Amelie Sang Penjaga Jodoh

Amelie Sang Penjaga Jodoh
MELAHIRKAN [END]


__ADS_3

Dokter tersenyum setelah melakukan USG awal. Leon dan Amelie langsung dirujuk ke poli kandungan setelah mendengar gejala yang dialami Amelie.


"Bagaimana?"


"Kandungan Nyonya Amelie sangat baik ... dan saya mengucapkan selamat karena saat ini istri anda sedang hamil."


"H-hamil?" ucap Amelie terbata. Tiba tiba saja air mata mengalir di pipinya. Ia tak pernah menyangka akan hamil sejak kecelakaan menimpanya di Italy. Ia memang tahu bahwa diagnosa dokter di Italy adalah sebuah rekayasa yang dibuat oleh Lydia, namun mendapatkan berita seperti ini benar benar membuat hatinya membuncah.


Dokter Vara memperlihatkan kondisi calon bayi Amelie dan Leon, "Usianya baru 5 minggu. Ia masih sebesar ini."


Dokter Vara meresepkan beberapa vitamin yang biasa diminum ibu hamil pada trimester pertama. Ia juga memberi pesan kepada Leon dan Amelie agar tidak membuat sang ibu kelelahan dan juga stres.


Mereka berdua pulang dengan wajah yang bahagia, terutama Amelie. Ia tak menyangka akan secepat ini menjadi seorang calon ibu. Leon juga tidak sabar untuk memberitahukan hal ini kepada keluarga besar mereka.


*****


8 bulan berlalu,


Hari persalinan Amelie dijadwalkan beberapa hari lagi. Saat ini ia sedang duduk di sebuah kursi di balkon kamarnya sambil menikmati secangkir teh hangat dengan beberapa kue kecil sebagai pasangannya. Hari ini adalah hari terakhir Leon bekerja di perusahaan sebelum ia mengajukan cuti panjang untuk menemani istrinya.


Mereka sudah mendekor kamar bayi yang berada persis di sebelah kamar tidur mereka. Sebuah pintu penghubung dibuat agar mereka lebih leluasa menjaga tanpa harus keluar dari kamar.


Hari sudah mulai sore, Amelie ingin membersihkan diri karena sebentar lagi Leon akan kembali ke rumah. Baru saja ia melangkahkan kakinya, rasa sakit terasa di perutnya. Ia juga bisa merasakan sesuatu yang hangat mengalir dari pangkal pahanya.

__ADS_1


Amelie langsung menghubungi Leon, "sayang, sepertinya aku akan melahirkan."


Leon yang saat itu sedang meeting pun akhirnya meminta Mikael untuk melanjutkan karena Amelie akan segera melahirkan.


Leon menghubungi supir yang berada di rumah agar segera mempersiapkan mobil. Salah satu pelayan di sana juga diminta untuk mempersiapkan kebutuhan Amelie dan menjaganya sementara sebelum Leon sampai di rumah.


"Sayang ...," Leon memandang wajah Amelie yang mulai sedikit pucat. Rasa sakit yang berkali kali datang membuat Amelie meringis menahannya.


Leon langsung menggendong Amelie dan memasukkannya ke kursi penumpang bagian belakang. Ia meminta supir untuk segera berangkat. Leon terus memeluk Amelie, kemudian mencium keningnya.


"Kamu kuat, sayang. Aku akan menemanimu."


Sesampainya di rumah sakit, Amelie langsung dibawa ke ruang bersalin yang telah disiapkan. Dokter kandungan, bidan, dan beberapa perawat telah siap.


Semakin besar bukaan, sakit rasanya semakin menjadi jadi. Amelie mengeratkan pegangannya pada pinggir ranjang. Sebelah tangannya juga dipegang oleh Leon untuk menguatkan istrinya itu.


"Bukaan sudah lengkap sekarang. Tarik nafas dan buang pelan pelan. Ketika saya katakan dorong, baru didorong," perintah Dokter Vara.


Amelie mengejan beberapa kali, hingga akhirnya bayi itu berhasil keluar.


Oekkk ... oekkk ...


Leon dan Amelie tersenyum, "Terima kasih, sayang," Leon mengecup kening Amelie.

__ADS_1


Seorang bayi laki- laki kini sudah berada di gendongan Leon, "Ini Mommymu, sayang. Sayangi dan cintai dia seperti ia mencintai dan menyayangimu," Leon meletakkan bayi itu di atas tubuh Amelie seperti perintah Dokter Vara.


Untuk pertama kali, bayi itu akan mencari sumber kehidupannya, membuat Amelie dan Leon tersenyum.


Xavier Light Sebastian


Kedua keluarga tiba di rumah sakit sesaat setelah Amelie melahirkan. Mereka turut berbahagia dengan hadirnya Xavier di tengah tengah mereka.


"Ahhh cucuku," ungkap Vanessa dengan bahagia.


"Cucu kita," ungkap Miranda, kemudian mereka tertawa bersama.


Miranda sudah memiliki seorang cucu dari Mikael dan Daniela. Mereka dikarunia seorang anak perempuan, dan mereka memberinya nama Milea Prana Sebastian.


*****


TAMAT


ditunggu extra part nya ya dan terima kasih banyak sudah membaca novel Cherry yang masih sangat jauh dari sempurna ini.


sambil nunggu novel Cherry selanjutnya, bisa mampir ke novel teman Cherry ya


__ADS_1


__ADS_2