
Happy Reading Y'all
Storywd
_____________
Bersyukurnya keadaan Alika sudah membaik, hasil pemeriksaan mengatakan jika semakin hari kondisinya stabil.
Alasan Rama mengadakan acara makan-makan di rumahnya pun bukan tanpa sebab.
Sebabnya ialah sebelum memasuki ujian mereka akan sama-sama menghabiskan waktu SMA nya, berterima kasih karena kesehatan yang sudah diberikan dan menjadikan momentum untuk saling mengungkapkan perasaan karena esok lusa tidak tahu akan ada kejadian apa.
Entah itu setelah ujian lost contact, beda universitas, beda negara, dan keadaan lainnya yang memaksa mereka berpisah.
"Gak akan diizinin deh Raff," ucap Alika berdiri didepan gerbang rumahnya.
"Ya gak akan diizinin orang lo nya aja ngalangin gue buat minta izin," jawab Rama.
Alina datang menghampiri mereka berdua.
"Yaudah sih Al biarin aja siapa tau beneran diizinin, gue ikut ya," ucap Alina.
Rama tersenyum mendengar ide dari Alina.
"Good girl," ucap Rama.
"Yuk kak," Alina menarik tangan Rama.
Mereka berdua masuk lebih dulu. Sebelum Alika menutup gerbang papah nya Rama turun dari mobil.
"Selamat malam Alika," sapanya.
"Eh ada om juga? selamat malam,"
Ini nih laki-laki yang memegang ucapannya. Janji membawa ayahnya untuk meyakinkan ternyata bukan hanya ucapan belaka.
"Om boleh masuk?," tanyanya.
"Iya silahkan," ucap Alika.
Belum pernah sekalipun Alika membawa laki-laki kerumahnya bahkan bersama orang tuanya juga.
Pikiran Alika tertuju pada ketakutan orang tuanya akan marah.
Alika dan ibunya mempersiapkan minuman untuk tamunya.
"Kak kenapa kamu ajak laki-laki kerumah?," tanya sang ibu.
"Hari ini ada acara pertemuan temen temen di rumahnya Rama tapi Alika nolak karena Alika bilang gak akan diizinin sama kalian, jadi dia mau coba minta izin," ucap Alika.
"Kenapa kamu bilang kita gak pernah ngizinin?," ucap ibunya.
"Bukan gitu maksudnya tapi Alika cuma bilang kalian gak akan izinin,"
"Dia pacar kamu?," tanya sang ibu.
"Enggak mah, Alika gak punya pacar, dia cuma temen Alika kok," jawab Alikan jujur.
"Syukur deh, awas aja kamu," tegas ibunya.
"Iyaa,"
Mereka berdua menyajikan makanan dan minuman ringan diatas meja.
Alika akhirnya diizinkan bersama Alina. Tentunya orang orang yang ikut pun sudah dijelaskan siapa saja.
Menjadi seorang anak yang selalu diawasi tingkahnya itu sulit bergerak.
sulit untuk mengembangkan dirinya sesuai keinginan hati karena tugasnya hanya satu yaitu memenuhi keinginan orang tuanya.
*****
"Haiii Alikaaaa, I miss u," teriak Bila.
"Bil kita baru ketemu tadi pagi loh, sehat?," ucap Alika.
"Excited aja karena acara hari ini ada lo nya juga," jawab Bila.
"Biar gue absen ya, Aji, Esa, Noval, Bila, Rama, Gue, Alina, eh segini aja orang yang dateng?," tanya Alika.
"Circle kita cuma segini," Jawab Noval.
"Sepupu lo gak di ajak?," tanya Alika.
"Siapa?," Rama pura-pura tak tahu.
"Lia," jawab Alika.
"Al boleh gak gue ajak temen satu orang aja gabut nih, obrolan kalian nanti gak nyambung," pinta Alina kepada Alika.
"Boleh tapi ada syaratnya," ucap Rama.
"Apaan kak?,"
"Panggil Alika kakak, udah berapa kali juga dibilangin," Rama menasehati adik Alika.
__ADS_1
"Iya,"
Alina memanggil satu temannya yang sangat dekat juga seperti Bila kepada Alika.
Acaranya hampir berjalan lancar.
"Sini gue bantuin," ucap Rama.
"Dih, tadi siang aja bilang nya pokoknya lo yang harus masak gak boleh dibantuin," tutur Alika menirukan gaya bicara Rama.
"Hmm ya ya ya,"
Lia mampir ke rumah Rama tanpa memberitahu lebih dahulu. Mungkin kebiasaan juga karena mereka saudara, sayangnya waktunya gak tepat.
