
Semua pelayan wanita yang melayani malam itu berbaris kesamping, dengan seksama Ali Keenan memperhatikan wajah mereka. Ali Keenan sangat kecewa ternyata itu hanya bayangannya saja, mungkin karena ada salah seorang pelayan yang mirip dengan wanita malam itu dari samping.
Tanpa berkata apapun Ali Keenan pergi begitu saja, semua pelayan masih bingung dan dibubarkan oleh manager restoran.
Dalam hati manager restoran “Untung saja tidak ada teguran dari direktur Li” dia masih berpikir bawahannya melakukan suatu kesalahan.
Saat Ali Keenan di mobil dalam perjalanan berpikir wanita itu sekarang dimana, dia menyadari bahwa sepertinya karena kejadian 6 tahun lalu membuatnya begitu tertarik pada wanita yang tidak diketahui nama dan identitas.
Bahkan Ali Keenan telah mencari giok biru yang ditinggalkannya, tapi tidak ada satupun toko perhiasan di Indonesia yang menerima giok biru itu atau bahkan kabarnya sekalipun.
~ 1 minggu kemudian ~
Ali Keenan meresmikan kerjasama dengan perusahaan Xx dalam peluncuran produk barunya. Banyak majalah fashion dan bisnis yang membicarakan tentang kerjasama itu serta peluncuran produk baru dari dua perusahaan tersebut.
Majalah Amoure merupakan satu-satunya majalah yang menjadikan potret Ali Keenan sebagai sampul.
Padahal dalam 2 tahun terakhir sangat sulit untuk mendapat begitu banyak informasi dirinya, yang mendapat gelar pembisnis yang sulit diwawancarai. Dengan majalah tersebut Ali Keenan menggelar wawanca eksklusif, tapi dalam bentuk wawancara yang tidak berhadapan langsung.
Dituliskan pada majalah Amoure produk itu adalah produk yang sudah lama ia rencanakan, dan akan secara komersial dipasarkan di Indonesia. Tapi rencana dibatalkan, Ali Keenan bermaksud menjadikan produk itu sebagai produk terbatas, selain itu dia bermaksud mencari seseorang yang pantas memakainya.
Di rumah Ali Keenan membaca hasil wawancara yang sesuai dengan apa yang dia inginkan. Kali ini Ali Keenan menggunakan rencana produk dan wawancaranya untuk mencari keberadaan Qia Kirana.
“Ben!” panggil Ali Keenan,
“Iya direktur Li.., ada apa?” kata Ben menghampiri Ali Keenan,
“Aku ingin membuat berita atau selogan produk baru ini mencari wanita yang pantas memakainya” kata Ali Keenan terinspirasi wawancaranya,
“Iya direktur Li” kata Ben,
“Satu hal lagi!.., sampaikan pada direktur Ardi bahwa poduk ini aku beri nama takdir cinta atau Love Destiny” kata Ali Keenan tersenyum tipis,
“Baik direktur Li, apa masih ada lagi?” tanya Ben,
“Cukup...” jawab Ali Keenan memerintahkan Ben keluar.
Ben bergegas memberitahukan kabar kepada perusahaan Xx, dan perusahaan Xx menyetujuinya. Setelah itu Ben membuat berita tersebar mengenai produk yang akan diluncurkan Li Group dan Xx bernama Love Destiny dengan selogan ‘Mencari wanita yang pantas memakainya’.
__ADS_1
Berita itu tersebar keseluruh kota, banyak dari wanita menantikan produk itu termasuk nona kedua dari keluarga Rahardian. Lisa Rahardian berpikir dialah wanita yang pantas untuk bisa mengenakan produk Love Destiny. Lisa Rahardian langsung menghubungi Haris Permana untuk memberikan hak konsumen VIP padanya, agar bisa mendapatkan produk itu.
Disamping itu, Qia Kirana bekerja di hotel Horison sebagai service room. Qia Kirana berpikir untuk mengumpulkan uang agar dia dapat berjualan online di rumah sambil menemani kedua anaknya.
Hari itu seperti biasa Qia Kirana bekerja dan mulai membereskan setiap kamar, lalu dia melihat majalah Amoure tergeletak dilantai kamar yang sedang dibersihkannya. Qia Kirana memandang sampul majalah itu dan merasa tidak asing dengan potret wajah laki-laki itu.
“Ali Keenan, direktur Li Group” kata Qia Kirana membaca sampul majalah ditangannya,
Qia Kirana berpikir lagi, dan mengingat bahwa direktur Li sangat mirip dengan Aileen anaknya.
