Aliaa Dan Gaza

Aliaa Dan Gaza
Episode 20


__ADS_3

Aliaa mendapat tugas untuk membebaskan beberapa tahanan perempuan. Simpel memang. Tapi kalau ketahuan, nyawa menjadi taruhannya. Selama Aliaa menjalankan aksinya, keringat terus keluar dari dahi Aliaa.


"Apakah aman di sana?"


"Ya. Tampaknya mereka sudah tertidur."


"Cepat dobrak pintunya Aliaa!"


Pintu terbuka, tahanan perempuan dibebaskan.


"Hei! Siapa di sana???!!!"


"Cepat pergi!!" Teriak Hafsha.


Hingga akhirnya, mereka tiba di pertigaan jalan. Mereka bersembunyi di balik tembok.


"Lempar kaleng itu ke arah sana Zuhair! Supaya mereka mengira kita ada di sana"


Zuhair melempar kaleng yang berada di sampingnya. Benar saja, para penjajah itu berbelok ke arah yang berbeda. Aliaa menghela nafas lega. Keringatnya bercucuran. Benar benar menegangkan.


"Ini belum usai Aliaa. Kita harus kembali ke Gaza terlebih dahulu." kata Hafsha sambil mengokang senjatanya.


Mereka segera pergi dari tempat itu. Mereka masuk ke sebuah terowongan yang panjang dan lebar. Ditengah tengah mereka berjalan, suara bergemuruh terdengar. Pondasi terowongan sedikit bergetar.


"Gawat."


"Kenapa?"


"Terowongannya di bom. Kita tak bisa keluar."


Aliaa tertunduk pasrah.


"Hafsha, apakah kita tak apa melakukan pembebasan tawanan?"


Hafsha memandangnya lekat lekat.


"Kamu tak tahu, aku sebenarnya sudah resmi menjadi anggota kemiliteran sejak aku berusia 15 tahun."

__ADS_1


"What the? Lalu mengapa dengan bebasnya kamu bisa keluar ke sana ke mari?"


"Kami di sini jarang pulang Aliaa... Aku pun merasa beruntung dialihkan menjadi mata mata selama 5 bulan sejak January. Aku ditugaskan melaporkan segala hal yang terjadi di Gaza. Dan tepat saat kawan relawanmu pulang, disitulah aku tidak menjadi mata mata lagi."


Aliaa terpaku mendengar penuturan Hafsha. Ternyata Hafsha adalah mata mata selama 5 bulan. What 😂😂???


"Kamu sebenarnya juga sudah resmi bergabung secara tidak langsung."


"Hahh??"


"Latihan yang aku berikan itu adalah tes sesungguhnya. Kamu sudah direlakan bila syahid, kamu hafal 30 juz, kata Nadiaah ibadahmu juga bagus. Kamu hafal hadits arbain. Itulah sebabnya kamu masuk markas kakakku. Itu syarat umum masuk menjadi tentara pembebas Al Aqsha Aliaa."


Aliaa terdiam. Ia juga sih.


"Satu pertanyaan lagi. Tes penutup. Jawab pertanyaanku." Kata Hafsha.


Aliaa mengangguk. Hafsha membanya pergi sekitar 15 meter dari yang lainnya.


"Apa dasar akidah Islam?"


"Al Qur'an dan Assunnah."


"Di atas langit dan beristiwa di atas 'Arasy."


"Apakah dalil dalam Al Qur'an yang mengatakan Allah beristiwa di atas 'Arasy?"


"Surah Taha ayat 5."


"Bacakan!"


"الرَّحْمَانُ علَى العَرْشِ السْتَوَى"


"Apa maksud istiswa?"


"Naik dan meninggi."


Hafsha terdiam. Ia menarik nafas panjang.

__ADS_1


"Apakah tujuan Allah menciptakan jin dan manusia?"


"Beribadah kepadanya, mengesakannya, dan tidak menyekutukannya."


"Apa dalil dalam Al Qur'an bahwa Allah menciptakan jin dan manusia semata mata untuk beribadah kepadanya?"


"وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَ الْإنْسَ ا لّا لِيَعْبُدُون"


"Apa maksud beribadah kepadanya?"


"Mengesakannya."


"Apa makna laa ilaha illa Allah?"


"Tiada yang berhak disembah selain Allah."


"Apakah ibadah yang terbesar?"


"Mentauhidkannya."


Hafsha memberikan jeda pertanyaan untuk memberikan waktu pada Aliaa bernafas.


"Apa maksud mentauhid tersebut?"


"Beribadah semata mata kepada Allah."


"Apa maksiat yang paling terbesar?"


"Syirik. Yaitu beribadah selain pada Allah."


"Berapa asas tauhid?"


"3."


"Sebutkan!"


"1. Tidak ada tuhan yang layak disembah selain Allah; 2. Memahami bahwsanya Allah lah yang maha menciptakan, memelihara, menyembuhkan, dan sebagainya; 3. Allah memiliki nama nama dan sifat sifat."

__ADS_1


"Masyaa Allah. Selamat Aliaa. Kamu bisa menjawab semuanya dengan baik." kata Hafsha sambil memeluk Aliaa.


Aliaa tersenyum.


__ADS_2