Aliran

Aliran
duadua


__ADS_3

Happy Reading Y'all


"Apa-apaan sih Al! Lo pikir alat-alat lab tadi murah HAH?! Untung gak ada yang rusak! Lain kali kalau lo gak bisa jangan maksa!," bentak Lia.


Alika tak sengaja hampir menjatuhkan alat-alat labolatorium karena ketakutannya akan ikan muncul kembali. YAP ia gagal tetapi pak Hari meloloskan mereka entah apa yang menjadi penyebabnya yang pasti pak Hari tak mungkin terpengaruh oleh Raffa sebab harus profesional dalam bekerja dan juga adil.


Alika hanya diam ia sudah terbiasa dengan amarah seperti ini.


"JAWAB! GUE LAGI NGOMONG SAMA LO!," ucap Lia.


"Li gue minta maaf atas kesalahan tadi," ucap Alika tulus.


"MAAF LO GAK MENJAMIN NILAI KITA BAGUS!!," ucap Lia dengan emosinya, ia sangat terobsesi dengan nilai seakan ia tak pernah puas atas apa yang ia dapatkan.


"Gue bener-bener minta maaf," Alika begitu tulus meminta maaf dan merasa bersalah atas kejadian tadi namun Lia sepertinya tak merespon ucapan maafnya.


Alika tak marah ia hanya merasa bersalah dan diam adalah caranya meredam emosi. Namun jika Lia terus menerus memojokannya Alika harus angkat biacara.


Alika berdiri dari posisi semula dan menatap Lia sambil tersenyum. "Kalau permintaan maaf gue gak diterima gue gak akan maksa, pak Hari tau siapa yang salah jadi lo gak perlu khawatir sama nilai." Kemudian Alika berlalu pergi meninggalkan Lia yang sudah emosi dengan senyumannya.


Alika berbalik sambil tersenyum dan berkata "Oh masalah di LAB tadi gue udah minta maaf langsung dan GAK ADA YANG RUSAK JUGA KAN? RIBET BANGET SIH,"


Lia benci senyuman Alika.


"Seharusnya lawan gue, biar semua orang di sekolah ini BENCI sama lo,"ucap Lia.


Alika menuju kantin setelah membiarkan Lia dengan ocehannya.


"Aduh,"


"Kalau jalan fokus dong!,"sentak Rama.


"Sorry gue gak sengaja," balas Alika.


"A-alika?," Rama terkejut dan merasa bersalah karena membentak Alika.


"I'm sorry," ucap Rama.


"No problem, gue juga salah," jawab Alika sambil tersenyum seperti biasanya menutupi masalah.


"I don't like u're smile,"ucap Rama.


"Ada yang salah sama senyuman gue? Senyum kan ibadah,"jawab Alika.


"BASI!"


"H-HAH? Maksud lo?," tanya Alika pada Rama.


"Lia gangguin lo kan?,"tanya Rama.


"Enggak kok, itu kesalahan gue, eh iya lo mau tanding ya?," ucap Alika mengalihkan pembicaraan.


"Kalau dia ganggu lo bilang aja sama gue," ucap Rama.


"Siapa elu haha, pacarnya Lia ya?," ucap Alika.


Rama menyentil dahi Alika pelan.


"Dahi gue bisa-bisa ternodai,"ucap Alika.


"Emang lo gue apain?" Rama tersenyum licik.


"Oh iya Lia bukan cewek gue, dia Cuma sepupu yang gak gue anggap," ucap Rama.


"Hush gak boleh sembarangan, sayangi selagi ada, gue gabut mau nonton pertandingan futsal nya ya, tapi dukungan gue tertuju sama orang lain sih," ucap Alika.


Rama menyetujui itu sebab pertandingan futsal berlangsung di lapangan khusus yang boleh masuk hanya beberapa orang saja jika tak ada pertandingan yang resmi dan penting.

__ADS_1


Di lapangan futsal ini sudah ada Rama,Aji,Noval,Esa, dan beberapa anak kelas lainnya. Bila bersedia menemani Alika agar tak ada kecurigaan lagi.


Kang Kebun


____


Gue gagal, tapi makasih


Lagi-lagi just read dari Raffa. Yasudah memang bukan takdirnya dibalas.


Lia serta teman sekelas yang lain pun ternyata datang untuk memberikan semangat kepada tim dari anak IPA yang sedang melawan tim dari anak IPS meskipun bukan pertandingan resmi tapi sepertinya kedua tim sangat serius.


"Novallll lo pasti bisa!" teriak Alika.


Bila terkejut mengapa Alika menjadi semakin berani sedangkan Rama menatap Noval dengan ekspresi kesalnya.


Alika bahagia melihat pertandingan itu sedangkan Bila dapat menebak kecemburuan dari Rama.


"Al ada yang vidcall lo," ucap Bila.


"Siapa?," tanyanya sambil mengambil handphone nya dari tangan Bila.


"Kang kebun," jawab Bila.


Tak berlama-lama Alika mengangkat panggilan video dari Raffa.


"Kenapa lo gak bales chat dari gue sih, otak gue udah suudzon sama lo asli,"ucap Alika.


