Amelie Sang Penjaga Jodoh

Amelie Sang Penjaga Jodoh
AKAN MEMPERTIMBANGKAN PERMINTAANMU


__ADS_3

"Pagi, Miss!" sapa para siswa yang berjalan di koridor sekolah saat bertemu dengan Amelie. Amelie membalas sapaan tersebut sambil tersenyum.


"Pagi, Miss Amelie."


"Pagi, Mam Becca," sapa Amelie setelah menoleh ke asal suara.


"Apa bisa datang ke ruangan saya?" tanya Rebecca.


"Tentu bisa, Mam. Setelah saya meletakkan buku buku ini, saya akan menemui Mam."


Amelie pergi ke ruang guru dan meletakkan buku buku yang ia pinjam dari perpustakaan minggu lalu. Ia berniat mengembalikan sebagian dan memperpanjang sebagian. Setelahnya, ia bergegas menuju ruangan Rebecca.


"Permisi, Mam."


"Silakan duduk, Miss Amelie," ucap Rebecca saat Amelie masuk ke dalam ruangan.


Amelie duduk di hadapan Mam Rebecca, menunggu.


"Ide kamu mengenai belajar di luar ruangan patut mendapatkan apresiasi. Seluruh pengajar menyambut baik ide ini dan para siswa juga senang karena mendapatkan suasana baru. Taman kita yang luas kini bisa terpakai untuk tempat belajar juga," ucap Mam Rebecca.


"Saya sangat senang mendengarnya, Mam. Saya sangat berharap anak anak bisa semakin semangat dalam belajar dan tidak merasa terbebani. Saya juga berharap kita meningkatkan kualitas pembelajaran, tanpa mengurangi jam belajar."


"Maksudnya?"


"Saya belajar dari saat saya mengajar di luar negeri. Mungkin ada sebagian yang bisa saya terapkan di sini. Anak anak membutuhkan waktu untuk diri mereka sendiri, terutama untuk mengasah bakat dan ketrampilan mereka. Kita menjejali mereka dengan berbagai macam materi setiap hari, tapi kalau mereka tidak senang dalam belajar, itu semua akan percuma."


"Saya berencana akan membangun sebuah gedung di area belakang sekolah. Di sana kita akan memfasilitasi mereka untuk mengembangkan minat, bakat, dan ketrampilan mereka. Mulai dari IT, berkebun, memasak, dan lainnya," lanjut Amelie.


Mam Rebecca tersenyum mendengarnya, "Memang tidak salah kalau kamu adalah putri Tuan Axelle. Pemikiranmu sungguh luar biasa. Kamu bahkan mementingkan bagaimana kualitas lulusan kita nanti, tak hanya memikirkan tentang uang," ucap Mam Rebecca.


"Apa artinya uang yang kita miliki, jika kita tidak bisa menggunakannya untuk hal yang baik dan bermanfaat. Saya akan membicarakan ini dengan Daddy dan akan segera mengabari Mam Rebecca."


"Baiklah, saya akan menunggu kabar baiknya," Amelie akhirnya keluar dari ruangan Mam Rebecca dengan perasaan senang karena ide idenya dengan mudah diterima oleh Kepala Sekolah. Kini ia hanya perlu membicarakan hal tersebut dengan Daddynya.


*****

__ADS_1


Mikael sedang menatap Leon dengan kesal. Kakaknya ini dengan mudah kabur dari rumah karena untuk kesekian kalinya Mommynya memintanya untuk menikah, dan ia juga tahu bahwa itu hanya akal akalan Mommynya agar Leon tidak terikat dengan pekerjaan di perusahaan.


Sementara dirinya? Kini ia harus belajar untuk memimpin perusahaan dan juga terjebak dalam perjodohan dengan wanita yang menyebalkan menurutnya. Namun, Mikael tetap menyayangi Leon seperti Leon menyayanginya.


"Kakak sudah kembali? Apa sudah siap dijodohkan?" ungkap Mikael kesal.


"Aku tidak kembali karena siap dijodohkan. Aku juga tidak kembali ke rumah."


"Maksud kakak?"


"Kakak tinggal di apartemen," jawab Leon.


"Ahhh, mengesalkan! Apa aku boleh ikut? Setidaknya bantulah adik kesayanganmu ini untuk kabur dari perjodohan. Aku tidak bisa pergi ke luar negeri, setidaknya bantu aku keluar dari rumah."


"Bukankah Daniela wanita yang baik?" tanya Leon.


