
Happy Reading Y'all
Janglup Votement nya ya buat dukung Author yang satu ini
Namun dugaannya tak terjadi, di rumah ini sepi bahkan tak ada satu pun tanda manusia sedang bernafas di rumah ini, ia tak mau memasuki kamar mereka untuk mencari keberadaannya, tetapi ia putuskan untuk menelpon sang ayah meskipun ia takut akan di omeli habis-habisan.
"Alika lo kemana aja sih, main mulu hobby nya, ini nenek sakit kita lagi di rumah nenek kata mamah jagain rumah aja, kuci yang bener lo gak perlu nyusul kesini, di rumah masih ada kerjaan yang harus lo kerjain dari tadi gue udah cuci piring sekarang giliran lo tuh beresin makanan, seharusnya pulang lebih awal gue gak perlu tuh di omelin mamah, gimana sih," marah sang Adik.
Namun tak Alika dengarkan semuanya dari pada ia kesal kepada Alina lebih baik ia bersih-bersih dan tiduran sebentar sebelum melakukan aktivitas nya.
Tiduran sebentar yang Alika ucapkan sepertinya tak berhasil karena ia tertidur sampai subuh. Orang tuanya pun sudah kembali mengingat Alina harus sekolah dan Mereka pun ada kegiatan lain hari ini.
Dengan wajah yang lelah, sang ibu melihat makanan dan cucian belum juga Alika bersihkan.
Tak ada energi untuk mengomentari sang anak, lagi pula ia tak mau berdebat dengan anaknya. Terkadang Manda merasa jahat karena sering memarahi Alika tetapi ia juga tak mau melihat anaknya di cap jadi orang pemalas.
Mendengar suara mobil di garasi Alika terbangun dan merutuki dirinya sendiri karena telah ceroboh. Untung kedatangan mereka tak menimbulkan keributan karena ketiganya pasti sangat lelah dan kembali tertidur.
Alika bangun dan menyiapkan semuanya sendirian, biar pun rumah ini besar tapi tak ada seorang pun yang membantu sang ibu membersihkan tempat tinggalnya, awalnya sih pernah ada tapi sifat nya sangat buruk jadi mereka sekeluarga khawatir jika mengangkat kembali ART di rumahnya.
Sarapan bersama di meja makan bukanlah aktivitas yang sering di lakukan tetapi kebetulan sekali mereka sedang berada di jam yang sama untuk melanjutkan aktivitas.
__ADS_1
"Alika," ucap sang ibu.
"Alika berangkat dulu ya mah, ada yang harus di kerjakan hari ini sekalian ada jadwal piket di kelas nanti temen-temen pada ngamuk kalau Alika telat, kalian gak mau kan liat Alika di cap anak yang suka kesiangan," ucap Alika berpamitan sebelum sang ibu berbicara.
"Belum selesai bicara udah di tinggal, jangan gak sopan Alika," ucap sang ibu ketika menyadari sang anak telah memakai helm nya dan pergi dari ruang makan ke teras depan untuk memanaskan motor.
"Alika gimana sih, masa mamah mau ngomong di tinggal," ucap Alina.
"Kenapa kamu masih manggil Alika tanpa kakak? Itu lebih gak sopan," ucap sang ayah .
"Ih yah dia sendiri yang nolak yaudah dari pada Alina di cap adik durhaka lebih baik turuti aja keinginannya," jawab Alina.
"Tapi di sekolah kalian akur kan?," tanya sang ibu.
"Kalau apa?," tanya sang ayah.
"Kalau Alina minta bantuan ngajarin mata pelajaran yang susah," alibinya.
Kegiatan makan telah selesai dan kebetulan hari ini Alina bisa berangkat bersama sang ayah dan ibunya, Alina tak bisa mengendarai motor dan ia pun tak bisa mengendarai mobil jadi setiap hari kerjaannya nebeng dengan teman sekelasnya atau dengan tukang ojek sesekali ia menumpang kepada Alika namun tak di sangka sang kakak mengendarai motor seperti orang yang sedang balap liar.
Alina masih sayang dengan nyawanya ia tak mengharapkan mati muda apalagi dengan sang kakak, duh rasanya ngeri.
__ADS_1
Hari-hari Alika lewati dengan sangat monoton, sebelum hari sabtu ia hendak mengunjungi sang nenek karena semenjak sakit ia tak pernah pergi kesana, ia merasa jadi cucu yang tak berguna, neneknya sangat menyayanginya tetapi ia malah tak menyempatkan diri mengunjungi sang nenek.
Jumat malam ini ia izin kepada kedua orang tuanya untuk menginap di rumah nenek , akhirnya mereka mengizinkan Alika berdiam di sana. Jika Alika tak pergi kesana bisa-bisa Manda di cap jadi mantu yang gak bisa didik anak.
"Nenek dimana tan?," tanya Alika kepada tante Mira yang kebetulan sedang berkunjung juga.
"Oh baru inget sama nenek ya, kemarin pas sakit kemana aja," sindir sang tante.
Ia harus bersabar dengan ocehan dari tente Mira, biar pun omongannya pedas tetapi tante Mira adalah orang baik.
Ia adalah anak bungsu di keluarga ini, sebenarnya tante Mira bukan adik dari ibunya tetapi dari sang ayah namun Alika selalu beranggapan mereka berdua kakak adik jadi ya sudah ia akan tetap berpikiran seperti itu.
Cucu pertama dan anak bungsu akan tetap merasa paling bersaing, ketika Alika lahir sang nenek lebih memperhatikan Alika bukannya Mira meskipun Mira sudah dewasa tetapi bagi anak terakhir ia masih manja kepada orang tuanya.
Alika tak menanggapi ucapan sang tantenya kemudian berjalan melewatinya untuk segera menemui sang nenek dan memeluknya erat.
"Akhirnya nenek bisa ketemu sama kamu, aduh makin cantik aja cucu nenek ini, makan dulu ya mau nginep kan? Besok juga libur," permintaan sang nenek tak bisa ia tolak tetapi sang tente pasti tidak akan memberikannya izin kalau pun mengizinkan pasti ia akan di suruh ini dan itu.
Alika berjalan keluar kamar sang nenek untuk makan.
"Bukannya bawa makanan malah numpang makan," ucap sang tante.
__ADS_1
TBC.....