Anak Genius: Jade Sign Of Love

Anak Genius: Jade Sign Of Love
Mencari Qia Kirana


__ADS_3

Dengan segera Danisha Azkia datang dan membantu Qia Kirana agar Ali Keenan tidak memaksa untuk membantu sampai ke rumah, karena di rumah ada Aileen dan Ailaa.


“Hallo direktur Li.., aku teman serumah Qia Kirana jadi biar aku saja yang membantunya” kata Danisha Azkia sambil mengambil barang yang dibawa Ali Keenan,


“Halo.., ohhh baiklah jika begitu” kata Ali Keenan memberikan barang bawaannya,


“Direktur Li karena sudah malam lebih baik anda pulang dan beristirahat..,” kata Qia Kirana menyarankan,


“Baiklah, selamat malam” kata Ali Keenan sambil naik ke mobil,


“Selamat malam” kata Qia Kirana membukkan badannya,


Setelah Ali Keenan dan Ben pergi, Danisha Azkia langsung menatap Qia Kirana.


“Hmmm... direktur Li karena sudah malam lebih baik anda pulang dan beristirahat.. Baiklah.., selamat malam... selamat malam” kata Danisha Azkia menirukan percakapan Ali Keenan dan Qia Kirana,


“Ada apa dengan direktur muda itu dan kamu Kirana?” tanya Danisha Azkia menggoda Qia Kirana,


“Usssttt!! tidak ada apapun, sungguh!!” jawab Qia Kirana memberikan isyarat takut anak-anaknya mendengar,


“Ohhh...” kata Danisha Azkia mengerti isyarat Qia Kirana.


Mendengar ibu dan bibinya pulang Aileen dan Ailaa berlari ke atas kasur, kemudian mereka pura-pura sudah tertidur. Qia Kirana dan Danisha Azkia datang, mereka merebahkan badan sebentar diatas sofa.


Tidak lama Qia Kirana melihat anak-anaknya di kamar dan mereka sudah tertidur, Sebelum meninggalkan mereka dia mencium kening kedua anaknya dan mematikan lampu kamar.


Setelah beberapa lama, Aileen dan Ailaa benar-benar tertidur karena lelah.


Diruang tengah Danisha Azkia membawakan beberapa bir untuk diminum bersama Qia Kirana.


“Mari! Kita minum dan berbincang-bincang..,” ajak Danisha Azkia sambil duduk di sofa,


“Tapi jangan terlalu berisik, anak-anak sudah tidur..,” kata Qia Kirana,


“Iya.., baiklah.., jadi... apa yang sebenarnya terjadi Kirana?” tanya Danisha Azkia penasaran,


“Direktur Li bisa disebut penyelamatku.., mungkin...” kata Qia Kirana sambil berpikir,


“Coba ceritakan!!” kata Danisha Azkia,


“Intinya dia telah menolongku dari tersudutkannya aku oleh Lisa Rahardian dan Haris Permana, dan yang terakhir adalah malam ini ketika di jamuan gaunku sobek dan pada akhirnya.., lihatlah!! Semua belanjaan ini...,” kata Qia Kirana menjelaskan dengan singkat,


“Apa?!! Adik tirimu masih saja mencari masalah dan juga si Haris itu?” kata Danisha Azkia memegang tangan Qia Kirana,


“Tapi bagaimana bisa seorang Ali Keenan direktur Li Group hadir di jamuan kecil keluarga Rahardian?” tanya Danisha Azkia,

__ADS_1


“Mungkin dia diundang..,” kata Qia Kirana,


“Tapi aku senang dengan kejadian ini ada kesatria berkuda putih yang melindungi Kiranaku” kata Danisha Azkia bahagia.


Qia Kirana tidak memikirkan apa yang Danisha Azkia katakan, setelah berbicang-bincang keduanya tidur.


~Tiga hari kemudian ~


Dijalan menuju perjalan pulang dari dinas Ali Keenan sibuk melihat ponselnya, sudah tiga hari dia tidak bertemu dengan Qia Kirana.


Siangnya Qia Kirana di tempat dia bekerja harus bekerja lebih lama, karena dia berencana meminta cuti beberapa hari besok. Saat Qia Kirana sedang makan siang Ali Keenan datang ke hotel tempatnya bekerja.


Ali Keenan menyapa salah satu karyawan yang ada di hotel dan menanyakan Qia Kirana. Karyawan itu berkata kepada Ali Keenan jika Qia Kirana hari ini lembur dan akan pulang malam sekali.


Ali Keenan tidak ingin mengganggu Qia Kirana jika masih bekerja, kemudian dia menitipkan bunga pada resepsionis hotel untuk diberikan pada Qia Kirana. Saat Ali Keenan akan pergi bersama Ben, Qia Kirana datang dan masuk ke hotel.