"Baik? Kalau begitu, kakak saja yang menikah dengannya. Dia itu mengesalkan, menyebalkan!"


"Jangan terlalu benci, nanti malah cinta mati," goda Leon.


Leon menghela nafasnya, "Handy sudah menikah?"


"Ya, baru beberapa hari yang lalu. Apa Kakak melihat unggahan fotoku?"


"Hmm ...," jawab Leon singkat.


"Bagaimana? aku ganteng kan? Aku jadi pendamping pengantin pria dan Amelie menjadi pendamping wanita."


"Bukankah Amelie itu mantan kekasihmu? Kamu masih berhubungan baik dengannya?" tanya Leon.


"Tentu saja, aku ini sahabatnya. Lagipula, aku bukan kekasihnya betulan," Leon mengernyitkan dahinya.


"Kekasih pura pura maksudmu?"


"Ya. Aku kan pernah bilang pada kakak, kalau kakak menginginkan jodoh, katakan padaku. Amelie itu adalah seorang penjaga jodoh. Siapapun yang menjadi pacarnya minimal 3 bulan, maka ia akan segera mendapatkan cinta sejatinya."

__ADS_1


"Penjaga Jodoh? Mana ada seperti itu?" ungkap Leon tidak percaya.


"Sekarang aku memang tidak percaya, tapi jika Daniela benar benar membatalkan perjodohan kami, maka aku akan 100% percaya."


"Tapi itu artinya kamu tidak mendapatkan cinta sejatimu. Bukankah kamu juga mantan kekasihnya?"


"Aku memutuskan hubungan kami di saat 3 bulan kurang 1 hari. Abigail mengatakan kalau itu akan membuat diriku berat jodoh. Mendengar itu, tentu saja aku senang, tapi melihat Mommy menjodohkanku dengan Wanita Kudanil itu, ntah memgapa aku jadi ragu dengan status 'berat jodohku' itu."


Leon diam, menerawang ke luar jendela, Apa itu yang sengaja ia lakukan padaku? ia membuatku putus darinya agar aku memperoleh cinta sejatiku?


"Amelie adalah wanita yang baik. Ia tidak pernah marah dengan para pria yang memanfaatkannya. Ia menerima semuanya dengan lapang dada. Aku tahu sebenarmya ia tidak mau lagi melakukan hal seperti ini, tapi karena ia tidak tega melihat para pria yang memohon padanya, ia akhirnya luluh juga."


"Apa kakak mau mencoba?" tanya Mikael tiba tiba.


Aku bahkan sudah memutuskan hubunganku dengannya, Mik. - Leon.


"Apa kamu bisa membawaku bertemu dengannya?" tanya Leon.


"Tentu saja bisa. Tapi ... aku takut dia tidak mau menerima hubungan seperti ini lagi."


"Apa dia sudah memiliki kekasih saat ini?"


"Aku tidak tahu. Aku belum sempat bertanya saat pernikahan Handy kemarin karena aku sibuk menuruti permintaan pasangan pengantin yang memanfaatkan keberadaanku sebagai pendamping," ungkap Mikael kesal. Ia teringat bagaimana Handy dan Abigail memintanya untuk turun mengambilkan minuman, lalu mengambil gambar mereka berkali kali menggunakan ponsel, dan masih banyak lagi.


"Aku memang sempat mengambil gambar dirinya dengan seorang pria, dan mereka terligat begitu dekat. Setauku pria itu adalah putra dari keluarga Williams," lanjut Mikael.


Williams? Keluarga itu adalah salah satu pengusaha yang patut diperhitungkan di dalam dunia bisnis. Tangan dingin Axelle Williams patut diacungi jempol. Apakah Amelie benar benar memiliki hubungan dengan putra keluarga mereka? - Leon.


"Bagaimana kalau kamu atur dulu pertemuannya. Tapi jangan katakan bahwa aku yang akan bertemu. Aku tidak ingin ia berpikir macam macam, apalagi kamu juga tahu bahwa ia tidak ingin melakukan hal seperti ini lagi."


"Ya. Nanti aku akan mencari alasan lain. Nanti aku hubungi kakak lagi. Tapi ... bantu aku untuk keluar dari rumah ... ya ya?" ucap Mikael memohon.


"Kalau kamu berhasil mempertemukan aku dengan Amelie, aku akan mempertimbangkan permintaanmu," ucap Leon. Hal itu membuat Mikael tersenyum karena sepertinya tidak akan sulit kalau hanya mempertemukan Leon dengan Amelie.


"Baiklah, Deal!"

__ADS_1


__ADS_2