Aliran

Aliran
empatsatu


__ADS_3

Happy Reading Y'all


LOVE FROM STORYWD


___________


Mulai Sore hari ini semuanya sudah tidak akan lagi mendengar suara Alika.


Senyumnya, tawanya, keisengannya, dan satu lagi sekolah sudah kehilangan salah satu muridnya yang sangat pandai di akademik.


Iming-iming masuk kedokteran yang mungkin akan menjadi kenyataan sudah tidak mungkin terjadi.


Semua teman-teman yang mengenal Alika satu persatu datang mengucapkan bela sungkawa atas kepergian Alika.


"Sa Rama kemana?," tanya Noval.


"Dari terakhir kali dia ngilang di Rumah sakit sampai sekarang belum ada kabar dari dia, gue khawatir," ucap Esa.


"Dia pasti lagi hancur banget hari ini gue cuma takut terjadi hal buruk sama dia, lo tau sendiri kan gimana tempramennya, mending sekarang lo sama Aji cari Rama biar gue disini sekalian nemenin Bila, gue gak tega lihat dia sekarang," ucap Noval.


"Oke, iya lo harus jagain Bila berita ini juga bisa jadi trauma buat dia nantinya,"


"Bila cuma punya Alika sebagai sahabatnya dan sekarang gue gak bisa bayangin lagi perasaan dia kayak apa sakitnya," jawab Noval.


Esa dan Aji berusaha mencari Rama yang menghilang secara tiba tiba.


Akhirnya Raffa menghadiri undangan untuk datang kepemakaman yang entah siapa itu.


Lia menghampiri Raffa yang masih belum tahu soal berita kepergian Alika yang mendadak.


"Kamu mau ketemu Alika?," tanya Lia.


"Oh iya Alika mana? gue belum sempat nanyain soalnya dari pagi handphone nya gak aktif," ucap Raffa.


Kayaknya Raffa emang belum tau deh.


"Maaf Raff, Alika udah meninggal ini acara pemakamannya," ucap Lia Ayudia seorang teman Alika yang sempat menyakiti Alika.


"Lo kalau gak suka sama dia jangan gini lah caranya, ucapan itu harus dijaga, gue kecewa sama lo," ucap Raffa.


Lia memegang tangan Raffa.


"Gue gak bohong Raffa, silahkan sekarang lo kesana cek sendiri semuanya," ucap Lia.


Raffa segera menghampiri kerumunan orang yang sedang berada pada suasana duka.


"Raffa?," ucap Bila tak percaya melihat Raffa disini.


Hati Bila serasa tersiram garam saat terluka apalagi melihat pemandangan Raffa yang sedang berdiri dihadapannya meminta penjelasan.


"Semuanya udah jelas," ucap Bila.


Raffa kemudian diam mencerna apa yang ada dihadapannya, raut wajahnya menjadi sendu, meskipun tidak ada suara yang ia keluarkan tapi air mata itu sudah jelas menggambarkan kalau hatinya juga terluka.


***


Aku belum sempat mengatakan selamat tinggal sudah di tinggalkan lebih dulu.


Maaf ya Al, aku gak pernah menyadari bahwa kamu ternyata memang selalu ada, awalnya aku kira Lia adalah orang yang aku cintai tetapi aku salah.


Aku belum sempat mengakatakan bahwa bunga yang mekar dan wangi itu kamu tapi nyatanya kamu pergi dengan bunga-bunga itu dan kini semerbak wangi aku cium di tempat peristirahatan terakhirmu.


Dulu aku selalu ada untukmu tapi setelah aku terbutakan dengan cinta palsu ternyata kamu sedang sendirian.


Apa aku terlalu bodoh Al? menjauh dari kamu? Aku kira kamu akan bersama dengan Rama karena kamu sempat mengatakan kalau Rama baik dan aku jahat.


Aku kira ucapan mu serius tapi lagi-lagi kamu bersembunyi di balik perkataan.

__ADS_1


Boleh gak aku mengatakan kalau aku menyesali semuanya?


Rasanya tak rela melepaskan mu pergi, semua tawa mu selalu terputar di memori otak ku.


