
"Yang pernah dekat tiba-tiba menjadi asing, yang sebelumnya saling bertatap bahagia kini bertemu pun saling melempar wajah, hanya ada getir senyum tak tulus, karena tak ingin saling tau jika keduanya sama-sama tersakiti"
Happy Reading Y'All
Selamat Datang di Dunia Storywd
Berselancar ditengah ombak yang pasang
___________________
Alika sudah keluar dari ruangan dokter yang beberapa saat lalu memeriksanya.
"Gimana al? apanya yang sakit? kepala? pundak? lutut? atau kaki?," tanya Rama.
"Malah nyanyi lagi nangiss hahaha," ucap Alika.
"Nangis kok ketawa, jadi apanya yang sakit?," tanya Rama.
"Tapi lo jangan ember mulutnya," ucap Alika.
"Iya apa kenapa? mulut gue bukan ember tapi sexy," ucapnya.
"Halah kesel dengernya," jawab Alika mendengus kesal mendengarkan tingginya tingkat percaya diri Rama.
"Jadinya sakit apa? gue khawatir nih," kata Rama.
Alika bingung harus menyampaikan perihal penyakitnya ataukah tidak perlu sama sekali. Ibaratnya Rama itu bukan siapa-siapa selain hanya seorang teman untuknya.
"Ada masalah sama salah satu bagian di tubuh gue , semoga aja bisa pulih lagi kalaupun enggak yaudah gakpapa gue titip Alina aja sama lo jagain ya," ucap Alika.
"Apaan sih , udahlah omongan lo tuh gak pernah bener ngaco terus, cari makan dulu terus minum obatnya, sini resep dari dokternya biar gue yang ambil, lo tunggu aja di mobil," ucap Rama.
"Wait.. tumben bawa mobil kesambet apa nih," sindir Alika kepada Rama yang katanya sudah malas bawa mobil.
"Gue bawa lo pulang dari rumah sakit gak mungkin naik motor yang ada malah tambah sakit karena masuk angin,"ucap Rama.
Alika menyerahkan resep obatnya sedangkan Rama segera membiarkan Alika untuk menunggunya di mobil.
Alika merenungkan sesuatu hal yang baru diketahuinya hari ini.
"Ternyata bener ada masalah sama jantung ku dari sejak umur 5 tahun, kuat ya al it's okay, apapun itu penyakitnya harus mencoba untuk bertahan demi diri sendiri, meskipun support system aku udah pergi lebih dulu, Miss u s bad grandma," ucap Alika menenangkan dirinya.
Mencoba memejamkan matanya sejenak sebelum Rama kembali tapi terlintas perasaan bersalah alika kepada Rama.
Rama yang selama ini mencintainya dengan tulus tanpa pernah meminta Alika memaksakan membuka hati untuknya, tapi Rama sering dikecewakan sangat jelas oleh Alika.
Berkali-kali hanya dianggap sebagai seorang sahabat dan berkali-kali juga hanya dianggap sebagai kakaknya.
__ADS_1
"Apa gue terlalu jahat ya buat ada disekitar Rama?," Alika hanya bertanya kepada dirinya sendiri.
Pasalnya Alika bukanlah orang bodoh yang tidak merasakan apapun ketika Rama mendekatinya, sudah pasti Rama punya perasaan lain kepada Alika walaupun Alika tidak merasakan apapun.
"Al jangan melamun gitu kali," ucap Rama membuyrakan lamunan Alika.
"Eh sejak kapan masuk?," tanya Alika heran.
"Yaampun mbak kalau mau saya antar ke dokter THT dulu ya ayok, budek nya kok gak ilang-ilang," jawab Rama.
"Ngatainnya sampe banget ke tulang rusuk, yaudah yuk pulang,"ajak Alika.
"Makan dulu kalau di nanti-nanti gue yakin lo akan lupa makan," ucap Rama.
"Yaudah lah ngikut aja ," jawab Alika memilih untuk diam dan nurut saja.
Mereka berdua sampai di restoran ayam bakar, karena beberapa saat lalu Alika diberikan opsi dan dia memilih ke tempat ini.
"Al bokap katanya mau ngomong sesuatu sama gue jadi terpaksa gue izinin dia kesini dan dia udah ada di dalem nungguin gakpapa kan kalau makan bareng? kalau gak mau atau kurang nyaman gue batalin aja gak akan kenapa-napa kok," Rama memberitahunya terlalu mendadak tapi Alika tidak bisa menolak.
