Anak Genius: Jade Sign Of Love

Anak Genius: Jade Sign Of Love
Perasaan yang Datang Tanpa Diundang


__ADS_3

Qia Kirana membalas pelukan Ali


Keenan, dia menepuk pundak Ali Keenan dengan tangan kanannya.


“Iya aku tidak akan pergi...,


istirahatlah lagi ini masih dini hari” kata Kirana pada Keenan berusaha


menenangkannya,


Qia Kirana melihat Ali Keenan yang


tertidur lagi, dan dia menjaga di sampingnya.


Saat pagi hari tiba, ternyata Ali


Keenan memegang erat tangan Qia Kirana.


Ali Keenan terbangun dari tidurnya,


dan tidak mengingat kejadian yang terjadi pada dini hari. Ali Keenan melihat


Qia Kirana yang masih tertidur dengan tangan yang menggenggam tanganya.


Tanpa sadar kecantikan Qia Kirana


membuat tangan kiri Ali Keenan bergerak, dia berusaha menyingkirkan beberapa


helai rambut yang menutupi wajah cantik wanita itu.


Tiba-tiba Qia Kirana terbangun, dan


melihat Ali Keenan. Ali Keenan kaget karena Qia Kirana yang bangun dan langsung


terdiam bisu.


“Selamat pagi!, direktur Li apakah sudah


merasa lebih baik?” tanya Kirana pada Keenan,


“Pa...gi!, aku sudah merasa lebih


baik..” jawab Keenan spontan dengan sedikit bingung dan gugup karena takut


perlakuannya diketahui Kirana.


Ali Keenan beranjak dan menuju kamar


mandi, dia tidak menoleh sedikitpun pada Qia Kirana.


Qia Kirana merasa sikap Ali Keenan


padanya sedikit aneh, seperti sengaja menghindarinya. Qia Kirana kemudian


keluar dari kamar Ali Keenan dan menyiapkan beberapa makanan untuk sarapan.


Ali Keenan keluar dari kamarnya dan


melihat Qia Kirana yang masih menyiapkan makanan. Ali Keenan tanpa berbicara


apapun membantu Qia Kirana  membawa


makanan ke meja makan.


Qia Kirana menyiapkan bekal makan


siang juga untuk Ali Keenan, disamping itu dia menyiapkan air putih hangat


untuk Ali Keenan.


Ali Keenan duduk di samping Qia Kirana,


tatapannya seolah tidak ingin lepas dengan penuh tanda tanya.


“Ini makan supnya juga” kata Kirana


sambil menuangkan sup untuk Keenan,


“Qia!” panggil Keenan pada Kirana,


“Kenapa direktur Li?” kata Kirana


memalingkan wajah ke arah Keenan,


“Kamu sudah tidak marah padaku?” tanya


Keenan pada Kirana,


“Kapan aku marah ?” tanya Kirana


bingung,


“Bukankah kamu menghindariku kemarin?”


kata Keenan menjelaskan,


“A..ku... ti... dak...” kata Kirana


sambil sedikit tersipu karena malu dia menghindari Keenan karena kaget,


“Direktur Li..., masih ada anak-anak


disini..., bisakah?” tanya Kirana yang langsung menyadari jika kedua anaknya


masih di meja makan,


“Baiklah!, nanti biar aku yang akan


mengantarmu bekerja” kata Keenan menawarkan dirinya,


“Tapi, Ben?” tanya Kirana pada Keenan,

__ADS_1


“Ben akan mengantikanku pagi ini untuk


urusan kantor” kata Keenan menjelaskan.


Setelah sarapan Ali Keenan


bersiap-siap untuk pergi mengantar Qia Kirana, saat keluar kamar dia melihat


Qia Kirana yang sudah siap dan menunggunya.


Kemudian Ali Keenan menghampiri Qia


Kirana.


“Ayo berangkat!” ajak Keenan pada


Kirana.


Keduanya pergi ke arah tempat dimana


mobil Ali Keenan diparkirkan.


Sesampainya di samping pintu mobil,


Ali Keenan mempersilahkan Qia Kirana masuk terlebih dahulu.


Qia Kirana terpana melihat kearah Ali


Keenan, tanpa sadar hatinya tergerak dan senyum kecil telihat di bibirnya.


Ali Keenan masuk kedalam mobilnya dan


memasangkan sabuk pengaman untuk Qia Kirana.


Selama diperjalanan tidak ada obrolan


antara keduanya, hanya sesekali saling menatap.


Tidak jauh dari hotel tempat Qia


Kirana bekerja,


“Direktur Li..., bisakah kamu turunkan


aku disini saja?” tanya Kirana tiba-tiba menyuruh Keenan memberhentikan


mobilnya.


Ali Keenan memberhentikan mobilnya dan


mencegah Qia Kirana untuk keluar dari mobilnya.


“Qia..!, kamu belum menjawab


pertanyaanku” kata Keenan sambil menghentikan Kirana.


“Perta...nyaan yang mana direktur Li?”


tanya Kirana yang langsung teringat kembali malam dimana dia menghindari


“Apakah kamu masih marah padaku?”


tanya Keenan karena Kirana menghindarinya beerapa hari kebelakang.


