan cepat Ayla menarik Rara hingga peluru itu meleset.


" Huh...hampir saja."Gumam Rara lega.


"Cih...Jadi kalian adalah sekelompok mafia yang bertugas menangkap kami."Ucap Lovita tersenyum sinis,Ia datang dengan para bawahannya.


Ayla,Erik dan Rara hanya diam,Mereka mengeluarkan senjata milik mereka,Lovita tersenyum melihat ketiga orang di hadapannya.


"Apakah kalian yakin akan hidup ?? Disini sudah sangat sepi,tidak akan ada yang menolong kalian."Ucap Lovita tersenyum.


Erik dan Rara pun tersenyum,Sambil mengeluarkan sebuah remote,Erik tersenyum.


" Ku sarankan untuk kalian agar diam,Karna aku tak akan bertanggung jawab jika kalian mati secara mengenaskan."Ucap Erik tersenyum.


"Apa maksudmu ?!."Bingung Lovita melihat Rara yang memegang sebuah remote.


"Tempat yang sekarang sedang kalian pijak,Terdapat sebuah bom,Jika kalian tak ingin mati,Maka jawablah pertanyaan kami dengan benar."Ucap Erik datar.


"Cih...kalian berbuat curang ?!."Teriak Lovita kesal.


"Sutt..tenanglah nona Lovita."Ucap Ayla datar,Sambil tersenyum tipis.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YAH KALO SUKA SAMA CERITANYA.

__ADS_1


__ADS_2