Alika berharap hubungan antara ayah dan anak ini bisa membaik seterusnya.
"Iya gakpapa kok, papah lo gak nakutin jadi gue gak keberatan apapun," ucap Alika.
Mereka berdua berjalan kedalam restoran kemudian bertemu sang ayah dari Rama.
Alika menyapa Papahnya Rama lebih dulu dengan tersenyum manis karena dulu Rama pun pernah mengenalkan Alika jadi ini bukan kali pertama pertemuan keduanya.
Rama sih mendengar itu senang-senang saja tapi sudah dipastikan Alika akan tertekan mendengarnya.
"Om cuma bercanda kok nak, yaudah silahkan kalian duduk makanan nya sudah dipesankan ," ucap sang ayah.
Alik hanya tersenum kikuk.
"Astaga bokap lo ngadi-ngadi Ram," bisik Alika kepada Rama.
"Ya kalau lo mau hayu gaskeun," jawaban Rama membuat Alik ingin segera kabur dari tempat ini.
"ngaco lo,"jawab Alika.
"Udah jangan bisik-bisikan gitu," Papa nya Rama langsung menghentikan aksi dua anak muda dihadapanya.
Setelah menghabiskan makanannya Rama segera menyuruh Alika untuk meminum obat yang sdah dibawakan tadi.
"Kamu sakit apa nak?," tanya papa nya Rama.
Alika tidak mau orang lain mengetahuinya, tapi siapa tau saja dengan menyampaikan penyakitnya ayah Rama akan berhenti berharap kepada Alika sebagai calon menantunya,
__ADS_1
"Alika punya permasalahan jantung om," jawab Alika dengan santainya.
"Itu penyakit yang serius, Ram kamu harus bisa jagain Alika dengan baik," pesan ayahnya.
"Udah pasti," jawab Rama. Sebenarnya Rama sangat terkejut dengan fakta yang baru saja ia dengar.
Penyakit yang dulunya sempat menghantui pikiran Rama karena kakek dan neneknya harus meninggal dengan cara terkena serangan jantung.
Kini pikiran dan rasa ketakutan itu muncul lagi dalam dirinya.
"Gue pasti akan selalu jagain lo Al, meskipun gue hanya akan dianggap sebagai sahabat,"
Semoga aja bokapnya Rama berhenti berharap lebih sama gue.-pikir Alika
"Oh iya jadi papa mau ngomongin apa?," tanya Rama.
"Sebentar lagi kelulusan dan kamu belum bilang mau masuk kampus mana, kalau gitu papa udah siapin kampus terbaik di california dan sydney tinggal pilih aja kamu nyamannya dimana," ucap papa nya.
"Please stop pah, aku mau stay di Indo ," jawab Rama dengan sedikit emosi.
"Tenang, bicarain baik-baik keinginan lo jangan sampai emosi didahulukan," ucap Alika menenangkan Rama , mengelus pundak Rama agar ia tenang.
"Papa belum selesai bicara, tadi itu hanya pilihan,"
"Rama mau stay di Indo, soal kampus aku udah nemuin yang cocok dan kalau jurusan udah pasti bisnis," jawaban Rama sedikit menenangkan sang ayah karena Rama dipastikan akan menjadi pewaris seluruh bisnis keluarganya.
"Yasudah terserah kamu, papa pamit dulu," Papa nya Rama pamit dari sana sedangkan Rama masih ingin berbincang dengan Alika.
"Yuk pulang," ajak Alika.
"Makasih ya," ucapRama.
"Salah kali yag harusnya bilang makasih kan gue," ucap Alika.
"Al mau berobat kan biar sembuh total, gue temenin ya,"
"Harusnya lo jauhin gue loh karena gue anaknya penyakitan dan nyusahin," jawab alika.
"Apansih mulut lo tuh harus di filter," jawab Rama.
"Kalau perlu kita cari dokter terbaik," jawab Rama.
"Udah Ram jangan terlalu berlebihan, gue sakit katanya dari kecil dan kemungkinan buat lepas dari penyakit ini itu sulit jadi biarin aja semestinya dan berobat juga ya rutin check up aja," jawab Alika dengan santainya karena tidak mau Rama merasa kasihan dengan dirinya.
"Seperti biasa dengan sikap yang batunya ini gak mungkin mau gitu aja," ucap Rama.
"Yaudah kalau gitu besok gue punya kejutan buat lo,"ucap Rama.
__ADS_1
TO BE CONTINUED.............
TERIMA KASIH TELAH MEMBACA ..