Aliaa Dan Gaza

Aliaa Dan Gaza
Episode 8


__ADS_3

  “Kamu hebat Alaa. Kamu masih bisa menyetir meski kepalamu sakit akibat terbentur.”


   “Ah tidak. Lagi pula itu hanya sakit kepala biasa. Tak ada apa apanya. Setiap nyawa di Palestina itu sangat berharga. Kami berharap, mereka adalah pembebas Al Aqsha selanjutnya. Kamu tahu? Ada bayi kembar 5 di Palestina.” kata Alaa.


   Aliaa sangat menyukai Alaa. Tampaknya ia bisa belajar banyak makna kehidupan dari Alaa. Setiap teman yang Aliaa punya di Gaza mengajarkan banyak makna. Yasmeen mengajarkan bagaimana cara  terbiasa hidup di Jalur Gaza. Nahdiyah mengajarkan kekuatan. Aisyaa mengajarkan ketabahan di sela kehilangan. Nadiah…


entahlah. Tapi setidaknya ada pelajaran yang bisa diambil dari Nadiah. Yahh, sepertinya, semua orang yang kita temui di kehidupan itu membawa sebuah hikmah atau pelajaran yang diselipkan Allah di dalam kehidupan. Asalkan, kalian melihatnya dari sudut pandang yang benar.


   Sekitar jam 2 siang,  Aliaa meminta diantar kembali ke Jalur Gaza. Ia sudah puas berkeliling Jabalia. Kameranya juga sudah menangkap banyak gambar yang menakjubkan. Baru setengah perjalanan, Aliaa dan Alaa melihat tank tank zionis Israel.


  “Aliaa, kita harus berhenti sebentar. Kita tak bisa lewat” kata Alaa sambil memarkirkan kendaraannya.


  Aliaa, Asima, dan Alaa turun dari kendaraan. Sepertinya akan terjadi bentrokan lagi. Ingat lho ya, bukan berarti pemuda pemudi Palestina bar bar n’ menyukai bentrokan. Tapii, inilah cara demi bisa mempertahankan tanah mereka, mempertahankan Palestina, mempertahankan Al Aqsha, yaitu kiblat pertama ummat Islam di seluruh dunia.

__ADS_1


   “Ada apa ini Alaa?”


   “Sebentar lagi akan ada bentrokan.”


  Benar saja, pemuda pemudi Palestina yang geram melihat zionis Israel merangsek masuk ke tanah airnya, mulai melawan.


  “ Kamu diam di sini. Jangan ke mana mana. Aku akan pergi sebentar.” Kata Alaa.


    “Semoga Allah menjagamu Alaa.”


  “Kak Alaa!”


  Aliaa mengejar Asima. Tentu saja ia tak ingin Asima ditangkap atau terluka. Yasmeen telah memberinya amanah untuk menjaga Asima. Ia tak ingin menyia nyiakan amanah Yasmeen. Seorang zionis Israel mengejar

__ADS_1


Asima, karena Asima sedang merekam.


  “Allahu akbar!!”


  Kata kata itu terus dipekikkan Asima. Sebuah tembakan dilepaskan, tepat mengenai Asima. Hpnya berlumuran darahnya. Tragedy berdarah terjadi lagi. Aliaa segera mengambil Handphone Asima.


 “Maafkan aku Asima.” Kata Aliaa lalu membelai kepala Asima.


 Asima hanya tersenyum. Aliaa tak menyadari bahwa Asima sedang live di instigrim. Aliaa terdiam. Ia bingung harus menyelamatkan dirinya atau menolong Asima.


  “Pergilah! Jangan bahayakan dirimu di sini! Kabarkan dan terus sampaikan pada dunia! Anak ini biar kami yang urus!”


  Suara itu memberikan jawaban atas dilema Aliaa. Ia tak mengerti maksud ‘kabarkan dan terus sampaikan’. Ia menoleh sejenak. Tampak beberapa warga Palestina menolong Asima. Tampak juga zionis Israel yang mulai menggila yang seakan akan ingin menghabisi semua nyawa yangada di sana. Aliaa terdiam. Kakinya kaku untuk bergerak.

__ADS_1


   “Pergilah! Kami akan membawanya ke rumah sakit! Cepat! Para penjajah laknat itu sedang mengejarmu!”


   Aliaa berlari secepat mungkin. Benar saja, beberapa zionis Israel sedang mengejar Aliaa. Apa sebenarnya salah Aliaa? Aliaa kini harus pergi menjauh entah ke mana. Ia sendirian. Alaa pun hilang entah ke mana. Ia berhenti di tengah tengah. Zionis Israel tiba tiba mengepungnya. Aliaa menutup wajahnya, sambil terus menyembunyikan Handphone Asima. Entahlah apa yang akan terjadi padanya. Ia sudah pasrah jika sewaktu waktu mereka akan membunuhnya.


__ADS_2