Aliran

Aliran
Tigapuluh


__ADS_3

Happy Reading Y'all


Selamat datang di pelabuhan, semoga kapal-kapal yang akan kalian tumpangi tidak ada yang menabrak karang ya :>


-------------


"You deserve for have a love"-ucap anonym yang hari ini bersedia mendengarkan ceritaku yang pelik.


__________


Usai Bila mempertanyakan kemana Alika akan melabuhkan hatinya tapi sayang sekali pikiran Alika berusaha menentang tentang perasaannya.


"Gak akan milih siapapun, mereka terlalu sempurna, kehidupannya lebih baik dari gue Bil," jawab Alika.


"You deserve for have a love, lo salah satu cewek humble, cerdas, pengertian, mau dengerin orang, penurut, lo punya segalanya Al, banyak orang yang ngiri sama pencapaian lo, seakan lo itu adalah tokoh utama di dalam sebuah cerita," ucap Bila dengan tegasnya menyatakan bahwa Alika pantas dicintai.


" Sayangnya tokoh utama sering menderita lebih dulu, "jawab Alika.


" Karena dia akan bahagia pada waktunya,"ucap Bila.


" Karena itu sebuah cerita, sedangkan ini kehidupan nyata, kebahagiaan yang datang sekecil apapun selalu gue syukuri tapi buat nerima seseorang di kehidupan gue rasanya berat, takutnya dia akan kecewa dengan hidup gue yang sebenarnya, "jawab Alika dengan memfokuskan diri menghadap ke televisi yang sama sekali tak ia pahami jalan ceritanya.


Bila memutar otak untuk menjawab pertanyaan Alika, ia merasa baru pertama kali mendengar Alika seperti orang yang tidak punya tujuan, padahal kehidupannya serba ada selama ini ia tidak pernah murung bahkan sekolah adalah tempat ia tersenyum tanpa pernah menangis.


"Setiap jalan cerita punya akhir yang bahagia," jawab Bila.


"Akhir yang bahagia pun tetap saja ujungnya kematian Bil, ya memang kita harus menikmati kebahagiaan itu sebelum benar-benar gaada di dunia ini," jawab Alika.


Raffa menghampiri mereka berdua dengan membawakan selimut serta camilan dari kamarnya.


"Serem bener bahasaan nya mana nonton horror lagi, Al hilangkan nethink itu dari otak lo," ucap Raffa.


"Iya Raff," jawab Alika sekalian membuat Raffa bungkam agar tidak keceplosan membicarakan kesedihannya di hadapan Bila.


"Jujurly, seriusly gue kayak baru kenal sama lo deh Al," ucap Bila.


"Maksudnya?," tanya Alika bingung.


"Deep talk sama lo ngeri juga si, lo ternyata agak batu ya, tapi banyak deh yang bisa gue ambil dari ucapan lo tadi," ungkapan Bila.


Alika hanya tersenyum.


karena selama ini lo hanya sebatas tau tentang gue Bil, maaf ya karena ini cara gue jaga lo sebagai sahabat, melibatkan lo malah membuat gue jadi beban di hidup lo nantinya, but thankyou for everything, u always gonna be my bestfriend.

__ADS_1


"Karena yang sering banyak ngemeng itu lo makannya pas lo mancing gue jadilah kayak gitu, udah lah gak cocok banget kita so serius gini," jawab Alika.


Lagi-lagi Alika menolak Bila memeluknya sebagai ungkapan rasa persahabatan mereka.


"Aneh bet lo, gak mau banget di peluk sama gue, gak punya virus asli dah suerrr," ucap Bila dengan wajah kesalnya.


Alika menertawakan tingkah Bila.


"Lebay lo, udah tau gue gak suka di peluk peluk masih aja," jawab Alika.


"Ehemm ada yang bilang gak mau di peluk-peluk tapi dengan sendirinya meluk orang," sindir Raffa.


"Omayygoott!!! apa??? lo meluk meluk siapa jawab jujur cevatt," ucap Bila heboh.


Alika mulai salah tingkah, waktu dia kecelakaan dulu dirinya sengaja memeluk Raffa supaya tidak kabur dari pandangannya.


"Enggak Bil, nih orang emang suka ngada- ngada kalo ngomong," ucap Alika sambil mendelik ke arah Raffa.


Raffa hanya bisa tersenyum karena berhasil membuat Alika malu.


"Nih makan," Raffa menyodorkan camilan kepada dua wanita yang sedang bergulat dengan film yang sudah terputar cukup lama.


