Aliran

Aliran
Tigatiga


__ADS_3

Hai


Selamat Datang di Dunia Storywd


Berselancar di tengah ombak yang pasang


Happy Reading


***


Situasi di rumah memang sudah kondusif tapi tak henti-hentinya tantenya Alika mengungkit kejadian saat Alika tidak berada di samping sang nenek.


"Cucu yang paling di sayang tapi nyatanya gak pernah ada di sisi neneknya," sindir Mira.


Alika mencoba tetap diam.


"Lagian sih Lik kalau pergi tuh bilang dulu dari lama jangan tiba-tiba, handphone pake dimatiin segala," ucap sang Adik.


Lagi-lagi Alika hanya diam.


"Kamu maunya seperti apa, jangan cuma diam kita disini pusing ngomong tapi gak ditanggapi," ujar Manda sang ibu.


"...." Alika enggan untuk menjawab karena ia akan tau ujungnya seperti apa.


"Punya mulut?,gunain lah," sindir Mira.


"Apapun yang keluar dari mulut ku pasti tetep akan salah jadi aku lebih baik diam," jawab Alika.


"Sayang.... maksud kita gak gitu, kita cuma minta kamu selalu ada di rumah," ucap sang ayah.


"Dengan cara seperti itu aku gak akan bisa bersosialisasi, dengan cara seperti itu aku gak tau bagaimana caranya bernafas dengan lega di luar, kalau di rumah selalu di bentak gimana aku mau betah, padahal aku cuma sekali mengikuti acara bareng temen," gumam Alika.


"karena gak hanya kalian yang kehilangan nenek, apa harus Alika juga yang disalahkan? "jawab Alika


" Diem Alika, kamu jangan memutar balikan pertanyaan, "ucap Mira.


" Aku tanya sama tante, apa hanya karena aku kebetulan lagi gak ada di rumah pada waktu itu menjadi kesalahan besar buat aku? sehingga tante bilang aku hanya cucu yang gak tau diri?, aku tanya sekali lagi apa hanya karena aku nenek kayak pergi? aku sayang sama nenek aku gak tau akan terjadi seperti ini kalau aku tau gak akan pernah sekalipun ninggalin nenek, kecuali aku gak diizinin nginep di rumah nenek lama, "


" Ini sih karena mbak yang gak pernah ngebolehin Alika nginep lama di rumah, "ucap Mira.


" Kok kamu nyalahin mbak? selama ini ibu kamu gak pernah nerima mbak sebagai mantunya, mbak selalu dinomor terakhirkan sama ibu mu, apa itu gak buat mbak sakit hati? mbak selalu di tuduh gak bisa jaga Alika dari kecil, segalanya salah mbak dimata ibu, kamu sendiri kemana gak di rumah? sibuk dengan teman-teman arisan? " jawab Manda membuat Mira memanas emosi.


" Ya karena mbak emang gak bisa jagain Alika dari dulu sampai sekarang kan? Alika bisa kayak gitu sekarang gara-gara mbak yang gak pernah urus kesehatannya dari kecil," sindir Mira.


" Stop! kalian malah jadi ribut hal yang gak jelas!," ucap ayah Alika.


" Apa dengan cara Alika gak ada sisi kalian akan membuat damai? kalau iya Alika milih buat pergi aja, "jawab Alika.


" APAAN SIH LO HUH! diem jangan kabur kemana-mana gue nanti yang kena marah, "sentak Alina.


Keluarga ini punya banyak silsilah kekecewaan sehingga sesuatu hal yang seharusnya tidak perlu diperdebatkan menjadi sebuah permasalahan yang besar.


Tidak jauh berbeda dengan Rama, hanya saja di keluarga Rama yang bermasalah hanya ibunya sisanya dia berada di keluarga yang damai.


Apa sebenarnya yang membuat Alika selalu jadi bahan permasalahan di keluarganya? Pintar iya, cantik apalagi, humble banget orangnya, mudah akrab, gak pandang bulu sama semua orang dianggap sama rata, bukan dari keluarga yang biasa saja, tinggal di rumah mewah tapi hatinya tidak merasakan semua itu dan jiwanya serasa terkekang didalamnya.


Setelah menghilang beberapa hari kini Alika mulai bersekolah lagi karena kondisi di rumah sudah lebih baik.


"Beb darimana aja lo?," sapa Rama.


"Bebek maksud lo!," jawab Alika dengan sinisnya.


"Iya bwhahahha, untung lo gak mudah baper bahaya soalnya," jawab Rama.


