Amelie Sang Penjaga Jodoh

Amelie Sang Penjaga Jodoh
EXTRA PART (1)


__ADS_3

David memandang ke arah Alvin dengan tatapan sinis. Sungguh, ia tak akan rela jika adiknya kembali pada lelaki hidung belang ini. David sudah memperingati Diva bahwa Alvin tidak akan berubah. Sekali hidung belang, akan tetap hidung belang.


Tanpa banyak bicara, David meninggalkan kediamannya, membiarkan Alvin berdiri bersandar di mobilnya, di depan kediamannya.


"Div!" panggil Alvin.


"Maaf, Tuan. Sebaiknya anda segera pergi karena Nona Diva sudah menghubungi saya bahwa ia tidak akan menemui anda," ucap seorang security.


"Saya perlu bicara dengannya. Saya harus bertemu dengannya. Div!! Izinkan aku bicara sebentar saja," Alvin terus berusaha meluluhkan hati Diva. Ia tahu kesalahannya fatal, dan itu menyakiti hati Diva.


Diva yang melihat dari jendela kamar tidurnya, menatap sendu. Ia sudah berjanji pada kakaknya bahwa ia tidak akan meladeni Alvin lagi, tapi ... masalah tidak akan pernah selesai jika ia terus menghindar.


Diva akhirnya turun ke bawah, dan memerintahkan security membawa Alvin ke ruang tamu.


"Div!" ucap Alvin saat melihat wanita yang telah mengisi hatinya itu sedang duduk di sana.


"Duduklah. Kamu bisa bicara dan aku akan mendengarkan," ucap Diva.


"Div ... aku tahu aku bersalah, tapi aku berani bersumpah bahwa aku sama sekali belum melakukannya dengan wanita itu. Sungguh. Maukah kamu memaafkanku?" Alvin menatap mata Diva.


Diva menatap Alvin tepat ke manik mata pria itu, "Aku sudah memaafkanmu."


"Benarkah?" Alvin langsung bangun dari duduknya dan mendekat ke arah Diva.


"Ya, aku memaafkanmu. Tapi itu bukan berarti aku mau kembali padamu."


"Div ...," Alvin menatap Diva dengan tatapan memohon.

__ADS_1


"Kamu tahu aku mencintaimu dan kamu mengatakan hal yang sama padaku. Melihat hubungan kita dulu, kurasa bisa kukatakan bahwa cintaku terlalu besar sehingga ketika melihatmu mengkhianatiku, membuatku sakit ... sakit karena ternyata cintamu padaku tak seperti yang kubayangkan."


"Div, aku tahu aku salah. Aku berjanji tak akan mengulanginya lagi. Itu semua karena hasutan wanita itu. Dia yang membuatku seperti itu," Alvin berusaha membela diri.


"Aku tidak menyalahkanmu. Mungkin ini semua kesalahanku karena terlalu besar mencintaimu, hingga aku tak bisa menerimanya. Lydia juga tidak salah, kalian melakukannya atas dasar kemauan kalian masing masing. Aku tidak peduli lagi kalian benar melakukannya atau tidak, tapi ...," Diva berusaha menahan air matanya agar tidak keluar.


"Aku tahu hal seperti itu adalah salah satu kelemahan dari seorang pria. Mau bagaimana pun kamu berjanji padaku, tapi jika di lain waktu, kesempatan itu ada dan nafsumu tak bisa kamu kendalikan ... maka hal itu akan terulang kembali," lanjut Diva, "pergilah ... aku memaafkanmu, sungguh. Mungkin kamu harus mencari wanita lain yang mencintaimu lebih besar dariku sehingga ia bisa menerimamu. Aku mencintaimu, tapi ... aku takut ketika hal itu akan kembali melukaiku di tempat yang sama."


Diva akhirnya bangkit dan berlalu menuju kamar tidurnya, meninggalkan Alvin yang terdiam di ruang tamu. Ia menatap kepergian Diva hingga punggungnya menghilang di balik pintu.


