Anak Genius: Jade Sign Of Love

Anak Genius: Jade Sign Of Love
Kamu Akan Kulindungi


__ADS_3

Gaun Qia Kirana sobek karena ditarik begitu kuat oleh Lisa Rahardian. Dengan segera Ali Keenan membuka jasnya dan mengikatkannya pada pinggang Qia Kirana.


Dalam hati Lisa Rahardian “Kita lihat apakah kamu masih punya muka untuk bersulang bersama direktur Li, dasar wanita tidak tahu diri!!!”


Haris Permana yang melihat itu langsung membantu Lisa Rahardian berdiri,


“Kak maafkan aku! Aku tidak sengaja, aku tadi tersandung dan lihat aku terluka” kata Lisa Rahardian memelas dan mendekati Qia Kirana,


Ali Keenan merangkul Qia Kirana dengan erat,


“Tenang ada aku disini!” kata Ali Keenan pada Qia Kirana.


Ailaa yang melihat dari lantai atas dan Aileen yang mengawasi lewat microcamera melihat kejadian itu dengan jelas, mereka berdua mengetahui jika itu adalah sengaja.


“Kak aku tidak tahan melihatnya!!” kata Ailaa geram


“Tenang Wei, disana masih ada ibu.., dan juga laki-laki itu, kita amati dulu saja” kata Aileen yang juga marah pada Lisa Rahardian.


“Nona Rahardian! Kamu sendiri tahu dengan jelas apa kamu sengaja atau tidak?!!” kata Ali Keenan dengan nada menekan,


Seketika Lisa Rahardian kaget dengan ucapan Ali Keenan padanya, seperti ada udara dingin mengelilinginya.


“Direktur Li, Adik Lisa pasti tidak sengaja melakukannya, dan juga anda tidak berhak ikut campur karena itu urusan Lisa Rahardian dan Qia Kirana” kata Haris Permana sambil berusaha membela Lisa Rahardian,


“Maka jika begitu.., Tuan muda Permana juga tidak perlu ikut campur!! kata Ali Keenan sambil menatap Haris Permana dengan tajam dan nada bicara yang cukup tinggi,


“Sudahlah.., ini hanya sebuah gaun dan juga Lisa tidak sengaja melakukannya” kata Qia Kirana meredam suasana.


Lalu Ali Keenan merasa bahwa beginilah keluarga ini memperlakukan Qia Kirana, dan dia akan mengingat semuanya.


“Nona Qia Kirana aku tidak jadi mengajakmu bersulang, ayo kita pergi!” kata Ali Keenan mengajak Qia Kirana pergi,


Evan Rahardian melihat kejadian itu, dia sekarang tahu bahwa orang yang dicari Ali Keenan adalah Qia Kirana. Tapi, Evan Rahardian tidak menghampiri hanya melihat dari kejauhan karena dia akan bingung harus membela siapa.


Qia Kirana diam dan tertunduk merasa tidak pantas mendapat perhatian dari Ali Keenan yang begitu terhormat.


“Nona Qia Kirana aku akan meminta maaf sebelumnya bila aku lancang padamu” kata Ali Keenan dengan segera menggendong Qia Kirana ditangannya.


Saat Ali Keenan berbalik dia melihat ke lantai atas dan menyadari keberadaan Ailaa, dia berhenti melangkah dan Ailaa lari kearah yang tidak bisa dilihat dari lantai bawah.

__ADS_1


Dalam hati Ali Keenan “Sepertinya aku melihat seorang anak kecil.., dan anak itu mirip dengan dia” sambil melihat Qia Kirana yang ada di pelukannya dan bergegas pergi.


Dilantai atas kediaman Rahardian...


“Kak.., sepertinya paman yang mirip denganmu melihat keberadaanku!” kata Ailaa yang masih kaget,


“Aila, tenangkan diri! dan kita akan pulang..., kita harus sampai rumah sebelum ibu sampai, cepat!!” kata Aileen mengingatkan.


Dengan segera Ailaa keluar dari kediaman Rahardian dan pulang bersama Aileen.


Didalam mobil Ali Keenan dan Qia Kirana duduk dibelakang, Ben memperhatikan keduanya dari kaca spion dalam mobil.


“Jangan terus melihat kebelakang!.., mengemudi dengan benar!!” kata Ali Keenan memerintah,


“Maaf direktur Li!” jawab Ben yang merasa Ali Keenan marah,


“Direktur Li terimakasih sudah membantuku.., dan jasnya aku kembalikan sekarang” kata Qia Kirana yang akan membuka jas Ali Keenan di pinggangnya,


Ali Keenan mengetahui Ben kaget dengan kata yang diucapkan Qia Kirana.


