Amelie Sang Penjaga Jodoh

Amelie Sang Penjaga Jodoh
JANGAN TERLALU DEKAT


__ADS_3

Lydia terbangun masih dalam keadaan tangan dan kaki yang terikat. ia benar benar kesal dan terus mengumpat apa yang terjadi pada dirinya. Axelle memang tak terlalu berlaku kasar mengingat Lydia adalah seorang wanita, tapi bukan berarti ia akan melepaskannya begitu saja.


Axelle kembali masuk ke dalam ruangan khusus tersebut bersama seorang pengawal wanita, "Sepertinya dia sudah cukup istirahat. Sekarang lepaskan dia dan kamu tahu apa yang selanjutnya harus kamu lakukan," Axelle pun meninggalkan tempat itu tanpa sekalipun melihat lagi ke arah Lydia.


"Sialannn!!! lihat saja nanti aku akan menghancurkan kalian. Lebih baik aku mati daripada melihat kalian hidup dengan bahagia," Pengawal wanita itu melepaskan ikatan tangan dan kaki Lydia kemudian menarik kerah Lydia, membawanya keluar. Namun sebelum itu, mata Lydia ditutu lebih dahulu.


Brughhh ....


Pengawal wanita itu melepaskan cengkeraman tangannya dari kerah baju Lydia, kemudian membuka dengan kasar penutup matanya. Lydia mengerjapkan matanya, dan ia mendapati dirinya di sebuah jalan kecil yang sepi, gelap, dan menyeramkan baginya.


"Di mana ini?" tanya Lydia.


"Jangan pernah mencari masalah lagi dengan keluarga Williams, atau kamu akan tahu akibat yang lebih dari ini. Orang tuamu pun akan ikut hancur bersamamu."


Dengan cepat pengawal wanita itu meninggalkan Lydia seorang diri. Sebelumnya ia telah menghancurkan identitas wanita itu. Lydia juga akan diberi pengawasan secara intensif selama beberapa minggu ke depan. Jika terlihat ia melakukan hal yang mencurigakan, maka Axelle akan menghabisi Lydia dan keluarganya.


Lydia segera berdiri, ia mencari tempat yang memiliki penerangan. Ia menoleh ke kiri dan ke kanan, namun ia seperti tak melihat tanda tanda kehidupan. Tubuhnya mulai gemetar, ia ketakutan. Pikiran pikiran buruk mulai masuk ke kepalanya, ia pun terus berjalan mencari tahu di mana ia berada. Setidaknya ia masih bisa membaca papan nama jalan, atau toko di pinggir jalan.


*****


Amelie kini sudah kembali seperti sebelumnya. Ia terpaksa harus berhenti dari pekerjaannya sebagai seorang guru. Ia lebih banyak menemani Vanessa di rumah. Ia memasak, berkebun, dan melanjutkan hobby melukisnya.


Para siswanya bersedih saat Amelie pamit. Bahkan Aldo yang adalah putra Bara, menangis sesengukan. Ia merasa begitu kehilangan sosok Amelie.


* Flashback on *


"Hei, kenapa masih menangis?" tanya Amelie.


"Miss, kenapa miss tidak mengajar lagi? Apa Miss sudah bosan dengan Aldo? atau Aldo terlalu nakal? Aldo janji tidak akan nakal lagi, tapi Miss harus menemani Aldo di sini," Amelie memeluk Aldo untuk meredakan tangis anak kecil tersebut.


"Jangan menangis. Miss tidak akan kemana mana. Miss akan sering mengunjungi Aldo ke sini ... atau Aldo juga bisa main ke rumah Miss, bagaimana?"

__ADS_1


"Benarkah?"


"Hmm, tentu saja."


"Apa Aldo boleh mengajak Papa?" tanya Aldo penuh harap.


"Aldo boleh mengajak Papa. Bukankah Papa Aldo juga teman Miss?"


Aldo tersenyum kemudian menghapus air matanya, "Kalau begitu bagaimana kalau akhir minggu nanti Aldo main ke rumah Miss. Miss akan masakkan makanan kesukaan Aldo."


