
Happy Reading Y'all
Selepas pulang sekolah Alika berniat mengajak Bila nonton bioskop. Ia sudah bersemangat sekaligus mau berterima kasih karena Bila sudah jadi sahabatnya, selama ini ia tak pernah mengungkapkan rasa syukurnya memiliki Bila yang selalu ada kapanpun.
"Bil anter gue yuk," ucap Alika.
Bila mengerutkan keningnya, tak biasanya Alika minta dianter.
"Tumben, mau kemana ? rumah Raffa lagi?," ucap Bila.
Alika menepuk bahu Bila. "Dih yakali ngapain kesana," jawabnya.
"Yaudah mau kemana kita?," tanya Bila.
"Bioskop," jawab Alika sambil menunjukan film yang akan mereka tonton.
Bila memancarkan wajah bahagianya. "Anjir Al , film ini kan lagi trending ayukk gue mau, tapi pulang ke rumah gue dulu ya, oh iya lo juga jangan lupa kabarin orang rumah jangan sampai kayak dulu," ucap Bila.
Sebelum melanjutkan langkahnya Bila berhenti sebantar dan melirik Alika.
"Bukannya lo takut ke bioskop ya? katanya bioskop itu nyermin," sindir Bila.
"Segelap-gelapnya bioskop tetep akan terang pada waktunya, tenang aja kali! asal bukan tempat gelap, sunyi, sempit, ih engap gue bayanginnya," ucap Alika.
Mereka berdua sepakat untuk pulang kerumah Bila terlebih dahulu, selain harus berganti pakaian mereka juga hendak menyimpan beberapa buku paket yang cukup berat jika harus dibawa main.
"Bil gue tunggu sini aja ya,"ucap Alika duduk di sofa milik Bila.
"Ayok ke atas aja kali, biasanya juga langsung nerobos," jawab Bila.
"Gak dulu, cape banget harus ke lantai atas, udah sana gue ikut ganti di kamar mandi ruang tamu aja ya," ucap Alika.
Bila sudah di kamarnya untuk siap-siap sedangkan Alika hendak masuk ke kamar mandi namun langkahnya terhenti karena mendengar bel masuk.
Sepertinya di rumah Bila sedang tak ada orang jadi Alika berinisiatif membukakan pintu untuk sang tamu.
"Bil kok kamu lama banget sih bukanya," ucap seseorang yang sedang berdiri membelakangi Alika.
"Noval?," ucapan Alika membuat lawan bicaranya berbalik.
Mereka berdua sama-sama terkejut. Ada apa gerangan yang sedang terjadi.
"Eh Al, lo kok ada disini?," tanya Noval kikuk.
"Gue lagi main, terus lo ngapain ke rumahnya Bila?," tanya Alika.
Gue harus jawab apa- pikir Noval.
"Eh malah bengong lagi," ucap Alika yang masih setia berdiri di depan pintu mengamati gerak-gerik Noval.
"Gue ada urusan sama Bila," jawab Noval.
Apakah harus diungkapkan sekarang? rasanya bukan waktu yang tepat.
Bila lupa tak mengecek ponselnya semenjak pulang tadi sedangkan Noval datang kerumah Bila sebelum disetujui olehnya.
"Oh yaudah sini masuk." Alika mempersilahkan Noval masuk dan menunggu diruang tamu bersama dengannya.
Noval sedang duduk dengan posisi yang kaku, ia bingung harus bagaimana.
"Val gue ke kamar mandi dulu ya, paling 5 menit lagi Bila turun," ucap Alika yang hendak meninggalkan Noval sementara.
"Kayaknya Alika gak curiga deh," Noval berucap lega daripada situasi tadi.
Benar kata Alika lima menit berlalu Bila baru turun dari kamarnya.
"Al ayok," ucap Bila.
"Hai," sapa Noval kepada Bila yang tiba-tiba mematung.
Bila buru-buru menghampiri Noval yang tengah duduk di sofa rumahnya.
"Kamu kok ada disini?," tanya Bila heboh.
"Ya aku disini mau ketemu sama kamu Bil,"jawab Noval.
"Iya aku tau tapi maksudnya kan ada Alika, barusan ketemu sama dia?," tanya Bila.
Noval mengangguk.
"Dia curiga enggak sama kamu kalau kita berdua ada hubungan?," Bila masih panik semuanya akan terbongkar sekarang.
Noval memegang kedua pundak Bila untuk membuatnya santai.
"Tenang, dia gak tau dan gak curiga, maaf harusnya aku gak kesini sekarang," ucap Noval.
Bila akhirnya tenang. "Iya aku juga lupa gak cek notif,"
Noval beranjak pergi dari rumah Bila.
