
“Kenapa direktur Li?”, tanya Lisa Rahardian kaget,
“Aku bilang ..., cukup!!!”, kata Ali Keenan sambil memukul meja.
“Nona Rahardian!, aku bisa saja membuat keluarga Rahardian bangkrut dalam satu malam jika aku mau, untungnya kalian adalah keluarga Qia Kirana!!”, tambah Ali Keenan sambil mengepalkan tangannya karena kesal,
Dalam hati Lisa Rahardian “Bukan ini yang aku harapkan!!!, apa yang diperbuat Qia Kirana sampai bisa menggoda seorang Ali Keenan?!!!, dasar rubah betina!”, menahan amarah.
“Jika tidak ada hal penting, tolong nona Lisa Rahardian tahu posisi diri sebelum menghubungiku!!!”, kata Ali Keenan memberi peringatan sambil bergegas melangkah pergi.
Lisa Rahardian pulang dengan kecewa dan kebencian yang mendalam pada Qia Kirana. Lisa Rahardian terus memikirkan cara untuk membuat Qia Kirana jatuh dan menderita tanpa harus mengotori tangannya.
Kemudian tiba-tiba dia teringat 6 tahun yang lalu saat Lisa Rahardian dan ibunya menjebak Qia Kirana. Lisa Rahardian berpikir tidak mungkin Qia Kirana tidak meninggalkan bukti 6 tahun lalu, jika dia mendapatkannya itu bisa membuat Qia Kirana jatuh dan hancur.
Malam harinya di rumah Danisha Azkia, Aileen melihat ibunya menggunakan cincin di jari manis. Semua orang merayakan hubungan Qia Kirana dan Rafka Gavin dengan bahagia kecuali Aileen, bahkan Ailaa terlihat sangat dekat dengan Rafka Gavin.
Keesokan harinya Riska Sintia menemui Evan Rahardian di ruang kerjanya.
“Ada hal yang ingin aku bicarakan mengenai Qia Kirana”, kata Riska Sintia sambil memberikan segelas kopi.
“Ada hal apa?”, tanya Evan Rahardian melihat Riska Sintia ,
“Bagaimana jika kita mengadakan acara tunangan untuk Qia Kirana?, baru-baru ini aku dengar Qia Kirana dilamar oleh seorang pria” kata Riska Sintia dengan senyum palsunya,
“Apa kamu tahu hal ini?” tambah Riska Sintia sambil memijat pundak Evan Rahardian.
“Ohhh ..., apa benar Qia Kirana ... dia?”, tanya Evan Rahardian kaget hingga sontak berdiri.
“Iya, Lisa sudah mengkonfirmasi hal itu”, jawab Riska Sintia meyakinkan,
“Baiklah, tentu harus mengadakan pertunangan yang meriah” kata Evan Rahardian bahagia,
“Bagaimana jika kita membicarakannya malam ini?, aku akan menyiapkan makan malam!” tanya Riska Sintia memberi usulan,
__ADS_1
“Baik, atur saja sebaik mungkin” kata Evan Rahardian sambil memegang tangan Riska Sintia.
Riska Sintia pergi dengan cepat dan memberi kabar itu pada Lisa Rahardian, acara itu akan menjadi rencana bagus untuk membeberkan semuanya. Dengan segera Riska Sintia menghubungi Qia Kirana dan memintanya makan malam di rumah, dan memintanya membawa Rafka Gavin.
Aileen yang mengetahui hal itu ingin melihat seberapa bisa Rafka Gavin melindungi ibunya di rumah kediaman Rahardian.
~ Saat makan malam ~
Qia Kirana dan Rafka Gavin bersiap untuk pergi makan malam, malam itu pakaian mereka cukup formal namun tidak mewah. Aileen langsung menghubungkan laptopnya dengan semua CCTV di kediaman Rahardian, mengintai untuk melihat acara makan malam itu.
Setibanya di kediaman Rahardian, pelayan membukakan pintu untuk Qia Kirana dan Rafka Gavin. Kemudian Riska Sintia dan Evan Rahardian menyambut kedatangan mereka, disusul dengan datangnya Lisa Rahardian kemudian semuanya duduk dan berkumpul di ruang makan.
Dalam hati Lisa Rahardian “ Jadi ini adalah pria pilihan Qia Kirana, dia tampan dan badannya bagus sekali ..., jika dibanding Ali Keenan? Dia hanya kurang kaya” terpaku pada Rafka Gavin.
