Anak Genius: Jade Sign Of Love

Anak Genius: Jade Sign Of Love
Pertemuan yang Dihindari


__ADS_3

‘Berharap bisa menatap wajahmu lagi, berharap bisa melindungimu dari seluruh bahaya yang ada di dunia, biarkan orang menertawakanku dan aku akan membuatmu tersenyum’


“Apa Qia Kirana ada?” tanya Ali Keenan pada Danisha Azkia sesaat setelah membuka pintu,


Ali Keenan menerobos masuk ke rumah Danisha, berharap bisa menemukan Qia Kirana disana. Ben datang menyusul Ali Keenan ke rumah Danisha.


“Nona Danisha mohon maaf atas kelancangan kami” kata Ben sambil membungkukan badan pada Danisha Azkia,


“Qia.., Qia Kirana..” panggil Ali Keenan seperti orang gila mencari Qia Kirana ke penjuru rumah Danisha,


“Direktur Li, tenanglah dulu.., biarkan aku berbicara!” kata Danisha Azkia,


Ben berusaha menenangkan Ali Keenan dan mengajaknya untuk duduk di sofa. Danisha ke dapur dan mengambilkan air putih untuk Ben dan Ali Keenan.


“Direktur Li.., dengan apa yang terjadi hari ini, bahkan aku sebagai teman Kirana tidak mampu mengejar dia atau mencegah dia untuk pergi..” kata Danisha Azkia dengan ekspresi sedih dan berkaca-kaca,


“Qia... Dia pergi?” tanya Ali Keenan dengan nada bingung dan sedih,


Danisha menganggukan kepalanya tanpa menjawab pertanyaan yang dilontarkan Ali Keenan.


Saat Ali Keenan tahu Qia Kirana pergi entah kemana, dalam hatinya seperti ada sesuatu yang memberatkan.


“Ada yang ingin aku tanyakan lagi pada nona Danisha, apa kedua anak ini adalah anak Qia Kirana?” tanya Ali Keenan menunjukan foto Aileen dan Ailaa,


“Iya direktur Li, dan masalah ini juga yang membuat Kirana pergi” kata Danisha Azkia menjelaskan sedikit masalah di acara pertunangan.


Tanpa pikir panjang Ali Keenan pergi dari rumah Danisha, dan Ben bergegas menyusulnya. Kemudian Ali Keenan masuk ke mobil dan pergi meninggalkan Ben.


“Direktur Li..!!!” panggil Ben yang tidak sempat menyusul Ali Keenan yang sudah pergi mengendarai mobil,


“Astaga..! Astaga..! Bagaimana ini?, dengan suasana hati yang seperti itu direktur Li tidak akan membuat masalah seperti terakhir kali, kan?” kata Ben komat-kamit berbicara sendiri di bawah rumah Danisha,


“Iya!! Aku lebih baik harus segera menyusulnya” kata Ben dengan bergegas mencari taksi di dekat daerah itu.


Di perjalanan Ali Keenan mengendarai mobil dengan cukup kencang, ingatannya terbang mengingat terakhir kali Qia Kirana pergi dengan Rafka Gavin. Ali Keenan memukul stir mobil karena menyesal tidak datang lebih awal.

__ADS_1


Dalam hati Ali Keenan “Harusnya aku yang hadir memberikan hadiah padamu.., jadi aku bisa membawamu pergi dari sana”.


Tiba-tiba Ali Keenan mengerem mobilnya karena penyebrang jalan yang melintas, kejadian itu terjadi di sekitar jalan pasar baru. Ali Keenan tersadar dari lamunan emosiny, kemudian dia menepikan mobilnya.


“Tuan.., anda ingin memarkirkan mobil?” tanya seorang tukang parkir dengan mengetuk kaca mobil Ali Keenan,


“Ohhh..., iya” jawab Ali Keenan dan memarkirkan mobilnya.


Ali Keenan turun dari mobilnya, dan berjalan di sekitar jalan Otto Iskandar Dinata. Ben yang menyusul melihat Ali Keenan yang berjalan menyusuri keramaian, dan kemudian menyusulnya.


“Qia kamu pergi kemana?” kata Ali Keenan khawatir dengan Qia Kirana dan kedua anaknya,


“Direktur Li, lebih baik anda pulang dulu, dan nanti akan kita pikirkan lagi bagaiman mencari nona Qia Kirana” kata Ben membujuk Ali Keenan untuk kembali karena hari sudah malam.


