Anak Genius: Jade Sign Of Love

Anak Genius: Jade Sign Of Love
Qia Kirana Berusaha Menghindari Ali Keenan


__ADS_3

Qia Kirana langsung melepaskan tangannya dari genggaman Ali Keenan, kaget karena kenyataan dan pernyataan Ali Keenan dirinya pergi tanpa sepatah katapun.


Ali Keenan melihat punggung Qia Kirana yang lari darinya, dia tahu Qia Kirana akan kaget. Tapi dibandingkan dulu Ali Keenan menyimpan terus kebenaran 6 tahun yang lalu, dia merasa lebih lega sekaligus takut kehilangan.


Dalam hati Keenan “Apakah aku akan kehilanganmu lagi kali ini?” menggenggam tangannya yang tadi menyentuh tangan Kirana.


Keesokan harinya, Qia Kirana bangun lebih pagi dari biasanya. Qia Kirana menyiapkan makanan untuk kedua anaknya juga untuk Ali Keenan, kemudian bergegas pergi ke hotel agar bisa menghindari Ali Keenan.


Ali Keenan bersiap pergi ke kantor, tapi dia tidak menemukan sosok Qia Kirana.


“Apa dia sudah pergi?” kata Keenan pada dirinya sendiri,


“Ibuku sudah pergi dari tadi pagi..., sebenarnya ada apa denganmu dan ibuku?” tanya Aileen yang berjalan ke arah meja makan dari kamarnya,


“Iya paman apa kalian bertengkar?” tanya Ailaa pada Keenan yang sedang sarapan di meja makan,


“Tidak ada, hari ini paman akan pulang terlambat..., jadi nanti jika ada apa-apa hubungi paman ya!” pinta Keenan pada Ailaa dan Aileen.


Ali Keenan pergi ke perusahaan dengan tergesa-gesa setelah sarapan selesai, karena hari ini produk Love Destiny akan diluncurkan.


Setibanya di kantor, Ali Keenan langsung mengadakan rapat untuk mempersiapkan peluncuran produk yang akan dilakukan dalam waktu 1 jam lagi. Dalam hitungan mundur semua karyawan berhitung dan ikut serta termasuk Haris Permana.


“Tiga..., dua..., satu...!” kata semua karyawan Li Group.


Produk Love Destiny merupakan perpaduan antara gaun dan perhiasan. Gaun yang terbuat dari satin biru terhalus dan kualitas baik yang dipadukan dengan sutra putih transparan, sedangkan perhiasan yang lengkap dari kalung, gelang, anting-antig dan cincin yang memadukan diok biru dan diamond.


Produk Love Destiny langsung terjual habis, dengan jumlahnya yang sedikit dan harga yang berada diatas rata-rata gaun-gaun dan perhiasan bermerek lainnya.


“Direktur Li..., kita berhasil!” kata karyawan bersorak karena keberhasilan penjualan produk eksklusif itu,


“Baik karena keberhasilan ini, kita akan mengadakan makan malam untuk merayakannya!” kata Keenan pada seluruh karyawan yang terlibat pada peluncuran produk Love Destiny.


Di tempat Qia Kiraan bekerja, dia sangat tidak fokus dan membuat pekerjaannya terhambat dan menjadi lebih lama.


“Ada apa denganmu hari ini, Kirana?” tanya Syifa yang menyadarkan lamunan Kirana karena memikirkan kejadian semalam,

__ADS_1


“Tidak kenapa-kenapa..., Syifa kamu tinggal dimana?, apakah tidak jauh dari sini?” tanya Kirana pada Syifa yang bermaksud untuk tidak pulang ke apartemen,


“Iya rumahku tidak jauh dari sini, kenapa Kirana?” tanya syifa yang tidak tahu dari maksud Kirana,


“Kamu tinggal bersama siapa Syifa?” tanya Kirana pada Syifa memastikan dulu sebelum meminta bantuan,


“Aku tinggal dengan kedua orang tuaku Kirana, ada apa sebenarnya Kirana?” tanya Syifa penasaran dengan maksud Kirana,


“Tidak ada apa-apa hanya bertanya saja Syifa!” kata Kirana mengurungkan niatnya karena merasa akan merepotkan orang lain.


Qia Kirana melanjutkan pekerjaannya dan masih merasa dia tidak ingin pulang ke apartemen milik Ali Keenan. Kemudian terpikirkan oleh Qia Kirana untuk datang ke rumah sakit, sambil dirinya melihat keadaan ayahnya yang masih di rawat.


Sepulang bekerja, Qia Kirana pergi ke rumah sakit sekaligus berniat akan menginap untuk malam itu di rumah sakit. Waktu berlalu dan menunjukkan pukul 21.30 malam, Qia Kirana masih di rumah sakit menjaga ayahnya.