"Aku akan membuktikan padamu, Div. Aku sungguh sungguh mencintaimu, dan tak akan ada wanita lain selain dirimu," gumam Alvin.


*****


"Untuk apa kamu kemari? Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi," ucap David ketus.


David menghela nafasnya. Ia mengenal Alvin dan Leon sejak mereka SMA. Mereka bersekolah di sekolah yang sama, bahkan mereka selalu pergi kemanapun bersama. Persahabatan mereka memang cukup unik karena Alvin dan David selalu bertengkar setiap mereka bertemu, tapi justru di sana terlihat bagaimana kedekatan mereka.


"Saat itu aku seperti terhipnotis dan termakan rayuan wanita itu. Aku sungguh tak bermaksud menyakiti Diva."


"Kalau saat itu Diva tidak kembali ke apartemenmu, mungkin kamu sudah menikmatinya ... tanpa rasa bersalah seperti sekarang. Kamu bisa menutupinya dan membuat adikku terlihat seperti orang bodoh karena tetap mencintaimu."


Alvin mengusap wajahnya kasar. Ia tak bisa memungkiri bahwa kemungkinan itu bisa terjadi. Jika Diva tidak datang, ia pasti sudah menghabiskan malam itu bersama Lydia. Malam yang pasti akan ia sesali.


"Berikan aku 1 kesempatan lagi. Aku berjanji tidak akan pernah mengecewakan Diva," pinta Alvin.


"Kesempatan itu tidak bisa datang dari mulutku, itu harus dari Diva."

__ADS_1


"Tapi Diva sepertinya tak akan memberikannya padaku. Ia mengatakan bahwa ia memaafkanku, tapi ia tak membuka kesempatan lagi untukku," Alvin tertunduk dengan kedua jari jari tangan saling bertaut.


David sebenarnya merasa kasihan dengan Alvin. Ia tahu Alvin adalah pribadi yang baik, meskipun mereka sering bertengkar.


"Apa kamu mau membantuku untuk bicara dengan Diva? Aku ingin mengulang dari awal dengannya dan aku berjanji tak akan melukai hatinya lagi. Kamu bisa menghancurkanku jika aku melakukannya."


David tertawa, "Aku tak menyangka seorang Alvin Frederick bisa memohon padaku."


"Aku akan melakukan apapun asal kamu mau membantuku."


"Bagaimana aku bisa membantumu mendapatkan adikku, sedangkan aku sendiri tak ingin adikku terluka lagi."


"Apa kamu bisa menjamin pria lain yang akan mendekati Diva tak akan membuatnya kembali terluka? Setidaknya kamu mengenalku, dan aku sudah berjanji padamu saat ini," ucap Alvin tegas.


David tampak berpikir. Memang benar apa yang dikatakan Alvin. Pria baru tak akan menjamin bahwa Diva akan bahagia dan tidak terluka lagi ... tapi memberikannya pada pria yang pernah melukainya, bukankah itu lebih riskan?


"Ahhh ... aku pusing. Sebaiknya kamu pergi saja dulu. Berikan aku waktu untuk berpikir. Kenapa aku jadi pusing dengan hubunganmu, sementara aku saja masih jomblowan sejati," gerutu David kesal sambil mendudukkan dirinya di kursi kerjanya.


"Aku akan mencarikanmu jodoh nanti kalau kamu mau membantuku," ucap Alvin.


"Ishhh, tidak perlu. Pergi sana!" David semakin kesal karena Alvin mulai menggodanya.


"Yakin? Apa kamu tahan menjadi jomblo ... lama lama jones loh."


"Cepar pergi! Aku tidak peduli mau jonas jones jonos, asal tidak berhubungan denganmu. Aku tidak masalah seperti ini asal Diva bisa bahagia ... hanya itu tujuanku sejak Daddy dan Mommy pergi," David pun terdiam.


Alvin pun akhirnya pergi meninggalkan David, tapi ia berjanji pda dirinya untuk tetap meluluhkan hati Diva dan juga David.

__ADS_1


__ADS_2