
Happy Reading Y'all
Selamat Datang di sejuta kisah yang hanyut terbawa ombak
Storywd
:)
Esok harinya Alika dan Rama sedang berada dikelas masing-masing yang tempatnya itu bersebelahan.
"Apaansih kejutannya kan gue jadi kepikiran," pikir Alika.
Bila datang dengan wajah yang ditekuk dan mood nya tak baik.
"Kenapa lo ? pagi-pagi udah kayak kanebo kering, kaku amat," ucap Alika.
Bila menatap Alika lekat.
"Lo tau gak ? kalau gue sering overthinking dan sakit hati pas denger Noval ngomongin tentang lo," ucap Bila.
Sepertinya kejutan Alika adalah dari Bila bukan dari Rama.
"Noval paling cuma nyeritain betapa so kerennya dia, udah Bil yakin deh sama gue mana mungkin noval pindah haluan dan suka sama gue, yang kalau disebut cantik ya cantikan lo lah kemana-mana," tutur Alika.
"Tapi kan lo lebih pinter," ucap Bila.
Alika harus banyak-banyak bersabar menghadapi orang yang sedang jatuh cinta.
"Tingkat kecerdasan seseorang itu beda-beda Bil, gak semua manusia cerdas harus pandai fisika, matematika, tapi ada yang pandai di bidang olahraga,dibidang seni, dan lainnya jadi lo gak perlu minder hanya karena nilai Fisika lo lebih kecil daripada nilai seni ," Alika detail menjelasakan kalau tidak perlu merasa insecure karena tidak mampu di akademik karena ada banyak hal lain yang masih menanti sesuai bakat yang dimiliki.
"Iya bener banget, eh tapi gua cemburu sama lo!!!!,"ucap Bila.
Alika geleng-geleng kepala. Orang kalau cemburu biasanya menutup-nutupi tapi Bila beda dia malah terang-terangan.
"Oke sekarang mau lo gimana? diemin gue? atau pura-pura gak kenal? atau lo mau labrak gue?," tanya Alika.
Bila langsung memeluk Alika.
"Uwow stop , engap nih gue,"ucap Alika.
Bila sebenarnya beruntung memiliki sahabat sebaik Alika tapi dia juga merasa seperti asing karena jarang sekali Alika mau menceritakan kehidupannya, singkatnya keluarganya saja jarang jadi sebuah topik hangat di obrolan mereka.
"Gue emang cemburu sama lo tapi gue juga percaya sama Noval jadi ya it's oke, tapi kalau dia selingkuh apalagi selingkuhnya sama lo, gue bakalan ancurin tulang-tulang kalian terus dijadiin seblak tulang," ucap Bila penuh emosi sedangkan alika dibuat tertawa oleh kelakuan Bila.
"Waitt jajan yuk gue mau seblak tulang nih, tanggung jawab gak? gara-gara lo nih gue jadi BM," ucap Alika.
Bila berpikir sejenak.
"Alika ini masih jam 10 pagi loh, emangnya lo udah makan?," tanya Bila.
"Udah sih anter aja , gue lagi kepengen aja," jawab Alika.
Bila menutup mulutnya. "Lo-Lo ngidam?,"
"Heh! bisa-bisanya ngomongnya kemana-mana lo, mana ada orang ngidam lagi halangan,"ucap Alika terkejut.
"Ya kalau halangan geserin aja sabi kali,"
"Husss, ayok cepet gue mau makan seblak tulang," ajak Alika.
Mereka berdua hendak ke kantin yang didekat parkiran mobil.
Bila melihat Alika terdiam diparkiran beberapa saat.
"Woy kenapa lo?kesambet seblak kan lo," Ucapan Bila menyadarkan Alika.
"Gakpapa," jawab Alika.
"Lo pikir gue bukan cewek? gakpapa nya elo pasti ada suatu hal," ucap Bila.
Bila menoleh, ternyata melihat Raffa dengan pak Hari sedang berbincang di parkiran.
"Oh kali ini gue paham," ucap Bila.
"Udah yuk Bil, nanti ngantrinya keburu panjang lagi kayak rel kereta,"
"Lo itu sebenarnya ada rasa sama siapa sih? bingung gue karena kenalan lo tuh dimana-mana, seakan hidup lo dikelilingi banyak orang," ucap Bila.
Alika terdiam.
Dunianya memang ramai tapi yang menghangatkan tidak ada satupun.
"Dikelilingi banyak orang belum tentu deket bro,"
"Yaudahlah kalau lo emang maunya menghindari Raffa gue dukung aja, tapi harus kasih aba-aba dulu , briefing kek takutnya gue salah ngomong," ucap Bila.
"Gakpapa La natural aja," jawab Alika.
