
Happy Reading Y'All
Selamat Datang di Dunia storywd Berselancar ditengah ombak yang pasang
________________________________________________________
Pertemuan Alika dan Raffa di taman hari itu menjadi pertemuan terakhir di bulan ini karena setelahnya Alika sudah jarang mengikuti les. Jika les pun dirinya tidak pernah bertemu dengan Raffa karena beda sesi.
Baguslah karena itu yang keduanya mau yaitu MENJAUH.
"Kayaknya tahun ini menjadi tahun yang banyak pelajaran, setiap harinya selalu ada aja kejadian yang menguras hati dan pikiran, semoga selalu ada kebahagiaan," ucap Alika sebelum keluar dari rumahnya.
"Alikaaa!!," teriak Alina di balik pagar.
Alika menghentikan motornya kemudian kembali ke halaman rumah.
"Apa?," tanya Alika.
"Gue ikut," ucap Alina.
"Gak salah?," tanya Alika.
"Enggaklah, lo kan kakak gue," jawab Alina.
"Eh akhirnya di akui," jawab Alika.
"Yuk, keburu telat," ucap Alina kemudian mereka melajukan kendaraannya sampai akhirnya berada di tempat parkir SMA.
Rama menghampiri interaksi kakak beradik yang sedang berbincang entah apa yang mereka bicarakan.
Tiba-tiba Rama memegang kepala Alika.
"Nah anak baik sekolah yang rajin ya,," ucap Rama.
"Singkirin tangan lo atau gue patahin," Alika bercanda dengan perkataannya.
"Eits serem amat lo, yuk ke kelas udah masuk simulasi," ucap Rama.
"Kelas kita beda Roma!," ucap Rama.
"Tidak Ani kelas kita bertetangga," jawab Rama, keduanya sama-sama tertawa dengan ketidakjelasan keduanya.
"Aneh lo berdua, udah ya kak Rama dan Alika gue ke kelas dulu," jawab Alina.
"Iya adik," ucap Rama.
"Dia adik gue kali bukan adik lo," ucap Alika.
"Adik kita berdua," jawab Rama.
"Ah mulut lo harus di isolasi supaya bersih dari virus mulut buaya," jawab Alika.
Rama hanya menyunggingkan senyumnya.
"Hayo ngapain senyum," ucap Alika membalikkan badannya menatap Rama.
Yahh ketauan deh gue.
"Gak, tadi cuma gatel aja," jawab Rama dengan sejuta alasan yang tak nyambung.
Hari ini simulasi untuk ujian berjalan lancar.
Alika dan Bila tengah bingung dihadapkan dengan pilihan jurusan dan universitas.
"Bil kira-kira gue bakal keterima SN gak ya? aduh takut banget," ucap Alika.
"Lo yang cerdasnya sekelas albert Einstein aja takut lah gimana gue, nangis batinku," jawaban Bila tidak menenangkan.
"Ah lo jangan pesimis gitu lah," ucap Alika.
__ADS_1
"Ya elo juga kali, mending fokus les lagi terus fokusin ke latihan tes buat masuk perguruan tinggi," kata Bila.
Alika mengangguk saja.
"Kenapa lo selalu satu sesi les sama gue? biasanya bareng Raffa, kalian berdua break up?," pertanyaan Bila membuat Alika tersedak.
"Sembarangan, putus? haha lo kira layangan, siapa juga yang jadian," ucap Alika.
"Maksudnya break up temenan," jawaban Bila seketika membuat pipi Alika memerah.
"Bwahahahahahahha salting kan lo, makannya tanyain dulu baru jawab," ucap Bila.
"Halah sialin lu," ucap Alika.
"Tidak boleh mengumpat seyeng, jaga tutur kata mu," ucap Bila.
"Iya kan tadi juga di pelesetin," jawab Alika.
"Ngeles aja lu, mending nge les beneran yuk," ajak Bila.
Rama, Noval, Aji dan Esa baru saja keluar kelas kemudian langsung menghampiri dua gadis yang tengah berbincang ria.
"Gimana mutilasinya beb?," tanya Aji.
"Ah nangis batinku, simulasi Ajiiii!," jawab Bila.
"Eh kamu mau aja di panggil beb sama ni kurcaci," ucap Noval.
Bila tak memperhatikan kata beb di akhir yang Aji ucapkan.
"Ya ampun siapa yang manggil beb, enggak ada padahal," jawab Bila.
"Selamat Ji lo udah masuk ke lingkaran segitiga bertua," ucap Esa menepuk nepuk pundak Aji.
"Iya gue keceplosan ya kan beb," ucap Aji.
"Bi?? lu kata gua babi?," Ucap Alika.
"Maksudnya Bibi, lo kan pandai mengurus rumah jadi sekalian aja," Rama meledek Alika.
