Anak Genius: Jade Sign Of Love

Anak Genius: Jade Sign Of Love
Pertemuan Qia Kirana dengan Ardi Fadlan


__ADS_3

Untungnya Qia Kirana tidak bangun, Aileen yang melihat hal itu mengambil ulang foto dari Ali Keenan dan Qia Kirana.


Setelah itu, Ali Keenan dengan segera menadahkan tangannya untuk menahan kepala Qia Kiana. Lalu di gendongnya Qia Kirana dengan kedua tangannya dan ketika hendak melangkah pergi di tahan oleh Aileen.


“Kamu akan membawa ibuku kemana?” kata Aileen bertanya dengan suara pelan,


“Ke kamarku!, biarkan ibumu tidur..., tenang aku tidak akan melakukan apapun pada ibumu!” kata Ali Keenan menjawab Aileen dengan suara kecil.


Dengan hati-hati Ali Keenan menggendong Qia Kirana hingga ke dalam kamarnya. Setibanya di kamar, Ali Keenan membaringkan di atas kasur dan menyelimuti Qia Kirana.


Ali Keenan menatap dalam pada Qia Kirana, dan bertanya-tanya dalam benaknya.


Dalam hati Keenan “Wajah inilah yang membayangiku selama 6 tahun..., semua wanita yang aku temui terus mencari perhatian dan perlindungan dariku..., tapi dia satu-satunya wanita yang terus menjauh dariku..., sebenarnya apa aku ini untukmu?” sambil merapihkan rambut Kirana lalu mengecup keningnya.


Setelah Ali Keenan kembali ke kamar Aileen, Aileen menatap Ali Keenan dengan menyipitkan matanya.


“Kenapa?” tanya Keenan yang merasa tidak nyaman dengan tatapan Aileen padanya,


“Tidak ada...” kata Aileen menjawab Keenan sambil berbaring dan menyelimuti dirinya.


Keesokan harinya Qia Kirana tersadar jika dia sudah berada di kamar Ali Keenan, kemudian dia bergegas ke kamarnya untuk melihat kondisi Aileen.


Ternyata Aileen sudah makan bubur yang di siapkan Ali Keenan.


“Ibu Paman Li sudah mengecek suhu tubuhku!” kata Aileen memberikan termometer suhu pada Kirana,


“Ohhh..., Coba ibu lihat! Syukurlah sudah tidak apa-apa.., kita akan pergi untuk memastikannya ya ke rumah sakit” kata Kirana dengan mengusap kepala Aileen.


Qia Kirana mengecek Ailaa dan menemaninya sarapan dulu sebelum dia pergi. Sambil bersiap-siap untuk pergi, Qia Kirana memesan mobil online untuk pergi ke rumah sakit Mitra Kasih.


Aileen melihat ibunya yang masih bersiap-siap untuk pergi, dia membuka laptopnya dan mengabari Ben bahwa dia dan ibunya akan ke rumah sakit Mitra Kasih.


Ketika Qia Kirana selesai dan hendak pergi, dengan cepat Aileen menutup laptopnya dan menyimpannya di tempat yang aman. Di perjalanan menuju rumah sakit, Aileen terus berada di pangkuan Qia Kirana.


Setibanya di rumah sakit, Qia Kirana langsung masuk dan menuju meja resepsionis. Tiba-tiba dokter Ardi Fadlan lewat dan langsung mengenali Qia Kirana.


“Nona Kirana!” kata dokter Fadlan menyapa Kirana,

__ADS_1


“Dokter! Selamat siang!” sapa Kirana dengan tersenyum,


Aileen yang melihat keduanya berkata dalam hati “Jadi ini dokter Fadlan.., ganteng, ramah, dan sepertinya bisa diandalkan” sambil memperhatikan dokter Fadlan dari atas ke bawah.


“Apa nona Kirana disini untuk memeriksakan Aileen?” tanya dokter Fadlan pada Kirana,


“Iya dok.., saya kesini tidak membuat janji terlebih dahulu dok.., apakah dokter sedang ada pasien?” tanya Kirana dengan sopan,


“Tidak..., tidak ada.., nona Kirana silahkan!” kata dokter Fadlan mempersilahkan Kirana yang membawa Aileen ke dalam ruangannya,


Disaat yang sama, Ben baru membuka pesan yang di kirimkan oleh Aileen kepadanya. Ben bergegas memberitahukan pesan itu pada Ali Keenan yang sedang sibuk rapat.


Tok... tok... tok...