"Bil aja bisa gak sih? gue ngerasa orang asing dipanggil La," jawab Bila.
Rama yang mau ngasih kejutan kepada Alika tapi kenyataannya malah Alika dikejutkan oleh orang lain.
"Hmm enak banget wangi seblaknya ,"ucap Alika.
__ADS_1
Bila yang enggan makan seblak hanya mangguk-mangguk saja.
"Ya serah lo deh abisin aja semuaanyaa," uccap Bila.
Tiba-tiba seorang laki-laki bernama Raffa duduk disebelahnya.
"Makan seblak jam segini? udah makan ? masih pagi juga, kasian tuh lambung," ucap Raffa menarik mangkuk seblak yang ada dihadapan Alika.
Alika terkejut sekaligus bingung harus bereaksi seperti apa.
"Makasih buat pertanyaannya dan udah ngasihanin lambung gue," jawab Alika kembali menarik mangkuk seblaknya.
"Yakin masih mau lanjut makan? padahal gue bawa ayam bakar sama nasi yang masih anget," ucap Raffa.
"Sikap lo itu bikin orang bingung tau Raff, keselnya sampai ke ubun-ubun nih ," sindir Bila.
Raffa tak menggubris sama sekali.
"Ada urusan apa disini?," tanya Alika.
"Gue mau ketemu sama lo," jawab Raffa.
"Bohong banget, tadi gue lihat lo ngobrol sama pak Hari," ucap Alika tak mau percaya.
"Ya kan dia bokap gue masa gak disapa, mau lo punya cowok yang durhaka," ucap Raffa.
What!! punya cowok??!! helloww Raf yang bener aja sih lo, bingung deh gue.
Raffa salah tingkah. "Ma-maksudnya temen cowok," ucap Raffa.
Nah kan bener, untung gue gak kePDan.
"Lain kali belajar ngomong lagi yuk," ucap Alika.
"Nih makannanya ganti, seblak nya bungkus aja buat siang," ucap Raffa.
Alika memutar malas bola matanya.
"Tapi itu menggoda banget," jawab Alika.
"Keren juga ni seblak bisa bikin lo tergoda, masa iya gue jadi seblak," ucap Raffa.
"Apaan yaampun otak lo kenapa jadi gak lempeng gini," ucap Alika.
"Gue udah daftar ke Fakultas Kedokteran, lo masih bingung sama semuanya?," tanya Raffa.
"Gue bingung tapi pada akhirnya gue juga bakal masuk ke situ," jawab Alika.
"Sedih banget gue di cuekin," sindir Bila.
Bila mendengus kesal akhirnya memakan seblak yang tidak jadi Alika makan.
"Katanya lo gak suka seblak maemunah," ucap Alika.
"Yang gak suka jadi suka yang suka jadi gak suka," jawaban Bila rumit.
"Orang tua lo akan dikonsultasi sama guru kan perihal ini? gue udah bilang sama bokap kalo potensi lo gak disitu, karena lo lebih mau buat masuk ke psikologi nya aja, trust me," ucap Raffa.
"Really? I'm so Grateful makasih semoga aja bokap nyokap gue bisa dengerin meskipun kemungkinan nya kecil," tutur Alika tak mau pasrah begitu saja kali ini.
Alika berhak bahagia dan mendapatkan apa yang dia inginkan.
Lia ternyata melihat Raffa kemudian merangkul pundaknya dan menyapa Raffa disana.
" Hai Raff, kamu kesini mau ketemu aku kan, "ucap Lia.
Lia kok jadi agresif banget sih.
" Nih sekalian dompet yang dititipin bunda, "ucap Raffa menyodorkan dompetnya.
Duh Alika sangat kesal dibuatnya.
Benar-benar sebuah kejutan dan ia merasa tidak rela Raffa dekat dengan siapapun perempuan itu.
Tibalah Rama bersama teman temannya.
"Putri tidur, kenapa lo gak ngasih tau kalau ada disini sih, gue udah nyariin kemana mana, kan gue udah janji mau ngasih kejutan," ucap Rama yang datang kemudian duduk di samping Alika.
Raffa memang dibuat cemburu tapi yang berulah duluan adalah dirinya.
"Jangan lupa minum obatnya," Ucap Rama berbisik.
"Iya iya gue tau kok, thanks udah ngingetin," jawab Alika.
Rama tersenyum melihat Raffa yang kesal dengan sikap dirinya.
Salah sendiri jadi orang kok labil, kalau udah suka sama satu perempuan ya lepasin yang satunya dong, apalagi cuma karena paksaan.
Alika memang tidak bisa dikatakan sehat tapi dia orang yang sangat ramah dan perhatian.
"Mau ngajak lo ke toko buku," ucap Rama.
"Tumben banget emangnya lo udah suka baca buku?," tanya Alika.