"Eh Kok ada acara gini gak ngajak gue sihhh," ucap Lia.
Dia belum menyadari kehadiran Alika, Alina, Bila dan temannya Alina.
"Widih wangi banget siapa yang masak? chef mana nih yang dipanggil ke rumah?," tanya Lia.
"Ada apa kesini?," tanya Rama.
"Gue cuma pengen main aja, soalnya si Raffa gak pernah lagi ikut acara keluarga jadi gak ada yang harus gue lihat disana," jawab Lia.
"Nanti aja deh mainnya lo pulang aja," Rama mengusir secara halus sepupunya ini.
Lia mulai curiga entah hal apa yang ada dipikirannya.
"Jangan-jangan lo mabuk mabukan ya?," tanya Lia.
"Sembarangan!,"
Alika dan Bila keluar dari dapur setelah membawa beberapa bahan masakan karena tema acaranya itu garden party jadi tidak di dalam rumah melainkan di halaman belakang.
Settingan tempat nya juga dibuat senyaman mungkin.
Set tempat masak, tempat makan berada di atas rerumputan yang telah di alasi kain.
Ada hiasan lampu beserta tenda-tenda yang sengaja dipasang untuk menghangatkan suasana.
"Oh ada anak itu pantesan aja lo ngusir gue," ketusnya.
"Sini Lia gabung," Ajak Alika.
Bila melirik Alika kesal.
Lagi dan lagi Alika kayak gini, padhal buat jauhin orang yang udah bikin dia sakit hati itu bagus buat kesehatan mental nya.
Gakpapa kalau orang itu tidak sejalan dengan lo gak usah lagi di gubris.
Sebuah penuturan yang menghantam dadanya cukup keras.
Kenapa selalu ada rasa kecewa di saat momen bahagia.
Rama menarik Alika ke taman sedangkan Lia sudah melangkahkan kakinya keluar.
"Adik lo cakep juga Al," ucap Esa.
"Kalau kakaknya cakep masa adiknya buluk gimana sih," jawab Alika.
"Gak jadi deh, adik lo ko buluk," ralat Esa.
Alina menggeplak tangan Esa.
"Aww sakit," ringisnya.
"Ternyata adek sama kakak sama-sama aja galak,"
"Selama tiga tahun lo jadi sahabat gue, baru tahu kalau Alina tuh yang ini," ucap Bila.
"I'm sorry, dia anaknya gak mau terlihat," ucap Alika.
"Tak kasat mata dong," jawab Esa.
Alina sudah siap-siap mau mencakar Esa yang mulutnya tidak baik hati.
"Wait... gue senior loh," jawab Esa.
"Kalau senior tapi gak punya adab kenapa harus disegani," jawab sahabatnya Alina.
"Adik kelas zaman sekarang ngeri boss," ucap Aji.
Mereka semua saling bertukar pengalaman, bertukar cerita dan keluh kesahnya.
"Al gue gak memutuskan untuk kuliah di luar negeri," ucap Rama.
"Tapi itu kesempatan bagus Ram,"
"Gue gak bisa ninggalin kota ini, rasanya berat,"
"Udah kayak rindu aja berat," jawab Alika.
"Nah itu maksudnya,"
"Hah?," tanya Alika.
__ADS_1
"Tenang aja lo pasti pulih lagi kok, kemarin aja dokter bilang kondisinya udah kembali normal, yang penting jangan mikirin hal hal berat," ucap Rama perhatian.
Namun perhatian Alika justru ke orang lain. Ia masih terpikir apakah Raffa dan Lia itu memiliki ikatan khusus atau Raffa beneran hanya terpaksa karena tuntutan kedua orang tuanya.
" Iya Ramaa thanks, I'm so grateful to know you and I'm so grateful to have you as a closefriend," ucap Alika.
"Kalau gue mau lebih dari sekedar closefriend gimana?," tanya Rama.
Alika seketika membeku, canggung dan bingung.
"Hahahhaha clam down girl, but I'm not kidding, I know your heart not for me, so don't worried sama kata kata gue tadi," ucap Rama.
Seketika Alika lega namun merasa bersalah.
"Mungkin kalau hari itu gue gak ketemu orang lain di taman saat keadaan buruk, bisa aja perasaan gue lebih banyak ke lo, tapi sayangnya mungkin gak bisa Ram, sepatutnya lo kecewa sama gue," jawab Alika.
Rama memegang pundak Alika.
"Hei come on, gue emang kadang ngerasa kecewa tapi bukan sama lo melainkan ke perasaan gue yang gak bisa jauh dari lo," Ucap Rama.