“Pakailah.., jangan dilepas!!, nona Qia Kirana bisa mengembaikannya nanti” kata Ali Keenan sambil berusaha agar Ben tidak melihat Qia Kirana,


“Direktur Li.., rasanya tidak pantas jika anda memanggil saya nona” kata Qia Kirana canggung,


“ Lebih baik panggil Qia Kirana saja” jawab Qia Kirana malu,


“Baiklah Qia Kirana.., sepertinya kamu tidak bisa pulang seperti ini” kata Ali Keenan sambil melihat Qia Kirana dari atas ke bawah,


“Ben kita pergi membeli baju!” perintah Ali Keenan,


“Baik direktur Li!” jawab Ben,


Setibanya di Mall Ali Keenan dan Qia Kirana menuju toko baju wanita, Ali Keenan disambut dengan hormat oleh karyawan toko. Ali Keenan meminta karyawan toko memilihkan beberapa pakaian untuk dicoba oleh Qia Kirana.


“Cobalah semua yang dipilih..” kata Ali Keenan,


“Direktur Li.., tidak bisakah kita memilih satu dan biarkan aku langsung pulang?” tanya Qia Kirana,


“Nanti aku akan mengantarkanmu sampai rumah..,” jawab Ali Keenan serius.

__ADS_1


Qia Kirana dengan terpaksa mencoba satu persatu baju yang dipilihkan Ali Keenan untuknya.


Disaat yang samaAileen danAilaa sudah sampai rumah, tapi dia tidak melihat tanda-tanda ibunya pulang.


“Kak ibu tidak mungkin diculik oleh paman yang mirip denganmu itu, kan?” tanya Ailaa khawatir,


“Dia berani!!!!” kata Aileen marah,


“Aku akan mencoba melacak GPS yang aku gantungkan pada tas ibu” kata Aileen dengan cepat dia memeriksa laptopnya.


Ternyata GPS menunjukan ibunya berada di mall, Aileen terus memantau keberadaan ibunya.


Setelah selesai Qia Kirana mengenakan pakaian yang paling casual, Ali Keenan juga memerintahkan membungkus semua baju yang tadi dicoba olehnya.


Saat Qia Kirana membawa semua baju yang dibeli Ali Keenan untuknya, Ali Keenan menyadari jika Qia Kirana masih mengenakan sepatu high heels. Ali Keenan memerintahkan Ben untuk membawa semua barang, kemudian dia mengajak Qia Kirana membeli sepatu.


Di toko sepatu Qia Kirana memilih sebuah sepatu sneakers putih dengan garis ungu, disaat yang sama karyawan toko mengatakan bahwa produk itu juga memiliki 1 pasang dengan gaya yang sama untuk laki-laki. Ali Keenan membeli kedua sepatu seperti dia membeli dua pasang sepatu pasangan, dan salah satunya untuk pacarnya.


Di mobil, Ali Keenan dalam perjalanan mengantar Qia Kirana ke rumah Danisha Azkia.


“Direktur Li.., saya hanya akan menerima baju ini dan sepatu, yang lainnya bisa anda kembalikan lagi” kata Qia Kirana enggan menerima begitu banyak hadiah dari Ali Keenan,


“Aku membelikan ini untukmu.., apa kamu merasa pakaiannya terlalu jelek atau karena aku yang membelikannya?” tanya Ali Keenan dengan bersandiwara kecewa, karena dia tahu dengan begitu Qia Kirana tidak akan menolaknya,


“Baiklah.., tapi saya anggap berhutang padamu” jawab Qia Kirana,


“Baik.., tapi seperti yang pernah aku katakan aku tidak butuh uang..,” jawab Ali Keenan,


“Jadi.., Bagaimana saya membayarnya?” tanya Qia Kirana,


“Aku akan memikirkannya.., aku minta nomormu!! Agar ketika aku sudah tahu bagaimana caranya aku dapat menghubungimu Qia Kirana” kata Ali Keenan,


“Ini direktur Li.., +80976******” Qia Kirana memberikan nomornya tanpa ada curiga pada Ali Keenan.


Qia Kirana menunjukan jalan dan Ali Keenan mengantarkannya sampai depan rumah Danisha Azkia. Pada saat Qia Kirana turun dari mobil dan Ali Keenan sedang membuka bagasi, Danisha Azkia melihat Qia Kirana dengan Ali Keenan.


“Terimakasih direktur Li.., biar aku saja yang membawanya” kata Qia Kirana berusaha membawa barangnya dari tangan Ali Keenan,


“Biar aku membantumu membawakannya..,” kata Ali Keenan tidak melepaskan barang dari tangannya,

__ADS_1


Dalam hati Qia Kirana “Tapi dirumah ada Aileen dan Ailaa...”


...~ Bersambung... ~...


__ADS_2