Aliran

Aliran
Sembilanbelas


__ADS_3

Happy Reading Y'all


<3


Alika dan Raffa menghampiri Bila yang sudah geram dari tadi.


"Eh kalian berdua semalem abis ngapain?," tanya Bila.


Raffa diam, tak mengerti maksud Bila.


"Gu-gue?," tunjuk Raffa pada dirinya sendiri.


"Iyalah kalian, bisa-bisanya malam mingguan gak ngajak," ucap Bila santai, kini ia tak lagi canggung dengan Raffa setelah mengenal sikap Raffa yang sesungguhnya.


Alika segera membekap mulut Bila.


Bila memberontak ."Ih cepet lo berdua selesaikan bedah membedah ikannya, gue mau main."


"Sana," usir Raffa.


"Arghhh maksud gue mainnya berdua sama Alika," ucap Bila geram.


Raffa menatap Alika. "Kemana?"


"Kepo!," jawab Alika sedangkan Raffa meliriknya sinis.


"Si Raffa nyeremin juga kalau kesel," pikir Alika.


Usaha yang dilakukan Alika tak sepenuhnya berhasil untuk berdamai dengan rasa takutnya tapi setidaknya dia sudah berusaha menghilangkan ketakutannya.


Sebelum pulang mereka bertiga berbincang sebentar. Raffa berkali-kali menawarkan bantuan untuk membujuk ayahnya agar memindahkan Alika dari kelompoknya sedangkan Alika menolak dengan tegas, karena yang Raffa lakukan memang membantu Alika tetapi hanya akan menimbulkan masalah lain, Alika tak pernah mau bermasalah disekolahnya.


"Al ayolah ajak Rama sama temen-temennya, gue mau PDKT sama Rama," pinta Bila.


Alika menolak, ia tak mau mengajak duluan pria untuk menemaninya.


"Gak mau! Nanti mereka kepedean Bil,"


Raffa bertanya-tanya siapa Rama yang mereka maksud.


"Ih lo kan bisa tuh PDKT juga sama Noval, kesempatan loh berhubung mereka juga lagi ngumpul tadi gue liat story Instagramnya." Bila menyakinkan Alika.


"Bener juga sih seengaknya gue pernah main atau ngobrol sama Noval," ucap Alika antusias.


"Enggak!," ucap Raffa.


"Hah?," Bila dan Alika menoleh bersamaan.


"Enggak ini gue lagi vn temen," alibi Raffa dengan bodohnya.


Alika mencoba menelpon Rama.


"Hallo Ram, lo lagi free kan? "


"Iya boleh, mau jalan kemana share loc gue kesana sekarang,"


"Gercep juga lo, bisa tau apa yang gue maksud,"


"Gue kan bisa nerawang isi hati lo,"


Alika segera mematikan telponnya bisa-bisa Rama menjadi gila dengan gombalannya.


Ada rasa tak suka di benak Raffa namun segera menepis tak peduli, toh Raffa juga sedang PDKT dengan seseorang.


Raffa sedang menyukai seseorang, dan dirinya mencoba untuk memiliki wanita itu, semoga saja wanita itu bisa menerima Raffa. Untung saja Alika diketahui sedang mengagumi Noval dan tak menaruh rasa pada Raffa sehingga keduanya tak akan saling tersakiti atau bahkan saling menyakiti.

__ADS_1


Rasa nyaman yang sama-sama mereka rasakan mungkin saja karena rasa kasihan atau peduli sebagai sesama manusia.


"Raff makasih buat semuanya," Alika tersenyum manis.


Aduh bikin jantung gak aman aja.


Alika dan Bila berpamitan kepada Fira dan Hari kemudia beranjak pergi.


Sekalian saja Alika menyuruh Rama membawa laptop untuk mengerjakan presentasi besok,karena dirinya telah berjanji mau membantu Rama.


Di lain tempat Rama sedang bersiap rapih namun ketika melihat ayahnya sedang bersama seorang wanita di ruang tamu membuat mood nya hancur sehingga Rama tak berniat berpamitan dengan sang ayah.


"Mau kemana kamu?," tanya sang ayah dengan nada tinggi.


"Main," jawab Rama singkat.


"Kemana?,"tanyanya lagi.


"Ada apa sih pah? Biasanya juga gak pernah nanyain atau lagi caper sama cewek baru papah?," ucap Rama kemudian mendapat tamparan di wajahnya.


PLAk!


"Kurang ajar, saya merawat kamu supaya kamu berguna daripada ibu kamu yang pergi tanpa pamit, gak tau diri," ucapan sang ayah melukai hati Rama.


Sejak kecil dirinya tak mendapat kasih sayang sang ibu, tapi di hati Rama tersirat jika sang ayah selalu berlaku kasar sehingga ibunya pergi dari rumah.


"Mama gak salah yang salah itu saya, karena hadir di keluarga ini," ucap Rama mengambil kunci motornya dan segara melaju cepat menuju lokasi yang dikirimkan Alika.


