Aliran

Aliran
Enam


__ADS_3

Happy Reading Y'all



Alika juga sering meminta ini dan itu kepada kedua orang tuanya namun kini ia sadar permintaannya tak selamanya harus dituruti ia tak mau lagi membebani kedua orang tuanya.


Ia punya uang sendiri dari berbagai kegiatan yang diikutinya, ia pun mengerjakan part time di sebuah kedai Coffe. Kedua orang tua Alika dari kalangan yang berada tetapi ia tak harus merepotkan mereka.


Tak ada yang tau tentang itu tapi ia senang memiliki banyak aktivitas, namun tetap saja bermain ponsel sebentar selalu dikatai pemalas, begitu saja terus.


Apalagi adik dari sang ayah yaitu tante Mira, semua ucapannya begitu menyakitkan apapun yang Alika lakukan selalu terpandang buruk apalagi tak jarang Alika mendengar dirinya di gosipkan oleh tantenya sendiri, yang bisa Alika lakukan hanya memendam perasaannya dan menangis dalam diam.


Tak mungkin Alika ceritakan kepada ibunya karena Alika tak mau hubungan kakak beradik itu renggang hanya karena masalah sepele. Sebenarnya masalah itu Alika anggap sepele karena tidak terlalu mementingkan kesehatan mental nya, tekanan batin yang ia rasakan hanya dapat ia pendam.


Rasanya tiap pagi ia sering mengatakan "HAI WORLD, I'M OK". Dengan tersenyum.


Setelah kejadian Raffa membantunya ia tak terpikirkan sama sekali untuk menghubungi Raffa, ya biarkan saja hubungan keduanya tetap terjaga hanya di tempat les.


Toh Raffa pun tidak menghubunginya jadi untuk apa memulai jika tidak ada hal yang penting untuk di obrolkan rasanya terlalu membuang waktu.


Belum lagi jika Raffa ternyata memiliki kekasih terus ia tak diperbolehkan mendekati perempuan dulu oleh orang tuanya karena harus fokus belajar sama sepertinya. Memikirkannya saja sangat rumit apalagi menjalani pasti lebih rumit.


Saat di sekolah seperti biasanya ia bersikap ramah dan menyapa orang yang ia anggap kenal dengannya. Setidaknya jika ia meninggal akan ada banyak orang yang mendoakannya atau jika ia sedang mengalami kesulitan akan selalu ada tangan yang membantunya berdiri lagi pula bersikap ramah bukan berarti murahan.

__ADS_1


Bodoh saja jika ada orang yang beranggapan Friendly ke semua orang adalah sikap murahan kalau cari perhatian sih baru tapi rasanya untuk tujuan agar menjaga hubungan baik tak pantas di katai murahan. Ia selalu tak terima ketika melihat video di sebuah aplikasi yang mengakatakan kalau cewek friendly itu hanya cari perhatian.


"Aduh gimana sih cara pikirnya, satu orang yang berbuat semuanya terimbas"-itulah tanggapan Alika.


Pintar di pelajaran Fisika membuatnya selalu menjadi asisten salah satu guru Fisika dan pagi ini ia membantu pak Arka menjelaskan beberapa materi di kelas 10 yaitu kelas Alina. Ia tak masuk kelas karena 12 IPA sedang tidak ada guru mata pelajaran sebab sebentar lagi akan menghadapi ujian dan para guru sedang merapatkan hal tersebut.


"Alina ini dari ayah, istirahat nanti gue mau nanya sesuatu," ucap sang kakak pada adiknya sebelum menjelaskan pelajaran.


Semua mata tertuju pada Alika, tak ada seorang pun yang tak memperhatikan cara Alika menjelaskan namun di sisi lain Alina merasa risih karena kakaknya selalu menjadi pusat perhatian jika sedang menjadi asisten pak Anwar.


Sebagai adek ada rasa tak mau kalah dari kakaknya meskipun bakatnya berbeda dengan Alika tetap saja Alina selalu di bandingkan oleh teman sekelasnya yang sering bergosip, namun Alina tak menanggapinya dan beralih memaafkan mereka. Ia juga tak pernah marah pada Alika karena ia tak salah apapun namun jika ada kesempatan dan jika Alika melakukan kesalahan Alina ikut mengomel dan memaki Alika.


Sebelum jam istirahat berbunyi tiba-tiba Rama menghampirinya ke kelas.


"Yang sopan dong," jawabnya.


"Gue gak punya temen, anterin ke perpus sekarang yuk," ajaknya menarik tangan Alika.


Alika melepaskan tangan Rama dari tangannya.


"Idih lepasin, mana geng lo yang katanya keren-keren itu, lo juga kan punya temen sekelas masa harus gue yang anterin lo sih,"


"Mana mau mereka di ajak ke perpus yang normal di antara mereka kan Cuma gue, temen sekelas gue bucin semua kalau gak bucin ya ngegosip kalau gak ngegosip ya lagi konser gak mau lah di ajak ke perpus bisa-bisa mereka kejang-kejang," tutur Rama.

__ADS_1


Disambut tawa oleh Alika.


"Udah jangan ketawa jadi mau gak?" tanya Rama.


"Yaudah ayok,"jawab Alika.


"Ayok apa?," tanya Rama.


Alika mengerutkan keningnya bukannya tadi Rama mengajaknya ke perpustakaan tapi sekarang masih saja bertanya apa.


"Ke perpus RAMA!" jawab Alika.


"Kirain ayo jadi ......," ucap Rama yang mendapat pukulan di tangannya dari Alika.


Bersambung......................


Teman, sahabat dan kerabat sekalian jangan sungkan memberikan vote ya


Comment juga asik tuh, yuk yuk


_______________


"Tak boleh berharap, teman ya tetap teman memang maunya menjadi apa?"

__ADS_1


____________


__ADS_2