Anak Genius: Jade Sign Of Love

Anak Genius: Jade Sign Of Love
Takut Karena Rafka Gavin


__ADS_3

Kemudian dengan cepat Qia Kirana turun dari mobil Rafka dan menghampiri Ali Keenan. Hati Qia Kirana tergerak dengan sikap Ali Keenan yang berusaha untuk menyelamatkannya.


Deg...deg...deg...


Dalam hati Kirana “Apa dia datang untukku?” melihat wajah Keenan.


Qia Kirana melihat Ali Keenan yang masih sangat emosi, kemudian Ali Keenan melihat ke arah Qia Kirana.


“Kamu tidak apa-apa, Qia?” tanya Keenan melihat kondisi Kirana dengan khawatir,


“Aku tidak apa-apa...” kata Kirana pada Keenan,


Kemudian Ali Keenan membawa Qia Kirana ke dalam mobilnya, dan dia menghampiri Rafka Gavin yang sudah berdiri.


“Dengar baik-baik!, aku tidak peduli seberapa besar pertemanan kalian berdua.., tapi jika kamu menyentuhnya lagi..!!!, aku tidak akan segan-segan...” kata Keenan pada Rafka dengan tatapan tajamnya,


“Apa hubungannya denganmu?” kata Rafka membalas dengan tatapan sinis,


“Kamu lebih tidak memiliki hubungan apapun sekarang!!, aku pernah mengalah satu kali..., tapi kali ini berbeda!!” kata Keenan membalas Rafka dengan kata-kata menekankan.


Kemudian Ali Keenan pergi meninggalkan Rafka Gavin, dan mengendarai mobilnya membawa Qia Kirana.


Rafka Gavin masih terdiam di jalan, dia tahu jika Ali Keenan telah membawa pergi Qia Kirana darinya.


Selama perjalanan di dalam mobil, Qia Kirana terdiam karena membayangkan kejadian yang terjadi padanya dengan wajah tegang. Qia Kirana membayangkan apa yang terjadi padanya jika Ali Keenan tidak datang untuk membawanya dari sana, apakah Rafka Gavin akan kehilangan kendali dan memperkosanya?.


Ali Keenan menyadari kalau Qia Kirana terlihat diam saja dengan wajah tegang, dia yang biasanya tidak bisa begitu membaca orang lain sekarang dia tahu bahwa wanita yang berada di sampingnya masih dalam keadaan takut.


“Pegang tanganku!, aku ada disini...” kata Keenan meyadarkan Kirana,


Ali Keenan menawarkan tangannya untuk digenggam, dengan ragu tapi sedikit demi sedikit Qia Kirana mendekatkan tangannya. Ali Keenan yang sedang menyetir dan melihat ke depan langsung menangkap tangan Qia Kirana dan menggenggamnya erat.


Qia Kirana sontak kaget karena Ali Keenan langsung menggenggam erat tangannya. Qia Kirana melihat ke arah Ali Keenan yang sedang fokus mengemudi, dan membalas genggaman erat dari laki-laki yang berada di sampingnya.


“Kita akan pergi kemana, direktur Li?” tanya Kirana masih terlihat trauma karena kejadiannya bersama Rafka,


“Aku akan membawamu ke apartemenku...,” kata Keenan dengan sesekali melihat ke arah Kirana,


“Tapi..., aku...” kata Kirana terlihat khawatir dan sedikit takut,


Ali Keenan merasakan tubuh Qia Kirana bergetar dari tangan yang digenggamnya dan kemudian memberhentikan mobilnya.


Dengan lembut Ali Keenan mengusap kepala Qia Kirana dan berkata “Tenang aku tidak akan melakukan apapun padamu!, aku hanya khawatir jika kamu pulang dengan keadaan seperti ini...,” berusaha menenangkan Kirana.


“Tapi..., anak-anak..., mereka!” kata Kirana dengan wajah khawatir,


“Aku sudah menghubungin Ben untuk menjaga mereka..., tenanglah!” kata Keenan berusaha meyakinkan Kirana.

__ADS_1


Ali Keenan melihat Qia Kirana sudah cukup tenang, jadi dia mengemudikan lagi mobil ke arah apartemennya yang berada di pasteur.


Sesampainya di apartemen Ali Keenan melihat Qia Kirana yang tertidur dan masih menggenggam erat tangannya. Ali Keenan berusaha melepas genggaman Qia Kirana agar bisa melepaskan jas hitamnya untuk dijadikan selimut.


Setelah beberapa lama Qia Kirana terbangun dan melihat Ali Keenan yang tidak ada di sampingnya. Qia Kirana mencari dengan melihat kesegala arah di luar mobil, dan menemukan Ali Keenan yang sedang menelpon di luar.


Ali Keean menelpon Ben untuk menjaga anak-anak karena Qia Kirana tidak bisa pulang malam ini ke motel. Ali Keenan berjalan ke arah mobil dan membuka pintu mobil untuk Qia Kirana.


“Direktur Li..., kenapa anda tidak membangunkan saya?” kata Kirana sambil tersipu malu,


“Aku tidak ingin mengganggumu tidur..., kamu bisa melanjutkan tidur nanti setelah kita sampai...” kata Keenan pada Kirana yang turun dari mobil,


“Apa direktur Li tidak akan membiarkan aku pulang malam ini?” tanya Kirana dengan menatap Keenan,


Dalam hati Keenan “Apa dia tahu kalimat apa yang tadi dia ucapkan?” sambil kaget dan tatapannya terfokus pada Kirana.