"Ya kalo gua gak bisa ngurus rumah di marahin sama nyokap dong," Alika keceplosan untung saja teman temannya menganggap biasa saja.
"Gakpapa kalo di rumah kita nanti sewa pembantu aja biar lo gak ngurus rumah," ucap Rama.
"Uooo mual gue dengernya," ucap Bila.
"Rasa rasanya kayak naik mobil pake stila jeruk, mau muntah," ucap Esa.
"Gue udah gak bisa berkata-kata lagi sih," ucap Noval.
"Izin leave grup sih kalo kata gua mah," Aji ikut-ikutan mengompori.
"Please mulut Rama harus di isolasi ngeri dari hari ke hari, mau nambah berapa mangsa lagi lo? yuk bertaubat jangan mainin cewe," ucap Alika.
"Yah pada gak percayaan banget kalo gue yang di selingkuhin," ucap Rama.
"Alasannya karena lo terlalu cakep? terlalu baik? halah basi banget, apaan sih selingkuh gak jelas tuh manusia, nyeselnya diakhir lah, karena semua manusia ujungnya sama punya sifat baik dan buruk," ucap Bila.
"Udah ya beb jangan emosi, aku gak akan selingkuh kok kalem," ucap Noval.
"Ya kalau lo selingkuh gue kasih ke harimau aja sih gampang, mainin sahabat gue awas aja! " ucap Alika.
"Serem banget," timpal Rama.
"Ya kalau gak mau nanggung konsekuensi jangan selingkuhlah apaan gak jelas banget," sinis Alika.
"Hey lo kok ikutan emosi," Rama mengelus kepala Alika agar membuatnya diam.
"Yuk bubar, saatnya tidur siang dan menikmati waktu sebelum lulus," ajak Aji.
__ADS_1
"Bye guys gue mau les," ucap Bila menarik Noval dari hadapan mereka.
"Gue gak les dulu ada urusan Bil, nanti izin aja ya bye," semuanya berpamitan pulang.
Alika menuju ke rumah sakit, ia memberanikan diri untuk mengecek kondisi kesehatannya.
Awalnya ia tidak memperdulikan perkara kesehatannya tapi ternyata sumber permasalahan itu muncul karena penyakit itu.
Sebisa mungkin Alika mencari dokter yang tidak mengenal kedua orang tuanya.
"Aduh antrian nomor 10, lama pasti" ucap Alika.
Dirinya menunggu sendiri di ruang tunggu bersama beberapa pasien lain yang berbeda tujuan dengannya.
"Gue harus jadi dokter jangan melulu jadi pasiennya, siapa tau mama sama ayah jadi berubah," ucapnya.
Biasanya di saat seperti ini ada Raffa yang entah dari mana datangnya, namun kali ini deru nafasnya pun Alika tak merasakannya.
Ada seseorang yang sedang meyakinkan dirinya dengan kehadiran Alika di rumah sakit ini sendirian.
"Itu Alika? Siapa yang sakit?," pertanyaan itu berputar di kepala seseorang yang menangkapnya dari kejauhan.
Pria itu menghampiri Alika.
"Al," sapanya dengan menetralkan raut wajah.
Alika terkejut bukan main dirinya merasa seperti orang yang tertangkap basah melakukan kejahatan padahal aslinya tidak.
"Jangan kaget gitu, siapa yang sakit?," tanyanya.
"Gak ada," jawab Alika gugup.
Aduh jawaban gue aneh banget masa ke rs gak ada yang sakit sih.
"Hmm boong banget, sakit?," tanya Noval.
Pria itu ternyata Noval yang sedang menjemput neneknya kontrol rutin. Noval memang hanya mengantar Bila dan setelah itu langsung pergi ke rumah sakit.
"Enggak tau kan belum diperiksa," jawab Alika.
"Oh iya, seriusan gakpapa?," tanya Noval memastikan.
"Iya, cuma cek kesehatan rutin aja," alibi Alika.
"Kalau ada apa-apa jangan lupa kasih kabar kalo gue masih lo anggap teman," ucap Noval.
"Iya dah iya, udah sana bentar lagi gue masuk ke ruang pemeriksaan," ucap Alika.
Noval ragu untuk mempercayai tapi yang pasti ia tidak tinggal diam dengan kejadian kebetulan hari ini.
"Hanya dengan merayu tidak akan mendapatkan hati karena rayuan hanya sampai di mulut dan tersendat disana"
To Be Continued.....................
Akhirnya balik lagi,
Kejadian akhir akhir ini banyak pelajaran dan hikmah yang luar biasa
Stay Cool
Stay Kiyowo
Stay Safe
Stay Strong
Stay menghadeh + Cape
Bye bye sampai jumpa jika ingin 💓 (^_-)
__ADS_1