"Yang penting gue udah baca," jawab Raffa di sebrang sana.


Tak sadar Alika tersenyum melihat Noval yang berada di tengah lapang.


"Bisa gak jangan senyum kayak gitu!," ucap Raffa.


"Kenapa sih gak suka banget liat gue senyum, heran,"jawab Alika.


"Lagi ngobrol sama siapa?," tanya Rama pada Bila.


"Kang kebun," jawab Bila.


"Rumahnya Alika bermasalah?," tanya Rama penasaran.


"Mana gue tau,"balas Bila.


Noval mendapatkan air dari Bila namun Alika tak melihatnya sebab sedang berbincang dengan Raffa melalui sambungan telepon.


"Bukannya gak suka Cuma keliatan banget maksa nya,"ucap Raffa.


"Gue gagal, gue takut, gue beneran gagal Raf," ucap Alika.


"It's Ok, berhasil memang tujuan utamanya tapi lo udah nyoba bahkan beberapa kali teriak-teriak di rumah gue yang sunyi sepi,"ucap Raffa menenangkan.


"Ini gue harus terharu atau kesel sih, udah lah,"respon Alika.


"Yaudah bye, jangan nangis awas lo," ucap Raffa mengakhiri penggilan telepon.


Di sebelah ada yang sedang memperhatikannya. "Bukannya itu gebetan lo ya?," ucap seseorang.


"Seneng banget kayaknya abis dapet hadiah keliling dunia ya," sindir Rama.


"Apaan sih, gak suka banget lihat gue bahagia,"ucap Alika.


"Gak suka lah,apalagi bahagianya bukan sama gue," bisik Rama.


Alika menepis Rama agar menjauh. "Dasar kadal,"


"Gue bingung sama atmosfer hari ini," ucap Aji.

__ADS_1


"Ngapa lu?," tanya Esa.


"Rumit, seperti rumus fisika dan matematika," jawab Aji.


Sepertinya masa SMA cukup dengan kisah manis seperti ini, jangan terlalu berat dan jangan terlalu dipikirkan sebab tak selamanya kisah SMA akan berakhir indah atau bahkan hanya menyisakan kenangan kemudian menjadi larut ketika sudah lewat.


"Oval lo keren banget jadi pencetak gol terus,"ucap Alika.


"Thank's Al, gue emang udah jago dari dulu ya kan,"jawab Noval seraya tersenyum.


"Pacar lo disini, masih aja gangguin orang lain,"sindir Rama.


Semua teman-temannya melirik Rama tak terkecuali Alika.


"Hah?"tanya Alika.


Noval langsung melempar botol yang sedang ia pegang.


Alika kembali tak peduli mungkin mereka sedang bercanda.


"Untung Alika gak nanya lagi, gue jitak juga lo,"bisik Noval ke telinga Rama.


Rama tak memperdulikan Noval.


"Al..."Panggil Rama.


"Iya.."jawabnya lembut seolah kebingungan dengan menampakkan wajah imutnya.


Maksud lo jawab gitu apa Al, jantung gue gak aman nih.


"Al, Kalau punya sahabat yang jadian sama gebetan lo, reaksi lo gimana?," tanya Rama.


Bila, Noval, Aji, dan Esa terkejut bukan main dengan pertanyaan Rama.


Aji dan Esa tiba-tiba berpegangan tangan, takutnya hal itu terbongkar sekarang.


Bila sudah meremas ujung rok nya sedangkan Noval mewanti-wanti akan ada kejadian apa setelah ini.


Hanya Alika yang santai. "Ya gak gimana-gimana sih, mungkin bukan jodohnya," jawab Alika.


"Eh lagian ngapain sih nanya kayak gitu,gak mungkin kan kalau lo rebut gebetan gue," ucap Alika seraya tertawa dan menyenggol bahu Bila. Sedangkan Bila tersenyum kaku.


Anjir Alika, gue ngerasa di sindir.


Daripada Rama terus memojokan mereka berdua alhasil Aji dan Esa menariknya ke lapangan.


"Ram, lo gila ya?,"tanya Noval dengan nada tinggi.


"Iya," jawab Rama.


"Lo mau hubungan Bila sama Alika renggang?,"ucap Noval.


Di bangku penonton Alika menatap keributan antara Rama dan Noval, ia pikir mereka berdua sedang membuat strategi untuk timnya.


"Kalian berdua tinggal jujur apa susahnya hah!?,"titah Rama.


Noval menyapu kasar rambutnya.


"Semua ini gue lakuin buat lo Ram,"gumam Noval.


"Gue sering di khianati sama orang, gue juga sering dibuat kecewa sama orang terdekat, dan gue gak mau Alika kecewa sama Bila,"ucap Rama memangkas pembicaraan tentang kisah cinta Noval dan Bila.


"Oke gue pikirin nanti, sekarang fokus,"jawab Noval.


Bersambung.......


"Jujur itu penting, komunikasi gak kalah penting, sekali aja kamu merasa gak percaya dengan orang terdekat maka siap-siaplah dia akan lebih jauh dari mu"

__ADS_1


__ADS_2