Anak Genius: Jade Sign Of Love

Anak Genius: Jade Sign Of Love
Rencana Rafka yang Gagal


__ADS_3

“Hmmm...” kata Aileen sambil memperlihatkan laptopnya,


Ali Keenan tidak mengangkat telpon dari Aileen, karena Ali Keenan masih berada di acara makan malam bersama karyawan kantornya.


“Pa supir..!, kita ke rumah sakit Dustira saja!” kata Aileen dengan cepat memutuskan untuk pergi ke rumah sakit.


Di saat yang sama, Qia Kirana berjalan keluar rumah sakit bersama Rafka Gavin. Qia Kirana merasa ada sesuatu yang tidak dibawanya, dan menyadari kalau ponselnya sepertinya tertinggal di ruang rawat.


“Rafka...!, sepertinya ponselku tertinggal di rumah sakit, kamu bisa pergi duluan!” kata Kirana yang berhenti dan berencana kembali ke rumah sakit,


“Ada apa Kirana?, aku akan pergi bersamamu!” kata Rafka membalikkan badannya dan melihat ke arah Kirana,


“Baiklah...” kata Kirana sambil melangkah menuju ke arah rumah sakit lagi.


Sesampainya di ruangan tempat Umbara dirawat, Qia Kirana telihat sibuk mencari ponselnya. Soni Umbara melihat ke arah Rafka dengan tatapan sedikit tidak senang, dan Rafka merasa tidak nyaman karenanya dia keluar dari ruangan itu.


“Kirana anakku apa yang kamu cari?” tanya Umbara pada Kirana yang sedang sibuk mencari sesuatu,


“Ponselku ayah.., aku lupa menyimpannya di suatu tempat...” kata Kirana menjawab ayahnya sambil masih mencari ponselnya,


“Coba kamu ingat-ingat lagi Kirana!, tapi sepertinya ayah tidak melihat kamu mengeluarkan ponsel dari pertama datang...” kata Umbara menjelaskan secara yakin pada Kirana,


Qia Kirana berusaha mengingat-ngingat lagi, kemudian dia teringat saat bekerja dia mengeluarkan ponselnya dan melupakannya.


“Ayah aku sudah mengingatnya..!, sepertinya aku meninggalkannya di hotel...” kata Kirana yang masih sedikit khawatir karena belum mengabari Aileen dan Ailaa bahwa dirinya akan pulang terlambat.


Karena Qia Kirana tidak menemukan ponselnya, dia berencana untuk pergi makan malam bersamaa Rafka. Di perjalanan keluar dari rumah sakit Qia Kirana bertemu dengan dokter Ardi Fadlan.


“Nona Kirana, kan?” sapa Fadlan pada Kirana dengan ramah,


“Dokter Fadlan? Bagaimana anda bisa ada di rumah sakit dustira?” tanya Kirana yang kaget karena Fadlan ada disana,


“Ohhh..., itu aku sedang berkunjung pada temanku yang sedang jaga malam disini.., Ini?” kata dokter Fadlan menjelaskan pada Kirana dan menanyakan Rafka,


“Perkenalkan namaku Rafka! Teman kecil Kirana” kata Rafka dengan bergegas mengenalkan dirinya pada dokter Fadlan,


Dalam hati Rafka “Siapa lagi ini yang selalu berada diantara aku dan Kirana?” sambil melihat seluruh badan dokter Fadlan,


Dalam hati Fadlan “Sepertinya ada yang aneh dengan laki-laki ini..., dan juga untuk apa dia bersama Kirana malam-malam begini!” sambil merasa tidak nyaman karena dirinya dilihat secara menyeluruh oleh Rafka,

__ADS_1


“Ohhh..., kalian akan pergi kemana?” tanya Fadlan dengan sedikit penasaran,


“Kami tidak akan kemana-mana...” kata Rafka langsung menjawab pertanyaan Fadlan dengan cepat,


“Itu dokter kami akan makan malam...” kata Kirana menambahkan jawaban dari Fadlan,


“Bolehkah aku ikut, akupun sepertinya lapar karena belum makan dari siang ini?” kata Fadlan menawarkan dirinya agar ikut,


“Boleh dokter..., silahkan!” kata Kirana sambil mempersilahkan Fadlan,


Dalam hati Fadlan “ Kenapa aku merasa tidak tenang meninggalkannya bersama laki-laki yang merupakan teman masa kecilnya ini..., sudahlah lagi pula siang ini aku hanya makan sedikit” sambil melangkah pergi untuk mencari makan malam,


Disaat yang sama mobil yang didalamnya Aileen dan Ailaa datang, melihat ibunya bersama Rafka Ailaa rasanya ingin turun dari mobil itu. Tapi Aileen menahan adiknya untuk turun, dia melihat jika ibunya dan Rafka tidak berduaan saja tapi juga bersama dokter Fadlan.


