
Happy Reading <3
Jika hanya Alam yang bisa membuatku tenang
maka kamu tak harus ada disampingku
sebagai penenang
***
Bila menatap Rama dan Alika dari bawah.
"Bil lo sama gue aja, Rama udah milih Alika," ucap Noval serius.
Bila tersentak dengan kenyataan itu, niat hati mendekati Rama tetapi malah membuatnya jauh dari Rama.
"Gak makasih, gue mau pulang," ucap Bila.
"Bil," Noval menarik pergelangan tangan Bila.
"Lo mau gak jadi pacar gue?," tanya Noval.
Bila berpikir sejenak.
"Apa jaminannya?," tanya Bila.
"Gue akan buktiin," ucap Noval.
Niat hati berangkat mendapatkan Rama tapi pulangnya malah membawa Noval. Entah apa yang akan Bila katakan pada Alika yang pasti Alika akan kecewa padanya, tak apalah ia sedikit egois toh Alika juga mengambil Rama darinya.
"Iya gue mau, tapi bantu gue lupain Rama dan bikin gue jatuh cinta sama lo," ucap Bila yakin.
Apakah Bila sudah bodoh menerima Noval sebagai pacarnya? Bisa saja ia hanya dijadikan pelampiasan atau lebih parahnya selingkuhan, tetapi setelah melihat bahwa ada ketulusan di mata Noval justru Bila luluh padanya.
Kemana Bila yang tergila-gila dengan Rama? Mungkin sementara waktu Bila akan menyembunyikannya tapi bisa saja ia akan terang-terangan.
Di atas rumah pohon itu Alika sibuk dengan tugas milik Rama.
"Al ada gak ya cewek baik didunia ini?," tanya Rama tiba-tiba.
"Lo pikir aja sendiri gue cewek baik atau bukan yang nurut aja di suruh ngerjain tugas orang," ucap Alika kesal.
Rama masih memejamkan matanya berbaring di samping Alika.
"Itu beda Al, maksud gue kok tega ya mama ninggalin gue dan cewek yang ada di sekitar gue pasti Cuma manfaatin gue kalau gak manfaatin ya sama kayak mama ingkar janji," ucap Rama.
Alika terkejut dengan cerita yang Rama utarakan kepadanya, sesulit itu kisah hidup Rama? Alika harus banyak-banyak bersyukur sekalipun sang ibu sering membuatnya sakit hati tapi ia bisa tetap melihatnya.
"Gue cewek atau cowok? Gue manfaatin lo atau enggak?," tanya Alika.
__ADS_1
"Lo itu beda," ucap Rama.
"Beda-beda mulu jawabannya, oke sekarang dengerin gue, perempuan baik akan datang dikehidupan lo kalau lo juga baik, maka dari itu perbaiki diri agar yang datang adalah orang yang lo harapkan percaya sama gue suatu saat lo akan mendapatkan perempuan yang menghargai kehadiran lo di dunia ini," ucapan Alika berhasil membuat Rama luluh.
"Dan itu lo," ucap Rama.
Alika terkejut.
"Dih kok gue?," tanya Alika.
"Lo baik atau enggak?,"tanya Rama.
"Aduh kalau gini gue jadi jahat aja deh," ucap Alika.
Rama memperhatikan tingkah Alika, rasanya berdekatan dengan Alika membuat jantung Rama berdetak dua kali lebih cepat.
"Al kok lo bisa naksir sama Noval?," tanya Rama.
Bisa-bisanya Alika malu ditanyakan itu oleh Rama.
"Noval itu first love gue, ga ngerti lagi gue suka dia pas SD eh bisa-bisanya baru ketemu lagi pas SMA, dulu waktu SD dia sempet pindah ke Bandung jadi pas kelas 4 kita pisah deh," jawab Alika.
Rama hanya tertawa mendengarnya.
"Kok lo tahan sih suka sama orang bertahun-tahun gitu," ucap Rama.
"Rasa suka tuh gak ada yang bisa nanganin, kalau suka yaudah mau gimana lagi mau suka sama orang lain tapi gak bisa, mau buka hati buat orang lain tapi gue punya masalah berdamai dengan diri sendiri," jawaban Alika membuat Rama bertanya-tanya.
