Anak Genius: Jade Sign Of Love

Anak Genius: Jade Sign Of Love
Lamaran Rafka Gavin untuk Qia Kirana


__ADS_3

Rafka Gavin lama diam di rumah Danisha Azkia, dia masih memikirkan Ali Keenan dan perkataan Qia Kirana yang tiba-tiba.


“Paman Rafka Gavin belum pulang?” tanya Ailaa,


“Sebentar lagi paman akan pulang.., kamu juga kenapa belum tidur?, ini sudah malam...” tanya Rafka Gavin,


“Tidak apa-apa..., hanya belum mengantuk saja” jawab Ailaa,


Qia Kirana menghampiri Rafka Gavin dengan piring yang berisi buah potong.


“Ailaa pergilah tidur ya.., ada yang ingin ibu sampaikan pada paman Rafka Gavin!” kata Qia Kirana,


“Iya bu...” jawab Ailaa sambil pergi ke kamar,


Di dalam kamar Ailaa memperhatikan kakaknya yang sedang menguping. Aileen tidak akan pernah menyetujui jika Rafka Gavin menjadi ayahnya.


Di ruang tamu Qia Kirana menatap Rafka Gavin seolah banyak pertanyaan yang dia simpan.


“Aku minta maaf karena tadi kamu harus terlibat..” kata Qia Kirana sedikit menyesal,


“Kamu tidak perlu meminta maaf Kirana, malah aku ingin bertanya apakah kamu serius dengan perkataanmu?” tanya Rafka Gavin,


Dalam hati Qia Kirana “Apakah aku bisa menerima Rafka Gavin?, tapi aku tau dia baik terhadap anak-anak, dan...” berusaha meyakinkan dirinya.


“Aku serius Rafka.., semoga ini bisa jadi hal baik untuk kita berdua.., tapi aku tidak yakin dengan perasaanku” kata Qia Kirana,


“Tidak apa-apa.., aku akan menjaga kalian” kata Rafka Gavin dengan bahagia dan cepat meraih kedua tangan Qia Kirana, dalam hati Rafka Gavin “Pasti aku bisa membuat kamu juga mencintaiku Kirana”.


Keesokan harinya Ali Keenan terbangun dengan baju kusut, dan bau alkohol menyengat masih menempel di tubuhnya. Ali Keenan berusaha mengingat semua hal yang terjadi, dia juga mengingat hampir mencekik seorang perempuan di pub.


Ali Keenan tahu dia adalah orang yang berpikiran jernih, tetapi hanya karena perkataan Qia Kirana padanya yang lebih memilih orang lain dia jadi kehilangan kendali.


Ali Keenan turun dari tempat tidurnya, dan pergi mandi untuk mendinginkan pikirannya. Hari ini Ali Keenan tidak pergi ke perusahaan, langkah kakinya malah membawanya ke sebuah cafe dengan perpustakaan di dalamnya.


Ali Keenan memesan kopi dan sandwich, kemudian dia mencari sebuah buku untuk dibaca dan tidak disangka dia menemukan buku novel yang menarik perhatiannya.


Ali Keenan membaca belakang buku dan menemukan kata-kata ‘Aku memikirkanmu seumur hidupku..., bersikeras mengabaikan segalanya.., tidak dapat melupakan perasaan yang seperti badai tak terkira.., meski pada akhirnya tidak bersama.., yang penting kamu bahagia..., aku akan selalu datang saat kau meneteskan air mata’.


Ali Keenan mengambil buku itu, dan membelinya di kasir. Ali Keenan sekarang telah menemukan jawaban yang tepat, meski dia tahu dia tidak akan bisa melupakan Qia Kirana. Ali Keenan akan mencoba belajar mencintai Qia Kirana dengan cara yang berbeda.

__ADS_1


Di hotel saat Qia Kirana pulang bekerja, Rafka Gavin menjeputnya dan membawa Qia Kirana ke suatu tempat untuk melamar. Ketika sampai disebuah rumah makan yang cukup mewah, Rafka Gavin mengajak Qia Kirana makan malam dan setelah itu...


“Kirana aku tahu.., kita menikah hanya seperti sebuah kesepakatan” kata Rafka Gavin sambil menarik Qia Kirana untuk berdiri,


Semua orang di restoran itu langsung melihat kearah mereka berdua, ada juga yang merekam moment itu.


“Tapi aku ingin memberikan kebahagiaan bagi wanita yang aku cintai...” kata Rafka Gavin melanjutkan sambil berjongkok dan mencium tangan Qia Kirana,


“Rafka.., apa yang kamu lakukan, aku kira kita hanya makan malam?” kata Qia Kirana dengan suara pelan dengan muka yang terkejut,


“Aku melamarmu hari ini.., karena ini janji pada diriku sendiri..., jadi maukah kamu menikah denganku?” kata Rafka Gavin menyatakan lamarannya dengan sebuah kotak berisi cincin.


Orang-orang disekitar mereka bersorak atas lamaran yang disampaikan Rafka Gavin pada Qia Kirana.