“Kenapa kak?” tanya Ailaa pada kakaknya dengan sedikit bingung,


“Kalau kita ingin ibu cepat pulang, kita harus menemukan si tuan kaku dulu” kata Aileen bermaksud untuk pulang dan bertemu dengan Keenan,


“Tapi... kak ibu?” kata Ailaa pada kakaknya,


“Tenang ada dokter yang waktu itu memeriksaku..., jadi sementara ini aman” kata Aileen dengan berusaha menenangkan dirinya juga adiknya.


Sesampainya di apartemen, Ali Keenan melihat Aileen dan Ailaa turun dari mobil tanpa adanya Kirana. Dengan segera Ali Keenan menyuruh Ben untuk berhenti, kemudian dia turun dan berlari menghampiri Ailaa dan Aileen.


Ali Keenan menyuruh Ben untuk membayar tagihan mobil, dan dia mendekati Aileen juga Ailaa yang sedang berjongkok di depan minimarket samping apartemen.


“Kenapa kalian hanya berdua?” kata Keenan sambil berjongkok bertanya keberadaan Kirana,


“Aku tidak akan membantumu lagi, jika ibuku lebih memilih dokter itu!!!” kata Aileen yang mulai marah pada Keenan,


Dalam hati Keenan “Ada apa dengan dia, mengapa dia marah marah?” bingung dan melihat ke arah Aileen dan Ailaa,


“Paman...! paman!!, kenapa tidak bisa di hubungi ibu hampir saja dibawa pergi oleh paman Rafka!” kata Ailaa sambil memukul-mukul Keenan,


Ali Keenan merasa sakit dengan pukulan yang diberikan Ailaa, tapi dia lebih terkejut lagi dengan bersamanya Rafka dan Qia Kirana.


“Ayo kita jemput ibu kalian pulang ya!” kata Keenan mengajak Aileen dan Ailaa naik ke mobinya


“Ben bisakah kamu ambilkan pakaian hangat lain untuk mereka di apartemenku!” perintah Keenan yang menyelimuti Aileen dan Ailaa dengan jasnya,

__ADS_1


“Baik direktur Li!” kata Ben segera berlari ke apartemen milik Keenan.


Tidak lama kemudian Ben datang dengan pakaian hangat untuk Aileen dan Ailaa. Ali Keenan memakaikan pakaian hangat pada Aileen dan Ailaa meski mereka sudah menggunakan satu jaket.


“Kalian masih anak-anak, sekuat apapun pakaiannya harus lebih hangat lagi, ya!” kata Keenan sambil merapihkan pakaian yang dikenakan keduannya.


Kemudian Ali Keenan bergegas mengemudikan mobilnya, dengan pikirannya yang tertuju pada Qia Kirana.


“Mereka ada ri rumah sakit Dustira” kata Aileen memberitahu lokasi ibunya pada Keenan dengan tatapan ke samping,


“Iya.., ayo kita bawa ibu kalian pulang ya” kata Keenan sambil terlihat serius dan sesekali melihat ke arah Aileen dan Ailaa yang berada dibelakang.


Sesampainya di rumah sakit, Aileen memberikan lokasi tempat makan ibunya pada Ali Keenan. Setibanya di depan restoran, Ali Keenan memarkirkan mobilnya dan begegas membuka sabuk pengaman kemudian berkata “Kalian tunggu saja di mobil ya!” sambil membuka pintu dan dengan cepat menutupnya kembali.


Ali Keenan melihat Qia Kirana yang telah selesai makan dan memandangnya lega.


“Untung tidak apa-apa..., untung tidak apa-apa!” kata Keenan dengan suara pelan sambil melangkah ke arah Kirana.


Qia Kirana melihat Ali Keenan yang tiba-tiba berada di restoran itu dan sedang berjalan ke arahnya. Qia Kirana berusaha menyembunyikan muka kaget dan tersipunya, dia berharap itu hanya bayangannya saja.


Tiba-tiba...


“Kenapa kamu muncul lagi?” kata Keenan menarik Rafka dengan kasar untuk berdiri,


Rafka tersenyum meremehkan di hadapan Keenan, kemudian mendekatkan wajahnya.


“Aku akan merebut dia darimu..., apapun caranya!” kata Rafka dengan pelan ditelinga Keenan.


Ali Keenan melihat makanan dan minuman yang diberikan pada Qia Kirana. Kemudian dia mencium sesuatu di air minum yang diminum Qia Kirana.


Ali Keenan tidak ingin Qia Kirana curiga dan khawatir, jadi dia meminumnya sampai habis.


Hai para penggemar Jade Sign of Love...


Menurut kalian apa yang akan terjadi, apa itu racun, obat bius, atau obat perangsang yang diberikan Rafka pada Kirana??


Nantikan terus kelanjutannya oke ^_^


Jangan lupa Like, Komentar, dan beri hadiah juga Voting untuk terus mendukung Author!

__ADS_1


~ Bersambung... ~


__ADS_2