
“Direktur Li, mengetahui itu?” tanya Kirana pada Keenan dengan nada yang sedih,
Di perempatan jalan Garuda, mobil yang dikendarai Ali Keenan berhenti karena lampu merah. Kemudian Ali Keenan menatap Qia Kirana karena menyadari kesedihan wanita yang ada disampingnya.
Dalam hati Keenan “Jika saat ini andai bisa aku memelukmu, membuatmu melupakan banyak hal menyakitkan” dan tenggelam dalam tatapannya pada Kirana.
Ali Keenan kemudian tersadar dengan klakson mobil dibelakangnya karena lampu lalu lintas sudah berwarna hijau.
“Jadi, direktur Li kita akan kemana?” tanya Kirana melihat-lihat ke arah jalan,
“Kamu akan tahu nanti ketika kita sampai” kata Keenan dengan senyum tipis di wajahnya.
Ali Keenan mengendarai mobilnya ke arah lapang terbang Internasional Husein Sastranegara, dan terus mendekat ke daerah lepas landas pesawat.
“Ini...?” kata Kirana bingung karena Keenan membawanya ke bandara,
Dalam hati Kirana “Apa direktur Li akan membawaku naik pesawat? Tapi anak-anakku?” mendadak wajahnya berubah menjadi khawatir,
“Iya, kita ada di bandara Husein, turunlah!” ajak Keenan sambil melepas sabuk pengaman dan turun dari mobilnya.
Qia Kirana enggan turun dari mobil, Ali Keenan yang melihat itu membukakan pintu mobil dan mempersilahkannya untuk turun. Kemudian dengan wajah tersipu Qia Kirana turun dari mobil dan berlari dengan perasaan terpukau melihat suasana malam di lapang terbang Husein.
“Aku akan mengajarkanmu cara untuk melepas kesedihan” kata Keenan yang melihat Kirana suka dengan tempat itu dan berjalan mendekat,
Qia Kirana berbalik dan menatap wajah Ali Keenan.
“Aku harap semua kesedihan terbang bersama pesawat!!!” kata Keenan berteriak dengan kencang,
Qia Kirana kaget dan tersenyum kecil dengan tingkah Ali Keenan yang baru saja dilihatnya.
“Sekarang cobalah!” kata Keenan pada Kirana,
“Memangnya bisa pesawat menerbangkan semua kesedihan?” tanya Kirana polos,
Keenan tersenyum dan berkata “Cobalah! Kamu akan tau nanti”,
“Aku berharap semua kesedihan dibawa terbang oleh pesawat!!!” kata Kirana berusaha menirukan kata-kata Keenan dan berteriak sekencang mungkin.
Qia Kirana tersenyum dan mengetahui bahwa Ali Keenan menyuruhnya melepaskan semua beban di hatinya dengan berteriak.
“Qia!” panggil Keenan pada Kirana,
__ADS_1
“Apa direktur Li?” jawab Kirana dan menoleh ke arah Keenan.
Dengan sigap Ali Keenan langsung menggendong Qia Kirana.
“Direktur Li!, apa yang anda lakukan?!” kata Kirana sontak kaget karena digendong tiba-tiba,
“Usssttt!!!, diamlah!” kata Keenan lembut dengan membisikan dan berjalan ke arah mobil,
Ali Keenan memdudukan Qia Kirana di atas bumper depan mobil, kemudian dia naik dan duduk disamping Qia Kirana.
Disaat yang sama Ben di motel sedang bersama Aileen dan Ailaa.
“Apa nona muda sudah makan?” tanya Ben pada Aileen,
“Siapa yang kamu sebut nona muda?!!” kata Aileen dengan ketus,
“Baiklah.., baiklah! Jadi saya harus memanggil apa?” kata Ben sambil berjongkok,
“Panggil dia Ailaa saja!” kata Aileen,
“Paman.., kamu bodyguard paman yang mirip dengan kakakku?” tanya Ailaa yang berdiri disamping Ben dan menunjuk Aileen dengan wajah datar,
Dalam hati Ben “Kenapa ekspresi anak perempuan ini mirip direktur Li, kalau anak laki-laki ini wajahnya mirip sekali direktur Li” tenggelam dalam lamunan,
“Ohhh..., saya itu asisten pribadi direktur Li lebih tepatnya, baiklah saya akan menyiapkan makanan untuk nona Ailaa” kata Ben sambil menyiapkan makanan yang tadi di beli oleh Ali Keenan,
“Silahkan nona Ailaa!” kata Ben menghidangkan makanan untuk Ailaa,
“Jadi kamu sudah mengenalnya, kak?” tanya Ailaa berbisik pada Aileen,
“Hmmm...” kata Aileen memberi isyarat dengan menganggukkan kepalanya,
“Kamu berhutang cerita padaku!!” kata Ailaa berbisik pada Aileen lagi,
Kemudian Ailaa makan dengan lahap, Ben yang melihat itu merasa sudah menyelesaikan sebagian kecil tugasnya menjaga tuan dan nona muda masa depannya.