Ali Keenan terpaksa pulang meski dirinya masih menghawatirkan Qia Kirana dan kedua anaknya. Sesampainya di apartemen Ben memesan makan malam untuk Ali Keenan, dan menuangkan segelas air putih.


“Direktur Li, aku lihat kamu bahkan tidak meminum air yang diberikan oleh nona Danisha Azkia, dan juga belum makan apapun, ini makanlah!” kata Ben membuka makan malam dan menghidangkannya di atas meja dekat sofa,


Ben melihat Ali Keenan yang masih tidak meresponnya sama sekali.


“Direktur Li, anda ingin menemukan nona Qia Kirana, kan?” tanya Ben berusaha mendapat respon dari Ali Keenan,


“Anda harus makan!, dan mengusahakan diri anda sehat untuk mencari nona Qia Kirana” kata Ben berusaha membujuk Ali Keenan untuk makan.


Dengan tatapan dingin, Ali Keenan terduduk dan mulai makan makanan yang disiapkan Ben untuknya.


Dalam hati Ben “Ternyata membujuk direktur Li dengan nama nona Qia Kirana sangat ampuh” sambil tersenyum kecil.


Keesokan harinya Qia Kirana pergi bekerja seperti biasa, dan hari ini dia berencana untuk mencari tempat tinggal yang dekat dengan hotel Horison.


Siang itu, Ali Keenan datang ke hotel untuk mencari Qia Kirana. Syifa yang mengetahui hal itu memberitahu Qia Kirana, Qia Kirana meminta tolong agar Syifa membantunya untuk menghindari Ali Keenan.


Saat Ali Keenan bertemu dengan Syifa di lobby hotel hari itu.


“Nona tunggu!!” kata Ali Keenan berusaha memanggil Syifa,

__ADS_1


“Direktur Li memanggil saya? Ada yang bisa saya bantu?” tanya Syifa pada Ali Keenan dengan sopan,


“Apa hari ini Qia Kirana datang bekerja?” tanya Ali Keenan dengan wajah khawatir,


Dalam hati Syifa “ Maafkan aku direktur Li!, aku tidak tahu masalah diantara kalian.., tapi aku hanya ingin menolong Kirana”.


“Sepertinya tadi ada, tapi tidak lama Kirana sudah izin pulang” kata Syifa berusaha menutupi kebohongannya,


“Ohh.. baiklah nona terimakasih!” kata Ali Keenan sambil keluar dari hotel dan langsung pergi dengan mobilnya.


Ali Keenan masih mencari Qia Kirana, kemudian di lampu merah tidak jauh dari hotel mobil berhenti. Ali Keenan menatap keluar mobil, dan melihat spanduk mengenai penawaran laptop hal ini mengingatkannya pada Aileen.


“Ben!!, segera cari hacker terkenal dari luar negeri yang bisa disewa jasanya!” perintah Ali Keenan pada Ben,


“Baik direktur Li!” jawab Ben,


“Katakan aku ingin mendapatkan email anak yang bernama Aileen dan IPnya terdaftar di Thailand” kata Ali Keenan memberikan keterangan pada Ben.


“Baik direktur Li!” jawab Ben dengan sedikit bingung di wajahnya,


Dalam hati Ben “Kenapa untuk mencari email seorang anak kecil saja direktur Li membutuhkan hacker terkenal?” bertanya-tanya.


Dengan segera Ben membawa Ali Keenan kembali ke perusahaan, kemudian dia langsung mencari hacker sesuai perintah Ali Keenan. Ben memberikan perintah dan tawaran bayaran pada hacker yang berada di Singapura untuk mencari email Aileen.


Sore harinya Ben mendapatkan sebuah email jawaban dari hacker bayarannya, dan didalamnya ada dokumen profil juga email pengguna milik anak yang dicari Ali Keenan.


Tok... tok... tok...


“Masuk!” kata Ali Keenan mempersilahkan,


“Direktur Li ini emailnya, dan juga ada profilnya” kata Ben memberikan iPadnya,


“Baik terimakasih!, Kamu keluarlah!” kata Ali Keenan memerintahkan Ben keluar dari kantornya.


Ali Keenan menduplikat pesan itu dan mengirimkannya pada email pribadinya, kemudian menghapus pesan pada email Ben. Ali Keenan dengan segera menghubungi Aileen lewat email pribadinya.

__ADS_1


‘Hai Aileen..., ini aku Ali Keenan, bisakah kita bertemu?, aku ingin membicarakan sesuatu’


...~ Bersambung... ~...


__ADS_2