Anak Genius: Jade Sign Of Love

Anak Genius: Jade Sign Of Love
Pernyataan Cinta Rafka Gavin


__ADS_3

“Halo nek.., kek...! aku Aileen dan ini Ailaa” kata Aileen mengenalkan dirinya dan adiknya pada Raisa dan Soni Umbara,


“Ayah kenapa bu?” tanya Qia Kirana,


“Ayah tidak apa-apa Kirana, kamu bawa anak-anak tidur di kamarmu ya.., setiap hari ibumu membersihkannya katanya takut kamu pulang sewaktu-waktu” kata Soni Umbara,


“Apa ayah sudah berobat?, kita ke rumah sakit ya ayah!” kata Qia Kirana dengan mata berkaca-kaca,


“Ayah lebih tahu apa yang terjadi pada tubuh ayah, tidak apa-apa..,” kata Soni Umbara,


“Ohhh... iya ibu ingin mengobrolkan sesuatu padamu!” kata Raisa,


“Aileen..!, Ailaa..!, ibu jalan-jalan dulu sebentar ya dengan nenek” kata Qia Kirana pada kedua anaknya,


“Baik Bu.., tenang kita akan menjaga kakek!” kata Aileen,


Qia Kirana dan Raisa berjalan-jalan di sekitar desa, Raisa menceritakan kisah Qia Kirana saat masih kanak-kanak dulu.


“Kirana.., ibu ingin bertanya satu hal, boleh?” kata Raisa serius,


“Iya bu boleh..,” kata Qia Kirana,


“Apa kamu mau menikah jika ibu tawarkan?” tanya Raisa memandang ke depan,


“Aku? Ibu tahu kondisiku saat ini...,” jawab Qia Kirana berhenti berjalan dan tertunduk,


“Ibu berkata seperti ini bukan mendesakmu Kirana, tapi kedua anakmu butuh wali apalagi mereka tidak akan selamanya menjadi anak kecil..,” jelas Raisa memegang kedua pundak Qia Kirana,


“Aku tahu bu.., aku juga pernah memikirkannya, tapi...” kata Qia Kirana dengan kalimat menggantung,


“Ibu akan bantu Kirana mencarikan yang terbaik.., dan bisa menerima keadaan kita juga dirimu..,” jelas Raisa sambil tersenyum,


“Baiklah bu.., jika itu menurut ibu yang terbaik..” kata Qia Kirana dengan senyuman bahagia karena dia masih memiliki ibu yang mengerti apa yang dia butuhkan.


Qia Kirana dan Raisa pulang dan makan malam bersama Soni Umbara juga dengan kedua anaknya.


Keesokan harinya, Qia Kirana sedang berjalan-jalan dengan Aileen dan Ailaa, kemudian mereka bertemu dengan Rafka Gavin.


Rafka Gavin kaget bisa bertemu Qia Kirana lagi di kota Cimahi dan di jalan yang biasa mereka lalui.


“Qia Kirana! Bagaimana kabarmu? dan bagaimana kabar kalian berdua?” tanya Rafka Gavin melihat kearah Qia Kirana, Aileen dan Ailaa,

__ADS_1


“Hai paman Rafka Gavin!” kata Ailaa melambaikan tangannya,


“Hai..., Ailaa” kata Rafka Gavin mengelus kepala Ailaa,


“Aku baik-baik saja Rafka” kata Qia Kirana memanggil nama kecil Rafka Gavin,


Aileen merasa sedikit aneh dalam hatinya, tidak nyaman jika ibunya dekat dengan Rafka Gavin.


Kemudian mereka berjalan-jalan di taman yang tidak jauh dari situ, Aileen dan Ailaa bermain seperti layaknya anak seumuran mereka. Rafka Gavin dengan segenap hati dan keteguhannya ingin memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya pada Qia Kirana.


Tiba-tiba...


“Paman Rafka Gavin...! Temani aku bermain...” kata Aileen mengagetkan Rafka Gavin yang termenung dalam lamunanya,


“Ohhh... i..ya, Ayo!!” kata Rafka Gavin.


Rafka Gavin awalnya kaget dengan keberadaan Qia Kirana yang membawa dua anak kembar setelah pulang dari Thailand meskipun itu semua karena dijebak adik tiri, kemudian dia kembali ke kota Cimahi untuk merenung tanpa memutus kontak pertemanan dengan Qia Kirana.


Saat Rafka Gavin mendengar beberapa cerita mengenai Qia Kirana dari Danisha, dia cukup khawatir dan gundah hatinya selalu membayangi.


Rafka Gavin merasa semua kekurangan atau hal yang berkaitan dengan Qia Kirana dengan dapat mudah dia terima maka dari itu dia tidak ingin mundur lagi, dia ingin menyatakan perasaannya dan melindungi Qia Kirana dengan segenap hati.


