Aliaa Dan Gaza

Aliaa Dan Gaza
Episode 34


__ADS_3

"Tawanannya sudah aku serahkan ke kakakku." Kata Zuhair.


Ya. Jika tahanannya laki laki, biarkan saja lelaki yang mengurus 😂😂.


"Aisyaah, kamu memiliki keluarga di Gaza?"


Aisyaah yang sedari tadi hanya terdiam segera angkat bicara setibanya di markas.


"Bisakah kalian temukan adikku? Namanya Halimah."


"Usianya berapa tahun?"


"9 tahun."


"Dia memiliki ciri khas?"


"Terakhir kulihat dia menggunakan hijab berwarna hitam. Dia biasa menyebut dirinya 'Human'." Terang Aisyaah.

__ADS_1


"Halimah? 9 tahun? Memakai hijab berwarna hitam dan biasa menyebut dirinya Human? Oh ya, aku melihatnya. Sebentar. Aku akan melepon temanku dulu."


Aliaa menelepon seorang yang menjaga Halimah. Halimah tiba di markas utama. Ia dipertemukan kembali dengan Aisyaah.


"Masyaa Allah. Alhamdulillah. Di mana kalian menemukan adikku?" Tanya Aisyaah sambil memeluk Halimah.


"Kami menemukannya di pojokan gang. Dia diculik oleh penjajah itu. Ketika ditanya perihal nama, dia menjawab namanya 'Human'."


"Jazakumullah khairan katsiran."


Aliaa hanya menahan air matanya. Ia ingin bertemu Asima meski itu yang terakhir kalinya. Hafsha yang melihat itu langsung mengajak Aliaa kembali ke basecamp mereka. Hafsha tahu bahwasanya Aliaa ingin sekali bertemu dengan Asima, adiknya Yasmeen.


Aliaa hanya mengangguk pasrah. Distrik XY memanglah basecampnya. Hal itu telah dijelaskan oleh Hafsha di markas kakaknya. Aliaa merenung setibanya di distrik XY. Rasa rasanya, belum pas jika belum bertemu dengan Asima. Oh ya, distrik XY berbeda dengan terowongan XY 😅. Terowongan XY sudah di bom (baca episode 26). Sementara terowongan yang Aliaa gunakan sebagau basecamp itu terowongan X ok 😉 (maap ya kalau belibet 😂)?


Sebuah panggilan masuk. Hafsha mengangkatnya. Penyanderaan 8 anak Palestina. Hafsha dkk diamanahkan untuk membebaskan mereka.


"Hei! Kemari!" Teriak Hafsha pada teman temannya.

__ADS_1


Hafsha membentangkan sebuah peta.


"Kita bagi 2 kelompok. Masing masing menjaga 4 anak."


Aliaa dkk hanya mengangguk. Usai menyusun rencana, mereka segera keluar dari terowongan. Ya. Terowongan ini satu satubya terowongan yang tidak on going atau lebih singkatnya udah selesai menuju yang katanya 'israel' itu selain terowongan XY.


Aliaa dkk berpencar. Mereka terdiri dari 10 orang. Artinya setiap kelompok terdiri dari 5 orang. Mereka menemukan anak anak itu tersandera. Aliaa melepaskan tali yang mengikat tubuh anak anak itu. Wajah anak anak itu terlihat gembira. Yaa... Meskipun mereka tak mengucapkan sepatah kata pun. Ditakutkan, jika mereka 'heboh', maka 'tentara' IDF akan menghampiri mereka dan rencana akan gagal. Aliaa melihat seorang muslimah yang wajahnya begitu familiar bagi Aliaa. Asima. Betapa terkejutnya ketika Aliaa melihat Asima yang ikut tertawan di sini.


"Nahdiyah, apakah mereka baik baik saja?" Tanya Aliaa ketika melihat beberapa anak yang memejamkan matanya.


Nahdiyah segera bertindak cepat.


"Mereka tak merespon. Mereka sudah tak sadarkan diri. Cepat evakuasi mereka!"


3 dari 8 orang yang tertawan tidak sadarkan. Salah satunya Asima. Entah karena mendapatkan kekerasan atau tidak diberi makan, intinya ada hal yang dilakukan para zionis itu kepada mereka (yaeyalahh 😒😒).


"Hafsha, gendong dia, cepat!"

__ADS_1


Mereka keluar. Disinilah kelompok 1 dan 2 berpencar. Aliaa kembali mendapat kelompok 2. Aliaa menjaga di area belakang. Sementara Hafsha dan anak anak yang berhasil diselamatkan itu berada di tengah. Aliaa terus bersiaga dengan senapannya. Ia harus benar benar menjaga anak anak itu sampai tiba di tujuan.


Bunyi tembakan memekakkan telinga. Aleesha langsung menembakkan peluru ke arah orang yang menembak itu. Karena Aleesha tahu orang itu tak mungkin sekubu dengannya Cprat! Darah darah terciprat ke gamis Hafsha. Sontak muslimah itu menoleh dengan Asima yang masih berada di gendongannya.


__ADS_2