
Ayla , Erik dan rara sibuk dengan kegiatannya masing masing, ayla yang fokus membaca novel, erik yang bermain game pada hanphonenya dan rara yang sibuk melihat CCTV.
" Bagaimana , apa ada yang mencurigakan ???".tanya erik pada rara, namun masih fokus pada game nya.
" Berisik kau, aku sedang fokus, memangnya kau yang hanya bisa bermain saja ". ucap rara tanpa memandang erik."Huh...terserah kau sajalah ". ucap erik kesal.
"Tunggu ...!!!!" teriak rara membuat seisi kelas menatapnya aneh, ia pun menyengir kuda."Hehe...dasar mulut toa ".ucap erik terkekeh.
" Ayla...lihatlah daftar siswa ini hilang ". ucap rara menunjukan tabletnya pada ayla, ayla pun menutup novelnya." arvin alexander ".gumam ayla membaca nama siswa yang hilang itu.
" Rara cepat periksa CCTV !!!". teriak erik, rara pun menggeser tabletnya , dan terlihat lah semua CCTV yang berada disekolah itu." Kau hebat...dengan satu CCTV yang kau hack, kau bisa menghack semua CCTV disekolah ini ". ucp erik kagum.
" Hehe...siapa dulu, rara ". ucap rara bangga,erik pun menatap datar rara.
" Itu dia...ada seseorang berpakaian hitam,sedang menuju kedalam toilet ".ucap rara menunjuk tabletnya yang memperlihat kan seorang pria berbaju hitam sedang memasuki toilet laki laki.
" Hm...apa mungkin orang yang sedang mereka targetkan ada di dalam toilet ".ucap ayla datar menatap tablet rara.
" Hm...sepertinya...tapi aku tidak melihat siapa pun masuk toilet itu ". ucap rara serius.
" Apa mungkin , dia sedang menunggu targetnya ". ucap ayla, rara dan erik pun saling pandang. " Mungkin saja...".jawab rara mengangguk.ia pun mengecek seluruh CCTV yang berada disekolah itu.
" Ada yang mau pergi ketoilet itu ". ucap rara, ayla dan erik pun menatap tablet rara."Lihatlah bukan kah ini siswa yang data nya telah hilang ". ucap rara menunjuk seorang siswa yang sedang berjalan menuju toilet.
" ini sudah jelas,para pembunuh ini mengincar siswa itu ".ucap ayla membuat erik dan rara terkejut.
__ADS_1
" Hah...ayo kita selamatkan siswa itu ". teriak rara khawatir." Tidak semudah itu rara,pembunuh itu bukan hanya satu,kau pantaulah semua CCTV disekolah ini,biar aku yang mengatasi siswa ini,karna bila kita bertiga kesana untuk menyelamatkan satu orang, mungkin nanti akan ada siswa lain yang menjadi korban tanpa adanya pantauan kita ".ucap ayla datar, rara dan erik pun mengangguk.
" Baiklah ....aku akan pergi menuju toilet, ingat kalian harus memantau ini semua ". ucap ayla berjalan keluar dengan berlari.
Ditoilet pria.
seorang siswa berjalan dengan senyum merekah miliknya, ia pun berdiri didepan cermin toilet sambil mencuci wajahnya saat telah sampai ditoilet.
" Yaampun arvin...lu ganteng amat sih ". pujinya saat sedang didepan cermin.
" Gw berharap bisa ketemu sama my angel gw...".ucap arvin tersenyum menatap cermin itu.
"Is ...pasti dia tambah cantik, masih kecil aja cantik banget ".gumam arvin tersenyum sumringan kearah cermin.
BRAK....
" Siapa sih yang iseng...woy keluar luh !!!". teriak arvin kesal.
Arvin terbelalak saat melihat seorang pria sedang berjalan kearahnya dengan sebuah pisau ditangannya.
" S...siapa loh hah, buang pisau lu sekarang !!!!". teriak arvin berjalan mundur, pria berbaju hitam itu terus maju, membuat arvin ketakutan.
" papih...tolongin arvin,arvin gk mau mati !!!!". teriak arvin berjongkok diwastefel." Bang ampun bang,nanti saya kasih duit yang banyak...jangan bunuh saya yah ". ucap arvin berjongkok.
"Berisik...gw gk butuh uang lu,lu harus mati Hahaaaa....!!!". teriak pria berpakaian hitam itu melayangkan pisaunya.
__ADS_1
BRAK....DOR...DOR****...
" Ah...sialan , siapa lu hah ". teriak pria berbaju hitam itu menatap ayla yang berada dibelakangnya dengan kesal.sedangkan arvin , ia menutup matanya karna takut.aya telah menembak kedua kaki pria itu.
" Gw ayla amrik askara...malaikat maut luh ". ucap ayla dengan senyum psikopatnya.arvin membuka matanya, bukannya takut , ia malah tersenyum lebar dengan mata tak percaya.
" My angel !!!". teriak arvin bangun dan langsung berlari kearah ayla."Akhirnya gw ketemu loh...!!!!".teriak arvin senang,ayla pun menatap arvin aneh.
" Lu siapa ???". ucap ayla datar,arvin pun menatap ayla dengan tatapan kagum."Gw calon imam lu ". ucap arvin tersenyum.ayla hanya menatap datar arvin.
Tanpa mereka berdua sadari, pria berpakain hitam itu pun bangkit,walaupun kedua kakinya yang ditembak ayla menggunakan pistol.ia tetap tersenyum dan langsung menggunakan pisau lipat , dan langsung dilemparkan kearah ayla dan arvin.
Arvin hanya menatap ayla sambil tersenyum,sedangkan ayla yang memang sudah peka menyadarinya.ia menarik arvin kearah tembok dan mengurungnya dengan tangannya.wajah arvin terlihat memerah.pisau itu terhempas kearah lantai toilet.
" Pergi dari sini ".ucap ayla ,arvin pun menatap ayla tak percaya." gk mau !!!". teriak arvin kesal." Lu mau mati...pergi sana ".ucap ayla datar, arvin pun menelan ludahnya kasar.
" Yauda...tapi my angel, nanti kita ketemu lagi yah my angel ".ucap arvin menggunakan puppy eyesnya.
" Gk...". ucap ayla datar." Yauda aku gk mau pergi ".ucap arvin kesal.
" Oke...sekarang pergi...nanti kita akan bertemu lagi ".ucap ayla datar.
" Janji...". ucap arvin,ayla pun mengangguk, arvin pun pergi dari sana menuju kelasnya.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YAH KALO SUKA SAMA CERITANYA.
__ADS_1