Anak Genius: Jade Sign Of Love

Anak Genius: Jade Sign Of Love
Qia Kirana dan Anaknya Makan Malam Bersama Ali Keenan


__ADS_3

Ali Keenan menggendong Ailaa di


tangannya sampai di depan ruang rawat inap untuk pasien jantung. Tiba-tiba


Ailaa bangun dan tersadar berada di pangkuan seseorang, dia tahu itu bukan


ibunya.


Ailaa loncat dari pangkuan Ali Keenan


yang seketika mengagetkan Ali Keenan.


“Kenapa Ailaa?” tanya Keenan pada


Ailaa yang masih setengah sadar dari tidurnya.


Ailaa memandang Ali Keenan yang


bertanya padanya, dia menyangka jika bukan Ali Keenan yang menggendongnya


karena bagaimanapun dia selalu berhati-hati.


“Ohhh..., paman?!” kata Ailaa kaget


karena takut keahliannya diketahui oleh Keenan,


Dalam hati Keenan “Jadi Ailaa memiliki


kemampuan bela diri yang hebat..., dia bisa loncat dari tanganku dengan cepat


dan dalam keadaan setengah sadar” sambil mengerakkan jari-jari tangannya.


“Pasti kaget, ya?, sampai-sampai


terjatuh dari tangan paman..., sini paman lihat ada yang sakit tidak?” tanya


Keenan sambil pura-pura tidak mengetahui hal yang tadi terjadi,


Dalam hati Ailaa “Kemampuanku tidak


ketahuan, kah?” sambil mendekat ke arah Keenan,


“Ayo paman kita susul ibu!” kata Ailaa


mengalihkan penasarannya dengan wajah datar mengandeng tangan Keenan.


Di dalam ruang rawat VIP milik Umbara,


Ali Keenan disambut hangat oleh Soni Umbara dan Raisa. Soni Umbara dan Raisa


berterimakasih kepada Ali Keenan karena telah membantu pengobatan dan mengurus


semua administrasi hingga bisa di rawat di ruang VIP.


Setelah keluar dari ruangan Umbara,


dan menuju tempat parkir.


“Direktur Li terimakasih karena telah


mengurus semua kebutuhan ayahku!” kata Kirana sambil berjalan dan menggandeng


Ailaa,


“Diantara kita tidak perlu ada kata


terimakasih Qia, lagi pula aku dengan suka rela melakukannya” kata Keenan


berthenti melangkah dan menengok ke belakang melihat Kirana.


Qia Kirana menatap Ali Keenan seolah


menyanjungnya dengan tatapan mata.


Aileen menarik-narik tangan Ali Keenan


yang masih tidak melanjutkan langkahnya.


“Ohhh..., bagaimana jika malam ini


kita makan di luar? Aileen dan Ailaa suka es krim, kan? Paman tahu tempat makan


es krim yang enak” kata Keenan menjagak Kirana dan kedua anak kembar itu untuk


makan malam di luar,


“Suka paman! Ailaa suka sekali es


krim...!” kata Ailaa melepaskan genggaman tangan ibunya lalu berlari dan tanpa


disadari memegang tangan Keenan,


Ailaa yang menyadari isyarat mata dari


kakaknya langsung melepaskan tangan Ali Keenan.


Qia Kirana tidak bisa menolak ajakan


Ali Keenan, malah dalam hatinya ada sedikit rasa bahagia yang sederhana tapi


bisa membuat dia tersenyum lebar, seolah mendapatkan suatu hal berharga yang


mengejutkan.


Ali Keenan mengajak Qia Kirana, Aileen


dan Ailaa datang ke restoran Art.


Sesampainya di dalam restoran Art, Qia

__ADS_1


Kirana di persilahkan duduk oleh Ali Keenan, bahkan Aileen dan Ailaa digendong


untuk bisa duduk di kursi oleh Ali Keenan.


Ali keenan memanggil pelayan restoran


dan memesan makanan dalam jumlah yang cukup banyak.


“Direktur Li!, apakah makanan yang


anda pesan tidak terlalu banyak?” kata Kirana memotong pemesanan Keenan dengan


pelayan restoran,


“Tidak.., malah aku merasa aku ingin


memesan lagi, agar kalian bisa menyicipi setiap makanan yang ada disini!” kata


Keenan sambil memberikan isyarat meminta daftar pesanan yang telah di pesannya


kepada pelayan restoran.


Setelah makan Ali Keenan memanggil


pelayan untuk datang lagi.


“Direktur Li, semua makanan yang tadi


anda pesan saja belum habis.., anda masih akan pesan apalagi?” tanya Kirana


dengan nada yang sedikit enggan,


Ali Keenan tersenyum dan tidak


menjawab Qia Kirana.


“Tolong saya pesan 4 porsi es krim, 2


porsi es krim sedang dan 2 lagi porsi besar!” kata Keenan memesan es krim,


Tidak perlu waktu lama es krim yang di


pesan oleh Ali Keenan datang. Pelayan restotan menyajikan es krim besar untuk


Aileen dan Ailaa, sedangkan porsi sedang untuk Ali Keenan dan Qia Kirana.


