
Daniela terbangun dengan kepalanya yang terasa amat sakit. Ia mengerjapkan matanya, melihat cahaya matahari yang begitu terik, sepertinya matahari sudah tinggi. Namun, ia merasakan dingin menusuk kulitnya dan ia baru sadar kalau tubuhnya tak terbungkus pakaian.
Ia menoleh ke samping dan melihat seorang pria tertidur di sebelahnya sambul menghadap ke arah yang berlawanan, dengan keadaan yang sepertinya sama dengannya. Daniela bergerak perlahan karena ia merasakan sakit di inti tubuhnya. Kakinya juga terasa begitu pegal hingga untuk digerakkan saja terasa begitu ngilu.
Apa aku sudah melakukannya?
Daniela kembali mengingat kejadian semalam. Ia pergi ke club karena pikirannya sedang benar benar kacau. Rasa kehilangannya tak bisa ia redam dan membuatnya ingin menangis setiap kali mengingat pertemuan terakhirnya dengan orang tuanya.
Ia ingat kalau ia mabuk. Ia juga ingat bagaimana semalam ia telah melakukan hubungan dengan seorang pria. Ia juga mengingat bagaimana ia seperti orang kesetanan saat melakukannya. Malu? ya, Daniela merasa malu. Wajahnya tiba tiba saja memerah. Ini pertama kalinya ia melakukan, tapi sudah seperti itu.
Ia menarik perlahan selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos. Ia harus pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Namun, baru saja ia mau bergerak, sebuah suara yang ia kenal menghentikan langkahnya.
"Kamu mau kemana?"
"K-kamu?"
Mikael memandang tajam ke arah Daniela, dengan keadaannya yang masih bersandar di headboard tempat tidur. Tubuh atasnya terlihat polos karena hanya bagian bawah yang tertutup dengan selimut.
"Kamu tahu, kamu itu gila!" ucap Mikael ketus.
"Berani sekali kamu memperkosaku, hah? Aku ini masih ting ting dan kamu melakukannya seperti orang kesetanan. Bagaimana tanggung jawabmu padaku?" lanjut Mikael.
* Flashback on *
Setelah Mikael menghajar pria yang membawa pulang Daniela dan melihat pria itu pergi, tiba tiba saja ia merasa tubuhnya ditarik ke belakang.
Ia dihempaskan ke atas tempat tidur dan Daniela sudah berada di atasnya. Tubuhnya terus bergerak karena menahan rasa panas yang terus menjalar dan gelenyar yang rasanya ingin segera dilepaskan.
"Hei kudanil! Sadar!" Mikael berusaha untuk bangun dari tempat tidur. Namun dengan sekali dorongan, Daniela kembali menahan tubuh Mikael dan duduk di atasnya. Mikael yang melihat tubuh Daniela hanya terbungkus oleh pakaian da lam, langsung menelan salivanya.
Tanpa aba aba, Daniela langsung meraup bibir Mikael dan ********** dengan rakus. Ntah seberapa banyak obat perangsang yang dimasukkan ke dalam minumannya tadi hingga membuatnya ingin segera melepaskan hasratnya.
Daniela menarik kemeja Mikael dan melepaskannya kasar, hingga kancingnya berhamburan ke lantai.
"Kamu sudah gila ya? Lepas!" teriak Mikael yang takut kalau ia akan kebablasan. Ia juga laki laki normal.
__ADS_1
"Arghhh," Daniela kembali menarik Mikael yang baru saja berusaha berdiri dari tempat tidur.
"Sakit kudanil!" teriak Mikael saat Daniela malah mencengkeram kedua tangannya dan memberi 1 pukulan di wajahnya.
"Kamu mau bermain main denganku? Apa kamu tahu, aku sudah belajar ilmu bela diri sejak kecil. Jadi jangan harap kamu lepas. Aku memerlukanmu saat ini," ucap Daniela di telinga Mikael.
Bela diri? Pantas saja tenaganya luar biasa. - gerutu Mikael.
Dengan cepat Daniela menarik ikat pinggang Mikael. Mikael yang ingin menahan karena jika celananya terbuka, maka akan terlihat bahwa miliknya sudah ON sejak tadi karena melihat tubuh Daniela. Ia mencoba untuk bangun.
Bughhh ....
Satu pukulan yang cukup keras mendarat di wajah Mikael membuatnya kembali terbaring dan menahan sakit di pipinya. Daniela langsung menarik celana Mikael dan melihat sesuatu disana yang begitu menantang matanya, meskipun masih diselimuti kabut karena mabuk. Gelenyar di tubuhnya semakin terasa dan hasratnya semakin membara.
Ia membuka pakaian da lam yang tersisa di tubuhnya, membuat Mikael kembali menelan salivanya karena melihat tubuh polos Daniela. Daniela kembali ******* bibir Mikael dengan kasar dan memberi beberapa tanda kepemilikan di tubuh pria yang sebenarnya adalah calon tunangannya.