“Qia Kirana!!” kata karyawan resepsionis hotel,


“Iya?” kata Qia Kirana sambil berjalan menuju bagian resepsionis,


“Ini, ada bunga untukmu..,” kata resepsionis memberikan bunga,


“Bunga? Dari siapa?” tanya Qia Kirana mengambil bunga itu,


“Dari seorang laki-laki tadi..., ehhh tadi dia menunggumu disini.., mungkin sudah pergi” kata resepsionis,


“Sama-sama” kata resepsionis.


Sepulang bekerja saat Qia Kirana ada di ruang ganti dia memandang bunga yang dititipkan di resepsionis, dia belum melihat surat di bunga dan belum mengetahui siapa pengirimnya.


Dalam hati Qia Kirana “Lebih baik aku bawa terlebih dahulu saja bunganya”, sambil bersiap keluar dari hotel.


Setibanya di rumah Qia Kirana duduk dan meletakan bunga kedalam vas, dan membaca surat yang tertulis.


‘Apa kau masih mengingatku? Jika takdir bisa mempertemukan kita.., kuharap itu diwaktu yang tepat... tertanda KN’ tertulis dalam surat.


“Siapa itu KN? Dan apa maksudnya masih mengingatnya?” kata Qia Kirana berbicara pada dirinya sendiri,


“Ibu.., Ibu.., besok kita jadi pergi ke rumah nenek?” kata Aileen sambil menghampiri Qia Kirana,


“Iya sayang pasti..., nanti ibu akan memperkenalkan kalian berdua pada kakek dan nenek disana” kata Qia Kirana pada kedua anaknya.


Keesokan harinya Qia Kirana dan kedua anaknya pergi ke kota Cimahi menaiki bus. Disaat yang sama Ali Keenan datang jauh-jauh ke restoran hotel tempat Qia Kirana bekerja untuk sarapan, kemudian dia bertemu dengan Syifa.


“Nona maaf mengganggu, apakah kamu mengenal Qia Kirana?” tanya Ali Keenan dengan sopan,

__ADS_1


“Direktur Li, kan?.., ohh Qia Kirana kemarin meminta cuti beberapa hari...” jelas Syifa,


“Apakah Qia Kirana mengatakan alasan dia cuti?” tanya Ali Keenan,


“Tidak direktur Li...,” kata Syifa,


Dalam hati Ali Keenan “Kemana lagi kamu pergi Qia Kirana...??,” sambil bergegas pergi tanpa membalas perkataan Syifa.


Setibanya didepan rumah Danisha Azkia,


Tok...tok...tok...


“Sebentar!” kata Danisha Azkia sambil membuka pintu,


“Direktur Li...!!” kata Danisha Azkia kaget,


“Apa Qia Kirana ada di rumah?” tanya Ali Keenan melirik-lirik ke dalam rumah,


“Direktur Li silahkan masuk dulu!” kata Danisha Azkia mempersilahkan Ali Keenan masuk,


“Direktur Li Silahkan duduk!” kata Danisha Azkia.


Ali Keenan melihat ke sekeliling rumah Danisha Azkia, dia bertanya-tanya kenapa banyak sekali barang-barang anak kecil..?


“Direktur Li.., itu... Qia Kirana sedang tidak di rumah dan aku tidak tahu dia kemana” kata Danisha Azkia berbohong membantu Qia Kirana,


“Baiklah jika Qia Kirana tidak ada di rumah aku akan pergi” kata Ali Keenan bergegas pergi.


Ali Keenan mencurigai sesuatu disembunyikan Qia Kirana dan Danisha Azkia darinya.


Di kota Cimahi, Qia Kirana dan kedua anaknya menuju rumah kediaman Umbara.


“Ibu.., ayah.., aku pulang!” kata Qia Kirana sesampainya di rumah kediaman Umbara,


“Astaga!! lihat siapa yang datang..., Kirana bagaimana kabarmu?” kata Raisa sambil memeluk Qia Kirana,


“Nenek...!” kata Aileen dan Ailaa,


“Ini anakmu Yue’er? Cucu nenek yang cantik dan ganteng.., sini!, sini duduk biar nenek peluk!” kata Raisa kemudian memeluk keduanya,


“Kirana?” kata Soni Umbara yang sedang sakit,


Tambahan : untuk para pembaca yang cantik dan rupawan...., nantikan ya bab selanjutnya tentang Qia Kirana dan Rafka Gavin..., nah bagaimana nanti sikap Ali Keenan????


Satu lagi...

__ADS_1


Menurut kalian yang sudah baca novel ini dari awal sikap Haris Permana seperti apa sih?


...~ Bersambung... ~...


__ADS_2