Aliran

Aliran
Tujuh


__ADS_3

Happy Reading Y'all


"Mari berteman dengan melibatkan perasaan" - Kalimat itu kan yang kalian mau.



"Kirain ayo jadi istri gue," ucap Rama yang mendapat pukulan di tangannya dari Alika.


Rama meringis kesakitan namun tak Alika hiraukan.


"Kelas tetangga, gue pinjem Alika dulu ya," teriak Rama pada siswa yang berada di kelas Alika.


"Sialan lo malu-maluin aja," ucap Alika.


Mereka berdua hendak pergi ke perpusatakaan dan tak lupa ia menyeret Alina bersama karena ada hal yang ingin ia tanyakan pada adiknya.


Rama bingung mengapa dirinya melihat Alina di samping Alika, keduanya tak terlalu mirip kecuali nama yang hampir sama.


Rama hanya sebatas kenalan Alika karena satu angkatan namun Rama selalu meminta bantuan pada Alika ya mau bagaimana pun Alika harus membantu siapapun yang sedang kesusahan. Apalagi membagikan ilmu atau hanya sekedar mendengarkan cerita teman-temannya.


Ia selalu berhasil membuat orang-orang nyaman di sekitarnya namun tak jarang juga ada yang bergosip bahwa Alika hanya cari perhatian dan bermuka dua, sempat ia masukan ke hati ucapan mereka namun kembali tak ia hiraukan, bukannya ketika ada orang yang membicarakan buruk tentang kita hanya karena mereka tak mengenal kita dengan baik.


Alika sering mencoba mendekati orang-orang yang tidak menyukainya karena ia tak mau menganggap mereka orang jahat.


Ada salah seorang di kelasnya yang awalnya sangat dekat dengan Alika namun kini renggang karena sifat mereka berdua bertolak belakang, awalnya Alika memaklumi sikap anak itu namun lama kelamaan ia merasa hubungan pertemanan itu hanya membuatnya merasa sakit hati apalagi setelah tau bahwa ia selalu iri dengan pencapaian Alika.


Tetapi tenang saja masih ada Bila yang setia menjadi sahabat dekatnya meskipun Alika hanya tipis-tipis saja memberitahu kehidupannya kepada Bila, sedangkan Bila tak pernah menyembunyikan apapun karena ia sudah menganggap Alika seperti saudara kembarnya.


Heran mengapa Bila mau menjadi saudara kembar Alika padahal lebih cantikan Bila dari pada Alika. – pikir Alika


Kembali lagi ke perpustakaan, Rama sedang mencari buku sedangkan Alika dan Alina sedang duduk di pojok baca, di dalam perpustakaan di perbolehkan berdiskusi namun dengan nada yang rendah tak mengganggu pengunjung lain.

__ADS_1


Selesai sudah Rama mengambil buku Kimia, tak lepas pandangannya dari Alina dan Alina pun menatap heran kepada Rama, mengapa kakaknya selalu berteman dengan orang-orang yang famous di sekolah. Setelah menyadari bahwa kakaknya adalah salah satu murid terkenal akhirnya ia sadar " yasudah"-pikir Alina


"Dia siapa Al?," tanya Rama.


Keduanya menyahut karena Alika dan Alina kerap kali di panggil Al.


"Aduh maksud gue Alika," ucap Rama.


"Udah kan bawa bukunya?," tanya Alika mengalihkan pertanyaan Rama.


Alina kesal mengapa kakaknya ini tak mengenalkan dirinya kepada Rama siapa tau saja Rama menyukai Alina.


Sudahlah kakaknya ini sangat tidak asik diajak kerja sama masalah percintaan, yang ada dirinya di gantung di pohon toge jika meminta di kenalkan dengan Rama.


"Gue ke kelas lagi ya," ucap Alina.


"Wait.. itu adik kelas kok gak manggil lo kakak?," tanya Rama penasaran.


Setelah keluar dari perpustakaan Rama tak lagi menanyakan tentang Alina ya menurutnya tidak penting juga menanyakan adik kelas seleranya bukan adek-adek gemes.


"Nih novel nya," Rama memberikan novelnya kepada Alika.


Bila melihat Rama dan Alika sedang berinteraksi, tak menunggu lama ia menghampiri mereka.


"Ditinggal bentar malah ngilang kayak kang ghosting aja lo," ucap Bila.


"Aduh serem juga ternyata," jawab Rama.


Alika menatap keduanya sinis tak mau berbicara lama lagi akhirnya Alika menarik Bila meninggalkan Rama, toh kelas mereka tetanggaan jadi Cuma selangkah ini.


"Gue suka sama Rama eh yang akrab malah lo," ujar Bila.

__ADS_1


Alika tak mengalihkan pandangannya dari novel yang sedang ia baca.


"Gimana mau akrab sebelum ketemu Rama aja lo udah tremor duluan," jawab Alika.


Belum ada yang bisa mematahkan teori ini, dari dulu ketika seorang wanita menyukai pria pasti tak akan pernah bisa berdekatan, seperti ada aliran di tubuhnya yang menghentikan mulut untuk berbicara. Bukan sok jaim tetapi lidah selalu saja kaku untuk berbincang dengannya.


Seperti tak pernah ada topik bagi mereka agar bisa bersatu dan ujung-ujungnya mencintai dalam diam, bukan dalam diam sih lebih tepatnya mencintai tanpa ketahuan oleh sosok yang dicintai tetapi sebuah rahasia publik bagi teman-temannya.


Bila tak pernah merasa cemburu kepada Alika tapi di sisi lain ia merasakan iri karena lagi-lagi Alika mampu berbicara apapun dengan Rama. Mungkin sebentar lagi Bila bisa menghilangkan Rama dari hatinya tapi tidak dari pikirannya.


Alasan Alina meminta ayahnya membelikan baju itu untuk kegiatan ekstrakulikulernya, setelah mendengar itu Alika merasa tenang karena tak mungkin juga Alina berbohong kepadanya bisa-bisa di sate oleh Alika.


Biarpun dirinya selalu berbohong tentang perasaan yang sedang ia hadapi tapi ia tak mau Alina tertekan dan membiasakan berbohong tentang perasaannya. Jika dipikirkan Alika sudah terlalu jauh menyakiti dirinya sendiri.


Seluruh teman sekelasnya heboh karena ujian praktek Biologi di haruskan membawa ikan jika tidak ikan ya diperbolehkan juga membawa katak. Ujian kali ini di bagi-bagi kelompok berdasarkan absensi agar mudah memberikan nilai.


"Aduh ini kenapa anak-anak pada heboh sih Bil?," tanya Alika.


"Lo gak baca grup kelas?," tanya Bila.


Bersambung..........


Gimana bagian 7 ini sebenarnya ke uwu an nya masih di tunda karena harus berjalan dengan semestinya haha apaansih.


Sayang banyak banyak sama Alika.


Votement nya janglup ya tapi gapapa deh ada yang baca aja udah seneng itu artinya kita sehati eh maksudnya sepemikiran gak juga deh maksudnya ya gitulah.


Seneng kalau ada pembaca yang baca juga curhatan penulisnya.


bye bye besok

__ADS_1


__ADS_2