Aliaa Dan Gaza

Aliaa Dan Gaza
Episode 31


__ADS_3

"Berapa korban jiwanya?"


"7. Diantaranya Aftah dan Qonitah."


"Hafsha!! Aku mendapat kabar dari teman teman kita di markas utama!!"


Hafsha menoleh ke arah Izzati yang sedang tersenyum itu.


"Apa kabarnya Izzati??"


"Mereka sudah menyepakati perjanjian gencatan senjata atau perdamaian lewat perantara Mesir!! Katanya, mereka tidak akan menyerang kita lagi!!"


"Et dah. Mimpi apa gw ni -_-" ??" Batin Nahdiyah.


"Tapi menurutku kita tak bisa percaya begitu saja. Aku tak percaya mereka mengajukan damai dengan Palestina. Kita tunggu saja 24 jam. Apakah mereka betul betul berdamai atau tidak. Kita akan tetap diam dulu di sini selama beberapa waktu."


"Emmm.... Aku sudah boleh pergi dari sini kan Nahdiyah?"


"Ya. Tapi tunggu sebentar! Aku akan melepas selang infus dulu. Jangan sampai kamu keluyuran dengan membawa infus."


Hafsha hanya tertawa mendengar perkataan Nahdiyah. Nahdiyah melepas selang infus di tangan Aliaa. Aliaa hanya meringis ketika selang itu dikeluarkan dari tangannya.


"Et et! Tunggu dulu Aliaa!! Kamu belum memakai niqab!"


"Oh iya. Astagfirullah."

__ADS_1


Hafsha hanya tersenyum sendiri melihat kelakuan Aliaa. Yah... sebentar lagi ia harus benar benar memantau apakah para penjajah itu benar benar mengajukan damai atau tidak.


"Kamu tahu? Ada anak Palestina yang fotonya tersebar ke mana mana."


"Siapa? Ahed Tamimi?"


"Bukan."


"Lalu siapa?"


"Namanya Faris Audah. Melawan tank dengan batu di usianya yang ke11 tahun."


11? What?? Kalah aku mah 😂😂.


"Faris Audah?"


5 tahun hafal Al Qur'an?? 5 tahun aku ngapain yaa?? Beberapa jam kemudian (FYI belum 24 jam pasca yang katanya 'perdamaian' -_-"), Hafsha menghampiri Aliaa dan kawan kawan.


"Kenapa?"


"Mereka melanggar kesepakatan! Sepertinya mereka mengumumkan perang kembali pada kita!"


Aliaa terpanjat. Perdamaian yang hanya bertahan kurang dari 24 jam.


"Dan aku mendapat kabar juga, mereka mengirimkan mata mata yang menyusup ke kumpulan pemuda pemudi Palestina. Mereka menyamar menjadi orang Palestina. Sayangnya, beberapa ada warga Palestina tidak bisa membedakan mana mata mata dan mana pejuang pembebas Al Quds."

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan perang kita hari ini?"


"Ada baiknya kita menyusun strategi hari ini." Lanjut Hafsha.


Mereka duduk melingkar. Sebuah peta dibentangkan.


"Aliaa, kamu di area 12. Kamu harus berhasil melewati pagar ini, untuk sampai di area 12. Hati hati! Pagar ini sulit ditembus. Kamu harus benar benar serius memotong pagarnya. Ada beberapa aparat di beberapa titik. Jangan sampai kamu tertangkap oleh mereka."


Pagar perbatasan. Pagar yang amat sulit diterobos. Bagaikan gerbang kematian yang menunggu mangsa. Sudah beberapa orang tertembak di sana. Bahkan tak jarang ada yang meninggal. Dan yang lebih nyebelinnya nih, pagar itu sangat sangat sulit untuk di potong. Sudah ada beberapa orang yang mencoba memotongnya, namun gagal.


Tiba waktunya Aliaa berangkat ke area 12. Ia harus benar benar serius untuk melewati pagar pembatas yang dijaga super ketat itu. Dan pastinya, ia harus memotong pagar yang membatasi Gaza - negri khayalan itu. Note: Aliaa nggak sendiri ditugaskan di area 12 lho yaa 😂😂.


"Jangan takut. Allah bersama kalian. Semoga kalian berhasil."


Aliaa hanya mengangguk singkat.


"Ini dia perbatasannya."


Aliaa dan kawan kawannya memasang alat peledak di pagar pembatas.


"Cepat cari tempat yang aman!"


DUARR!! Suara dentuman terdengar.


"Siapa di sana??"

__ADS_1


Jantung Aliaa berdetak cepat. Apakah pagar pembatas ini tempat berakhirnya nyawa?


__ADS_2