“Ehemmm... menginaplah malam ini!” kata Keenan datar dan dengan nada dingin yang berusaha menahan dirinya.


Setelah masuk ke apartemen Ali Keenan memberikan baju tidur miliknya pada Qia Kirana.


Qia Kirana mandi di kamar mandi lantai dua, tapi suara itu terdengar hingga ke lantai satu karena hening. Ali Keenan masih mengingat perkataan Qia Kirana padanya tadi, dengan segera dia mengalihkan perhatian dengan memutar musik klasik.


Saat Qia Kirana keluar dengan baju tidur milik Ali Keenan, Ali Keenan menatapnya dengan intens.


“Direktur Li suka dengan musik klasik?” tanya Kirana menyadarkan Keenan,


“Tidak perlu, aku akan tidur.., jadi selamat malam!” kata Kirana menuju kamar tamu,


“Selamat malam!” jawab Keenan,


“Huh..! Hampir saja.., tidak bisakah kamu mengendalikan dirimu sendiri?” kata Keenan menghelakan napas sambil berbicara pelan kepada dirinya sendiri.


Keesokan harinya Ben bersiap membawa Aileen dan Ailaa ke apartemen milik Ali Keenan.


Pagi itu, Qia Kirana menyiapkan beberapa sarapan untuk dimakan bersama Ali Keenan. Kemudian Ali Keenan keluar dari kamarnya dan duduk dengan setelan baju kemeja yang belum berdasi.


“Qia! Ben akan membawa anak-anak dan barangmu kemari!” kata Keenan dengan santainya sambil makan sarapan,


“Apa?!!, tapi...” kata Kirana kaget karena Keenan mendadak memberitahunya,


“Tenang..!, untuk sementara waktu sampai aku bisa memilihkan tempat tinggal yang aman...” kata Keenan sambil minum dan beranjak dari meja makan.


Ali Keenan membereskan semua alat makan dan mencuci piring, Qia Kirana menyusulnya ke dapur.


“Direktur Li biar saya saja!” kata Kirana menawarkan diri,


“Kamu sudah lelah memasak.., jadi sekarang biarkan aku yang mencuci piring, oke?” kata Keenan memohon pada Kirana,

__ADS_1


“Aku tidak akan diam saja, anak-anak sedang dalam perjalanan bersama Ben, kan?” kata Kirana yang masih berdiri di samping Keenan,


“Hmmm...” kata Keenan mengiyakan pertanyaan Kirana,


“Baiklah aku akan memasak sarapan lagi untuk mereka!” kata Kirana sambil tersenyum ceria.


Sesampainya Aileen dan Ailaa di apartemen, Ailaa berlari melihat sekeliling apartemen dan Aileen berjalan biasa.


“Hai Ailaa..!, kamu suka disini?” tanya Keenan yang menyambut Ailaa,


“Hem..iya” jawab Ailaa mengangguk dan menatap wajah Keenan,


“Ayo kalian sarapan dulu!, juga Ben silahkan sarapan dulu.., dan terimakasih sudah menjaga anak-anak!” kata Kirana kepada kedua anaknya dan Ben,


Ben terpesona dengan penampilan pagi Qia Kirana. Ali Keenan yang menyadari itu langsung menyadarkannya.


“Ehemmm..., itu sudah tugas saya nona Kirana!” kata Ben yang langsung merinding karena tatapan mematikan Keenan padanya.


Setelah sarapan, Aileen mengajak Ali Keenan ke balkon, dan berbicara empat mata.


“Kalian tidak tidur dalam satu kamar, kan?” tanya Aileen pada Keenan,


“Tidak.., tenang ibumu tidur di kamar tamu..” jelas Keenan pada Aileen dengan berjongkok,


Dalam hati Keenan “Benar saja.., Aileen sangat protektif pada ibunya!” sambil menahan tawa karena merasa lucu,


“Awas jika kamu melewati batas!!” kata Aileen dengan nada mengancam,


Saat Aileen akan masuk ke dalam, Ali Keenan menahannya.


“Tunggu..! ada yang ingin aku sampaikan masalah kemampuanmu!” kata Keenan membentangkan satu tangannya menahan Aileen pergi,


“Katakan!” kata Aileen dengan nada memerintah,


Dalam hati Keenan “Aku sangat tidak suka diperintah.., tapi kenapa dengan anak ini aku tidak begitu!”.


“Aileen dengar baik-baik!, aku tahu kamu harus menjaga ibumu..., tapi kamu harus berhati-hati supaya ibumu tidak mengetahui kemampuan ini” kata Keenan sambil menunjuk pada badan Aileen dengan lembut,


“Aku sudah tahu dari dulu..., jadi kamu tidak perlu mengajariku!!” kata Aileen berjalan masuk ke dalam dan sedikit tersipu malu karena diingatkan oleh Keenan.


Siangnya, Ali Keenan mengajak Qia Kirana berbelanja peralatan yang dibutuhkan selama mereka tinggal di apartemennya. Ali Keenan mengajak Qia Kirana membeli kasur untuk perempuan dan anak-anak.


Di toko Kasur Ali Keenan dan Qia Kirana disambut baik oleh pelayan toko, dan membiarkan mereka memilihnya sendiri.


Tiba-tiba saat Qia Kirana memilih kasur untuk dirinya sendiri, dia terpeleset, Ali Keenan mencoba menangkapnya tapi pada akhirnya keduanya terjatuh di atas kasur.


...~ Bersambung... ~...

__ADS_1


__ADS_2