Amelie Sang Penjaga Jodoh

Amelie Sang Penjaga Jodoh
TERLALU BERHARAP


__ADS_3

"Maafkan aku, Mel," ucap Leon, saat mereka sedang berdua karena Azka harus kembali ke universitas karena ada jadwal kuliah sore.


"Aku sudah memaafkanmu. Lagi pula itu bukan kesalahanmu juga."


"Apa kita bisa kembali seperti dulu?" tanya Leon.


Amelie menoleh ke arah Leon yang berada di sampingnya, "Maafkan aku, tapi kurasa itu tidak mungkin."


"Tak ada yang tak mungkin," ucap Leon.


"Tapi hubungan kita mustahil. Aku sudah berpikir bahwa hubungan kita tak akan ada masa depan. Kebahagiaanmu bukan pada diriku. Carilah wanita yang lebih baik dariku. Aku pergi dulu," Amelie hendak berjalan meninggalkan Leon, tapi Leon meraih pergelangan tangannya.


"Kebahagianku hanya dirimu, Mel. Apa kita tidak bisa melupakan yang telah lalu dan memulai sesuatu yang baru?"


"Jangan mengharapkanku. Kita tidak akan bahagia jika bersama," Amelie melepas genggaman Leon dan meninggalkannya.


"Apa kamu mencintai pria lain?" tanya Leon tegas.


Amelie berbalik, "Anggap saja seperti itu. Berbahagialah."


*****


"Mom!!" teriak Leon. Ia datang ke kediaman Sebastian, hanya untuk mencari Miranda.


"Mom!!" teriak Leon lagi.


"Ada apa sih kamu teriak teriak aja," gerutu Miranda yang harus berjalan dari halaman belakang karena mendengar suara Leon masuk.


"Mom, aku mau menikah! Apakah Mom bisa melamar untukku?" tanya Leon tiba tiba. Miranda yang mendengar itu, senang bukan main. Senyumnya langsung mengembang di wajahnya.


"Kamu mau menikah, sayang? Dengan siapa? Amelie?" Leon mengangguk.


"Kamu mau kapan? Apakah orang tua Amelie tinggal di sini?" tanya Miranda.


"Amelie adalah putri keluarga Williams, Mom," jawab Leon.


"Whattt??? Benarkah? Mommy tidak pernah mendengar informasi mengenai putri keluarga Williams. Mereka selalu menutup rapat hal itu. Ntah karena apa."

__ADS_1


"Mom, lakukan dalam minggu ini. Aku tak mau kehilangannya."


"Apa maksudmu, sayang?"


"Amelie tidak mau berhubungan lagi denganku, Mom. Aku yang salah, seharusnya aku tidak memutuskan hubungan kami," ujar Leon.


"Putus? Kamu putus? Apa masalahnya? Mommy lihat Amelie wanita yang baik. Kamu ini benar benar ....," Miranda tiba tiba saja memukul bahu Leon karena kesal.


"Iya, Mom. Aku yang salah. Jadi sekarang apa Mommy mau membantuku?"


"Bagaimana bisa Mommy kucuk kucuk datang melamar putri orang, padahal ia tidak ada hubungan sama sekali denganmu. Seharusnya kamu meyakinkan Amelie lebih dulu, sayang. Kalau kita datang, lalu ditolak, bagaimana?"


"Aku tidak peduli, Mom. Aku mencintainya. Aku tidak ingin ada laki laki lain yang menikah dengannya," ungkap Leon.


"Kamu iniiii ...," Miranda kembali memukul bahu Leon, "Jangan asal! Mommy akan bicarakan dulu dengan Daddy."


"Lama Mom!"


"Kalau kamu mau cepat, Mommy akan carikan wanita lain yang mau menikah langsung denganmu minggu ini juga."


"Momm!!! Aku tak mau wanita lain. Aku mau Amelie," ucap Leon.


"Bukankah Mommy mau aku cepat menikah? Sekarang aku ingin, malah Mommy yang membuatnya lama."


"Tapi tidak seperti ini, Leon. Tadi kamu mengatakan bahwa Amelie adalah putri Williams. Apa kamu kira orang tuanya akan dengan mudah memberikannya padamu? Lebih baik kamu selesaikan proyek kerjasama dengan keluarga Williams dengan baik, maka mereka akan melihat nilai plus dari dirimu."


