
Ayla pun berfikir,Siapa orang yang mempunyai dendam kepada kedua orang tuanya,Setahu nya ,Kedua orang tuanya sangatlah ramah dan baik kepada semua orang.
" Ayla,Sepertinya pembunuh itu mengincar dirimu."Ucap andreaz,Mengingat pertemuan awalnya dengan Ayla.
"Kenapa mereka mengincar diriku."Ucap Ayla bingung.
"Aku pun tidak tahu,Apakah kau pernah melihat orang tuamu melakukan suatu kejahatan walau hanya sekali saja ??"Tanya Andreaz,Karna tidak mungkin para pembunuh itu melakukan pembunuhan jika tidak ada permasalahan.
"Tidak...aku selalu melihat kedua orang tua melakukan kebaikan,Sejak aku kecil...aku selalu melihat kedua orang tuaku menebar kebaikan,Aku tidak yakin bahwa ibuku yang lembut dan ayahku yang hangat bisa memiliki musuh."Ucap Ayla dengan mata berkaca kaca.
"Hmm...Ayla,Sepertinya kita harus menangkap dalang dari ini semua,Agar kau mengetahui tujuan dari pembunuhan yang terjadi pada keluargamu."Ucap andreaz menatap Ayla yang hampir saja menangis.
"Iya..."Ucap Ayla mengangguk,Andreaz pun memeluknya,Pelukan yang hangat yang dulu pernah ia rasakan dari ayahnya yang sudah tiada.
"Yasudah,Fokuslah dalam mencari musuhmu,Aku yakin kau bisa menemukannya."Ucap andreaz tersenyum.
Ayla pun mengangguk dan langsung berjalan keluar,Saat membuka pintu,Ia melihat Rara dan Erik yang sedang menguping.
"Ah...Ayla !!"Kaget keduanya.Ayla pun memasang wajah datar dan melanjutkan jalannya menuju kamarnya.
"Ayla izinkan aku membantumu dan Rara."Ucap Erik,Langkah Ayla pun terhenti.
"Aku sudah besar,Aku bisa melakukannya bersama Rara."Ucap Ayla dingin,Mendengar ucapan Ayla seketika wajah Erik menjadi sedih.
Ayla pun kembali berjalan menuju kamarnya,Saat masuk,Ia segera mengganti baju khusus penyamaran,Tak lupa ia membawa beberapa senjata seperti pistol,Dan pisau lipat,Serta obat bius,Untuk sewaktu waktu ia membutuhkannya.
"Ayla...Aku sudah siap."Ucap Rara memasuki kamar Ayla,Ayla pun mengangguk sambil menyelipkan pistolnya.
"Ayo kita berangkat"Ucap Ayla,Melihat hari yang sudah mulai sore,Pelelangan itu akan segera dimulai.
"Ayo !"Ucap Rara semangat.
...****************...
Terlihat tiga orang pemuda berusia 18 thn memasuki sebuah ruangan dengan wajah cool.
__ADS_1
"Akhirnya kalian datang ."Ucap seorang pria parubaya sambil terkekeh menatap ketiga pemuda itu.
"Katakan apa tugas kami ?"Ucap Arga datar.
Pria parubaya itu pun tertawa,Menatap ketiga pemuda itu dengan seringai tajam.
"Pergilah ke pelelangan,Dapatkan senjata yang paling mahal,Aku ingin memilikinya."Ucap pria parubaya itu.
"Cih...kenapa harus kami ?"Ucap Arvin kesal.
"Jaga ucapanmu pada bos !"Teriak salah satu anggota dengan wajah marah.
"Tenanglah Jack,Mereka masih kecil."Ucap pria parubaya itu dengan wajah bringas.
Pria bertangan satu itu pun diam,Ia bernama Jack,Seharusnya ia lah yang pergi mengikuti pelelangan itu,Namun Karna ia memiliki tugas lain,Jadilah Leon,Arvin dan Arga yang menggantikannya.