Tapi dia juga berfikir di dunia ini pasti banyak kebetulan yang bisa membuat seseorang mirip, jadi hanya kemungkinan kecil kalau Ali Keenan adalah ayah dari Aileen.
“Iya, bahkan sekarang banyak aktor yang memiliki paras yang hampir sama” kata Qia Kirana sambil bergumam.
~ 2 minggu berlalu ~
Saat Qia Kirana sedang bekerja di hotel, Aileen berusaha menyempurnakan sketsa denah dari kediaman Rahardian.
“Apa yang sedang kamu lakukan, kak?” kata Ailaa,
“Diam, aku masih harus menyempurnakan denah kediaman keluarga Rahardian” kata Aileen menggambar dengan serius di laptopnya,
“Nanti kita harus menghafal denah ini, karena aku yakin cepat atau lambat ibu pasti akan dipanggil lagi ke kediaman Rahardian!, ini sebagai antisipasi jika mereka merencanakan hal jahat lagi” kata Aileen,
“Baiklah, ohhh iya aku akan memasak sup dulu ya” kata Ailaa beranjak dari kasur dan pergi ke dapur,
“hmmm...”kata Aileen sambil terus menggambar.
Disaat yang sama Qia Kirana masih membereskan kamar 606, dan teman kerjanya menghampirinya.
“Hei Qia Kirana! Belum selesai membereskan?” tanya Syifa melihat Kirana yang sedang membereskan kamar,
“Ini kamar terakhir hari ini Fa” jawab Qia Kirana,
“Apakah kamu mau dapat uang tambahan?” tawar Syifa,
“Bagaimana?” tanya Qia Kirana spontan mendekati Syifa,
__ADS_1
“Kamu bisa menata meja, atau menjadi pelayan pesta? Aku tahu kamu membutuhkan uang” tanya Syifa,
“Apa akan ada pesta atau acara besar semacamnya?” kata Qia Kirana bertanya kembali,
“Iya, dan masih merekrut pelayan untuk penata meja atau pelayan pesta” jawab Syifa,
“Terimakasih Syifa, aku akan mencoba mendaftar” kata Qia Kirana,
“Oke, kalau begitu kita bersama-sama” kata Syifa.
Qia Kirana dan Syifa mendaftarkan diri, saat terpilih ternyata Qia Kirana terpilih sebagai pelayan pesta sedangkan Syifa terpilih sebagai penata meja. Kemudian Qia Kirana memberi kabar bahwa ia akan pulang terlambat 3 hari ini termasuk hari ini.
Qia Kirana membantu Syifa menata meja sebagai ucapan terimakasihnya. Saat pulang bekerja, Qia Kirana dan Syifa mengobrol sedikit di ruang yang akan digelar pesta tersebut.
“Kamu tahu pesta apa yang akan di gelar diruangan sebesar ini besok?” tanya Syifa sambil menunjuk ruangan auditorium yang besar,
“Pesta apa? Pesta peresmian atau penyambutan?” tebak Qia Kirana,
“Bukan, lihat disana ‘Love Destiny’ itu adalah pesta peluncuran produk kerja sama Li Group dan Xx” kata Syifa,
“Semegah ini kah?” kata Qia Kirana bertanya dengan kagum,
“Sudahlah, sepertinya kamu baru pertama kali melihat pesta, ayo pulang!” ajak Syifa.
Keesokan harinya, seperti biasa Qia Kirana paginya bekerja sebagai service room, kemudian siang menjelang sore dia bersiap-siap dan menganti pakaiannya.
Disaat yang sama, Ali Keenan yang sedang berada di perjalanan merasakan akan ada sesuatu hari ini. Ali Keenan menyiapkan 1 produk eksklusif yang khusus hanya dibuat untuknya. Sesampainya di hotel dia memerintahkan Ben untuk menyimpan produk itu dengan baik.
Malam itu pesta dihadiri bukan hanya oleh kedua perusahaan dan media, tapi banyak sponsor dan juga keluarga pengusaha yang ingin melihat langsung produk Love Destiny termasuk keluarga Rahardian dan Permana.
Lisa Rahardian datang dengan gaun mewah dan berpasangan dengan Haris Permana yang mengenakan setelan jas berwarna hitam.
Ketika pesta dimulai Ali Keenan datang dengan mengenakan setelan jas berwarna biru dan kemeja hitam. Disaat yang sama Qia Kirana sedang melayani para tamu yang datang, dan tidak sengaja keberadaannya diketahui oleh Lisa Rahardian.
“Lihatlah siapa disini yang melayani, kakakku tercinta?” kata Lisa Rahardian menunjuk Qia Kirana,
“Kirana?! Kenapa kamu disini?” kata Haris Permana.
__ADS_1
...~ Bersambung...~...