Setelah cukup bermain Rafka Gavin mengantarkan Qia Kirana pulang ke rumah kediaman Umbara. Raisa tidak sengaja melihat Rafka Gavin yang akan pamit pulang, tapi Raisa menahan Rafka Gavin untuk tidak pulang dulu dan menawarkan makan malam. Qia Kirana mengajak Rafka Gavin makan malam di rumah karena ibunya menawarkan hal tersebut.


~ Saat makan malam ~


“Rafka, kan? Asataga sudah menjadi laki-laki dewasa..,” kata Raisa menyapa Rafka Gavin,


“Halo bibi Raisa..!, baimana kabar bibi dan paman, baik?” tanya Rafka Gavin,


“Ohhh.., bibi baik-baik saja.., hanya saja paman tidak dalam kondisi baik mungkin ya namanya juga sudah tua..,” jelas Raisa,


“Apakah paman perlu ke rumah sakit, bi? Jika iya aku bisa mengantarnya..,” tawar Rafka Gavin dengan segera,


“Tidak perlu Rafka..!” kata Soni Umbara menjawab.


Obrolan itu panjang sampai makan malam hampir selesai, Aileen yang melihatnya makin tidak menyukai Rafka Gavin. Setelah makan malam selesai Aileen dan Ailaa masuk ke kamarnya, sementara Raisa dan Qia Kirana membereskan beberapa peralatan makan.


“Kirana kamu mengenal Rafka cukup lama, bagaimana dia menurutmu?” tanya Raisa memberanikan diri bertanya tentang pemikiran Qia Kirana terhadap Rafka Gavin,


“Maksud ibu apa?.., mengapa ibu tiba-tiba menanyakan hal ini padaku?” kata Qia Kirana tidak menajawab dan malah bertanya kembali pada ibunya,

__ADS_1


“Ibu sepertinya melihat Rafka memiliki rasa yang berbeda padamu Kirana..,” kata Raisa mengira-ngira perasaan Rafka Gavin pada Qia Kirana dengan melihat tingkah Rafka Gavin,


“Mana mungkin ibu!.., lagi pula dia adalah teman masa kecilku.., dan juga dia sudah tahu semua cerita yang aku alami..” jelas Qia Kirana,


“Lalu bagaimana responnya ketika tahu semua cerita itu?” tanya Raisa,


“Dia terlihat ingin membantu.., tapi aku lihat itu hanya sebatas teman saja” kata Qia Kirana menjelaskan,


“Tidak mungkin ahhh.., ibu merasakan hal berbeda tentang dia padamu Kirana” jelas Raisa menyangkal,


“Tapi jika benar begitu.., apa yang akan kamu lakukan anakku? Apakah kamu akan menerima Rafka Gavin? Bagaimana dia menurutmu?” tanya Raisa,


Saat ibunya bertanya seperti itu kemudian Qia Kirana berusaha memikirkan Rafka Gavin. Tapi tiba-tiba terlintas dipikirannya Ali Keenan yang merangkul dan mengendongnya di pesta jamuan terakhir kali.


“Rafka Gavin ya.., mungkin aku akan mempertimbangkannya jika memang dia memiliki niatan seperti itu..,” kata Qia Kirana dengan santai,


“Baguslah.., jika ada waktu biar ibu yang bertanya” kata Raisa sambil tersenyum,


“Jangan bu!!, itu tidak nyaman.., bagaimana jika itu hanya angan-angan ibu saja” kata Qia Kirana melarang ibunya.


Dalam hati Qia Kirana “Tapi mengapa aku tiba-tiba terpikirkan direktur Li ya..?, apa karena kejadian terakhir kali dia menolongku dan aku masih merasa ada yang mengganjal karena belum membalasnya”.


Dua hari berlalu, Qia Kirana sudah empat hari di kota Cimahi dan sudah waktunya kembali ke Bandung karena dia tidak dapat menunda pekerjaan, Qia Kirana juga merasa ayahnya sudah baik-baik saja.


Saat akan pergi Rafka Gavin sudah memarkirkan mobilnya di depan rumah kediaman Qiao.


“Rafka?! Mengapa kamu disini?!” tanya Qia Kirana kaget,


“Aku akan mengantarmu...,” kata Rafka Gavin berusaha membantu Qia Kirana membawa barang,


“Baiklah!!, maaf merepotkan” kata Qia Kirana.


Dalam perjalanan Aileen dan Ailaa tertidur dibelakang.


“Qia Kirana aku ingin mengatakan sesuatu” kata Rafka Gavin dengan sesekali memandang Qia Kirana,


“Apa?” tanya Qia Kirana memandang Rafka Gavin,


Dengan segenap keberanian Rafka Gavin memberanikan dirinya lagi, dia tidak ingin melewatkan Qia Kirana.


“Aku mencintaimu.., maukah kau menikah denganku?” tanya Rafka Gavin.

__ADS_1


...~ Bersambung... ~...


__ADS_2