"How was your day? bad, very bad, or good?," tanya Rama.


"Always fine everyday, tapi sekarang agak tired," jawab Alika.


"Makan yuk, jajan di kantin," ucap Rama dan tanpa pikir panjang ia merangkul Alika menuju kantin.


Bila menepis tangan Rama di pundak Alika.


"Woy lo berdua bener-bener ya ini masih pagi," sindir Bila.


"Lah yang bilang ini malam siap?," ucap Rama.


Tiba-tiba Aji dan Esa datang bersamaan.

__ADS_1


"Haloo malam guys," sapanya.


Bila langsung mengalihkan telunjuknya kepada mereka berdua kemudian tersenyum kikuk.


"Grup Friend yang aneh," ucap Alika.


"Btw kemarin Raffa nganterin lo dengan selamat kan?," tanya Bila tiba-tiba saja membuat mood Rama hancur.


Noval langsung mengisyaratkan untuk mengalihkan topik kepada Bila.


"Aman kok, soalnya gue pulang ke rumah nenek dan disana orang orang nya gak terlalu memperhatikan ," jawab Alika.


"Nenek lo sehat Al?," tanya Noval.


"Nenek udah gak sakit tapi dia udah gak ada di samping gue," Alika menjawabnya dengan penuh rasa sakit.


"Gue udah lama gak pernah ketemu nenek lo lagi semenjak pindah waktu itu yang kuat ya, gue tau lo sayang banget sama nenek, " ucapan Noval membuktikan kalau mereka sudah mengenal lama dan kenal dekat.


Bila mulai memaklumi kebiasaan Noval yang mudah terenyuh oleh keadaan Alika meskipun sebenarnya Bila tidak tahu mengapa Noval sepertinya sangat mengenal Alika tapi bukan Alika yang selalu terlihat baik-baik saja.


"Makasih Val, I'm ok," jawab Alika.


Rama awalnya memang cemburu dengan Raffa tapi ternyata mendengar kabar neneknya sudah tidak ada membuatnya kembali luluh untuk membuat Alika merasa nyaman.


"Alikaa ngapain oy dari tadi scroll mulu, masukin keranjang di check out kagak," sindir Esa.


"Suka suka gue lah, emangnya lo mau check out in huh?," ucap Alika.


"Ya enggak sih, yu silahkan nona kembali mencari barang barang hanya untuk dilihat tidak untuk dibeli," jawab Esa.


"Hemat untuk menjadi rich hahaha," jawab Bila.


"Pinjem Handphone bentar," pinta Rama.


"Lu juga punya kali ngapain pinjem punya gue," jawab Alika.


"Heh atau jangan-jangan handphone lo ada macem-macemnya," ucap Rama.


"Tuh mulut perlu di sumpel pake kanebo, fitnah nya lancar bener udah kayak jalan tol," ucap Alika sambil menyodorkan handphone nya.


Rama menerima handphone Alika dengan senang hati.


"Tanggal lahir raja neptunus yang di film kartun spongebob," jawab Alika.


"Beneran Al?," tanya Rama cukup percaya dengan ucapan Alika.


"Hahahahhahaha si Rama ternyata polos banget mudah di bohongin," ucap Bila menertawakan mantan gebetannya sendiri.


"Diem ya Bila jangan ember mulutnya." ucap Rama.


"Berhubungan sama ultah gue, hari Jumat tanggal...."


"Gue tau, udah diem," jawab Rama.


"Dih darimana lo tau? menghadiri acara lahiran nyokap gue lu?," ucap Alika.


"Iya waktu abis gue lahir kan itu hari kelahiran lo jadi saat itu mau nyari temen kebetulan liat lo baru brojol gue catet lah tuh di dedaunan kering tanggal lahirnya," jawaban Rama berhasil membuat Bila dan Alika tertawa.


"Receh banget sih lo," ucap Alika.


"Kalau gue jadi dollar gak mungkin ketemu kalian," jawab Rama.


"Njirr itu mah ngatain jatohnya," ucap Aji tak terima.


"Udah ji emang dasarnya receh mau jadi dollar susah," ucap Noval.


"Ah lu berdua mentang mentang cakep gaada niatan nyumbangin kegantengan?," ucap Esa.


"Daripada nyumbang kegantengan mending pesen makan yuk," ajak Noval.


"Kalian mau pesen apa bilang ke Bila, biar dia yg chat gue," Noval dan Esa beranjak untuk memesan makanan.


"Nih handphone lo," Rama mengembalikan lagi handphone milik Alika.


Tiba-tiba ada notifikasi yang menyatakan bahwa pembayaran berhasil.