Leon duduk di sofa sambil merebahkan kepalanya dan memandang langit langit. Tiba tiba saja ia merasa bodoh karena terlalu menginginkan Amelie. Setelah mendengar perkataan Miranda, Leon akhirnya lebih bisa berpikir jernih. Ia akan menyelesaikan proyek ini dengan baik, sambil kembali mendekati Amelie dan meyakinkan wanita itu bahwa ia akan membahagiakannya.


*****


Amelie memikirkan perkataan Leon tadi. Ia ingin tak mengindahkannya, tapi rasanya tidak bisa. Ia tak mau Leon melakukan hal yang sia sia. Ya, untuk apa berhubungan dengannya jika ujungnya tak ada kepastian. Ia tidak akan menikah, karena ia tak ingin menghancurkan kebahagiaan orang lain.


Ia tahu bahwa setiap pernikahan pasti mengharapkan seorang anak. Bohong jika selalu mengatakan bahwa mereka tidak perlu atau itu bisa dipikirkan nanti. Ia sudah banyak melihat bagaimana kehancuran sebuah keluarga hanya karena tak memiliki anak di tengah tengah mereka.


Apalagi Mommy Leon sangat mengharapkan kehadiran cucu di tengah keluarganya. Jika Amelie melanjutka hubungan dengan Leon, itu tandanya Amelie memupuskan harapan Miranda. Bisa jadi malah Miranda akan membencinya karena menghancurkan masa depan Leon dan keluarga Sebastian.


"Sepertinya aku harus bicara jujur padanya. Aku tak ingin ia mengharapkanku lagi. Kalau aku diam terus menerus, ia akan terlalu berharap," gumam Amelie.

__ADS_1


Keesokan harinya,


Dengan menggunakan kemeja yang digulung sebatas siku dan celana jeans, Amelie mengawasi proses pengerukan tanah. Patok patok sudah dibuat untuk menandakan titik titik pondasi. Ia mengambil beberapa gambar dan akan membuat laporan sendiri kepada Daddynya.


"Siang, Mel," sapa Leon.


"Siang," balas Amelie.


"Apa kamu sudah makan?" tanya Leon.


"Sudah."


"Apa kamu mau menemaniku?"


"Baiklah," Amelie tak menolak. Ia berpikir mungkin ini saatnya ia harus mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada Leon.


Mereka berjalan bersama menuju sebuah cafe yang tak jauh dari sekolah. Leon memesan sepiring pasta dan secangkir kopi, sementara Amelie memesan segelas jus.


"Kamu benar benar tak ingin makan sesuatu?"


"Tidak. Aku masih kenyang," jawab Amelie.


Leon menyantap makanan di hadapannya dengan cepat. Ia benar benar lapar karena tadi pagi ia juga melewatkan sarapannya.


"Mel ..."


"Hmm ...."


"Aku akan melamarmu," ucap Leon dengan tatapan langsung ke manik mata Amelie, tanpa keraguan.


"Aku tak bisa. Aku akan jujur sekarang padamu, Leon. Aku tak akan menikah, dengan siapapun. Aku ... tak bisa memiliki anak. Kecelakaan itu membuat rahimku terluka dan dokter sudah mengatakan bahwa aku tidak bisa memiliki anak."


"Mel, aku memcintaimu. Kita bisa mengadopsi anak ... itu tidak masalah," ungkap Leon.


"Tidak! Aku tidak pernah akan percaya kata tidak masalah. Sekarang mungkin tidak, tapi ... bagaimana dengan orang tuamu, keluargamu. Mereka pasti sangat menginginkan seorang cucu, apalagi Aunty."


"Mereka bisa meminta cucu pada Mikael, tidak perlu padaku."

__ADS_1


"Tidak, Leon. Aku tetap tidak bisa. Tolong jangan paksa aku. aku sudah mengatakan semuanya. Sebaiknya mulai hari ini, kita menjaga jarak. Bersikaplah profesional dalam bekerja, aku ingin proyek ini cepat selesai," Amelie meminum jus nya, kemudian langsung meninggalkan Leon.


__ADS_2