“Aku sudah bilang aku tidak marah pada


anda..” jawab Kirana sambil tersipu, tapi dia sudah bertekad tidak akan


menghindar lagi.


Ali Keenan kaget dengan respon yang


diberikan Qia Kirana padanya, dia meraih tangan kanan wanita disampingnya dan


berusaha meyakinkan.


“Qia..., maaf jika pernyataanku


mengagetkanmu dan membuatmu mengindariku. A...ku..., aku hanya ingin berkata


jujur, tidak menyembunyikan apapun dan bertanggung jawab atas apa yang aku


lakukan padamu” kata Keenan meyakinkan Kirana dan menatap wanita itu dengan


lembut.


“Terimakasih karena sudah mau


mengatakannya padaku direktur Li.., aku hanya tidak percaya saja ternyata orang


itu adalah anda...” kata Kirana merasa jika dia berangan-angan orang yang


bersamanya malam itu adalah Keenan.


Ali Keenan membulatkan matanya dan


meraih tengkuk Qia Kirana kemudian mengecup kening putih wanita disampingnya


dengan lembut.


“Apakah ini masih tidak meyakinkan atau


membuatmu tidak percaya Qia?” kata Keenan meyakinkan Kirana bahwa ini bukanlah


mimpi.


Qia Kirana kaget dengan perlakuan Ali


Keenan dengan sontak mengangguk dan kemudian menggelengkan kepalanya.


“Jadi kamu masih tidak percaya? Apa

__ADS_1


aku harus membuktikan dengan cara lain..” kata Keenan sambil menyeringai


menggoda Kirana.


Tiba-tiba Kirana membuka pintu mobil


sambil berkata “ direktur Li, maaf aku terlambat...” dan berlari kecil sambil


tersipu malu.


Ali Keenan kaget dan masih tidak


percaya dengan perlakuannya sendiri pada Qia Kirana yang begitu agresif. Dia


bertanya-tanya ada apa dengan dirinya, dia merasa seperti bukan dirinya


sendiri. Tapi satu hal yang pasti Qia Kirana kini tidak menghindarinya lagi.


Ali Keenan memarkirkan mobilnya dan


menuju ke kantor untuk pergi bekerja.


Disaat yang sama di ruang ganti


karyawan hotel Qia Kirana menggunakan baju dengan sangat lambat, dalam


pikirannya terus terbesit kejadian tadi dan beberapa hari yang lalu.


“Doooor..” kata Syifa mengagetkan


Kirana dari belakang.


“Ada apa denganmu Kirana? Kamu melamun


seolah nyawamu tidak disini...., hmmmm.... pasti terjadi sesuatu anatara kamu


dan direktur Li, kan?” goda Syifa pada temannya itu.


“Ti....dak ada apapun” kata Kirana


sambil menutup loker ganti miliknya.


“Jadi...? bagaimana kamu dengan direktur


Li?” apakah kalian akan menikah besok?” kata Syifa terus menggoda Kirana.


“Apa..?!, apa yang kamu katakan?” kata


Kirana kaget sampai membalikkan tubuhnya dan berusaha menutup mulut temannya


itu dengan tangannya.


“hem... hem... hem... hem... (yang artinya


aku hanya bercanda)” kata Syifa yang masih mulutnya ditutupi oleh tangan


Kirana.


“Perhatikan ucapanmu fa..., aku tidak


ingin orang-orang bergosip tentangku dan direktur Li” kata Kirana mengingatkan


Syifa temannya.


“Kenapa?” tanya Syifa heran.


“Aku tidak ingin gosip ini


mempengaruhinya dan pekerjaannya” kata Kirana menjawab Syifa sambil mereka


berdua melewati lorong-lorong hotel.


“Ohhhh... kamu begitu pengertian


terhadap dia..., heeeheee..” kata Syifa sambir tertawa kecil melihat respon


temannya Kirana.


“Baiklah sudah aku akan bekerja


sekarang, jadi lebih baik kamu juga bekerja jika tidak ingin diberhentikan!”


kata Kirana berusaha mengalihkan pembicaraan dan mencoba memperingatkan Syifa


temannya.


“Okelah..., nanti kita akan


meneruskannya di jam makan siang, hehhe...” kata Syifa sambil berjalan dan


mengisyaratkan kepada Kirana bahwa Kirana harus menceritakan yang terjadi pada


temannya.


Qia Kirana yang mendengar itu langsung


kembali teringat kecupan lembut dikeningnya yang diberikan Ali Keenan pagi ini.


Hai para pembaca setia Jade Sign of


Love ^_^


Maaf karena sudah hiatus begitu lama,


ini semua karena ada sesuatu yang tidak aku bisa ceritakan.


Tapi aku sudah kembali sekarang,


semoga ceritanya bisa terus berlanjut ya


Terus kasih Like, Komen, dan

__ADS_1


Hadiah/Tips untuk terus mendukung Author ya ^_^


~ Bersambung... ~


__ADS_2