Aldebaran Mencari Cinta

Aldebaran Mencari Cinta
Bab 7


__ADS_3

Setelah semua mata kuliah selesai, Ai dan Sammy berjalan menuju parkiran mobil. Seperti biasa, Sammy sengaja mengantarkan Ai balik ke rumah sakit.


Mereka duduk bersebelahan di jok depan sambil bernyanyi-nyanyi tidak jelas. Lagu Stay dari Justin Bieber dan Kid Laroi.


"Ohhhh uoooooo, ohhhh uoooooo!" Mereka berteriak-teriak mengikuti lagu.


Ai dan Sammy memang duo pecinta karaoke. Hanya saja, aktifitas favorit mereka sudah lama dihentikan sejak Mira sering bolak-balik rumah sakit dan Ai menjadi tulang punggung keluarga. Sekarang, mereka selalu memanfaatkan waktu berduaan di mobil dengan bernyanyi segila-gilanya.


Lagu Stay adalah entah lagu keberapa yang mereka nyanyikan secara barbar saat ini. Mereka memberi jeda sesaat setelah lagu tersebut.


"Gilaaaa! Udah lama banget nggak karaoke!" kata Sammy, sambil memukul-mukul setir mobil.


"Iya nih. Sorry banget, hidup gue segitu ngaconya sampe–" Belum sempat Ai selesai berbicara, smart phone-nya sudah berdenting. Ia pun langsung memeriksa isi notifikasi tersebut.


Mama :


Nak, boleh beliin Mama sop ayam? Lidah Mama pahit banget.


Ai langsung terkekeh, "Kayaknya gue tuh nggak ditakdirin buat ngeluh satu kali pun deh."


"Kenapa? Siapa yang chat?"


"Nyokap. Minta dibeliin sop ayam."


"Yang biasa?"


"Iya."


Sammy langsung mengambil bagian kanan jalan untuk memutar arah. Ai panik begitu mengerti niatan Sammy.


"Eh, jangan, Sam. Gue beli dari ojek online aja."


"Gaya banget deh lo. Deket doang."


"Hahahaha. Baik banget sih." Ai nyengir. Akhirnya membiarkan Sammy memutar balik mobilnya menuju sop ayam langganan.


Sammy pura-pura mendengus.


Tak lama kemudian, mereka sudah tiba di kedai sop tersebut.


"Bentar ya, gue beli dulu." Ai segera keluar dari mobil Sammy untuk membeli pesanan Mira.


Sammy mengamati Ai yang sedang berbicara kepada abang penjual, dari dalam mobil. Ia merasa terenyuh melihat sahabatnya itu. Wajah Ai tampak lelah dan tubuhnya semakin lama semakin kurus. Rambutnya hanya dicepol seadanya, seperti tidak punya waktu untuk mengurus diri sendiri.


Dengan pesanan Rumah Bunga yang semakin lama semakin ramai, Ai semakin disibukkan dengan bisnis kecil-kecilannya itu. Belum lagi harus mengerjakan tugas kuliah dan merawat ibunya sendiri. Jika ada definisi wonder woman atau super girl yang sebenarnya, Ai adalah orangnya.


Seandainya ada yang bisa Sammy lakukan untuk membantu Ai, tentu sudah ia lakukan. Tapi temannya itu memang tidak mudah menerima bantuan gratis. Ia lebih suka bekerja keras mati-matian agar tidak berhutang budi pada orang lain. Sammy dan Shaletta bahkan terlalu sering mengirim bunga untuk orang-orang terdekat walaupun tidak ada acara penting, hanya demi menolong Ai.

__ADS_1


Seperti tadi. Shaletta sengaja memesan bunga yang paling mahal untuk ulang tahun mamanya. Semua itu mereka lakukan untuk membantu Ai yang memiliki harga diri begitu tinggi.


"Sorry, nunggu lama ya?" Ai, dalam sekejap, sudah masuk ke dalam mobil lagi. Lamunan Sammy terhenti seketika.


"Eh, enggak kok. Lebay deh."


Ai terkekeh, lalu ia pun menyodorkan satu bungkus plastik untuk Sammy.


"Ini buat Tante," kata Ai.


Sammy terpana.


"Aiiiiii!" Dia menggerutu, tidak enak. Kenapa ibunya jadi dibelikan juga sih?


"Mama sama Tante kan suka banget sama sop ayam Pak Tris." Ai sok polos.


"Tapi Mama bisa beli sendiri!"


