Aliaa Dan Gaza

Aliaa Dan Gaza
Episode 33


__ADS_3

Usai baku tembak berhari hari, misi Aliaa berhasil. Ia pergi ke arah gadis yang ia selamatkan pada saat itu. Ia berada di sebuah basecamp yang didirikan. Gadis itu tengah duduk di tenda


"Assalamu'alikum."


"Waalaikumussalam."


"Mengapa kemarin kamu tidak mau memberitahukan namamu?" Tanya Aliaa.


"Emm... nothing."


"Tenanglah. Kami tak akan mencelakaimu. Namamu siapa?"


"Halimah."


Aliaa hanya tersenyum. Gadis itu mengingatkannya pada Asima dan Qudsi.


"Nama yang bagus. Mengapa kamu mengatakan namamu adalah Human?" Tanya Aliaa sambil terseyum.


"Tak apa. Itu insiniatifku."


"Kamu punya keluarga di Jalur Gaza?"


"..."


Gadis itu hanya menunduk. Ia memainkan jari jemarinya.


"Baiklah jika kamu tak mau menjawab. Kamu bisa berbicara bahasa Arab?"


"Bisa. Hanya saja kemarin aku terlalu ketakutan hingga otakku sulit merespon."

__ADS_1


Aliaa menghentikan percakapannya menggunakan bahasa Inggris. Ia menghampiri Khaulah yang asyik bercengkrama dengan yang lainnya.


"Kak, bolehkah aku melihat ikat kepala kakak?" Tanyanya pada Khaulah.


"Kamu ingin melihat ini? Baiklah."


Khaulah melepas ikat kepalanya.


"Whaaw, ini tentara pembebas Al Aqsha yang waktu itu kakak ceritakan."


"Kamu memiliki kakak?"


"Iya, tapi kakakku ditangkap. Aku ke sini untuk mencari kakakku. Tapi mereka malah menculikku."


"Siapa nama kakakmu?"


"Nama kakakku? Aisyaah?"


"Baiklah adiknya Aisyaah, kamu diam di sini dulu."


"Tolong jaga anak ini. Kakaknya ditangkap zionis israel."


Aliaa segera pergi dari area 12 menuju distrik XY. Memang cukup jauh, tapi ini demi mempertahankan Al Aqsha. Mereka turun ke terowongan X.


"Aliaa, kamu pergi ke terowongan Y. Jaraknya 1 KM dari terowongan ZY."


Hafsha menjelaskan misi mereka.


"Kelompok 2. Terdiri dari Aleesha, Aliaa, dan Zuhair. Tugas kalian menyerang tank yang membawa pasukan bersenjata. Didalamnya ada seorang jurnalis yang disandera. Namanya Aisyaah. Kalian jugaa harus membebaskan Aisyaah." Jelas Hafsha.

__ADS_1


"Jam berapa truk itu lewat?" Tanya Aleesha.


"Jam 12.35 malam. Kalian harus bergerak cepat!"


Hafsha menjelaskan tugas mereka masing masing. Usai menjelaskan, Hafsha memberikan sebuah walkietalkie (ga tau juga sih, kalau bukan ya berarti sejenisnya 😂).


"Bawa ini. Hubungi aku jika ada masalah. Sekarang pergilah! Ada Nadzifah yang akan memandu kalian sekitar 30 meter dari terowongan Y." Kata Hafsha.


Aliaa mengambil senjatanya. Tanpa basa basi, Aliaa segera berangkat ke terowongan Y. 30 meter dari terowongan Y, mereka bertemu dengan Nadzifah.


"Kalian kelompok 2 kan? Ikuti aku."


Nadzifah memandu mereka. Setibanya di terowongan, pesan dari Hafsha masuk ke Aliaa.


"Kalian sudah beberapa meter dari menara pengawas?"


"Sekitar 300 meter. Kami belum keluar dari terowongan."


"Tunggu hingga 5 menit. Ada beberapa aparat penjajah di sana! Mereka sudah bersiap meninggalkan terowongan itu!"


"Baik. Siap laksanakan."


Beberapa menit kemudian, Aliaa dkk keluar dari terowongan. Aksi segera dijalankan. Seorang jurnalis keluar dari tank.


"I am jurnalist. I don't wan't to kill you. Please don't kill me." Teriaknya sambil mengangkat tangan.


Aliaa membawa jurnalis itu pergi dari tank itu.


"Dari Aliaa, kelompok 2, jurnalis berhasil diselamatkan."

__ADS_1


"Bagus! Bawa dia pergi menjauh!"


Seorang zionis keluar untuk mengecek. Aleesha menembak zionis itu. Tank segera diledakkan. Mereka segera pergi ke mobil yang sudah disiapkan. Mereka bertemu dengan kelompok 1 dan 3. Misi mereka berhasil. Sementara kelompok 4, yang bertugas meledakkan menara pengawas syahid semuanya. Mereka adalah Khaulah dan Izzati. Kelompok 1 berhasil menawan beberapa zionis.


__ADS_2