Anak Genius: Jade Sign Of Love

Anak Genius: Jade Sign Of Love
Rencana Gagal karena Ailaa


__ADS_3

Dari semua orang yang hadir ada yang mempertanyakan identitas Qia Kirana.


“Siapa dia? Begitu cantik meski menggunakan gaun sederhana” bincang-bincang orang disekitar Qia Kirana,


Evan Rahardian melihat kehadiran Qia Kirana yang baru saja datang.


Dalam hati Evan Rahardian “Valda kamu pasti melihatnya sekarang, itu anak kita..., dia sangat cantik sepertimu dulu dan kesederhanaan itulah yang membuat aku jatuh cinta padamu”.


Evan Rahardian kemudian menghampiri Qia Kirana,


“Kiranaku bagaimana kabarmu putriku?” tanya Evan Rahardian sambil meraih dua tangan Qia Kirana.


Orang-orang disekitar langsung tahu bahwa Qia Kirana adalah putri tuan besar Rahardian, tapi mereka masih bertanya-tanya.


“Bukankah tuan Rahardian hanya memiliki satu putri yaitu Lisa Rahardian?” bincang orang sekitar,


“Aku dengar tuan besar Rahardian pernah menikah dengan seorang gadis cantik sebelum menikah dengan nyonya Riska, dan mungkin dia putri mereka” bincang orang sekitar.


Qia Kirana tersenyum karena sambutan hangat dari ayahnya,


“Aku baik-baik saja ayah, dan bagaimana kabar ayah dan ibu?” tanya Qia Kirana dengan nada lembut,


“Kami baik.., sungguh putriku yang cantik dan berhati baik” kata Evan Rahardian menepuk-nepuk tangan Qia Kirana.


Disaat yang sama Aileen dan Ailaa baru saja sampai di depan kediaman Rahardian. Aileen langsung memberikan jepit rambut yang telah ia rakit dengan microcamera digital dan alat komunikasi pada adiknya.


“Hallo cek.., cek..,” kata Ailaa mengetes alat komunikasi yang diberikan kakaknya,


“Iya cukup.., baiklah apa kamu sudah siap?” tanya Aileen sambil membuka laptopnya,


“Siap kak!!” kata Ailaa,


“Baik kita mulai!” kata Aileen.


Ailaa memanjat tembok kediaman Rahardian ditempat yang sama, kemudian dia memasuki dapur dengan gerakan yang hati-hati.


Ailaa harus lebih waspada dan jangan sampai membuat kesalahan seperti terakhir kalinya. Aileen mulai menyalakan microcamera pada jepit rambut Ailaa, dan dengan keahlian Ailaa yang telah meningkat dia memiliki gerakan yang meredam suara dari langkah kakinya.


Di ruang utama kediaman Rahardian, Evan Rahardian memperkenalkan pada semua tamu undangan bahwa Qia Kirana adalah putri pertamanya dengan mendiang istrinya.

__ADS_1


Riska Sintia terlihat tenang dan menyapa Qia Kirana seperti ibu pada anaknya, padahal dia memendam semua kebencian dihatinya.


Riska Sintia mengajak Lisa Rahardian ke atas, dia tahu jika anaknya bukan lagi pusat perhatian setelah kedatangan Qia Kirana ke jamuan makan malam.


“Kamu ingin membuat pembalasan untuk Qia Kirana?” tanya Riska Sintia,


Diluar kamar Ailaa sedang mengintai mereka, Ailaa dan Aileen kaget dengan perkataan Riska Sintia kepada Lisa Rahardian.


“Ibu sangat tahu aku, aku benci padanya apalagi melihat kak Haris yang menatap dia dengan tatapan berbeda..,” kata Lisa Rahardian mengeratkan giginya,


“Baiklah.., nanti kamu panggil Qia Kirana ke atas dan kita akan membuat jebakan sehingga dia akan jatuh dari tangga dan malu” kata Riska Sintia memberitahukan rencananya.


Ailaa yang mendengar itu, langsung berkomunikasi dengan kakaknya.


“Kak.., kamu hanya perlu memberi arahan padaku.., serahkan sisanya dan aku akan menggagalkan rencana jahat mereka berdua pada ibu” kata Ailaa pada Aileen,


“Baiklah.., aku serahkan padamu, tapi sebelum itu kamu harus mencari satu CCTV agar aku bisa mengontrol semua CCTV di kediaman Rahardian terlebih dahulu” kata Aileen sambil mengotak-atik laptopnya.