De sahan keluar dari bibir Mikael saat Daniela melakukan semua itu, hingga sampai di bagian penting miliknya. Mikael sudah benar benar terlena dengan kenikmatan yang diberikan oleh Daniela, hingga ia dengan ikhlas dan pasrah menerimanya. Daniela mencoba melakukan penyatuan, tapi begitu sulit karena ini adalah kali pertama baginya.
Panas yang menjalar di tubuhnya semakin menjadi hingga akhirnya ia terus memaksa melakukan penyatuan meski terasa begitu sakit.
Inikah kenikmatan itu? - batin Mikael.
Daniela terjatuh di atas tubuh Mikael setelah pelepasan, namun penyatuan mereka masih terjadi. Baru saja Mikael ingin melepaskan, Daniela kembali tersadar dan kembali merasakan rasa panas yang terus menjalar di tubuhnya. Daniela kembali mengulangi hubungan mereka beberapa kali hingga rasa panas menghilang. Keduanya terlelap.
* Flashback off *
Mereka duduk berhadapan di meja makan setelah membersihkan diri. Mikael memperhatikan Daniela dengan begitu intens. Wajah Mikael sudah kebiruan karena semalam mendapat beberapa pukulan dari Daniela.
"Apa kamu tidak tahu bagaimana dirimu dalam bahaya semalam?" ucap Mikael kesal.
"Justru bersamamu yang membuatku dalam bahaya," jawab Daniela.
"Hei, yang dalam bahaya semalam itu aku. Kamu itu yang memperkosaku. Kamu harus bertanggung jawab," gerutu Mikael.
"Baiklah, aku akan bertanggung jawab. Mulai hari ini, aku putuskan bahwa kita tidak lagi terikat dalam hubungan perjodohan. Orang tuaku sudah tidak ada, otomatis perjanjian itu batal. Kamu bebas. Aku tidak akan meminta ataupun menuntut apapun darimu. Aku juga akan memberikan surat pengunduran diri sebagai sekretarismu. Bagaimana? Adil kan."
__ADS_1
Mata Mikael membulat. Setelah apa yang terjadi dengan mereka semalam, wanita di hadapannya ini justru akan menjauhkan dirinya dan melepaskan dirinya dari perjodohan.
Tidak bisa, ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus melakukan sesuatu. - Mikael.
"Bagaimana jika orang tuaku tidak menyetujuinya?"
"Aku akan bicara dengan mereka. Aku akan menjual beberapa aset milik orang tuaku dan aku akan melanjutkan pendidikanku di luar negeri. Jadi perjodohan kita benar benar tidak akan dilanjutkan. Aku sudah memenuhi keinginanmu sejak awal, bukan? tak ada lagi hubungan di antara kita. Sebaiknya kamu pergi setelah makan," ucap Daniela.
Aku tidak akan membiarkan apa yang merupakan milikku untuk dimiliki oleh orang lain. Tidak! Kamu, ya kamu Daniela Mahaprana. Kamu adalah milikku sekarang. Aku akan kembali mengikat dirimu. - Mikael.
*****
Amelie dan Azka berjalan beriringan menuju lokasi pembangunan. Senyum terus merekah di wajah Amelie.
"Apa Kakak sangat bahagia?"
"Tentu saja, Az. Melihat bagaimana nanti anak anak bisa mengembangkan bakat dan minat mereka dan mencintainya, membuatku sangat bahagia," jawab Amelie.
"Kita sudah mendapatkan kontraktor yang tepat, dan mereka juga sudah setuju untuk mengerjakan setelah anak anak selesai belajar, sehingga tak akan ada gangguan selama proses belajar mengajar."
"Terima kasih, Az," Amelie meraih lengan Azka dan menyandarkan kepalanya. Hal itu dilihat oleh Leon yang sedang berjalan ke arah mereka. Ia mendesah kasar. Ia akui dalam hatinya bahwa ia cemburu.
"Selamat siang, Tuan Azka," sapa Leon, membuat Amelie menoleh ke asal suara dan matanya seketika membulat melihat siapa yang berada di sana. Namun, ia segera menetralkan perasaannya agar tak terlihat.
Leon mengepalkan tangannya saat Amelie tak juga melepaskan tangannya dari lengan Azka, bahkan malah terlihat semakin erat.
"Tuan Leon, bagaimana? Apa semua sudah siap?" tanya Azka.
"Sudah. Kita akan memulai pembongkaran lahan nanti siang setelah anak anak selesai belajar. Kami akan melakukan penembakan titik titik patok terlebih dahulu."
"Baiklah. Oya, mungkin saya tidak bisa selalu mengawasi pekerjaan pembangunan ini. Oleh karena itu, saya sudah meminta kakak saya untuk menggantikan saya."
"Kakak?"
"Ya, kenalkan ini adalah kakak saya, Amelie Kirania Williams," ucap Azka.
__ADS_1