"Eh Bil sorry banget nih nyokap gak ngizinin keluar, dia nyuruh gue pulang sekarang, gue pamit dulu ya, sayang banget gak jadi kesel deh," ucap Alika.
__ADS_1
"Yah, padahal gue udah siap-siap," ucap Bila.
"Haha sorry next time deh, oh iya kalau gitu gue pamit duluan ya Val," ucap Alika.
Alika beranjak pergi dengan motornya. "Bil jalan aja sama Noval sayang udah siap-siap, gue pamit," ucap Alika.
Di persimpangan jalan Alika hendak pulang kerumahnya namun ia lebih memilih untuk pergi ke sebuh mall terdekat disana.
Hari ini Alika berkeliling mall sendirian, ia sedang tak mau di ganggu, perasaanya pun sedang tak karuan, mendadak gak enak hati itulah sebabnya Alika memutuskan untuk berbohong kepada Bila.
Dari tadi Alika berdiri di depan bioskop lantai tiga di mall ini. Sedangkan ada seseorang yang tengah memperhatikannya kemudian mendekat dan menepuk pundaknya.

PLAK! Alika berbalik.
"Aw, sakit Al," ucap Raffa.
"Eh Raff, sorry sorry gue kira copet," ucap Alika.
Raffa menajamkan tatapan matanya.
"Haha gak deh, yaudah maaf ya," ucap Alika.
Semenjak berdiri disini Raffa memperhatikan Alika, sepertinya ia ingin menonton bioskop tetapi tak jadi. Raffa berinisiatif merangkul pundak Alika kemudian membawanya masuk kedalam studio bioskop itu.
"Ayok," ajaknya.
"Ih gak usah rangkul-rangkul gitu kali malu oy," ucap Alika melepaskan tangan Raffa dari pundaknya.
"Mau nonton apa?," tanya Raffa.
"Terserah," jawab Alika malas.
"Yaudah lo duduk disini, gue yang pesen tiketnya, awas kabur gue jadiin sate lo," ucap Raffa kemudian berlalu.
Alika sedang duduk dan sibuk melihat-lihat instagram miliknya.
"Minum dulu, gue mau ngantri doain kebagian," ucap Raffa.
"Lu kira ngantri sembako, makasih," ucap Alika tersenyum seraya memperhatikan Raffa yang sedang berinteraksi di lobi tiket.
Kang Kebun
Cuma nyisa Danur, masih mau nonton gak?
yaudah gakpapa
Yaudah jangan nyesel
Alika belum tau Danur itu sebuah film dengan genre horor. Raffa juga tak tau bahwasanya Alika takut nonton film horor.
Mereka berdua berjalan kearah studio yang akan menayangkan film tersebut.
Ketika Alika melihat poster filmnya ia terkejut.
"Raf ini film hantu?," tanya Alika.
"Iya, tadikan juga setuju," ucap Raffa.
"Gue gak tau kalau ini film hantu, takut sumpah," ucap Alika.
Raffa hendak menarik tangan Alika untuk keluar sebelum memberikan tiketnya kepada staf yang berdiri didepan pintu.
"Eh bentar mau kemana,"cegah Alika.
"Pulang," jawab Raffa.
"Sayang tiketnya Raff," ucap Alika.
Raffa mengisyaratkan seakan mengatakan gakpapa.
"Kita nonton aja yuk, atas izin-Nya gue siap," ucap Alika.
Raffa menyentil dahi Alika, bisa-bisa mengatakan hal seperti itu.
"Sakit PEA!," ucap Alika.
"Yaudah lo duluan," lanjut Alika.
"Barengan aja," jawab Raffa.
"Maaf mbak lama, biasa ngedrama dulu,"ucap Raffa memberikan tiketnya sedangkan Alika sudah mendaratkan pukulan dilengan Raffa.
"Mereka yang duduk dipojokan apa gak takut," ucap Alika berbisik sebelum film di mulai.
Raffa mengalihkan pandangan dari smartphonenya. "Lo nya aja yang penakut."
Raffa memilih kursi di barisan ketiga dari atas di bagian tengah agar tak terlalu dekat dengan layar.
Seketika lampu bisokop dimatikan dan muncul lah sound khas bioskop. Alika fokuskan pandangan kedepan sedangkan tangannya sudah meremas roknya.
__ADS_1
Belum juga mulai gue kok udah merinding ya. Dasar Alika si penakut.
Raffa memberikan jaketnya untuk Alika.
"Pake disini dingin,"ucap Raffa.
Alika hanya meliriknya. "Enggak deh lo aja yang pake,"
"Bandel banget sih, gue tau lo kedinginan kan," ucap Raffa.
Tak bisa dipungkiri bioskop memang dingin, apalagi dengan pakaian yang Alika kenakan sekarang cukup tipis.