Sepertinya Raffa memilih tidur lebih dulu. Sedangkan Bila sudah mulai merasakan kantuknya.


"Terima kasih untuk semuanya, mungkin ini bukan hari yang dipenuhi kejadian baik tapi secara gak langsung aku bisa merasakan kebahagiaan, udah lama gak bisa merasakan kebersamaan seperti ini, Bila dan Noval udah mulai bisa saling menjaga tanpa harus takut terbongkar atau merasa gak enak, Rama udah gak marah lagi karena kejadian di sekolah, setelah sekian lama akhirnya Lia bisa bilang alasannya gak mau kenal lagi, untuk tante Fira dan Pak Hari makasih karena kehangatan kalian bisa bikin Alika nyaman meskipun Alika tau kalau gak seharusnya ada disini dan ganggu Raffa, the last but not the end thanks Raff karena lo gue bisa merasakan itu semua, meskipun ini adalah yang terakhir, "ucap Alika cukup pelan.


Dari tadi Raffa mendengarkan semua ocehan Alika. Awalnya Raffa tersenyum senang karena Alika bahagia pada hari ini tapi akhirnya ia merasa aneh mengapa harus menyebutkan yang terakhir.


Ada rasa ingin mempertanyakan penyataan Alika yang terakhir tetapi ia tak mau membuatnya merasa tak mempunyai privasi.


Alika Namira, nama dan orang nya sama-sama cantik, hidupnya cukup berkesan, kalau suatu saat nanti gue bisa mencintai lo maka gue akan selalu menjaga lo lebih dari hari ini-gumam Raffa dalam hatinya.


***


Esok harinya mereka pulang bersama sedangkan Alika menyatakan Alibi jika ia akan ikut dengan tantenya yang kebetulan sedang ada di Bogor.


Semuanya percaya termasuk Raffa karena selama ini tantenya Alika adalah teman sang bunda.


"Semuanya udah pulang, nunggu ojol lumayan lama juga ya," gumamnya.


Saat di perjalanan ada sebuah telepon tak terduga dari keluarganya.


Alika tertegun dengan pernyataan itu.

__ADS_1


Hal yang selama ini tidak ingin ia dengar akhirnya sudah keluar dari antrean berita buruk menjadi berita buruk yang nyata.


Semua yang ia dengar ingin sekali pura-pura tidak percaya tetapi semuanya nyata.


Apakah harus ia menangis disini? kemana lagi ia harus mengadu nantinya?


"Maaf baru bisa aktif sekarang handphone Alika mati semalaman, Alika langsung kesana sekarang mah tunggu ," jawab Alika sambil menahan tangisan nya.


****


Sudah sekitar lima hari ini Alika tidak masuk sekolah bahkan masuk les pun tidak sama sekali.


Kabar dari Alika pun tak ada, Rama yang mencoba mencari tahu dari Alina tidak memiliki hasil apapun karena Alina selalu menghindar. Sedangkan Bila lebih memilih untuk diam karena Alika sering tiba-tiba menghilang seperti ini, pada akhirnya pun Alika bisa menceritakannya pikir Bila, atau mungkin dia sedang berlibur.


Beberapa kali Raffa pindah jadwal les tetap saja tidak menemui Alika. Menanyakan pada ayahnya pun tak ada jawaban pastinya karena yang tahu hanya wali kelasnya saja.


"Kemana sih Al?," gumam Raffa.


"Kenapa nak?," tanya sang ayah.


"Enggak yah, aneh aja masa lima hari ini Alika gak ada dimanapun," ucap Raffa.


"Alika mungkin lagi sedih aja atas kabar yang baru aja ayah tau," jawab Hari.


"Kenapa? ada apa yah?," tanyanya.


"Ayah tau rumah Alika gak?," tanya Raffa.


"Dia gak mungkin di rumahnya setau ayah," jawab Hari.


"Yaudah kalau gitu Raffa berangkat les dulu ya yah," pamitnya.


"Iya, yang rajin semoga keinginan jadu dokter nya tercapai," ucap sang ayah yang mendoakan anaknya.


Saat perjalanan menuju tempat les tak hentinya Raffa memikirkan Alika sedang berada dimana sekarang.


Raffa hanya takut Alika berbuat nekat pada dirinya sendiri seperti hari-hari sebelumnya.


" Sendiri lagii...." guman Alika di sebuah tempat yang sangat lembab.


Bersambung............


IG : storywd.asa

__ADS_1


Terima kasih telah membaca semoga berkenan memberikan dukungannya ya🙏


__ADS_2