Di langit itu aku melihat kamu tersenyum, marah dan satu lagi penampilan random yang selalu kamu kenakan di malam hari saat mencari makan.


Apa aku bisa membiasakan diri Al? Aku takut Al, aku gak akan bisa melupakanmu.


Mungkin aku hanya mencoba terbiasa tapi tidak dengan malam yang seakan panjang tak mau pagi.


Untuk mu yang sudah tak bisa aku pandang lagi aku mau mengucapkan selamat tidur, tidur mu pulas senyum mu hilang, tawa mu pudar, dan aku rindu.


Aku ingin sekali mengatakan pada semua orang untuk tidak bodoh karena mengulur waktu menyatakan perasaan.


Suka ya bilang sudah hilang baru kelabakan.


Aku sudah tidak bisa mencari mu lagi karena tempat mu tak akan pernah berpindah, izinkan aku mencintai mu Al, aku tau ini sudah lewat tapi rasa yang aku miliki tidak bisa pudar.


Aku tidak peduli orang-orang mengatakan bahwa aku harus segera melupakan mu.


Bodoh! Bagaimana bisa aku melupakan mu, aku akan mengikhlaskan mu dan aku akan menjaga semua cerita mu.


Kesedihan, rasa sakit dan penderitaan yang tak ingin kamu bagi ke orang lain adalah kekesalan ku.


Aku tidak tau apa yang kamu alami belakangan ini, seharusnya aku menemui mu di taman dan mengobati luka mu lagi kemudian mengenggam tangan mu.


Kita masih bisa makan mie waktu itu tapi rasanya aku tidak akan pernah datang ke tempat mie itu lagi.


Al, aku boleh nangis gak? jangan menertawakan aku ya, aku tau aku pernah mengatakan kamu jelek karena menangis tapi kini aku tak peduli.


Orang orang tak perlu menyukai ku karena yang aku inginkan itu kamu, asal kamu tetap menyukai ku tapi sayang aku tidak pernah mendengar nya langsung dari mulut mu.


Jika boleh meminta, kamu boleh kok pergi tapi tidak pergi untuk tertidur selamanya..


Wajah cantik mu itu masih berekspresi takut tidak jika melihat ikan?


Tak peduli seberapa banyak dukanya karena dengan membuat orang lain bahagia maka itulah kesempatan dia bahagia, rasa syukur nya sangat besar jadi dia tak pernah menghiraukan orang yang sering memberitahunya untuk tidak terus menerus menutupi rasa sakitnya.


🥀🥀🥀


Kedua orang tuanya tak sempat mengakatakan bahwa mereka menyayangi Alika dengan sungguh sungguh.


Alina pun merasa terpukul dengan kenyataan ini, kakaknya yang tak pernah hilang dari pandangannya kini telah pergi.


Ayah dan Ibunya tak pernah menyangka hal seperti ini akan terjadi.


Manda tak kuasa melihat Bila yaitu sahabatnya Alika yang selalu berkunjung.


Manda memandang Bila dengan penuh harap. Namun rasanya tak akan mungkin Alika kembali. Sebagai ibu rasanya sesak mendapatkan kenyataan bahwa anaknya sudah tak ada lagi.


Bayang-bayang Alika tak pernah pudar, betapa bahagianya dia ketika mendapatkan kabar tentang kegiatan di sekolahnya.


Tak pernah melawan walaupun tekanan di depan matanya.


Mamah masakin makanan kesukaan Alika yaitu ikan nila.


Bila yang melihat itu merasa teriris sakit dadanya sesak bagaimana bisa sang ibu tak tahu jika Alika tidak menyukai ikan.


Bila tak kuasa menahan tangisnya, betapa kuatnya Alika menerima semua yang ibunya berikan.


"Makanan yang mamah buat gak boleh di sia sia kan, aku pernah melihat mamah nangis gara-gara gak ada yang makan makanannya jadi mulai saat itu aku menerima semua yang mamah masak, ikan sekali pun aku makan Bil," ucap Alika waktu itu.


Bila teringat ucapan Alika, ia menangis tersedu-sedu, bagaimana bisa Alika memakan semua ikan itu padahal ia ketakutan.