"Baiklah"Ucap Leon singkat.
"Dimana tempat pelelangan itu ?"Tanya Leon dengan datar.
Pria parubaya itu pun menyerahkan sebuah alamat pada Leon,Tanpa basa basi,Leon pun mengambilnya dan langsung berjalan keluar,Arvin dan Arga menatap kejadian itu dengan keheranan,Mereka pun ikut keluar mengikuti Leon.
"Le...tumben Lo langsung terima tuh permintaan tua Bangka."Ucap Arga bingung,Diangguki oleh Arvin.
Leon tak menjawab,Kedua temannya yakin bahwa Leon telah menyembunyikan sesuatu dari mereka.Mereka berdua pun lebih memilih diam,Karna mereka tak bisa memaksa Leon untuk mengatakan apa yang telah terjadi.
Dilain sisi,Ayla telah sampai pada tujuannya,Rumah yang terlihat luas namun sangat tertutup.
"Ayla ini tempatnya ??"Tanya Rara bingung menatap rumah itu.
"Hmm..."Gumam Ayla.
Ayla melangkahkan kakinya,Ia menatap semua penjaga yang menjaga tempat itu sambil berfikir.
"Ayla...Ayo kita masuk,Kita Uda dapet dari undangannya dari paman Andreaz."Ucap Rara,Ayla pun menggeleng.
__ADS_1
Ayla memutari rumah megah itu,Rara pun mengikutinya.Rara bingung melihat apa yang dilakukan oleh Ayla,Bukankah mereka akan diizinkan masuk,Karna mereka sudah mendapatkan undangan didalam pelelangan itu.
Saat sampai pada belakang rumah,Ayla langsung memanjat tembok dengan mudah.
"Apa yang kau lakukan Ayla."Ucap Rara dengan berbisik.
"Kau masuk dari depan,Aku sedang ada urusan,Kita akan bertemu didalam."Ucap Ayla melompat dari tembok.
"Tunggu...Ayla.."Rara pun berdecak sebal saat Ayla meninggalkannya masuk kedalam rumah itu.Rara pun memilih kembali dan masuk dari arah depan.
"Silahkan Masuk nona."Ucap sang penjaga setelah memeriksa Rara,Dan melihat undangan yang telah ditunjukan oleh Rara.
"Baik paman."Ucap Rara tersenyum manis.
Ia pun memasuki Rumah itu,Ternyata rumah itu disiapkan khusus untuk pelelangan gelap ini,Diatas terdapat panggung.
Ia pun memilih untuk duduk pada kursi yang lebih depan,Agar dekat dengan panggung.Ia penasaran barang apa saja yang dijual didalam sana.
Dilain sisi,Ayla memasuki rumah itu dari belakang,ia tersenyum menatap banyaknya barang yang ingin diperlihatkan dipelelangan itu.Saat sedang melihat,Salah satu penjaga melihatnya dengan cepat Ayla pun menutup mulut penjaga itu dengan kencang.
"Diam...Atau aku akan membunuhmu "Ucap Ayla melayangkan pistolnya.
"A..ampun nona,Tolong jangan bunuh saya."Ucap penjaga itu memohon dengan wajah gemetar.
"Jika aku mati,Siapa yang akan menjaga anakku nona,Ku mohon ampuni aku."Ucap penjaga itu saat merasa Ayla masih menodongkan pistol pada kepalanya.
"Anak ?"Datar Ayla,Masih menodongkan pistol pada kepala pria itu.
"I...iya,Anakku sedang sakit keras,Ku mohon jangan bunuh aku,Aku terpaksa berkerja disini."
Ucapnya menunduk meminta belas kasihan dari Ayla.
"Aku akan membebaskanmu,Dengan satu syarat."Ucap Ayla datar.
"Apa itu nona ?"Tanya pria itu.
__ADS_1
Ayla pun memasukan pistolnya,Dan langsung mengatakan syaratnya.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YAH KALO SUKA SAMA CERITANYA.