Dengan segera Ailaa menuruti kakaknya, dan tidak butuh usaha besar semua CCTV sudah terhubung pada laptop Aileen sehingga mudah di kendalikan.


Lisa Rahardian mulai meluncurkan aksi awal dengan memanggil Qia Kirana ke atas, Qia Kirana yang merasa tidak akan terjadi apa-apa menurutinya.


“Tante.., Tante..,” kata Ailaa memanggil Riska Sintia,


“Apa?” kata Riska Sintia menoleh,


“Tante tolong jongkok aku ingin bertanya sesuatu!” kata Ailaa dengan nada kekanakan.


Kemudian Riska Sintia yang akan berjongkok merasa anak ini mirip dengan seseorang, tapi sebelum dia mengenalinya Ailaa sudah melompat dan memukul titik lemah di samping leher Riska Sintia hingga pingsan. Ailaa dengan sekuat tenaga menarik tubuh Riska Sintia, lalu menghubungi kakaknya.


“Kak, sudah beres..,” kata Ailaa sambil tersenyum,


“Baik terus berhati-hatilah, jangan sampai ketahuan” kata Aileen.


Pada perjamuan keluarga Rahardian malam itu tiba-tiba Ali Keenan datang bersama Ben, Evan Rahardian yang mengetahui hal itu bingung dengan kehadiran Ali Keenan.


“Direktur Li, kami sangat menyambut kedatangan anda pada perjamuan keluarga kecil ini..,” kata Evan Rahardian menyambut Ali Keenan dengan kata yang sedikit canggung,


“Tidak perlu sungkan tuan Rahardian, saya disini bukan untuk perjamuan tapi untuk mencari seseorang” kata Ali Keenan sambil mencari sosok Qia Kirana ke segala arah,

__ADS_1


“Ohhh.., siapakah yang beruntung sampai harus dicari oleh direktur Li diperjamuan keluarga kecil saya?” tanya Evan Rahardian,


Ali Keenan tidak menanggapinya dan memberikan isyarat pada Ben untuk membawa semua hadiah yang dia bawa.


“Tuan Rahardian! ini adalah hadiah yang aku bawa untuk anda dan nyonya Riska Sintia” kata Ali Keenan menunjukan hadiah yang begitu banyak,


“Terimakasih direktur Li, dan silahkan menikmati jamuannya” kata Evan Rahardian.


Disisi lain ruang utama Haris Permana dan keluarganya memperhatikan, Evan Rahardian menghampiri mereka.


“Rahardian ada apa ini, kenapa direktur Li bisa ada pada perjamuanmu?” tanya tuan besar Permana,


“Aku juga tidak mengerti, direktur Li bilang mencari seseorang” kata Evan Rahardian.


Haris Permana mulai curiga apakah yang dicari Ali Keenan adalah Qia Kirana.


Lantai atas kediaman Rahardian, karena lama ibunya tidak memberi kode Lisa Rahardian mengira semuanya sudah diatur dengan baik.


Lisa Rahardian mengajak Qia Kirana ke bawah, saat akan menuruni tangga dia mempersilahkan Qia Kirana untuk turun terlebih dahulu.


Ternyata Lisa Rahardian kaget karena tidak terjadi apapun pada Qia Kirana, kemudian dia berusaha tenang dan ikut menuruni tangga bersama Qia Kirana.


Di ruang perjamuan Ali Keenan masih mencari kehadiran Qia Kirana, saat menoleh dia melihat Qia Kirana yang datang dari arah tangga.


Semua mata wanita tertuju pada Ali Keenan, tapi pandangan Ali Keenan tertuju pada Qia Kirana.


“Nona Qia Kirana, perkenalkan namaku Ali Keenan” kata Ali Keenan menghampiri Qia Kirana dengan memperkenalkan dirinya,


“Iya direktur Li, namaku Qia Kirana” kata Qia Kirana membalas memperkenalkan diri yang tidak tahu jika Ali Keenan berpura-pura,


Dalam hati Ali Keenan “Polos tanpa cela, tapi dia wanita cerdas”


“Aku baru tahu jika nona Qia Kirana adalah putri tertua dari keluarga Rahardian, jadi bisakah kamu bersulang denganku?” kata Ali Keenan meminta,


“Tentu direktur Li!” Qia Kirana menjawab dengan berwibawa.


Lisa Rahardian yang melihat itu langsung bersandiwara jika dirinya tersandung saat menuruni tangga, dia meraih gaun Qia Kirana dan menariknya.


...~ Bersambung... ~...

__ADS_1


__ADS_2