Anak Genius: Jade Sign Of Love

Anak Genius: Jade Sign Of Love
Pelukan yang Tidak Disengaja


__ADS_3

“Baik direktur Li, apa tidak sebaiknya mencari dari data melalui komputer?” tanya Ben,


“Tidak bisa, lakukan saja apa yang aku perintahkan!” kata Ali Keenan dengan dengan tegas,


“Baik direktur Li!” jawab Ben.


Setibanya Aileen di rumah, hanya terlihat Ailaa yang menonton televisi. Aileen memberikan es krim pada Ailaa, dan masuk ke kamarnya. Ailaa melihat kakaknya yang begitu aneh hari ini, dia kemudian memakan es krimnya dan menghampiri kakaknya di kamar.


“Kak!, dari mana kamu mendapatkan es krim seenak ini?” tanya Ailaa penasaran,


“Aku mencuri uang dan membeli es krim itu” kata Aileen menjahili Ailaa,


“Apa kamu bilang?!, ini...ini... jika ibu tahu kamu akan mendapatkan masalah kak” kata Ailaa mengingatkan dengan wajah serius,


“Bercanda, tenanglah aku di traktir seseorang dan membawa itu untukmu” jawab Aileen sambil tersenyum,


“Ohhh...” kata Qia Wei sambil pergi dari kamar.


Aileen masih memikirkan paras dari Ali Keenan yang sangat mirip dengannya. Aileen ingin memastikan suatu dugaaan yang mengganjal dalam hatinya, tapi dia juga berpikir ini belum saatnya untuk memastikan, dia takut akan berakibat kepada ibunya lagi.


~ 5 hari kemudian ~


Di hari libur Qia Kirana berencana pergi ke pusat perbelanjaan untuk membeli beberapa kebutuhan dapur dan rumah.


Qia Kirana berjalan dari rumah Danisha Azkia ke halte bus, menunggu bus yang menuju arah pusat perbelanjaan.


Disaat yang sama Ali Keenan melewati jalan dan melihat wanita yang mirip dengan Qia Kirana di halte kemudian menaiki bus.


“Ben! Ikuti bus itu!” perintah Ali Keenan spontan,


“Baik direktur Li! Tapi bukankah kita akan makan siang dengan klien?” tanya Ben bingung,


“Batalkan jadwalnya, lakukan saja apa yang aku perintahkan!” kata Ali Keenan fokus memandang bus itu,


Dalam hati Ben “ada apa hari ini dengan direktur Li, sampai harus mengejar bus???” bingung.


Sesampainya di halte sebrang pusat perbelanjaan Qia Kirana turun dari bus. Ali Keenan tidak salah menduga ternyata benar itu Qia Kirana yang tadi menaiki bus, dia tahu Qia Kirana akan pergi kemana.


“Ben! Ke pusat perbelanjaan sekarang!” perintah Ali Keenan,


“Baik direktur Li, apa ada sesuatu yang akan anda beli?” tanya Ben sambil menjalankan mobil untuk putar balik ke arah pusat perbelanjaan,

__ADS_1


“Lakukan saja!, nanti tidak perlu ikut tunggu saja di mobil!!” perintah Ali Keenan sambil melihat Qia Kirana yang sedang berjalan kearah jembatan penyebrangan.


Setibanya di pusat perbelanjaan Ben memarkirkan mobilnya, dan Ali Keenan bergegas turun. Ali Keenan tidak mengatakan apapun dan langsung berjalan menuju pintu masuk.


Sesampainya di dalam pusat perbelanjaan Ali Keenan mengambil kereta belanja lalu melihat sekeliling mecari Qia Kirana.


Qia Kirana baru memasuki pusat perbelanjaan dan langsung mengambil kereta belanja, dia menuju ketempat bahan pokok dan makanan ringan. Tiba-tiba Qia Kirana bertemu dengan Ali Keenan dan berusaha menghindarinya, Ali Keenan yang melihatnya bergegas mengejarnya.


“Nona Qia Kirana!” kata Ali Keenan memanggil Qia Kirana,


“Di..rektur Li?, kebetulan sekali bertemu” jawab Qia Kirana sambil memalingkan arah pandangnya dari Ali Keenan,


Dalam hati Ali Keenan “kenapa wanita ini seperti sedang menghindariku??”,


“Iya kebetulan sekali, nona sedang berbelanja?” tanya Ali Keenan,


“Iya direktur Li, saya berbelanja beberapa kebutuhan rumah, lalu apakah anda juga selalu berbelanja sendiri?” tanya Qia Kirana dengan canggung,


“Iya aku selalu berbelanja makanan dan kebutuhan rumah sesekali” jawab Ali Keenan memberi alasan.