“Jadi siapa namamu anak muda?” tanya Evan Rahardian pada Rafka Gavin dengan tatapan serius,
“Paman namaku Rafka Gavin, bisa panggil aku Rafka” jawab Rafka Gavin dengan nada tegas namun tetap tenang,
Segera Riska Sintia menyadari putrinya yang sangat antusias dan ada ketertarikan yang tidak biasa pada Rafka Gavin.
“Maaf!! mungkin Lisa terlalu senang kakaknya akan segera menikah” kata Riska Sintia dengan segera menepuk tangan Lisa Rahardian.
Qia Kirana merasa aneh dengan sikap Lisa Rahardian hari ini, tapi dia tidak menghiraukannya.
“Jadi maksud ayah mengundangmu hari ini Kirana adalah untuk mengadakan pesta pertunangan untuk kalian berdua, bagaimana menurutmu, Kirana?” tanya Evan Rahardian memandang Qia Kirana dan Rafka Gavin,
“Tidak perlu ayah, lagi pula kami akan segera menikah” jawab Qia Kirana tanpa berpikir panjang,
“Mana bisa seperti itu Kirana, kamu adalah putri pertama keluarga Rahardian, ibu dan ayah sudah menyepakatinya akhir minggu ini” kata Riska Sintia membantah dan meyakinkan Qia Kirana harus melangsungkan tunangan dengan Rafka Gavin,
Rafka Gavin kemudian memegang erat tangan Qia Kirana, seolah berkata tidak apa-apa semuanya akan berlalu.
“Jika hal itu baik menurut paman dan bibi kami akan menurutinya” kata Rafka Gavin berusaha memberikan jawaban memuaskan untuk Riska Sintia dan Evan Rahardian tanpa melepas genggaman erat tangannya.
__ADS_1
~ 1 hari sebelum acara pertunangan Qia Kirana dan Rafka Gavin ~
Ben mendapatkan undangan untuk Ali Keenan dari kediaman Rahardian. Ali Keenan membuka undangan itu, dan melihat nama Qia Kirana dan Rafka Gavin terukir di atasnya.
Ali Keenan merasa cemburu pada Rafka Gavin yang begitu beruntung mendapatkan Qia Kirana. Tapi Ali Keenan telah berjanji pada dirinya sendiri akan bahagia meskipun harus mencintai Qia Kirana dari jauh.
Disamping itu Ali Keenan merasa curiga dengan acara pertunangan itu, karena sikapnya terakhir kali pada Lisa Rahardian cukup kasar. Ali Keenan memikirkan Lisa Rahardian pasti tidak akan tinggal diam dan membalas Qia Kirana, seperti kejadian terakhir kali.
Disaat yang sama Qia Kirana sedang memilih gaun pertunangan bersama Lisa Rahardian.
Dalam hati Lisa Rahardian “Begitu banyak pria yang sudah digoda oleh rubah betina ini, meskipun aku juga cukup menyukai Rafka Gavin, kita lihat bagaimana dia masih bisa menikah denganmu Qia Kirana si rubah betina!!” berusaha tersenyum dengan terpaksa.
~ Pertunangan Qia Kirana dan Rafka Gavin ~
Qia Kirana tampak cantik dengan balutan gaun mewah yang dari toko yang biasa menjahit untuk keluarga Rahardian, serasi dengan Rafka Gavin yang mengenakan jas mewah. Ailaa dan Aileen ikut dalam acara pertunangan itu, dan menggunakan gaun dan baju formal.
Saat Qia Kirana membawa serta kedua anaknya semua orang yang hadir di acara pertunangan itu terkaget-kaget termasuk keluarga Permana dan Rahardian. Dengan segera Evan Rahardian menghampiri Qia Kirana.
“Siapa anak-anak ini Kirana?” kata Evan Rahardian dengan ekspresi yang menahan kaget,
“Ini anak-anakku ayah” jawab Qia Kirana sambil merangkul kedua anaknya.
“Apa?!! Ini ... bagaimana bisa??” kata Evan Rahardian kaget dan bingung,
Para pembaca setia... hallo ketemu lagi denganku Xiao Bai ^_^
Penasarankan sama kelanjutannya??, tenang aja nanti aku Up cari inspirasi yang banyak dulu....
Jangan lupa ya kasih like atau komentar untuk mendukung aku, Like dan komentar dari kalian sangat memotivasi aku loh sahabat pembaca...
Ohhh... iya jangan lupa bahagia ya ^_^
...~ Bersambung ... ~...
__ADS_1