"Apaniiih?? kok tiba shopee pay gue nambah keranjang gue kosong???," tanya Alika.

__ADS_1


"Udah di isiin shopeepay lo sekalian check out beberapa barang yang menurut gue penting, itu udah lama berjejer gak dibeli-beli"


"Ko banyak bangett kenapa? gue ganti deh semuanya yaa," ucap Alika tak enak.


"Gapapa lagi kesambet aja kayaknya" jawab Rama.


"Heh! "


"Ramaaa gak sekalian kesambet nya check out punya gue juga? " rengek Bila namun dirinya hanya berakting.


"Bener-bener aneh lo Ram, tapi makasih banyak"


"Iya sayang" ucap Rama


"Heh!" Alika memukul lengan Rama dengan kertas dihadapannya.


"Udah gue check out in masih aja galak," ucap Rama.


"Dalam rangka apa? gue punya uang sebenarnya tapi kenapa lo yang malah isiin shopeepay gue?," tanya Alika tak mau hutang budi.


"Dalam rangka merayakan gue yang baik hati dan tidak sombong demi menghabiskan uang jajan gue yang udah gue simpan baik-baik dan demi kebaikan hati lo yang udah mau berteman dan membantu mengerjakan tugas katak," jawab Rama.


"Tapi gue ikhlas Ram, gak perlu pake kayak gini," jawab Alika.


"Gue juga ikhlas, udah kek terima aja bisa?," singkatnya Rama tak mau mendengar Alika menolak pemberian darinya.


"Emmm iya makasih deh tapi lain kali bilang dulu, gue gak mau merepotkan," jawab Alika.


"Gue juga tau lo punya uang buat beli apapun tapi kali ini gue cuma mau liat keranjang shopee lo bersih itu aja," jawab Rama dengan cengengesan.


"Sepertinya OCD," sindir Bila.


"Udah jangan mode haru gini, yuk makan kita traveling abis pulang sekolah," ucap Aji.


"Kemana???," tanya Bila bersemangat.


"Bali," jawabnya.


"Serius, pake pesawat atau jalur darat?," tanya Bila sekali lagi.


"Jalur Google Maps, bwhahahahhaha", jawaban Aji berhasil membuat semuanya gaduh dan kesal dengan jawaban itu.


Bila melempar Aji dengan tas milik Noval.


"Kasalll pacarnya si Noval," ucap Aji.


Mereka sama-sama menikmati sarapan dengan bumbu - bumbu kisah remaja yang entah akan terulang atau tidak.


Disatu sisi Bila mengkhawatirkan Noval mendekati Alika tapi disisi lain ia tau kalau Rama juga menyukai Alika sedangkan Raffa masih terlihat ragu-ragu.


***


Lia meminta Alika menemuinya di taman dekat lapangan Basket.


"Ada apa?," tanya Alika.


"Lo itu cewek jangan sana sini mau heran deh, lo rebut Raffa dari gue, sekarang deket sama iel dan ternyata Noval mau lo embat juga? gak sadar diri kayak cewek murahan lo," ucap Lia.


"Li selama ini gue merasa baik-baik aja sama mereka, batas wajar pertemanan kita masih jelas, garis garis yang gak bisa tertembus jelas gue kasih tau ke mereka, selama ini lingkungan pertemanan gue luas Li dan kenal sama orang di setiap tempat adalah hal wajar, "jawab Alika.


" Iya pertemanan lo luas sampai melupakan gue! sudi berteman lagi sama lo yang hobinya nyakitin, merebut, dan gatel" ucap Lia.


"Terserah lo Li, selama ini gue diem karena gue masih mau memperbaiki pertemanan kita tapi ternyata salah, gue selalu buruk dimata lo, gue pamit dan satu hal pasti cewek gatel itu boleh lo tunjukin ke gue tapi jangan sekali kali lo menghancurkan hubungan dengan orang lain lagi hanya karena lo mau pusat perhatian itu tertuju ke lo, silahkan cari perhatian sebanyak mungkin, "jawaban Alika sangat menohok sekali dan berhasil membuat Lia introspeksi diri namun tidak memperbaikinya.


Alika bukanlah Protagonis yang lemah...


" Menjaga hubungan pertemanan sangat penting, jika salah satunya  hanya ingin menjadi pusat perhatian maka hanya akan membuat sebuah drama seolah olah paling tersakiti"


Bersambung...........


Thank you


Luv


Bye


Good luck

__ADS_1


Nantikan lagi kalau ingin ya bye


__ADS_2