Qia Kirana tidak mengatakan apapun lagi dan dengan cepat dia berbelanja hari itu, tapi Ali Keenan terus mengikutinya.


“Ehemm.., itu direktur Li maafkan aku, sebelumnya aku pergi tanpa mengucapkan apapun” kata Qia Kirana merasa tidak bersalah,


“Jadi..., mengapa anda terus mengikuti saya?” tanya Qia Kirana,


“Aku hanya sedang berbelanja, dan juga apa tidak boleh jika aku mengikutimu?” tanya Ali Keenan,


“Tentu boleh...,” jawab Qia Kirana sungkan.


Setelah selesai Qia Kirana dan Ali Keenan menuju kasir, semua barang belanjaan dikeluarkan. Ali Keenan heran kenapa tidak sedikit kebutuhan anak-anak juga?, tapi dengan segera penjaga kasir memasukkan barang-barang pada kantong belanja.


“Totalnya 550rb nona” kata penjaga kasir,


“Aku yang bayar, hitunglah dulu juga yang ini” kata Ali Keenan segera memberikan belanjaannya,


“Tidak perlu direktur Li, aku bisa membayarnya sendiri” kata Qia Kirana memberikan uangnya,


Penjaga kasir bingung dan melihat tatapan Ali Keenan yang memberikan isyarat harus menolak uang Qia Kirana.


“Nona jangan menolak kebaikan pacar anda” kata penjaga kasir sambil sesekali melihat ke arah Ali Keenan,

__ADS_1


“Diii...aaaa... pacarku? Dia bukan pacarku” jawab Qia Kirana sambil melihat ke arah Ali Keenan,


“Baiklah tuan semunya 1,5jt, dan ini struk pembayarannya” kata penjaga kasir memberikan struk belanjaan.


Qia Kirana dan Ali Keenan berjalan kearah pintu keluar pusat perbelanjaan.


“Direktur Li ini aku akan bayar belanjaanku semuanya” kata Qia Kirana sambil memberikan uang,


“Aku tidak ingin uangmu” jawab Ali Keenan sambil melihat Qia Kirana,


“Bagaimana aku membayarnya kalau begitu?” tanya Qia Kirana serius,


“Bawakan beberapa barang ini! Dan aku akan memberitahukannya dijalan” kata Ali Keenan sambil menukar barang bawaannya dengan Qia Kirana,


Qia Kirana membawa sedikit barang belanjaan Ali Keenan yang tidak berat, dan menuju tempat parkir.


Ben yang menyadari kehadiran Qia Kirana langsung diperintahkan Ali Keenan, dia bergegas membantu Qia Kirana membawa barang belanjaan dan memasukkannya kedalam mobil.


“Naiklah, nanti aku akan membicarakannya dijalan!” kata Ali Keenan menyuruh Qia Kirana untuk masuk ke mobilnya,


“Silahkan nona!” kata Ben mempersilahkan.


Diperjalanan Ben melihat kaca spion dalam, dan memperhatikan Ali Keenan dengan Qia Kirana yang tidak saling berbicara. Kemudian karena tidak hati-hati, Ben tidak menyadari lampu merah menyala dan mengerem dengan spontan.


Ali Keenan menarik Qia Kirana yang kaget karena mobil tiba-tiba berhenti, kemudian mereka berpelukan. Ben hendak meminta maaf tapi langsung memalingkan pandangannya, Qia Kirana langsung beranjak dari pelukan Ali Keenan.


“Fokus dan berhati-hatilah mengemudi!!” kata Ali Keenan mengingatkan,


“Baik direktur Li!” Jawab Ben yang masih belum berani melihat kearah belakang dan mulai menjalankan mobil lagi.


Qia Kirana tersipu malu karena kejadian yang baru saja terjadi, dia tidak mengatakan apapun dengan wajah yang memerah.


“Apa nona Qia Kirana baik-baik saja?” tanya Ali Keenan dan melihat kearah Qia Kirana,


Qia Kirana masih terdiam dan tidak mengatakan apapun.


“Mengapa wajah nona memerah?” tanya Ali Keenan sambil mendekatkan wajahnya ke arah Qia Kirana,


“Saya baik-baik saja direktur Li, terimakasih” kata Qia Kirana berkata pelan dan berusaha menjauh,


“Untuk belanjaan ini, karena aku tidak butuh uang, nona Qia Kirana kamu harus mentraktirku makan malam” kata Ali Keenan sambil tersenyum tipis,

__ADS_1


Dalam hati Ben yang mendengarkan jawaban Ali Keenan “Semenjak kapan direktur Li sangat suka dekat dengan wanita, dan juga mengajaknya makan malam??”.


...~ Bersambung... ~...


__ADS_2