Di lapangan terbang Husein, Qia Kirana melihat langit malam dan Ali Keenan menatapnya.
“Qia! Bisakah kamu tidak menganggapku direktur Li Group hanya untuk malam ini?!” kata Keenan meminta pada Kirana,
“Apa maksud direktur Li?” tanya Kirana bingung, didalam hati Kirana berkata “Bagaimana bisa aku tidak menganggap dia sebagai direktur Li Group dengan statusnya ini??”,
__ADS_1
“Maksudku adalah..., jika kamu tidak terlalu formal padaku malam ini kamu bisa memanfaatkanku dan bersandar padaku!” kata Keenan dengan menatap kearah Kirana,
“Direktur Li?!” jawab Kirana dengan spontan kaget dan menatap ke arah Keenan.
Ali Keenan yang melihat Qia Kirana kaget langsung menarik tubuh wanita disampingnya. Qia Kirana tidak menolak dengan perlakuan Ali Keenan yang berusaha membuat kepalanya bersandar pada pundak bidang Ali Keenan.
Tidak lama kemudian sebuah pesawat take off, Qia Kirana merasa kagum dengan momen yang terjadi padanya dan disisinya ada Ali Keenan. Ali Keenan tersenyum karena ikut bahagia dengan berhasilnya dia membuat Qia Kirana terhibur.
“Qia! Tinggal bersamaku, ya?” pinta Keenan pada Kirana,
“Apa?! Ba...gaima...na?!” jawab Kirana kaget sampai terduduk dari sandaran Keenan,
“Aku tahu kamu memikirkan pekerjaan jika tinggal di kota Cimahi bersama orang tua angkatmu” kata Keenan menjelaskan,
“Aku juga tahu bagaimana keluarga Rahardian memperlakukanmu jika kamu tinggal bersama mereka” kata Keenan menambahkan,
“Jadi.., biarkan aku menjagamu dan anak-anak, ya? Tinggallah bersamaku, oke?” kata Keenan meraih tangan Kirana dan berusaha membujuknya,
Qia Kirana melihat wajah Ali Keenan yang khawatir, dia melihat ketulusan di matanya. Tapi Qia Kirana memikirkan lagi reputasi Ali Keenan jika tinggal bersama seorang wanita yang telah memiliki anak, tidak tahu jelas siapa ayah dari anak-anak itu.
“Maaf direktur Li! Aku tidak bisa menerima kebaikan anda” kata Kirana sambil melepas genggaman tangan Keenan padanya dan berusaha turun dari atas mobil,
“Tapi aku sangat khawatir pada kalian” kata Keenan menahan Kirana untuk turun dari atas mobil,
“Direktur Li.., aku tidak ingin merusak reputasi anda.., aku juga tidak ingin memanfaatkan kebaikan anda” kata Kirana dengan suara yang sedikit sendu.
Ali Keenan merasakan sakit di hatinya ketika melihat Qia Kirana seperti akan menangis.
“Aku tidak peduli dengan reputasi.., bahkan aku ingin kamu memanfaatkanku dengan baik” kata Keenan berusaha mengutarakan maksudnya,
“Direktur Li.., aku adalah wanita yang sudah memiliki anak, dan bahkan aku tidak tahu siapa ayah mereka” kata Kirana sambil mengatakannya dengan terputus-putus dan menegaskan,
Ali Keenan menarik dan memeluk Qia Kirana untuk menenangkannya.
“Bagaimana jika aku adalah ayah dari anak-anakmu?” kata Keenan dengan suara lirih dan memeluk erat Kirana dipelukannya,
Kirana melepaskan pelukan Keenan dan berkata “Apa maksud dari direktur Li?” dengan wajah yang bingung dan sedih,
“Baiklah aku akan mengatakannya sekarang..., jadi dengarkan baik-baik” kata Keenan meraih kedua pundak Kirana dengan lembut,
“Aku adalah laki-laki yang menghabiskan malam bersamamu 6 tahun yang lalu..., aku mengingatmu dan mengenalmu saat perjumpaan pertama kita lagi di pesta peresmian Love Destiny” kata Keenan menatap serius dan tatapannya dalam ke arah wajah Kirana.
__ADS_1
...~ Bersambung... ~...