“Masuk!” kata Keenan mempersilahkan Ben untuk masuk,


Ben melihat Ali Keenan yang serius dengan rapat itu, dia berjalan ke arah Ali Keenan dan berdiri di belakangnya.


Karyawan bagian pemasaran masih melakukan persentasi untuk produk Love Destiny, karena minggu depan adalah peluncuran produk secara komersial. Sudah beberapa hari rapat tertunda karena Ali Keenan menemani Qia Kirana menjaga Aileen.


Setelah rapat hampir selesai Ben mendekati Ali Keenan.


“Ada apa?” kata Keenan sambil mendonggakkan kepalanya ke arah Ben,


“Ini..., ada pesan dari tuan muda Aileen!” kata Ben memberikan ipadnya pada Keenan.


Dengan melihat sekilas Ali Keenan langsung beranjak dari tempat duduknya.


“Rapat kita tunda sampai disini!” kata Ali Keenan sambil memberikan dokumen pada Ben dan mengetuk jarinya tiga kali,


“Baik direktur Li!” kata Ben membungkukan kepalanya.


Ali Keenan dengan terburu-buru pergi dari ruangan rapat.


“Ada apa dengan direktur Li?” tanya karyawan yang sedang rapat,


“Tidak tahu...” kata karyawan yang sedang persentasi sambil mengangkat kedua tangannya,

__ADS_1


“Tenang semuanya, semua koreksi telah ditandai oleh direktur Li dalam dokumen ini!” kata Ben sambil mengangkat dokumen yang ada di tangannya,


“Tolong perbanyak dokumennya ya!, agar semua orang tahu semua koreksiannya dan direktur Li meminta kalian untuk merevisi dokumen besok persentasikan jam 3 sore!” kata Ben menjelaskan maksud dari Keenan pada semua karyawan rapat,


“Baik asisten Ben!” kata aryawan rapat dan langsung bubar ke ruangannya masing-masing.


Ali Keenan yang berada di dalam mobil langsung pergi ke arah Cimahi, selama perjalanan dia memikirkan Qia Kirana yang sedang bersama dengan dokter Fadlan.


Di ruamh sakit, Aileen telah selesai di periksa oleh dokter Fadlan.


“Nona Kirana! Tunggu sebentar!” kata dokter Fadlan menyusul Kirana di luar rungannya,


“Ada apa dok?” kata Kirana bertanya pada dokter Fadlan,


“Bisakah makan siang bersama?, kita merayakan kesembuhan Aileen!” kata dokter Fadlan mengajak Kirana untuk makan siang bersamanya,


“Ba..iklah!” kata Kirana pada dokter Fadlan yang merasa tidak enak jika menolak tawaran,


“Bisakah nona Kirana menunggu sebentar.., aku akan ganti pakaian dulu!” kata dokter Fadlan menunjuk pakaiannya pada Kirana,


“Boleh dok.., saya akan tunggu di luar jika begitu!” kata Kirana menunjuk ke arah luar rumah sakit.


Qia Kirana dan Aileen menunggu di depan rumah sakit, setelah itu dokter Fadlan memarkirkan mobil di depannya. Dengan cepat dokter Fadlan turun dari mobilnya, kemudian membukakan pintu mobil untuk Qia Kirana dan Aileen.


Selama perjalanan, Aileen memainkan jam tangannya berpura-pura melihat waktu, padahal dia berusaha mengirimkan lokasinya pada Ali Keenan.


Dokter Fadlan merasa aneh dengan gerak gerik Aileen yang terus saja memainkan jam tangannya dari tadi, tapi kemudian dia tidak menghiraukannya.


Setibanya Ali Keenan di rumah sakit Mitra Kasih.


“Dokter Ardi Fadlan ada?” tanya Keenan pada resepsionis bagian dokter anak,


“Dokter Fadlan..!, beliau pergi dengan pasiennya tadi tuan, ada perlu apa pada dokter Fadlan?” jawab bagian resepsionis yang kemudian bertanya kembali pada Keenan,


“Tidak ada..!, terimakasih!” kata Keenan berbalik dan berjalan dengan terburu-buru,


“Sama...sama tuan! Ehhh... sudah pergi?” jawab penjaga resepsionis.

__ADS_1


Ketika di mobil, Ali Keenan tiba-tiba mendapat pesan dalam bahasa Thailand, dengan segera di bukanya yang ternyata pesan lokasi. Ali Keenan dengan yakin mengikuti lokasi tersebut, dia yakin bahwa Aileenlah yang mengirimkannya.


...~ Bersambung... ~...


__ADS_2