Rama dikenal playboy karena kerap kali memiliki kekasih lebih dari satu tapi justru Rama dikhianati lebih dulu oleh perempuan-perempuan yang dekat dengannya, namun nama yang tercoreng hanya Rama.


Kasih sayang seorang perempuan yang ingin Rama dapatkan dari kekasihnya justru menjadi pengkhianatan yang nampak seperti de javu dalam hidupnya mengingat sang ibu pergi dari rumah dan tak kembali.


Alika dan Rama adalah dua orang yang sama-sama memiliki luka tersembunyi dalam hidupnya yang jarang diketahui orang karena selalu tersembunyi dibalik wajah ceria.


"Ji mana si Rama?," tanya Noval pada Aji.


Noval, Aji, dan Esa telah lebih dulu tiba ditempat yang dikirimkan Rama.


"Sa mana Rama?," tanya Aji pada Esa.


"Duh pusing gue berhadapan sama kalian," ucap Alika.


"Sekarang nikmatin aja liburannya ya tuan-tuan dan nyonya-nyonya gue mau ke sana dulu." Lanjutnya.


Alika menghampiri rumah pohon disusul Noval dibelakangnya.


Aji dan Esa berniat menyusul mereka namun segera dicegah oleh Bila.


"Kalian berdua temenin gue disini," perintahnya.


"Sadis bener, giliran ada Rama lemah lembut," sindir Aji.


"Biasalah!" ucap Esa menanggapi.


"Gue kesini mau menenangkan diri eh ketemu kalian jadi gila gue," ucap Bila.


"Tergila-gila kali," goda Esa.


Bila ingin muntah mendengar penuturan Esa.


"Geng lu isinya buaya cap kaki lima, mulutnya manis-manis bener tapi hatinya pahit," ujar Bila.


"Dih gak tau aja kalau kita SETIA," ucap Aji.


Kemudian Esa dan Aji berbicara barengan "Setiap Tikungan Ada!,"

__ADS_1


Bila bergedik ngeri dengan mereka.


Sambil foto-foto dan membuat story.


Aji dan Esa di paksa jadi tukang foto dadakan, bukan hanya satu kali saja foto yang Bila ambil tapi hampir seratus, duh Aji dan Esa bisa gila menghadapi Bila bak foto model ini.


Tak bisa mereka pungkiri bahwa Bila sangat cantik dengan penampilan yang luar biasa dan wajah yang sedikit di poles agar nampak segar berbeda dengan Alika yang tak memperhatikan penampilannya, masa bodo ia tak mood memperhatikan penampilan setelah pagi tadi ada sedikit masalah di rumahnya.


Pergi adalah caraku untuk terbebas


Bukan ragaku yang bebas


Tapi pikiranku


Karena ragaku tak pernah jauh dari penjara yang di buat senyaman mungkin


Rama melihat Noval sedang bercengkrama bersama Alika disebuah rumah pohon, ia segera naik keatas kemudian duduk diantara Alika dan Noval.


"Ih ganggu aja lo," ucap Alika.


Rama tak suka mendengarnya, Alika tak peka bahwa Rama tidak merelakan Alika berdekatan dengan Noval sekalipun Rama mengetahui bahwa Alika mengagumi Noval duh rasanya tak ikhlas.


"Gue turun dulu, mau nyamperin mereka dibawah kayaknya asik, sekalian mau beli minuman," ucap Noval.


"Dari tadi kek," ucap Rama.


Alika menggeplak tangan Rama.


"Aww! Sakit Alika, tega lo," ucap Rama.


Alika merasa bersalah kemudian mengusap tangan yang barusan ia pukul.


"Maaf ya Ram gak sengaja, abisnya gue kesel orang lagi PDKT di ganggu," ucap Alika.


Kemudan Rama membuka topi yang menghalangi wajah tampannya.


Alika sempat terkejut melihat pipi Rama yang merah, tak disengaja tangannya menyentuh pipi Rama.


Rama memegang tangan Alika sedetik mereka bertatapan kemudian Alika menurunkan tangannya dari pipi Rama.


"Duh maaf Ram, itu pipi lo abis ditampar siapa? Lo abis putus dari pacar yang mana?," tanya Alika.


"Bokap gue," jawab Rama mengalihkan pandangannya kemudian mengambil tas nya dan memberikannya pada Alika.


Alika diam mematung, ada permasalahan apa Rama dan keluarganya? Ia yakin mungkin saja Rama yang berbuat salah.


"Cepet kerjainnya gue mau tiduran bentar," ucap Rama.


"Gue mau bantuin lo bukan berarti tugas lo gue kerjain semua," ucap Alika.


"Mau bantuin atau enggak kalau enggak ya gak usah" ucap Rama dengan nada dingin.


"Duh tadi Raffa sekarang Rama, serem banget sih mereka," pikir Alika.


"Iya iya gue bantuin,"


Bila menatap Rama dan Alika dari bawah.


"Bil lo sama gue aja, Rama udah milih Alika," ucap Noval serius.


TBC........


"YAUDAH"


11.21 A.M

__ADS_1


__ADS_2