“Kirana apa kamu tidak pulang malam ini?” kata Umbara pada Kirana yang sedang menuangkan air hangat untuk ayahnya,


“Tidak ayah..., aku datang untuk menjaga ayah dan berniat untuk menginap malam ini!” kata Kirana pada ayahnya sambil menyimpan gelas yang berisi air hangat,


“Apa kamu sudah menghubungi orang rumah?, bagaimana dengan anak-anak apa ada yang menjaga mereka?” tanya Umbara khawatir pada Kirana tapi tidak berani bertanya sebenarnya ada apa antara anaknya dan Ali Keenan,


Qia Kirana tidak mengecek tasnya ataupun ponselnya, dia takut jika yang mengangkat telpon adalah Ali Keenan, jika begitu apa yang nanti akan dia bicarakan. Qia Kirana terus berpikir tanpa sadar melangkah jauh dari tempat ayahnya di rawat, dia merasa ada seseorang yang mengikutinya dari belakang.


“Siapa disana?!” tanya Kirana saat menengok ke belakang dengan suara yang tidak pelan.


Tiba-tiba Rafka Gavin keluar dan menunjukkan dirinya dihadapan Kirana.


“Rafka?!” kata Kirana kaget denga kehadiran Rafka,


“Jangan takut Kirana!, aku datang untuk meminta maaf padamu!” kata Rafka sambil memperlihatkan ekspresi sedih di tegah redupnya cahaya disekitar sambil melangkah mendekati Kirana,


“Stop...!, bisakah kamu berbicara dari situ saja?” kata Kirana meminta Rafka untuk berhenti mendekatinya,


“Kirana maaf jika waktu itu aku mengagetkanmu! Bisakah kamu memaafkanku, oke?” tanya Rafka pada Kirana dengan ekspresi yang cukup menyesal di wajahnya,


“Baiklah aku memafkanmu untuk semuanya Rafka!” kata Kirana menjawab Rafka dengan tulus,

__ADS_1


“Jadi bisakah kita seperti dulu lagi..., aku minta kamu jangan menghindariku, oke? Kita berteman seperti dulu lagi, ya?” pinta Rafka pada Kirana dengan terus melangkah mendekati Kirana,


“Maaf Rafka tapi...” kata Kirana yang tidak sempat menjelaskan maksud dari perkataannya,


“Apa kamu tidak mau bahkan berteman lagi denganku Kirana?, kamu tidak memaafkanku atau apa kamu membenciku?” kata Rafka mulai memperlihatkan ekspresi sedihnya,


“Bukan seperti itu Rafka...!, tapi aku bisa saja berteman lagi denganmu jika kamu sudah melupakan dan menghapus semua perasaanmu padaku, maaf jika aku berkata kejam tapi akan tidak nyaman untuk kita berdua ketika memulai pertemanan lagi jika dihatimu masih menyimpan perasaan itu” kata Kirana menjelaskan semua panjang lebar pada Kirana,


“Aku mengerti Kirana, aku akan melakukannya asalkan kamu mau berteman lagi denganku!” kata Rafka membujuk Kirana.


Qia Kirana memikirkan masa lalunya dengan Rafka dan Danisha, dia berusaha tidak memikirkan sikap Rafka padanya mengingat pertemanan mereka yang telah lama terjalin.


Disaat yang sama Aileen dan Ailaa menunggu kepulangan ibunya dan Ali Keenan.


Ailaa merasakan firasat yang tidak enak dalam hatinya, kemudian menyuruh kakaknya untuk melacak posisi ibunya.


Dengan segera Aileen melacak keberadaan ibunya dan mengetahui jika ponsel ibunya berada di sekitar hotel tempat kerjanya. Kemudian Aileen juga melacak keberadaan gantungan pada tas ibunya, dan dia melihat keberadaannya di rumah sakit Dustira.


Qia Kirana diajak makan malam oleh Rafka, mengingat dirinya belum makan apapun dari makan siang tadi, kemudian dia mengiyakan ajakan dari Rafka.


Aileen melihat jika GPS ponsel masih tidak bergerak sedangkan GPS pada gantungan tas ibunya bergerak keluar dari rumah sakit. Tanpa pikir panjang Aileen mengajak Ailaa untuk mencari ibunya.


Aileen membawa laptop itu bersamanya, dia berusaha menghubungi Ali Keenan secara bersamaan.


“Apa masih belum ada jawaban, kak?” tanya Ailaa pada kakaknya dengan khawatir.


Hai para penggemar Jade Sign of Love...


Menurut kalian apakah Rafka Gavin bisa dipercaya?


Apakah Aileen dan Ailaa bisa menemukan keberadaan ibunya?


Nantikan terus kelanjutannya oke ^_^


Jangan lupa Like, Komentar, dan beri hadiah juga Voting untuk terus mendukung Author!

__ADS_1


...~ Bersambung... ~...


__ADS_2