Aileen dan Ailaa sangat senang dengan


porsi es krim yang dipesan oleh Ali Keenan.


Saat suapan pertama Ailaa seperti


pernah memakan rasa dari es krim itu, dengan wajah serius dia terus memakan es


krimnya. Ailaa mengingat bahwa kakaknya dulu pernah memberikannya es krim


Dalam hati Ailaa “Apa kakak sudah lama


kenal dengan paman Keenan?, jadi waktu itu kakak keluar untuk menemui paman


Keenan?” sambil memandang kakaknya dan Keenan.


Aileen yang merasa terus dilihat oleh


Ailaa, dia melihat ke arah Ailaa. Aileen menggunakan gerakan kepalanya seolah


bertanya pada Ailaa ‘Apa?’.


Ailaa yang mengerti hal itu,


menggelengkan kepalanya dan terus makan es krimnya.


Disaat yang sama Ali Keenan


memperhatikan Qia Kirana yang juga suka es krim yang di pesannya.


Dalam hati Kirana “Kenapa bisa ada es


krim selembut dan seenak ini?” sambil terus memakan es krimnya.


Ali Keenan yang dari tadi hanya


menyicipi sedikit es krim miliknya, menggeserkan mangkuk es krim ke arah Qia


Kirana.


“Ini masih ada” kata Keenan sambil


tersenyum menawarkan Kirana untuk memakan es krimnya,


“Ini...., Bukankah ini milik anda


direktur Li...” kata Kirana enggan memakan es krim milik Keenan,


“Habiskanlah..!, aku akan ke kasir


untuk membayar tagihannya” kata Keenan sambil berdiri kemudian berjalan ke arah


kasir,


Qia Kirana yang merasa akan sayang


jika es krimnya di buang, ajdi dia memakan es krim milik Ali Keenan.


Ali Keenan memperhatikan Qia Kirana


dari kejauhan dan tersenyum melihat hal itu.


“Ciuman tidak langsung...” kata Keenan

__ADS_1


dengan suara pelan berbicara pada dirinya sendiri.


“Tuan Keenan ini notanya, terimakasih


dan semoga hari anda menyenangkan!” kata petugas kasir yang menyadarkan Keenan.


Setelah itu, Qia Kirana, Aileen dan


Ailaa pulang ke apartemen milik Ali Keenan.


Aileen dan Ailaa masuk ke dalam


kamarnya.


“Selamat malam” kata Keenan pada


Kirana yang akan masuk ke dalam kamarnya.


“Selamat malam direktur Li, sekali


lagi aku ucapkan terimakasih untuk hari ini!” kata Kirana pada Keenan dengan


tersenyum.


Ali Keenan menatap Qia Kirana hingga


masuk ke dalam kamarnya, dia masih saja terpesona oleh senyum cantik dari


wanita yang membuatnya jatuh hati itu.


~ Keesokan harinya ~


Ben mengantar Qia Kirana pergi bekerja,


sedangkan Ali Keenan pergi ke kantor sendiri. Setelah Ben mengantar Qia Kirana


hingga ke hotel, dia pergi ke kantor menyusul Ali Keenan.


Saat sedang bekerja Syifa mendekati


Qia Kirana dengan mata yang menyipit.


“Siapa yang tadi pagi mengantarmu


pergi bekerja?” tanya Syifa pada Kirana,


“Itu..., untuk apa menanyakan hal ini?”


kata Kirana berusaha mengalihakan agar dirinya tidak ketahuan bahwa itu


berhubungan dengan Keenan,


“Tidak ada!!” kata Syifa melihat


Kirana tidak ingin memberitahukannya,


“Ohhh Kirana kemarin ada seorang tamu


yang mencarimu, apa kamu sudah tahu?” tanya Syifa pada Kirana,


“Siapa?” tanya Kirana penasaran.


Syifa mengisyaratkan ketidak tahuannya


karena dia tidak mengenal tamu itu.


Qia Kirana bersiap untuk pergi makan


siang bersama Syifa, tiba-tiba tidak disengaja bertemu dengan Lisa Rahardian.


“Hai kak Kirana!” kata Lisa pada


Kirana,


“Nah ini Kirana tamu yang mencarimu


kemarin!” kata Syifa membisikan kata-kata pada Kirana,


“Hai Lisa!” kata Kirana dan berusaha


pergi meninggalkan Lisa,


“Tunggu kak...!, ada yang ingin aku


bicarakan!” kata Lisa mencegah Kirana untuk pergi,


“Kalau begitu aku duluan Kirana!,


silahkan kalian mengobrol!” kata Syifa sambil melangkah meninggalkan keduanya.


Qia Kirana dan Lisa Rahardian menuju


lobby hotel, tiba-tiba terlihat Haris Permana yang sedang mencari keberadaan


Lisa.


Haris Permana menghampiri Lisa dan Qia


Kirana.


“Kak! Aku berencana menikah dengan


Haris!” kata Lisa memberitahukan Kirana sambil menggandeng tangan Haris dengan


erat.


 Jangan lupa like, komen dan tipsnya untuk terus mendukung author ya ^_^


                                                                                ~ Bersambung... ~

__ADS_1


__ADS_2