"Gue juga bisa beliin buat Tante. Apa salahnya sih?! Anaknya sering gue repotin, masa nggak boleh balas jasa?"


Sammy menggerutu sendiri, "Kerja mati-matian, tapi uangnya untuk beliin sop ayam buat ibu-ibu sosialita!"


Ai diam-diam tersenyum saat akhirnya –mau tidak mau– Sammy menerima bungkusan tersebut. Persahabatannya dengan Sammy memang tidak ada duanya.


"Hari Minggu lo kemana?" tanya Sammy, sambil melajukan mobilnya.


"Orderan juga banyak hari Minggu? Kenapa nggak limpahin semua ke Tantri atau cari karyawan baru sih buat bantuin Sabtu Minggu?" Sammy memberi saran.


"Saaam, gue butuh duit ekstra. Gue nggak bisa buang-buang duit untuk karyawan baru."


"Tapi lo udah kurus kering begitu, Ai. Gue takut lo sakit juga."


"Nggak bakal. Badan orang miskin itu tahan banting. Soalnya kita lebih takut kelaperan daripada jatuh sakit."


Sammy langsung menoyor kepala Ai.


"Muluuuut! Dijagaaa! Sakit beneran baru tahu?!"


Ai nyengir, lalu berkata, "Doain aja supaya gue selalu sehat."


Sammy diam saja.


"Heeeey! Cuma lo yang gue harapkan untuk bersikap biasa ke gue! Gue nggak mau dikasihanin!"


Sammy meliriknya, "Siapa juga yang ngasihanin lo?! Gue gedek!"


Ai tertawa. Tahu betul bahwa Sammy hanya omong besar. Jika ia harus menyebutkan satu orang di luar keluarganya, yang benar-benar peduli pada dirinya, tentu Sammy adalah orangnya.

__ADS_1


"Lo nggak ada niat pacaran, Ai?" tanya Sammy, tiba-tiba.


"Heh?! Tumben amat lo nanya ini sama gue!"


"Gue penasaran aja. Kenapa lo nggak coba kenalan aja dulu sama abangnya Etta?"


"Dih, apaan sih, Sam!"


"Seriusan, gue beneran nanya ini. Mungkin sama Etta, lo nggak enak ngomongnya. Tapi lo kan bisa jujur sama gue."


"Nggak ada alasan apa-apa. Sumpah! Gue cuma nggak punya waktu untuk mikirin cinta-cintaan sekarang ini."


Sammy melirik sedikit ke arah Ai. Dan menyadari bahwa Ai masih punya beberapa kata untuk diucapkan, jadi ia menunggu.


"Lagian lo ngapa dah. Biasanya lo nggak mau ikut campur urusan percintaan gue, karena lo sendiri nggak mau diganggu." Ai meledek.


Tapi Sammy sedang berada di dalam mode serius. Ia tidak terpengaruh dengan pengelakan dari Ai kali ini.


"Gue cuma pengen lo punya kehidupan lain, selain ngurusin Rumah Bunga dan Tante Mira. Ini tulus, bukan gue nggak suka lo ngurusin semuanya semandiri ini. Tapi gue pengen lo seneng," kata Sammy.


Ai merenung.


"Gue nggak butuh kehidupan lain, Sammy. Gue cuma butuh nyokap gue sehat."


"Gue tahu. Tapi bukan berarti lo nggak bisa punya orang lain untuk berbagi beban lo, Ai. Untuk bikin lo bahagia. Untuk ngurusin lo."


"Gue kan punya lo sama Etta."


"Tapi sama pacar tuh beda."


Ai menggedikkan bahu, "Lo kan tahu gue nggak pernah pacaran, Sam. Jadi, gue nggak ngerasa kehilangan apapun sekarang ini. Gue nggak merasa ada yang kurang di hidup gue."


Alasan Ai terlalu logis sampai-sampai Sammy tidak punya kalimat dukungan lagi untuk diucapkan. Akhirnya, ia hanya bisa menggeram.


Ai tertawa.


Ia pun menepuk-nepuk pundak Sammy, "Lo khawatir banget kayaknya sama gue ya?!"


Sammy mencibir.


"Thanks, Sammy. Tapi gue baik-baik aja kok. Selama nyokap sehat, semoga gue selalu kuat untuk menghadapi semuanya."


***


Ini konsep Sammy tuh lagunya "You've Got A Friend in Me" dari Randy Newman.


IG : @ingrid.nadya

__ADS_1


__ADS_2