Amelie Sang Penjaga Jodoh

Amelie Sang Penjaga Jodoh
EXTRA PART (3)


__ADS_3

Dalam 2 minggu setelah David berbicara dengan Diva, ia sama sekali tak mencampuri urusan adiknya dengan Alvin. Apapun yang terjadi pada hubungan mereka berdua, itu adalah pilihan mereka. Namun, David akan selalu mengawasi Diva dari jauh. Bagaimanapun, hanya Diva lah satu satunya keluarga yang ia miliki saat ini.


"Len! thank you sudah mau menjemputku," David menghampiri Leon yang menjemputnya di bandara.


"Jangan Ge-er. Aku menjemputmu karena takut kalau nanti kamu tersasar dan hilang. Bukankah itu berarti Diva akan merepotkanku untuk mencari kakaknya yang hilang?"


"Kamu yakin? Bukankah kamu takut kalau kamu akan kehilangan calon besanmu?" goda David.


"haisshh .... kamu ini benar benar ya. Aku jadi mulai merasa salah langkah dengan menjemputmu," kini Leon menjadi kesal, sementara David hanya tertawa.


"Kamu tidak boleh berkata seperti itu. Apa kamu tidak tahu bahwa aku ini adalah klien dari mertuamu?"


"Tuan Axelle Williams?" Leon menoleh sesaat ke arah David.


"Ya. Aku akan menjalin kerja sama dengannya. Bukankah itu suatu kebetulan yang terencana?" ucap David.


"Apa maksud dari kebetulan yang terencana? Lama lama sepertinya aku harus kembali mengambil kursus bahasa jika terus menerus berbicara denganmu," Leon kembali serius menyetir.


"Aku juga baru tahu kalau ternyata aku bekerja sama dengan Tuan Williams. Pasalnya mereka menggunakan nama perusahaan yang berbeda, AA Group."


"AA? Setahuku AA dalam perusahaan Tuan Williams adalah anak perusahaan milik Azka. Ia bergerak khusus dalam bidang interior, baik desain maupun kontruksinya."


"Azka?" kini David yang balik bertanya.


"Azka Abraham Williams, putra dari Axelle Williams, adik Amelie. Tapi setahuku ia sedang menyelesaikan sekolah masternya. Mungkin kurang dari setahun lagi ia akan kembali."

__ADS_1


"Tapi yang memanggilku ke sini adalah asisten Tuan Williams. Mereka mengajakku bekerja sama dalam proses pembangunan sebuah taman hiburan."


"Wow! apa kamu juga ikut andil di dalamnya?"


"Apa maksudmu?"


"Sebastian Group akan ikut serta dalam proses konstruksi bangunan-bangunan di sana, serta arena permainan. AA Group akan memegang dalam desain interior, dan kamu bergerak dalam bidang landscape. Sepertinya pekerjaanku akan semakin sulit jika ada dirimu di dalamnya."


David tertawa, "Itu artinya Tuan Williams merestui kalau nanti cucunya akan menjadi menantuku. Karena itulah dia ingin mendekatkan serta mengeratkan hubungan kami."


ckkk....


Leon berdecak kesal. Xavier baru berusia 3 bulan, tapi David selalu saja mengatakan bahwa putranya itu akan menjadi menantunya.


David kembali tertawa, "Pasangan? kekasih? ahhh mudah itu. Wanita itu pasti akan segera menemukanku," ujar David tersenyum.


Leon menepuk dahinya, "Kamu yang harus mencarinya, Vid. Bukan dia yang mencarimu ... mengesalkan! Cepat turun!"


Tak terasa ternyata mereka sudah sampai di depan gedung apartemen tempat unit apartemen Leon berada. Mereka langsung naik ke atas.


"Wah, apartemenmu bagus sekali. Mengapa kamu tidak menempatinya?" tanya David.


"Tentu saja bagus. Siapa dulu yang punya," kini Leon yang ingin membuat David kesal.


"Tentu saja milik calon besanku. Aku harus terus memujinya agar ia dengan senang hati mau melamar putriku nanti untuk putranya," bukan David yang kesal, malah Leon yang semakin kesal.

__ADS_1


"Aku pulang saja kalau begitu," ujar Leon.


"Apa kamu tidak ingin mengundangku ke rumahmu? Aku merindukan Amelie dan juga calon menantuku."


"Ahhh, tidak perlu. Sebaiknya hari ini kamu beristirahat saja. Mungkin akibat perjalanan jauh, otakmu agak sedikit geser," ucapan Leon membuat David tertawa.


Sebelum melangkahkan kaki keluar, Leon memutar tubuhnya, "Vid, ini kunci mobil untukmu. Kamu bisa menggunakannya selama kamu berada di sini. Mobilnya ada di basement apartemen."


"Aku kira mau sukarela dijadikan milikku," David terkekeh melihat wajah Leon yang semakin kesal.


Leon menatapnya tajam, "M I M P I, mimpi!"


David pun tertawa ketika akhirnya Leon menampakkan wajah kesal kemudian meninggalkan unit apartemen itu.


*****


Extra part nya sampai sini saja ya. Nanti kita lanjutin di novel Cherry selanjutnya yang berjudul "My Highschool Sweetheart", yang bercerita tentang lika liku kehidupan cinta Azka Abraham dan sedikit selingan tentang David Asher dan Alvin Frederick.


Belum tahu kapan terbitnya, karena ada yang perlu diselesaikan dulu. Jangan lupa follow PimCherry supaya kalau ada novel baru yang terbit, bisa langsung dapat notifikasi.


Love love love buat kalian semua. Mohon tinggalkan like, komen biar Cherry tetap semangat. Bye n see you in next novel


Oya, sambil nunggu novel ku yang selanjutnya muncul, bisa mampir di novel karya temanku. Mohon dukungannya ya untuk temanku, terima kasih.


__ADS_1


__ADS_2