Aldo menganggukkan kepalanya. Bara yang menyaksikan hal itu mengukir senyum di wajahnya, "Apa yang kamu janjikan padanya, Mel?


"Aku tidak berjanji. Maukah kamu mengajaknya ke rumahku akhir minggu ini? Aku mengundangmu dan Aldo untuk makan siang."


Bara mengangguk, "Aku akan datang."


* Flashback off *


Seperti janjinya pada Aldo, hari ini Amelie memasak makanan kesukaan Aldo, yakni ayam goreng bumbu rempah. Pagi pagi, ia sudah bangun dan berkutat di dapur.


"Aku mengundang salah satu anak muridku, Mom. Aku sudah berjanji padanya."


"Baiklah, Mommy akan membantumu agar semuanya segera siap. Setelah itu kamu bisa membersihkan diri."


"Terima kasih, Mom," ucap Amelie.


Mereka memasak bersama. Amelie menceritakan bahwa Aldo adalah putra dari temannya. Vanessa pun mendengarkan dengan baik.


Saat matahari sudah mulai beranjak naik, sebuah mobil tiba di kediaman keluarga Williams.


"Miss ... Miss Amelie," sapa Aldo yang langsung berlari menghampiri Amelie yang sudah berdiri di depan pintu untuk menyambutnya.

__ADS_1


"Selamat siang, Aldo. Bagaimana kabarmu hari ini?"


"Selamat siang, miss. Aldo hari ini saaangggatttt senang," ucap Aldo sambil merentangkan tangannya ke atas kemudian turun ke samping. Vanessa yang melihatnya ikut tersenyum.


"Oya, kenalkan. Ini Mommy Miss Amelie. Aldo bisa memanggil Grandma."


"Halo, Grandma. Aku Aldo dan ini Papaku," Aldo memperkenalkan.


"Selamat siang, Aunty. Nama saya Bara."


"Selamat siang, Nak Bara. Ayo silakan masuk," Aldo dan Bara pun masuk ke dalam rumah. Aldo meminta Amelie untuk menuntunnya.


"Bagaimana kalau kita makan siang sekarang? kamu pasti sudah lapar kan. Miss masak Ayam goreng kesukaan Aldo."


Aldo menganggukkan kepalanya dan tersenyum, "Aldo mau miss!" teriaknya senang.


Mereka pun langsung menuju ke ruang makan. Vanessa memanggil Axelle untuk ikut makan siang bersama mereka. Hari Sabtu ini Axelle tidak pergi kemanapun, ia sedang ingin bersantai di rumah sambil membaca buku. Ia sudah melewati minggu kemarin dengan permasalahan yang menguras pikirannya, jadi ia ingin sedikit menenangkan hati dan pikirannya.


"Selamat siang, Uncle," sapa Bara pada Axelle. Bara tahu persis siapa Axelle Williams, hanya saja dulu ia tak mengetahui bahwa Amelie adalah putri dari seorang pengusaha yang patut diperhitungkan.


"Selamat siang, Grandpa," sapa Aldo dengan tersenyum, membuat wajah datar Axelle pun akhirnya tersenyum.


Mereka pun makan bersama di meja makan. Axelle dan Bara berbicara mengenai bisnis, sedangkan Amelie dan Vanessa menemani Aldo bermain.


"Dia menyukaimu, sayang?" tanya Vanessa tiba tiba.


"Bara adalah mantan kekasihku, Mom. Tapi itu sudah lama sekali."


"Apakah ia tahu kamu akan menikah?"


"Ia tahu, Mom. Aku sudah pernah mengatakannya. Saat ini kami hanya berteman saja."

__ADS_1


"Tapi sebaiknya jangan terlalu dekat, sayang. Kita tidak tahu apakah ia masih berharap padamu. Lagipula kalau Leon melihat dan salah paham, maka itu tidak baik. Tak ada persahabatan antara pria dan wanita, apa kamu mengerti?"


"Ya, Mom."


__ADS_2