Anak Genius: Jade Sign Of Love

Anak Genius: Jade Sign Of Love
Jamuan Keluarga Rahardian dan Permana


__ADS_3

“Dulu dia menghilang..., dan yang aku miliki hanya sepucuk surat darinya.., aku bahkan tidak tahu harus kemana mencarinya,” kata Ali Keenan melanjutkan,


“Lalu?” tanya Qia Kirana,


“Sekarang aku menemukannya tapi dia bahkan telah melupakan pertemuan kita berdua..., tapi aku bersyukur dan aku tidak ingin melewatkannya” kata Ali Keenan mengakhiri ceritanya dan memandang Qia Kirana,


Qia Kirana tertegun mendengar cerita dari Ali Keenan yang begitu bisa setia dalam mencintai seseorang, dia berharap wanita itu bisa mencintai dan mengingat Ali Keenan tanpa tahu bahwa wanita itu adalah dirinya.


Lalu Qia Kirana mulai bercerita,


“Aku ingin menceritakan sebuah kisah dari putri bulan yang mungkin entah berakhir bahagia atau tidak” kata Qia Kirana,


Dalam hati Ali Keenan “Apakah kamu akan menceritakan kisahmu padaku?”


“Ceritakanlah! Aku bisa menjadi pendengar yang baik” kata Ali Keenan memandang Qia Kirana,


“Putri bulan terlahir dari keluarga kaya yang ibunya meninggal saat melahirkannya.., lalu dia diculik dan dibuang” kata Qia Kirana memulai kisahnya,


“Lalu putri bulan diangkat dan dibesarkan oleh orang tua yang menemukannya dijalan, dia tidak menyadari jika mereka bukan orang tua kandungnya karena kasih sayang tulus keluarga itu” kata Qia Kirana yang mulai berkaca-kaca,


Ali Keenan terdiam mendengar dengan seksama,


“Hmmm.., setelah itu dia kembali ke keluarga kaya dan tidak lama adiknya mengajaknya berlibur...,” kata Qia Kirana melanjutkan,


“Putri kecil mabuk dan tidur dengan pria yang tidak dikenalinya.., dia lari dan kabur dari negerinya..., ketika dia kembali dia ingin membuka kehidupan baru bukan sebagai putri tapi sebagai orang biasa” kata Qia Kirana mengakhiri ceritanya.


Ali Keenan tidak akan pernah tahu bahwa Qia Kirana bukan melupakannya, tapi memang dari awal Qia Kirana tidak mengenalinya karena pengaruh obat.


Tapi dari cerita Qia Kirana, Ali Keenan merasa ada yang ganjal, kenapa Qia Kirana tidak mengetahui bahwa dia diberi obat oleh seseorang dan malah bilang bahwa dirinya mabuk?.


Setelah itu Ali Keenan tidak mengatakan apapun dan mengantar Qia Kirana ke bawah untuk naik mobil online yang dipesannya.


Sesampainya Ali Keenan di apartemen, dia merasa cerita itu tidak sesederhana yang dibayangkan, dia curiga bahwa Qia Kirana dijebak dan akan diberikan pada orang yang tidak bertanggung jawab.


Ali Keenan berpikir bahwa saat itu Qia Kirana salah memasuki kamar dan takdir mempertemukan mereka, dia semakin ingin Qia Kirana disisinya dan melindunginya.

__ADS_1


Disaat yang sama di rumah Danisha Azkia, Qia Kirana menemani Aileen dan Ailaa, dia masih teringat dengan cerita yang disampaikannya pada Ali Keenan.


Dalam hati Qia Kirana “Sudahlah lupakan!, lagi pula dia tidak akan mengingat cerita yang tidak jelas seperti itu”.


Aileen yang melihat ibunya tenggelam dalam lamunan.


“Ibu, ada apa denganmu hari ini? Apakah merasa tidak enak badan?” tanya Aileen khawatir,


Ailaa menoleh dan memperhatikan kakak dan ibunya.


“Tidak apa-apa Alen.., Ibu hanya memikirkan sedikit pekerjaan” kata Qia Kirana melihat ke arah kedua anaknya dengan lembut,


“Ibu, ibu sudah lelah bekerja.., tapi masih harus setiap hari menemani kakak dan aku” kata Ailaa dengan nada kekanakan,


“Tidak sayang, bersama kalian ibu tidak lelah sedikitpun malah ibu sangat bahagia” kata Qia Kirana sambil memeluk kedua anaknya.


Setelah Qia Kirana menemani kedua anaknya bermain di rumah, dia melihat ponselnya yang berdering memiliki satu panggilan.


