
"Leon...aku membantumu menghancurkan perusahaan ayahmu,tetapi kau harus memenuhi permintaanku,dan menjadi anak buah penurut."Ucap seorang pria parubaya dengan senyuman lebar,yang mempunyai maksud lain.
Pemuda tampan itu terlihat memasang wajah dingin,Sebenarnya ia bisa menghancurkan papahnya sendiri,Tetapi ia terlalu pengecut untuk melakukan itu,Tetapi dendamnya pada papahnya juga tak kalah besar,Untuk pertama kali dalam hidupnya,ia bingung dan ragu.
"Bagaimana apakah kau mau menuruti permintaanku?"Tanya pria parubaya itu dengan seringai.
"Apa yang harus ku lakukan untukmu ?"Tanya Leon,Pria itu tersenyum melihat Leon yang setuju dengan permintaannya.Tak lama ia mengeluarkan sebuah foto seorang gadis kecil dengan kedua orang tuanya yang sedang tersenyum senang.
"Buatlah gadis ini menderita,maka aku akan membantumu menghancurkan ayahmu."Ucap pria parubaya itu,bernama arhad.
Leon terlihat terkejut,gadis itu adalah gadis yang selalu membuatnya jengkel disetiap pertemuan.Membuatnya menderita?Bisakah ia melakukannya ?
"Namanya adalah Ayla Amrik askara,aku mau kau membuatnya menderita dengan cara apapun,buatlah ia merasa dunia ini tidak baik untuknya."Ucap arhad dengan seringai tajam,Leon meneguk selivanya kasar.
"Ba...baiklah."Ucapnya terbata,pria parubaya itu pun mengangguk dengan senyuman jahat.
**
__ADS_1
Seketika pikiran Leon buyar,saat semua tamu dipelelangan itu bertepuk tangan,Ia pun kembali menatap Ayla yang masih berada diatas panggung,Ayla menatapnya seakan ia adalah makhluk paling tidak disukainya.
Ayla ditarik paksa turun dari panggung pelelangan,Saat sudah turun ia langsung didorong dengan keras oleh salah satu pengurus pelelangan itu.Leon segera memeluknya sebelum ia terjatuh ditanah.
"Kau tidak papa ?"Tanya Leon dengan wajah kaku,Ayla menjauhkan tubuhnya dari Leon,matanya yang tajam tak luput dari penglihatan Leon.
Ayla melepaskan tali pengikat pada tubuhnya dengan mudah,Leon menatap itu semua dengan bingung,Setelah semua tali itu terlepas,tanpa membuang waktu Ayla segera melangkah pergi,tetapi Leon menarik tangannya.
"Kau sudah ku beli."Ucap Leon datar,Dengan cepat Ayla menepis tangannya.Mata keduanya beradu kembali.
"Aku bukanlah barang."Ucap Ayla datar kembali berjalan,Leon pun menggertakan giginya.
"Kurang ajar,ia kira aku barang...akan ku buat kau malu suatu saat nanti pria arogan."Batin Ayla dengan mata tajamnya berjalan menuju Rara.
"Ayla...Ayla !"Teriak Arga setelah menghentikan momen ributnya bersama Arvin,Arvin pun menatapnya tajam.
"Jangan menyebut namanya,dia my angelku."Ucap Arvin dengan air muka kesal.Leon memutar bola matanya malas.
__ADS_1
"Berhentilah,mulai sekarang berhentilah menyukainya."Ucap Leon datar,Arvin dan Arga pun menatapnya dengan tanda tanya besar.
"Leon...apa kau menyembunyikan sesuatu ?"Tanya Arvin bingung,kali ini Arga menyetujui ucapan Arvin,Entah mengapa ia merasa tatapan Leon berbeda saat tadi menatap Ayla,Karna tadi ia sempat melirik saat Ayla dan Leon sedang saling menatap.
"Tidak ada ."Jawab Leon sepontan.
"Apa kau menyukai Ayla ?"Tanya Arvin dengan serius,sudah cukup ia bersaing dengan Arga,dan sekarang apakah harus bersama Leon?
" jika aku mengatakan aku menyukainya,Apakah kalian berdua akan mundur ?"Tanya Leon,Arvin dan Arga terdiam.
Arvin tidak bisa menjawab,Sungguh pertemuannya saat kecil bersama Ayla membuatnya menetapkan hatinya hanya untuk gadis itu,Sedangkan Arga,ia memang sudah menyukai Ayla sejak pertama kali bertemu,Karna menurutnya Ayla berbeda,Dan sangat sempurna dimatanya.
"Aku terpaksa melakukan ini,hanya ini cara satu² untuk membuatku bahagia"Batin Leon,Menatap wajah sendu kedua temannya.
Arvin mengatur nafasnya,Wajah senangnya seketika menghilang,Sedangkan Arga,ia masih berfikir,Menurutnya Leon sedang menyembunyikan sesuatu darinya dan Arvin.
"Tidak ada cinta dimata itu,Bagaimana bisa kau ingin memiliki Ayla,Aku tidak percaya."Batin Arga
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen yah,ini aku lanjutin lagi Karna ada yang minta💁🍭