
22 Juny 2014
Aliaa menapakkan kakinya di Egypt setelah sejak 2011 menetap di Indonesia. Aliaa bersekolah di Indonesia karena terdoktrin (wkwkwk) Hpnya. Ia pulang ke rumah saudaranya yang berada cukup jauh dari bandara.
“Assalamualikum.”
“Walikumussalam. Aliaa, apa kabar? Adikku yang sudah 3 tahun tidak pulang ke Egypt.”
“Alhamdulillah, kabarku baik. Alhamdulillah ini sekolahnya sudah selesai, jadi bisa pulang.” Kata Aliaa sambil tersenyum.
“Kamu pulang sekarang Aliaa? Bagaimana sekolahmu di Indonesia?”
“Ya, aku akan kuliah di sini. Alhamdulillah baik baik saja. Sekolahnya bagus.”
“Bagaimana teman temanmu di Indonesia? Baik?”
“Ya. Mereka sangat ramah kepada orang asing sepertiku. Aku betah tinggal di sana. Orang orangnya ramah, asyik. Hanya saja, aku ingin kuliah di Egypt. Mereka beragam karakter. Ada yang namanya Zayu, aku kenal itu 2013. Agak lucu sih anaknya. Ada Naura yang kuliah di Yaman. Banyak lagi lah.” Jelas Aliaa panjang x lebar.
“Dan katanya ada yang akan mampir ke Egypt. Tapi Aliaa nggak tahu juga.” Kata Aliaa.
“Kita tunggu saja temanmu itu datang. Siapa namanya?”
“Nadiaah.”
30 Agustus 2017
Ini tahun ke 3 Aliaa kuliah di Egypt. Selain menjadi mahasiswi, Aliaa juga mengisi waktu senggangnya dengan menjadi jurnalis. Pintu rumah kakak Aliaa di ketuk. Seorang muslimah yang berusia 21 tahun. Berdiri di depan pintu rumah dengan seorang gadis cilik.
__ADS_1
“Assalamualikum.”
“Waalalikmussalam.”
“Saya Nadiaah kak. Mau cari Aliaa, kira kira orangnya ada?”
“Kamu temannya Aliaa ya? Aliaanya ada. Silahkan masuk.”
“Terimakasih kak.”
“Aliaa di mana ya kak?”
“Oh, Aliaa lagi shalat di kamarnya. Sebentar ya.”
Remaja itu menunggu Aliaa keluar dari kamarnya, pertanda bahwa Aliaa sudah selesai shalat.
“Assalamualikum Aliaa.”
“Iya. Lagi mau balik ya sekalian aja ke sini. Kan 2014 aku nggak jadi ke sini.”
“Gimana di 9424? Masih perang? Kamu pernah jadi korban?”
“Ya masih lah. Tapi Alhamdulillah belum pernah terluka.”
“Kuliahnya gimana? Ngambil jurusan apa?”
“Ngambil jurusan politik. Baru aja lulus 2 bulan lalu alhamdulillah. Kalau kamu?” Kata muslimah berusia 21 tahun itu.
__ADS_1
“Ya masih skripsian. Nahdiyah di mana? Kok nggak ikut kamu?”
“Yaa, dia masih di medan juang.”
“Ini adik atau siapa?”
“Enggak. Ini adiknya temanku. Dia lagi ke restoran aja. Nggak ikut ke sini.”
Usai bertamu ke rumah Aliaa, remaja itu pergi dari rumah Aliaa. Beberapa menit kemudian, teman teman
jurnalis Aliaa datang ke rumahnya.
“Kita akan berangkat ke Gaza Aliaa.”
“Jangan dong, aku belum wisuda (wkwkwkwk). Nanti kalau terjebak di Gaza kuliahku gimana?”
“Ya sudah, kita tunda. Nanti kalau kamu sudah wisuda, kita berangkat ke Gaza.”
“Aku nggak ikut aja lah ya. Please ya? Aku fokus kuliah aja dulu.” pinta Aliaa.
“Lahh? Kok gitu? Kita ditugaskan di Gaza lho. Aku yakin ini pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan. Toh temanmu udah 4 tahun di Gaza Alhamdulillah masih sehat, anggota tubuh lengkap.”
“Ya kan nggak tahu juga. Kamu nggak ngebayangin apa kita pergi ke tempat konflik? Terus kalau ditembak gimana?”
“Lah? Kamu gimana sih? Kan kita nggak mungkin ditembak. Kita aman Aliaa.”
“Ya tapi nggak gitu juga prinsipnya.”
__ADS_1
“Ya kan kita dilindungi Aliaa. Mereka nggak mungkin nembak kita. Lagi pula kita berangkatnya habis kamu wisuda kan? Ayo lah Aliaa, @##*%@(*@(*@(*@(*@&@)%@&%$^$@&* (ngerayu, ngerajuk, ngebujuk, nge…).”
Setelah pemaksaan yang cukup banyak, Aliaa insyaa Allah akan berangkat ke Gaza usai wisuda.