Kring... kring... kring...


“Hallo Kirana!” kata Evan Rahardian,


“Kamu kemana saja selama ini Kirana? Ayah mencarimu kemanapun..., untung saja Haris Permana memberitahu ayah” kata Evan Rahardian khawatir,


“Maaf ayah, aku tidak bisa menceritakannya sekarang” jawab Qia Kirana,


“Tidak apa, ayah tidak akan memaksamu..., besok malam ayah akan mengadakan jamuan keluarga.., apa kamu bisa pulang ke rumah? Ayah sangat rindu padamu” kata Evan Rahardian,


“Besok...?, baik ayah aku akan datang besok” kata Qia Kirana,


“Baguslah.., ayah tunggu kedatanganmu” kata Evan Rahardian dan telpon berakhir.


Keesokan harinya, Ali Keenan mendapat kabar dari salah satu pegawainya bahwa Haris Permana meminta cuti hari ini.


Ali Keenan yang mendengarnya bertanya pada Ben untuk mencari tahu mengapa Haris Permana meminta cuti, semenjak dia tahu Qia Kirana adalah anggota keluarga Rahardian kemungkinan berkaitan dengan keluarga Permana.

__ADS_1


Setelah beberapa saat Ben memberitahu bahwa keluarga Rahardian mengadakan jamuan makan yang cukup meriah, keluarga Permana merupakan teman lama atau sudah seperti kerabat untuk keluarga Rahardian dan tentu akan hadir malam ini.


“Jadi apakah Qia Kirana akan hadir?” tanya Ali Keenan,


“Kemungkinan hadirnya nona Qia Kirana sangat besar direktur Li.., dan juga aku sepertinya melihat tuan muda Haris Permana tertarik pada nona Qia Kirana..,” kata Ben sambil ragu-ragu memberitahu Ali Keenan,


“Apa kamu bilang?!, kamu mengetahuinya sejak kapan?” tanya Ali Keenan sambil berdiri dari kursinya,


“Saya tahu karena beberapa kali melihat tuan muda Haris Permana menanyakan alasan nona Qia Kirana menghilang.., itu... saat pesta terakhir kali direktur Li” kata Ben menjelaskan.


Ali Keenan yang mendengarnya terlihat menahan amarah dan cemburu dan terduduk di kursi kantornya dengan banyak pikiran.


Dalam hati Ali Keenan “Siapa yang berani merebut wanita milikku.., dia tidak pantas untuk Qia Kirana” sambil memikirkan kejadian terakhir kali Haris Permana memaksa dan menyudutkan Qia Kirana untuk mengatakan hal yang tidak ingin Qia Kirana katakan.


Malam jamuan Qia Kirana bersiap pergi ke jamuan keluarga Rahardian dan Permana, dia berpikir tidak akan pergi terlalu lama karena meninggalkan Aileen dan Ailaa.


Aileen dan Ailaa tahu jika ibunya akan pergi kejamuan makan malam keluarga di kediaman Rahardian.


“Kita harus ikut, agar bisa mencegah sesuatu yang buruk terjadi pada ibu” kata Aileen menghawatirkan ibunya,


“Aku akan membantu kak!” kata Ailaa,


“Seperti terakhir kali kita masuk ke kediaman Rahardian, aku akan mengarahkan dari jarak jauh dan kamu masuk, oke?” tanya Aileen,


“Baik, siap kak!” kata Ailaa.


Setelah itu, mereka bergegas menganti bajunya, Aileen menggunakan baju biasa yang sering dia gunakan di rumah dan jaket tebal, sedangkan Ailaa menggunakan kemeja putih dan celana hitam untuk memudahkannya bergerak.


Setelah ibu mereka cukup lama pergi dan sedang menuju kediaman Rahardian, Aileen memesan mobil online dan pergi ke kediaman Rahardian bersama Ailaa.


Dengan semua antisipasi Aileen memasang GPS tersembunyi pada tas ibunya, yang ibunya sangka itu gantungan biasa yang diberikannya.


Jamuan makan malam itu belum dimulai tapi sudah cukup banyak tamu yang hadir, tidak terkecuali keluarga Permana dan Haris Permana.


Qia Kirana yang baru sampai dipersilahkan masuk oleh penjaga yang menunggu didepan pintu, dan ketika dia masuk ke ruang tengah semua mata tertuju padanya.

__ADS_1


Qia Kirana menggunakan gaun sederhana berwarna nude, anting juga kalung yang tidak mewah tapi kehadirannya mejadi pengalihan pandangan orang yang hadir saat itu.


...~ Bersambung... ~...


__ADS_2