__ADS_1
"Ya gue sih gak suka tapi ke lo ya suka," ucap Rama.
Alika menatapnya tajam.
"Hahaha enggak sorry, maksudnya gue mau kasih lo buku buat baca-baca gitu biar otaknya lebih berkembang lagi," ucap Rama.
"Iya deh, gue rasa kejutan lo udah kadaluarsa tau," Alika menyampaikan keresahannya.
"Ya karena gue lupa, tiga alien itu ngajak gue main futsal mulu," jawab Rama.
"Eh nyalahin lagi, lo nya juga mau mau aja tuh," ucap Noval.
Raffa beranjak berdiri.
"Al gue pamit ya," ucap Raffa.
Lia dan Raffa akhirnya pergi entah kemana. Mungkin Lia kembali ke kelasnya dan Raffa pulang atau Lia bolos dan ikut Raffa. Tapi Raffa bukan orang yang mengizinkan seseorang untuk melanggar aturan.
Sebenarnya Rama mengajak Alika ke toko buku untuk membujuknya ikut ke dokter spesialis penyakit jantung.

*****
"Ya anak anak minggu depan adalah hari terakhir kita di pelajaran olahraga, semoga semuanya dapat berpartisipasi ya, guys semangat karena setelah itu ujian," ucap Guru Olahraga.
Semuanya hanya menjawab seadanya saja, karena ujian itu bukan sesuatu hal yang ditunggu tunggu tapi kalau bisa di skip lebih baik di skip saja.
"Wangi banget," ucap Alika.
"Iyalah, kan gue pake parfum mahal," jawab Rama.
"Idih sombong nih ceritanya, lagian gue nyium buku kok bukan lo aneh banget," ucap Alika.
"Ya kalau lo nyium gue dosa bege," jawab Raffa.
"Nyium bau maksudnya, ah bener-bener otak lu harus di cuci steam biar bersih mengkilap,"
Alika menemukan sebuah buku yang berjudul "It's My First Love,".
de ja vu.
"Mau buku itu?," tanya Rama.
"Enggak ah nanti bahaya kalau gue inget sama First Love gue," jawab Alika.
"Ya gakpapa siapa tau jodoh," ucap Rama.
Rama memang tulus, ia tidak memaksa Alika untuk membalas perasaannya, bahkan ia rela membantu Alika bersama orang yang disukainya agar Alika bahagia.
"Jangan bahas itu dulu, karena kita gak tau kan ketemu jodoh duluan atau maut duluan," jawab Alika.
"Iya Al, silahkan mau beli apa,"tanya Rama.
Rama sedikit tidak mau membuka percakapan mengenai kematian karena mendengar Alika mendapatkan penyakit itu saja sudah membuatnya merasa ketakutan.
"Gue udah nemu sih cuma gak sekarang soalnya buku di rumah gue masih banyak," jawab Alika.
"Nih gue beliin," ucap Rama.
"Buku panduan memasak," Alika membaca judul bukunya.
"Gue bisa masak Mas Rama yang baik hati dan tidak sombong," ucap Alika.
"Bisa masak tapi jarang makan, ya gue gak percaya lah,"
"Nanti deh gue masakin," ucap Alika.
"Yaudah kalau gitu malam ini gue undang semua temen temen kita buat makan-makan di rumah gue tapi lo yang masakin," ucap Rama.
"Tapi gue gak bisa keluar malem Ram,"
"Lo punya adek kan? ajak dia biar orang tua lo ngizinin, tenang acaranya ada bokap gue juga deh biar lo gak parno," ucap Rama.
"Beneran ngagetin rencana dadakan lo ini," jawab Alika.
"Ya kan kejutan, yuk kita ke rumah sakit dulu abis itu belanja abis belanja lo harus langsung pulang nanti malam gue jemput," ucap Rama antusias.
Alika tidak habis pikir mengapa Rama tidak meninggalkan nya setelah tau kalau Alika sakit parah, padahal Rama bisa saja melupakan Alika.
" Gue punya motor kali, gak perlu lah di jemput jemput gitu, "ucap Alika.
"Lo pikir gue bakal biarin lo bawa motor terus masuk angin karena udara malem?,"
"Ya deh terserah lo tapi pastiin gue dapet izin," jawab Alika.
"Tenang gue jemput lo tapi bawa bokap gue juga," ucap Rama.
"Aduhh Rammaaa ngapain, udah kayak mau lamar anak orang lo," ucal Alika tak mau merepotkan.
"Orang yang mau dilamarnya aja nolak gimana mau lamar anak orang, yaudah sih nurut aja,"
"Iya," jawab Alika.
__ADS_1
Rama kalau belum di iyain akan terus membujuk dan banyak omong.
To Be Continued..................