
Happy Reading Y'all
Votment nya di tunggu
"Sahabat gue Cuma lo, nanti kalau lo kena serangan jantung karena deketan sama ikan kan gak lucu," jawab Bila.
Alika tertawa mendengarnya bisa-bisanya punya sahabat se melodrama ini. Namun jika dipikir-pikir hidup Alika pun sudah melodrama.
"Yaudah nanti lo tinggal datang kepemakaman gue aja sambil nangis dan gue akan tersenyum liat lo jadi anak cengeng," Alika menanggapinya dengan bercanda dan Bila langsung menceramahi Alika untuk tidak mengatakan hal tersebut.
Tak sengaja pula Rama mendengar percakapan Alika dan Bila di depan kelas.
"Sakit apa lo?," tanya Rama.
Alika dan Bila mengerutkan keningnya dari tadi Alika sehat-sehat saja jadi aneh jika Rama bertanya seperti itu.
"Gue sehat segar bugar gini, gak sakit apapun kok," jawab Alika.
"Al gue bisa curhat sama lo gak?," tanya Rama.
Alika melirik Bila sebentar, ia tak mau hubungannya renggang hanya karena laki-laki.
"Bil lo juga deh gak papa disini aja," Rama mengerti Alika tak enak membiarkan sahabatnya pergi hanya untuk berbincang dengannya yang bukan siapa-siapa.
Mendengar penuturan Rama pun Alika bahagia, ternyata Rama mengenalnya juga ia kira Rama tak akan sadar dengan kehadiran Bila di sekolah ini.
"Lu berdua diem-diem aja ya, jadi---" Rama menggantung ucapannya.
__ADS_1
" kelompok gue tuh mau mutilasi katak," sambungnya.
"An.."ucap Bila terhenti.
"Aduh Bil kalau mau bahas binatang lain jangan sekarang, dengerin gue dulu," ucap Rama.
Bila melihat kelucuan dari tingkah Rama barusan dari mulai berbicara berbisik-bisik dan menghentikannya mengucapkan sesuatu yang tak pantas di ucapkan, untung saja ia tak keceplosan.
"Yaudah cepet lanjutin," ucap Alika.
"Serem juga, jadi gue takut di laporin polisi karena tindakan kriminal memutilasi," ucap Rama.
Alika yang sudah serius mendengar cerita Rama hanya bisa mengelus dada sambil membawa kemonceng agar bisa ia pukul ke tangan Rama sedangkan Bila tertawa, sudah tau humor Bila receh jadi apapun itu ia bisa tertawa.
"Aduh nangis batinku Ram," ucap Bila.
Aliran ditubuh bila tak karuan, akhirnya Rama bisa merespon ucapan nya. Ia senang Rama masih menganggapnya ada meskipun Alika yang menjadi titik pusat dari pandangan Rama.
"Gak ngerti gue bisa-bisanya batin nangis tapi mulut katawa, ih lagian sih otak lo traveling, mana ada kasus mutilasi katak untuk bahan ajar terus di penjara," ucap Alika.
"Duh lu sih gak peka," ucap Rama.
Bila menyadari sesuatu dari tingkah dan ucapan Rama dari awal cerita hingga sekarang.
"Rama takut sama katak Al," jawab Bila.
Rama membekap mulut Bila karena terlalu keras berbicara, bisa-bisa ia di ejek teman sekelasnya, duh nanti jiwa laki nya ternodai dengan berita ini.
__ADS_1
Perasaan Bila tak karuan dengan tindakan Rama barusan, mana sempat marah keburu deg-deg an jantung Bila.
"Duh untung lo punya sahabat pekaan, gimana sih gitu aja gak ngerti," ucap Rama.
"Gimana mau peka lo aja ngomongnya bercanda ya gue kira Cuma ngelawak," ucap Alika.
"Jadi maunya di seriusin nih," jawaban Rama ambigu tapi lagi-lagi Bila peka dengan penuturan Rama.
"Intinya aja deh, gue bisa kok bantuin lo Cuma latihan ngebiasain ketemu katak doang kan? Atau lu minta jadi bagian presentasi aja deh nanti gue bantuin," ucap Alika.
"Thanks, awas kalian berdua bocorin pembicaraan rahasia tadi, habis lo berdua di tangan gue," ucap Rama.
"Anjir ternyata lo kanibal," ucap Bila.
"Bila jangan ngomong kasar ya, jangan ngikutin jejak Alika," ucap Rama masuk kembali ke kelasnya.
Tak pernah sedikit pun Alika berbicara kotor atau pun kasar karena ia takut kedua orang tuanya akan mengomentari cara bicaranya, lagi pula ucapan kotor tidak bisa membawanya ke tempat bersih, jadi untuk yang sering berbicara kasar perlahan pudarkan kebiasaan itu, bukan berarti yang sering berbicara kasar adalah orang yang tak baik tetapi jika mencoba menghilangkan kebiasaan buruk bisa membuat mu menjadi indah dan nyaman maka cobalah.
Sepulang sekolah Alina masih ada kegiatan di ekskul sedangkan Alika mengerjakan part time nya di kedai Coffe. Bila ternyata mengetahui kebohongan Alika tentang pekerjaannya ini dari kedua orang tuanya. Bila tak mau Alika terus menerus berbohong kepada kedua orang tuanya jadi ia menemani Alika bekerja tentu saja Bila tak mengikuti jejak Alika ia hanya menjadi penonton dan pengunjung di sana.
"Alika hobby nya ngelakuin hal-hal yang gak seharusnya ia lakuin, orang tua nya bukan orang yang gak punya uang tapi masih aja mau kerja , keren tapi gue gak mau dulu deh kerja bisa-bisa kena mental di marahin costumer," Ucap Bila tengah memperhatikan aktivitas Alika sambil mengunduh beberapa film untuk ia putar di rumahnya.
Semua pekerjaannya selesai dan ia sudah di telpon beberapa kali oleh ayahnya tak lupa juga oleh ibunya dan sang adik. Sepertinya ada hal yang gak beres.
Ia mengehela nafas panjang sebelum membuka pintu rumah untuk menyiapkan diri mendengarkan omelan panjang dari sang ibu.
TBC.....
__ADS_1