Alika gue sayang sama sahabat gue, mungkin gak pernah mengungkapkan perasaan ini, gue udah menganggap lo kakak gue Al, gue sekarang kehilangan kakak.


Al gue kehilangan lo? ini gak beneran kan Al? Al gue sendirian sekarang, gue gak bisa liat lo ketawa lagi Al, Al lo udah pergi? Al gue boleh nangis kan. Tuhan bawalah dia kembali aku tak ingin ia pergi, ia selalu bersama ku tapi kini sudah tak lagi.

__ADS_1


Al selamat tinggal. ucap Bila menangis tersedu-sedu.


🦋🦋🦋


Ayah kehilangan putri kecil ayah, Alika udah pulang ya, kok ayah kangen Al, Alika gak mau senyum lagi sama ayah? terus minta sepotong roti yang ayah makan? kebiasaan Alika tiap hari itu tersenyum tapi pagi ini ayah gak bisa liat senyuman Alika.


Alika gak senyum lagi sama ayah, ayah sayang Alika, Alika gak boleh sakit lagi ya, ayah coba ikhlasin kamu, karena sepenuhnya kamu bukan milik kita.


Mungkin kita gak bisa jagain Alika jadi Alika harus kembali kesana.


Ayah janji akan selalu menyayangi Alina dan mamah kamu. Ayah akan selalu melihat mu di langit.


Ayah akan memandang mu di langit karena ayah yakin kamu sedang tersenyum.


Alika maafin tante, Alika tante jahat ya sama kamu. Tante gak pernah bilang kalau sebenarnya tante sayang sama kamu. Kadang tante di butakan oleh iri maaf ya. Tante sayang kamu.


Semuanya sibuk dengan pikiran masing - masing kepergian ini cukup membuat mereka terkejut.


🦋🦋🦋


Rama menyaksikan dari kejauhan, betapa banyak orang yang mencintai Alika tetapi tak pernah mengungkapkannya.


Dan kini mereka menyesali itu.


Al aku memang pernah menyatakan perasaan ku secara tersirat meskipun kamu tidak pernah menyadarinya tapi satu hal yang pasti kamu adalah orang yang di cintai banyak orang


Senyuman mu kala itu bisa membuat semuanya tersenyum tapi senyum terakhir mu membuat kita semua menangis.


Aku tidak bisa lagi menahan air mata ini Al, aku sayang kamu Al, aku belum sempat memberitahu kalau Raffa menyukai mu.


Aku sayang kamu Al!


Maaf gue gak bisa ada disana,gak ada keberanian melihat lo sendirian , menyaksikan wajah lo yang pucat, gue harus bersyukur karena masih sempat melihat senyuman lo untuk yang terakhir kalinya, Alika Namira, you always stay in my heart forever till the end, gue akan pergi hari ini juga ke canada sesuai saran dari lo supaya gak menyianyiakan kesempatan.


Gue pamit Al, Love you- ucap Rama dari kejauhan yang menyaksikan kabut dan suasana sendu di sana.


Hidup ini singkat maka perbanyak lah amal ibadah.


Mungkin ungkapan sayang itu seperti tidak penting tetapi akan terasa penting kalau orang yang di sayangi sudah tak ada.


Rasa sayang adalah sebuah Aliran yang terhubung tetapi akan terputus jika tidak adanya respon yang menandakan bahwa lampu akan menyala dengan terang.


Pergi tanpa pamit


Luka tanpa kata


Sayang tanpa ucap


Cinta tanpa rasa


Berjuang untuk mundur


Menanti untuk pergi


End.....


Author mau minta maaf kalau akhirnya harus seperti ini, tapi dari awal penokohan akan lebih baik jika berakhir nya gini.


Author mau menyampaikan pesan yang dalam tentang sebuah kasih sayang yang akhir akhir ini sangat menghantui.


Karena sering banget lupa untuk mengungkapkan perasaan sendiri padahal memendam semuanya itu menyesakkan.


Semoga siapa pun yang membacanya bisa memahami semua pesan yang ingin Author sampaikan.


Oh iya, mungkin ini akan menjadi cerita pertama yang berakhir menyakitkan tapi untuk cerita selanjutnya mungkin akan berakhir bahagia.


Salam

__ADS_1


__ADS_2