"Yaudah makasih,"jawab Alika.
Mereka berdua sibuk menonton film.
Raffa melirik Alika sekilas dan ternyata dari tadi Alika merem.
"Buka,"bisik Raffa.
"Gak ah takut gue," jawab Alika.
"Gak akan," ucap Raffa.
Akhirnya Alika membuka matanya dan mendapati telapak tangan Raffa tengah menghalangi pandangan Alika dari layar.
"Kalau hantunya muncul gue bersedia ngalangin pake tangan biar lo gak takut lagi,"ucap Raffa.
Askjlkjlalsjskalhdh
Alika mengalihkan pandangannya dan menatap Raffa.
"Tapi masih kedengeran Raff,"ucap Alika.
Raffa mengeluarkan dua earphone nya dan memasangkannya di telinga Alika.
"Tangan gue cuma dua jadi gak mungkin bisa ngalangin mata lo sambil nutup telinga lo juga, jadi pake aja earphonenya, tonton sampe beres filmnya oke,"tutur Raffa.
Mereka melanjutkan nonton sampai pemutaran filmnya selesai.
"Raff seru ya filmnya," ujar Alika.
Raffa menempelkan telapak tangannya di dahi Alika.
"Emangnya di tonton?," ucap Raffa.
"Singkirin tangan lo! ya tapikan gue liat dikit,"jawab Alika.
Mereka berdua hendak makan terlebih dahulu sebelum pulang, dari tadi Alika sudah kebelet pipis dan lapar secara bersamaan.
"Gak bisanya sendirian di mall, mana Bila?," tanya Raffa.
"Enggak Raf, gue lagi kecewa sama dia,"ucap Alika.
"Gue boleh gak nanya?,"tanya Raffa.
"Jangan bikin gue deg-deg an, nanya ya nanya aja gak usah intro Raf,"ucap Alika.
"Dih ni anak kebiasaan, kecewa kenapa?,"tanya Raffa.
"Seharusnya jangan terlalu menaruh kepercayaan sama orang, yang gue harapkan itu cuma kejujuran, apa susahnya sih bilang, mereka pikir gue bakalan bereaksi berlebihan? enggak Raf! Gue juga sadar diri kali, yang ada gue malu kalau mereka berbuat seperti ini," ucap Alika.
Raffa yang masih belum mengerti arah pembicaraan Alika hanya menanggapinya melalui kata-kata yang keluar dari mulut Alika.
"Memangnya apa yang membuat lo kecewa sama BIla?dan apa yang lo mau dari dia?," tanya Raffa.
"Mengetahui hal yang gak perlu diketahui itu nyakitin," ucap Alika.
"Gue pernah bilang sama Bila kalau gue suka sama Noval, bahkan mungkin Noval juga tau tapi gue gak berani buat bilang, seharusnya tadi nonton sama Bila tapi gue batalin pas denger Noval sama Bila lagi ngomong berdua mau nutupin hubungannya dari gue, ya terlanjur kecewa akhirnya gue batalin, tapi mereka belum nyadar kalau gue udah tau," jelas Alika.
"Gimana perasaan lo sama Noval setelah tau kalau dia pacaran sama Bila?," tanya Raffa.
"Ah gak tau, bodoamat, gue cuma kecewa sama mereka,"ucap Bila.
"Mungkin mereka lakuin hal itu karena gak mau liat lo sakit hati,"ucap Raffa.
"Jadi lo lebih belain mereka RAF!?," ucap Alika kesal.
Lah kok jadi gue yang kena sabar Raf.
"Bukan gitu maksud gue Al, mungkin aja mereka butuh waktu dan itu enggak sekarang"ucap Raffa.
"Apa bedanya nanti sama sekarang? kalau ujung-ujungnya sama aja nyakitin," ujar Alika.
Tenang Raf bentar lagi jinak kok.
"Yaudah mending makan dulu, lupain bentar lama-lama lo akan bisa nerima kekecewaan itu, yang terpenting kasih dulu cacing diperut sama makanan ya, kalau lo sakit gue gak mau ya bawa lo lagi ke rumah sakit,"ucap Raffa.
Memang seharusnya tak perlu di tutup-tutupi, bicarakan baik-baik perkara menerima atau tidaknya tergantung masing-masing daripada kehilangan kepercayaan dan malah kecewa akhirnya hanya akan membuat sebuah hubungan renggang bukan hanya hubungan Bila dan Alika tetapi hubungan pertemanan mereka berdua dengan Noval, Rama, Aji, serta Esa.
Bersambung.......
__ADS_1
untung bab ini Alika gak dimarahin sama mamahnya ya, kalau iya jahat banget sih masa sekali aja gak bisa bikin Alika bahagia.
Salam jauh <3