“Terima..., terima..., terima!” kata orang disekitar mereka.


“Baiklah aku terima.., jadi cepatlah berdiri!” pinta Qia Kirana dengan wajah yang memerah.


Rafka Gavin memakaikan cincin di jari manis Qia Kirana, sebagai pertanda bahwa Qia Kirana adalah miliknya. Setelah itu mereka pulang dan haripun berlalu.


Keesokan harinya Lisa Rahardian mendapat kiriman video Rafka Gavin yang sedang melamar Qia Kirana dari seorang temannya. Temannya pernah hadir di jamuan makan malam keluarga Shen, saat makan malam merasa mengenal Qia Kirana jadi dia merekamnya.


“Aku melihat dia makan malam dengan seorang pria, dan pria itu bukan direktur Li!!” kata temannya menambahkan,


“Apa kamu punya buktinya?” tanya Lisa Rahardian,


“Ini akan aku kirimkan video lamaran malam itu...” kata temannya,


“Terimakasih sudah memberitahu..” kata Lisa Rahardian, yang dalam hatinya berkata “Qia Kirana kamu memikat kak Haris, lalu menggoda direktur Ali Keenan dan sekarang membuat drama lamaran dengan pria lain..., dasar rubah betina!!!”


“Iya sama-sama..,” kata temannya mengakhiri percakapan.


Setelah Lisa Rahardian memastikan bahwa itu adalah Qia Kirana, dia terpikirkan ide untuk memberitahu Ali Keenan soal video itu.


“Kita lihat bagaimana direktur Li apakah masih akan menyukai rubah betina sepertimu!!!, jangan pernah bermimpi untuk menjadi burung phoenix di langit!!” kata Lisa Rahardian dengan senyuman jahatnya.


Lisa Rahardian dengan cepat meminta nomor kontak Ali Keenan pada Haris Permana, kemudian Haris Permana memberikan nomor Ben padanya.


Dalam chat....

__ADS_1


‘Hallo direktur Li maaf mengganggu waktu anda, saya Lisa Rahardian..., ada yang ingin saya sampaikan terkait kakakku.., biasakah kita bertemu di luar?’


Dengan cepat Ben memberitahukan chat itu pada Ali Keenan yang bekerja hari itu. Kemudian Ali Keenan membaca pesan...


Dalam hati Ben “Orang lain akan mengira direktur Li baik-baik saja, tapi aku melihat dia menjadi lebih gila kerja dan hanya makan sedikit makanan dibanding biasanya... Aish... orang putus cinta”.


‘Baik.., kita bertemu di cafe W, jam 4 sore ini’ balas Ali Keenan.


~ Pukul 4 sore, di cafe W ~


“Direktur Li.., silahkan duduk!,” kata Lisa Rahardian mempersilahkan,


“Perkenalkan.., aku Lisa Rahardian adik dari kak Qia Kirana” kata Lisa Rahardian memperkenalkan diri,


“Aku sudah tahu, kita persingkat saja..,” kata Ali Keenan dengan tatapan dingin,


“Ini tentang kakakku...” kata Lisa Rahardian,


“Ada apa dengan Qia Kirana?” tanya Ali Keenan langsung merubah ekspresi wajahnya menjadi khawatir,


“Aku tidak akan banyak bicara.., hanya ingin memberikan ini..” kata Lisa Rahardian memberikan ponselnya, dalam hatinya “Ketika direktur Li membencimu Qia Kirana!!! aku akan merebutnya..., Ali Keenan lebih baik dari Haris Permana dan lebih kaya”.


Ali Keenan mengambil ponsel Lisa Rahardian dan melihat sebuah rekaman Rafka Gavin yang melamar Qia Kirana. Dengan serius dia terus melihat video itu sampai habis, dan Qia Kirana menyetujui lamaran Rafka Gavin.


Tanpa berkomentar Ali Keenan mengembalikan ponsel itu kembali pada Lisa Rahardian.


“Direktur Li tidak adakah yang ingin anda sampaikan?” tanya Lisa Rahardian menunggu Ali Keenan bereaksi,


“Nona Shen.., aku tidak akan berkomentar apapun.., karena itu adalah urusan nona Qia Kirana” jawab Ali Keenan tenang,


Lisa Rahardian mulai marah, mengapa bisa Ali Keenan tenang dengan keadaan seperti itu?.


“Direktur Li.., aku sebenarnya tidak ingin berkata seperti ini.., tapi ini kisah kakakku 6 tahun lalu.., bukan hanya anda tapi laki-laki ini juga digodanya.., kakakku.. dia pernah tidur dengan seorang laki-laki tua kaya dan lari dari rumah selama 6 tahun..”, kata Lisa Rahardian seolah menceritakan kisah tragis,


“Mungkin!! Bukan hanya itu..., dia pasti pernah tidur juga dengan laki-laki lain” kata Lisa Rahardian dengan nada yang sedikit jijik,


“Cukup!!!!” kata Ali Keenan dengan suara tinggi dan menekan.


...~ Bersambung... ~...

__ADS_1


__ADS_2