"Percaya dan yakin kalau suatu saat nanti kita akan sama-sama menemukan seseorang yang tepat, entah lo sama Raffa atau sama orang lain pun yang penting lo gak merasa tertekan lagi,"
Papah nya Rama datang dan langsung menyindir apa yang dilihatnya barusan.
"Makanannya sudah ditunggu tunggu eh ternyata chef nya lagi asik berduaan,"
"Yaampun maaf om, tolong seret aja Rama nya dia agak ganggu," ucap Alika.
"Iya sih dia anaknya suka ngawur kalau udah masuk ke ranah dapur, tapi gakpapa deh kalian lanjutkan aja obrolannya tapi jangan lupa masakan harus segera di sajikan"
Mendengar ucapan dari papah nya Rama membuat Alika bergegas untuk merapikan makanan di tempat yang sudah disediakan dan dibantu juga oleh anak anak yang lain.
Sesi makan sudah berakhir dan mereka sengaja saling melempar pertanyaan masing-masing bahkan dipersilahkan untuk menyampaikan kekesalannya.
"Gue dulu deh dari pada kalian ribut," ucap Alika.
"Makasih atas semuanya, momen terakhir di masa SMA ini akan selalu gue ingat dan maaf karena perkataan yang selama ini terlontar kadang nyakitin hati kalian, gue tau perbuatan gue juga terkadang bisa bikin kalian gak mood bahkan mungkin marah, untuk Noval makasih udah nemenin cerita cerita gue waktu kecil dan sekarang lo harus menjaga Bila dengan baik, Esa dan Aji adalah dua orang yang selama ini gue kira menyeramkan ternyata sangat sangat mengesalkan, hehe enggak deh canda, ".
" Lo berdua selalu jadi mood booster. Bil lo tau kan gue gengsian banget tapi untuk kali ini I just wanna say Love you to the moon and back my best friend forever, "Alika memeluk Bila dengan penuh rasa terima kasih.
" Dan untuk Rama, kalau ada kata yang lebih tinggi dari terima kasih maka akan gue nobatkan ke lo, gue punya pesan buat lo kalau suatu saat nanti kita beneran terpisah dan gak bisa ketemu, Rama Aziel harus kuat tapi tidak dengan emosian, kenyataan yang ada dikehidupan lo pasti menyakitkan sampai kapanpun tapi dengan menerima dan menjalani semuanya maka rasa sakit itu perlahan akan memudar, lo udah hebat karena biasa berdamai lagi dengan bokap lo, "
"Trauma boleh aja menyesakkan tapi tidak untuk menyiksa diri sendiri oke,"
Ucapan Alika sangat panjang sekali.
Tapi semua kalimatnya memang menyentuh.
Entah kenapa mereka semuanya merasa terharu mendengar penuturan Alika.
"Gue benci ucapan perpisahan tapi, di bumi ini gak ada satupun kejadian yang abadi, jadi gue juga mau bilang maaf dan makasih buat kalian semua yang selalu ada buat gue, gue orangnya gampang marah, sikap gue kadang terlalu berlebihan," ucap Rama.
"Aaaaaaaa totwit deh kamyu," ujar Esa.
"Gelii bambang!," ucap Bila.
***
Hari ini adalah acara ulang tahun sekolahnya. Semua siswa dan guru berkumpul dilapangan sekedar untuk memulai hari dengan olahraga ringan.
Karena kegiatan lomba ada didepan mata.
Sebenarnya kelas 12 sudah tidak banyak di libatkan lagi karena satu minggu lagi sudah akan meninggalkan sekolah karena ujian akan segera di langsung kan.
"Panas juga ya pagi ini," ucap Alika.
"Yaudah jangan ikut," saran Bila.
"Tapi ini momen terakhir di ulang tahun sekolah Bil,"
"Yaudah terserah lo.....," jawab Bila.
to be continued....
Bagaimana kelanjutan nya?
Apakah Alika akan menerima Rama? ataukah Raffa?
Karena akan ada momen paling membekas sebelum kelulusan.
Bagaimana pun ending nya nanti
Mereka pasti menerima.
Fenomena terjebak diantara friendship dan Relationship yang gak diinginkan banyak terjadi disekitar kita.
Ada banyak dari mereka yang sebenarnya tak memiliki rasa tetapi memilih untuk tetap bertahan karena alasan tidak mau menyakiti perasaannya.
Ada juga diantara mereka yang berteman dekat tapi salah satunya harus memiliki sebuah perasaan yang melebihi pertemanan.
Fenomena orang yang selalu merasa tersaingi padahal dirimu saja tidak sedang mengadakan kompetisi.
Tercermin pada Lia dan Alika.
Lanjut nanti yaa.... kapan kapan lagiii
__ADS_1