Alika gelagapan ia bangun dari posisi duduknya kemudian bergegas turun namun tangannya ditahan oleh Rama.
"Duduk," titahnya.
Alika kembali duduk.
"Gimana cara berdamai sama diri sendiri?,"tanya Rama.
"Yang punya jawabannya diri kita sendiri orang lain gak akan pernah bisa jawab, semua masalah yang kita punya harus coba kita pahami dan satu lagi harus menerimanya," jawab Alika.
"Kalau gue gak bisa berdamai sama masalah gue apa yang akan terjadi?," tanya Rama.
"Sekuat apapun lo berusaha membahagiakan orang lain gak akan pernah membuat diri lo sendiri bahagia, membuat orang tertawa tapi tawa itu hanya sesaat." Jawaban Alika membuat Rama memikirkan dirinya sendiri.
Meskipun didirnya tak pernah membuat orang lain tertawa tetapi yang pasti ia mempunyai masalah di keluarganya lebih tepatnya ia tidak bisa menerima masalah itu.
Begitupun dengan Alika yang sekuat apapun menahan emosinya tetap saja yang ia lakukan untuk menangani masalahnya salah.
"Mungkin masalah datang tidak untuk diselesaikan, masalah akan muncul satu persatu dan akan berakhir juga nantinya kalau berhasil dilewati, sayangnya gue gak bisa melewati itu." Ucapan Rama barusan sangat tersirat bagaimana rasa sakit yang ia miliki.
Alika menatap mata Rama yang tengah berbicara, ia bisa tau perasaan hancur yang sedang Rama rasakan.
__ADS_1
Rama melirik Alika yang memperhatikannya kemudian ia menjitak kening Alika pelan.
"Sakit Ram," ucap Alika.
"Tadinya gue mau sedih eh gajadi pas ngeliat lo," ucap Rama.
"Biasa aja kali kalau diliatin salting kan lo," ucap Alika yang tak sadar ucapannya memang benar.
Anjir lo pikir ditatap kayak gitu gak salting apa-Rama.
"Udah kan presentasinya? Yuk turun," ajak Rama.
Rama dan Alika menghampiri teman-temannya di bawah.
"Asik bener berduaannya untung disini gak ada syaiton," ucap Aji.
"Bisa diem gak ji?,"ucap Rama.
Alika berniat membuat Aji ketakutan.
"Bukannya gue mau buat lo takut tapi yang pasti itu syaiton ada dipinggir lo,"ucapan Alika malah jadi boomerang baginya sebab Aji adalah salah satu anak indigo.
"Anjir Al sebenernya gue indigo loh, asli ini mah beneran yang harusnya takut itu lo," ucap Aji serius.
Alika cemas karena sebenarnya ia itu penakut dan tak suka ruangan sempit nan gelap.
Alika menatap mata Aji tajam sampai-sampai Rama menghalangi tatapan Alika pada Aji.
"Al jangan liatin gitu nanti beneran ada loh," ucap Aji dengan wajahnya yang masih serius.
Alika memegang jaket Rama kuat, sampai Rama merasakan ada tarikan di lengan jaketnya.
"Al lo di boongin," singkat Rama.
Seketika Alika langsung menginjak kaki Aji kuat sampai ia meringis kesakitan.
"Tenaga lo itu kayak samsons, sakit bege!," ucap Aji.
"Heh apa lo ngatain orang sembarangan," ucap Rama.
"Bela aja terus sampe jadi your mine," sindir Esa.
Sudahlah daripada pusing lebih baik mereka pulang, eh tapi mengapa Alika tak melihat Noval dan Bila.
"Bila mana?,"tanya Alika.
"Lagi berduaan,"jawab Esa memberikan petunjuk keberadaan orang yang dimaksud.
Alika melirik mereka berdua dan merasakan sesuatu yang aneh diantara mereka.
__ADS_1
Aji dan Esa berbisik-bisisk, "Pasangan yang tertukar." Rama melirik mereka berdua.
Bersambung.......